Pencarian Informasi

 

KAJEN - Sebanyak 150 grup drumband yang terdiri dari 55 grup drumband TK/RA, 70 grup SD/MI dan 25 grup dari SMP/MTs, dengan antusias mengikuti Kajen Gemuruh Ke-6 Tahun 2019 dari awal hingga akhir waktu pelaksanaan di Alun-Alun Kajen, Selasa (20/8/2019) siang. Dengan dipandu oleh seorang Mayoret utama, mereka secara bersama-sama melantunkan lagu-lagu nasional yakni Garuda Pancasila, Hari Merdeka dan Maju Tak Gentar. Disaksikan ribuan warga masyarakat Kajen dan sekitarnya yang memadati Alun-Alun Kajen.

Kajen Gemuruh ke-6 dibuka Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti. Dihadiri suami Wakil Bupati yang notabene adalah mantan Bupati Pekalongan 2 periode yaitu Drs. H. Amat Antono, M.S.i. Hadir pula Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., beserta istri, Ketua Pengadilan Agama Kajen H. Suwoto, SH.,MH., Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Sutaji, SH.MH., Ketua Kementerian Agama Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, perwakilan Kejari Kajen dan para Perwakilan OPD Kabupaten Pekalongan.

Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti mengatakan, pelaksanaan Kajen Gemuruh sebagai salah satu rangkaian peringatan ke-74 Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan. Ia berharap untuk tahun-tahun berikutnya agar dilakukan inovasi, seperti diadakan lomba bagi peserta.

Wakil Bupati menambahkan, dirinya senang sekali dengan adanya Kajen Gemuruh, karena mereka berasal dari penjuru Kabupaten Pekalongan dengan seragam yang beraneka namun secara bersama-sama memainkan alunan yang sama, hal itu merupakan salah satu bukti adanya semangat persatuan.

"Tahun depan saya harap kegiatan ini dapat dilombakan, sehingga tambah menarik dan mereka datang kesini tidak hanya memainkan tiga lagu dan panitia menyediakan hadiah menarik bagi yang berprestasi,” kata Arini.

Tidak lupa Wakil Bupati mengucapkan terimakasih kepada peserta yang telah mengikuti acara Kajen Gemuruh. Menurutnya kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai acara rutinan Pemkab Pekalongan saja akan tetapi adalah upaya untuk mewujudkan persatuan.

“Negara Indonesia adalah negara besar yang mempunyai potensi budaya yang besar dengan kemajemukan dan pluralitas masyarakatnya, untuk itu perlu dipupuk dan dilestarikan salah satunya dengan kegiatan Kajen Gemuruh ini,” terangnya.

Sementara itu Ketua Panitia Peringatan ke-74 Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan, Dra. Ali Riza, M.Si mengatakan, Kajen Gemuruh tahun 2019 merupakan tahun ke 6 pelaksanaan, dengan maksud untuk memberikan ruang ekspresi bagi grup drumband yang ada di Kabupaten Pekalongan. (didik /dinkominfo kab.pekalongan).

 

 

KAJEN – Pembangunan di Kabupaten Pekalongan tidak hanya membangun fisiknya tapi juga pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis nilai-nilai seni dan budaya.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam acara “Suluk Bumi Santri”. Acara dilaksanakan di pendopo Kecamatan Sragi, Minggu (18/08/2019) malam.

“Pembangunan manusia lahir dan batin. Batin manusia diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Kabupaten Pekalongan, ” ujar Bupati.

Dengan kata lain, lanjut Bupati, unsur-unsur yang merupakan materi/bahan pembangunan tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat sendiri.

“Melihat permasalahan-permasalahan yang ada saat ini, tokoh masyarakat, budayawan, dan ormas harus dapat bermitra dengan pemerintah daerah untuk menempatkan budaya sebagai ujung tombak dalam menjaga persatuan dan kesatuan untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, jelas Bupati

“Lesbumi mempunyai potensi besar untuk berperan serta dalam pengembangan dan pelestarian nilai budaya. Dikarenakan memiliki aktivitas yang mengakar di masyarakat luas. Sehingga secara otomatis dapat merasakan getaran-getaran riil yang terjadi di masyarakat utamanya dalam memajukan kebudayaan, melestarikan tradisi, dan mengembangkan adat budaya masyarakat,” imbuhnyai.

Sementara itu, Gus Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi PCNU Kab Pekalongan menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan daerah dengan berbagai kearifan lokal yang telah eksis dengan seni dan kebudayaannya. Keragaman perilaku budaya dan lokal wisdom yang beragam menjadikan seni dan budaya Kabupaten Pekalongan yang unik menjadi menarik untuk dipelajari.

Dituturkan Gus Eko, sebagai kabupaten yang besar dengan keanekaragaman budaya yang menjadi identitas, sehingga diperlukan pemahaman seni dan budaya sebagai nilai dasar ketahanan nasional, serta sebagai pemersatu keragaman seni dan budaya bangsa.

“Seni dan budaya di Kabupaten Pekalongan menjadi pemersatu apabila kita memiliki rasa bangga terhadap seni dan budaya yang kita miliki,” katanya.

Acara yang dilaksanakan di pendopo Kecamatan Sragi, Minggu (18/08) itu dimulai dari pagi hari hingga malam yaitu sepeda santai, senam aerobik, karnaval budaya. Selanjutnya pada siang harinya pentas seni komunitas band, drumband, tari kreasi nusantara dilanjutkan sore sampai malam hadroh sholawat, tari kipas, tari dendang kota santri, pencak silat tapak suci dan sintren serta sarasehan.

Saat sarasehan, Gus Eko menjelaskan bahwa, berbagai permasalahan yang terjadi pada bangsa Indonesia umumnya dan Kabupaten Pekalongan khususnya ini sangatlah kompleks. Salah satunya karena lemahnya pemahaman nilai-nilai seni dan budaya yang terkandung di dalam pembangunan itu seperti budaya ramah tamah, gotong royong, musyawarah mufakat sudah luntur dan tergeser.

“Bahkan ada sebagian yang mulai menghilang oleh derasnya laju globalisasi, dan masuknya budaya luar yang telah merusak moral dan etika yang akhirnya menimbulkan degradasi budaya,” paparnya.

Menurut Gus Eko, upaya pengembangan dan pelestarian budaya daerah dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah khususnya bidang kebudayaan.(red)

 

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan diskriminasi perbedaan melalui SARA karena semua adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Demikian disampaikannya dalam Acara Malam Keakraban Paguyuban Ibu-Ibu Kedungwuni dengan tema “Merajut Persahabatan Dalam Membina Kebhinekaan” di Gedung eks Kawedanan Kedungwuni, Minggu (18/8/2019) malam.

Dalam kesempatan tersebut hadir Istri Bupati Pekalongan Dra. Hj. Munafah, Kepala Dinperindagkop, Muspika Kedungwuni, Ketua Paguyuban Tionghoa, Ibu-Ibu pedagang pasar kedungwuni dan ibu-ibu Kelurahan Kedungwuni Barat Kecamatan Kedungwuni. Bupati menambahkan, kegiatan tersebut adalah bentuk ikhtiar untuk saling menghargai antar sesama, ukhuwah basyariyah, tepo seliro saling menghargai antar sesama. ”Saya berharap memfasilitasi kegiatan mengumpulkan warga, kalau ada perbedaan kita rembug, rukun adalah modal utama, untuk ibadah dan beraktifitas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asip juga mengajak kepada warga kedungwuni untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan. ” Tujuan kita bersatu adalah guyub rukun untuk tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera dan tugas kita tinggal memupuk dan mempersatukan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Bupati mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi paguyuban ibu-ibu Kedungwuni. Menurutnya, berbagai elemen dapat hadir dalam acara peringatan HUT RI ke 74 dalam rangka merajut kebhinekaan. “Keguyuban masyarakat ini tidak hanya dalam rangka 17 an, akan tetapi bisa dilaksanakan kegiatan yang lain misalnya ibu-ibu urunan untuk gerakan bedah rumah nanti bupati dan pemerintah daerah yang memotori,” harap bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

 

KAJEN - Pemkab Pekalongan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Fortuna yang merupakan bagian dari Rajawali Foundation mengadakan Pelatihan Digital Branding Untuk UMKM Milenial pengrajin Batik di Pekalongan Agar Batik Semakin Mendunia di gedung Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/8/2019).
 
Era digital menawarkan kesempatan yang tak terbatas bagi pelaku UMKM di Indonesia untuk menumbuhkan bisnis dan memasarkannya secara masif ketika dibarengi dengan pengetahuan digital branding. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui media digital, digital branding dan digital marketplace.
 
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan merasakan pentingnya pelatihan digital bagi UMKM di Pekalongan. Pelatihan semacam ini tentu akan mendorong lebih jauh kemampuan pelaku UMKM di Pekalongan untuk mencapai pasar global. 
 
"Saya percaya bahwa pelatihan seperti ini bisa membantu UMKM Batik di Kabupaten Pekalongan untuk bersaing di dunia. Salah satu cara agar bisnis bisa bersaing adalah dengan mengetahui cara memasarkan dan menjual produk secara digital. Ini searah dengan program Kementerian Komunilkasi dan Informatika yang menargetkan pertumbuhan UMKM agar Go Online," ujar Bupati. 
 
Bupati KH. Asip juga menceritakan bahwa ketika dirinya ke luar negeri jarang sekali menemukan produk dari Indonesia, tetapi ketika di indonesia banyak sekali produk luar negeri seperti dari Korea dan Cina terus membanjiri dan mendominasi produknya di masyarakat kita.
 
"Ayo kita jadikan inspirasi buat kita agar kita juga bisa membalas dengan mengirimkan produk dari Indonesia ke Luar Negeri," ucap Asip. 
 
SDM harus disiapkan agar bisa bersaing, sesuai dengan tema kemerdekaan Republik Indonesia di tahun ini. Khusus di bidang pemasaran hari ini Kabupaten Pekalongan mendapat kepercayaan dari Fortuna untuk melakukan training dalam konteks memasarkan batik tiada batas.
 
"Pemasaran online ini membutuhkan tips dan trik, serta juga pengalaman yang sudah sukses. Cerita Success Stories yang sudah dimiliki dari kawan-kawan Fortuna ini akan ditularkan kepada binaan Dekranasda Kabupaten Pekalongan," harapnya. 
 
CEO Fortuna, AG Edhi Bawono mengatakan “Batik Tiada Batas” diartikan bahwa dengan memanfaatkan teknologi digital, Batik bisa dikenal dan dijual ke manapun di dunia. Sekarang digitalisasi sudah masuk ke berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari pemesanan produk, transaksi pembayaran hingga produk sampai pelanggan, semua bisa dilakukan melalui smartphone. Karena itulah, penting bagi pelaku UMKM memaksimalkan perubahan ini, dengan cara go online. 
 
"Sumbangsih kami terhadap Kabupaten Pekalongan harus nyata, sehingga kita membuat program batik tiada batas agar industri batik di kabupaten Pekalongan ini makin melebar dan meluas lagi melalui dunia digital," ujar Edhi. 
 
Melalui pelatihan ini, Fortuna mencoba untuk memberikan ilmu yang dimiliki dibidang komunikasi dan pemasaran bisa mengangkat UMKM didaerah Kabupaten Pekalongan ini bisa terbantukan. 
 
"Ilmu yang akan diberikan saya rasa seperti trik-trik di pemasaran dunia digital, misalnya bagaimana membuat konten yang baik agar diminati oleh pengunjung atau bagaimana kita memanfaatkan sosial media sebagai media pemasaran kita supaya bisa go internasional seperti FB Ads," terannya.
 
Sementara itu, salah satu peserta yang merupakan penyandang disabilitas, Slamet Maksum yang merupakan warga Bojong mengikuti acara ini agar dirinya bisa maju dan berkembang. sehingga walaupun dia seorang disabilitas tetapi tidak menyusahkan orang lain. 
 
"Saya senang mengikuti acara ini karena banyak teman-temannya, dan juga bisa bergaul dan berbincang dengan teman yang normal. Selain itu juga dapat ilmu yang bisa saya gunakan untuk membuat saya lebih maju dan berkembang lagi melalui memasarkan produk lewat pemasaran online," ujarnya.(red) 

 

KAJEN - Setiap kita memperingati HUT RI, pastilah kita selalu berbicara tentang 2 hal, yaitu tentang mengenang jasa pahlawan pendahulu yang sudah memerdekakan kita dari penjajah dan kedua tentang apa yang harus kita lakukan. Hal itu disampaikan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH., M.Si dalam acara Resepsi Peringatan HUT RI ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Sabtu (17/8/2019) malam. 
 
Sesuai dengan tema HUT RI ke-74 adalah SDM unggul negara maju, Pemkab Pekalongan sudah memikirkan dan merencanakan pembangunan pendidikan untuk pijakan bagaimana mempersiapkan SDM di Kabupaten Pekalongan ini supaya unggul.
 
Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa pembangunan SDM itu tidak ada yang dilakukan secara cepat, semuanya butuh proses juga dilakukan secara bertahap dan berjenjang serta didukung oleh sektor yang ada.
 
"Kami di tahun 2019 sudah memberikan 200 anak mahasiswa dengan bantuan biaya Rp 5 juta per anak per tahun, belum lagi bantuan untuk tingkat SMA, SMP dan SD. Kami juga terus berupaya agar eksistensi perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Pekalongan ini terus ditingkatkan," ujarnya. 
 
Sebentar lagi juga akan dilakukan diversifikasi program yang ada di AKN Kajen. Sebelum menjadi politeknik ada 1 tahapan yang harus dilewati yaitu program PSDKU. "AKN Kajen harus kita jaga, kita rawat, kita siapkan sebagai ikhtiyar kita mempersiapkan SDM yang unggul," kata Bupati Asip.
 
Disisi lain, Pemkab Pekalongan juga mempersiapkan SDM kesehatan yang lebih tinggi bertujuan agar berusaha untuk menurunkan angka kematian ibu dan balita (AKI & AKB) dan mencegah stunting. Ini dilakukan secara cermat dan juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. 
 
"Alhamdulillah kita ada 2 perusahaan besar yang terus membantu, kita juga mendapat kesempatan untuk melakukan testimoni tentang angka penurunan ibu dan balita. Ini akan menjadi contoh positif dari perusahaan tersebut, 1 dari perusahaan besar swasta nasional dan 1 lagi perusahaan dari Amerika," terang Bupati Asip.
 
Tidak lupa Bupati juga menyampaikan rada bangganya kepada anggota Paskibraka 2019 yang sudah melakukan tugasnya dengan baik. Menurutnya, hal itu tentunya tidak lepas dari gemblengan para pelatih dari TNI Polri serta doa dari para orang tuanya.
 
"Kalau saya nilai baik dari Upacara Pengibaran Bendera, Upacara Penurunan Bendera dan Aubade, nilainya adalah 100 plus. Luar biasa," jelasnya. 
 
Bahkan orang nomor satu di Kota Santri itu juga memberikan support kepada para orang tua anggota Paskibra. "Bapak dan ibu yang merupakan orang tua wali anggota Paskibra ini sudah mempunya putra dan putri yang hebat, Sholeh dan Sholehah, punya jiwa perjuangan yang tinggi, punya rasa tanggung jawab yang luar biasa. Insya Allah kelak akan menjadi pemimpin di Kabupaten Pekalongan, " tandas Bupati. 
 
Resepsi Peringatan ke-74 HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia itu dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto beserta istri, perwakilan Forkopimda lainnya, anggota DPRD, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip. 
 
Selanjutnya, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ketua KPU, Bawaslu, BUMD, Ketua MUI dan tamu undangan lainnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

 

KAJEN - Setelah Upacara Peringatan ke-74 Detik-Detik Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Pekalongan, Bupati mengajak para veteran untuk beramah tamah dan memberikan bingkisan kepada para veteran di Rumah Dinas Bupati, Sabtu (17/8/2019). 
 
Hadir dalam ramah-tamah Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami yang juga mantan Bupati Pekalongan 2 periode yaitu Drs. H. Amat Antono, M.S.i, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S. IP., MMS beserta unsur Forkopimda lainnya. 
 
Tampak pula Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan. 
 
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si  usai acara mengatakan, acara ramah tamah tersebut diantaranya mengajak para veteran untuk makan bersama setelah upacara dan memberikan bingkisan kepada veteran.
 
“Ini sebagai salah satu bentuk kita dalam menghormati jasa-jasa mereka kepada negara, yakni memerdekakan negara kita,” katanya.
 
Menurut Bupati, ada beberapa veteran yang berkumpul pada kegiatan tersebut diantaranya, Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, Veteran Pembela Kemerdekaan Republik Indonesia dan Veteran Perdamaian Republik Indonesia.
 
 “Selain itu juga ada Veteran Eks Timor Timur, mereka berkumpul menjadi satu disini,” terangnya. 
 
Bupati menambahkan, acara ramah tamah dan memberikan bingkisan kepada veteran usai Upacara Detik-Detik Kemerdekaan merupakan tradisi yang telah dilaksanakan rutin setiap tahun.
 
“Ini sebagai bentuk terimakasih dan juga bentuk perhatian kepada para veteran yang telah berjuang untuk bangsa Indonesia,” jelasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

 

 

KAJEN - Panas terik matahari yang menyinari Alun-alun Kajen, Sabtu (17/8/2019), tidak mengurangi semangat dan khidmatnya pelaksanaan upacara bendera Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74 di Kabupaten Pekalongan.

Peserta upacara yang terdiri dari berbagai unsur antara lain, TNI, Polri, Aparatus Sipil Negara, beserta instansi pemerintah lainnya, pelajar, mahasiswa, organisasi  masyarakat se Kabupaten Pekalongan tampak berbaris rapi tidak bergeming seolah tidak merasakan teriknya panas matahari.

Proses pengibaran bendera merah putih dan pembacaan teks proklamasi pun berjalan lancar tanpa hambatan. Dan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Pekalongan sukses mengibarkan bendera pusaka merah putih.

Setelah menerima bendera pusaka merah putih dari Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), pembawa baki bendera asal Kecamatan Kandangserang atas nama Ajit Rejeki Apriliani (16) dari SMAN 1 Kandangserang beserta rekan-rekannya dengan lancar tanpa hambatan mengantarkan sangsaka merah putih dari pengibaran bendera hingga bendera sampai di puncak tiang bendera.

Memaknai momen peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meminta segenap generasi bangsa mengenang jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

Menurut Bupati, pahlawan adalah sosok penting dibalik kemerdekaan, karena telah mengorbankan jiwa dan raga serta segala yang dimilikinya demi memperjuangkan kemerdekaan yang saat ini dinikmati oleh generasi penerus. "Selaku generasi penerus, mari kita bersama-sama memaknai dan mengisi kemerdekaan ini," kata Bupati usai upacara.

Bupati Asip mengungkapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memang dibangun atas dasar kebersamaan, persatuan, dan gotong-royong. "Tadi saya menggaris bawahi sambutan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahwa gotong-royong itu gerakan kita. Oleh karena itu, Jawa Tengah sebagai benteng Pancasila dan Kabupaten Pekalongan termasuk didalamnya maka gerakan-gerakan gotong royong menjadi daya dukung pembangunan. Maka, kita akan upayakan terus," ungkapnya.

Menurut Bupati Asip, melalui pelaksanaan pembangunan seperti saat ini, merupakan satu diantara upaya dari generasi penerus untuk memaknai dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia 74 tahun silam.

"Untuk melaksanakan kegiatan pembangunan, dibutuhkan sinergitas dari seluruh komponen masyarakat. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya diserahkan kepada satu pihak saja, seperti Pemerintah Daerah," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

 

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tingkat Kabupaten Pekalongan di Alun-alun Kajen, Sabtu (17/8/2019) pagi.

Upacara Detik-Detik Proklamasi dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Forkopimda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Kades/Kepala Kelurahan se Kabupaten Pekalongan, para Veteran, perwakilan organisasi masyarakat se Kabupaten Pekalongan, instansi vertikal, BUMN/BUMD. Dan diikuti ribuan peserta upacara yang terdiri dari perwakilan TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), mahasiswa, pelajar, organisasi masyarakat.

Dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi ke-74, Bupati Pekalongan membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Gubernur dalam sambutan tertulisnya mengungkapkan, dalam masa perjuangan setelah kemerdekaan ini sudah semestinya kita tidak membedakan suku, agama atau pun ras. Tak peduli warna kulit, rambut, jenis kelamin, kaya atau pun miskin. Semua sama di mata negara. Founding fathers bangsa ini telah memberi contoh lewat laku, bukan sekadar gembar gembor persatuan. Mereka berdarah-darah menegakkan kemerdekaan.

“Sebenarnya kita pun mewarisi semangat itu. Namun karena kadang kita memupuk borok dalam dada, membuat kita terlena hingga dengan rasa tanpa dosa saling menghina dan mencerca, bahkan ada nekat hendak mengganti Pancasila,” katanya.

Gubernur Ganjar menambahkan, Bangsa Cina dan India telah bergerak menuju Bulan, bangsa Amerika telah bersiap membangun perumahan di Mars. Meski saat ini kita belum mampu, jangan biarkan anak-anak kita hanya jadi penonton atas keberhasilan bangsa lain.

“Kita siapkan mereka saat ini, kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan dan semangat toleran, agar mereka juga bisa sampai ke Bulan, ke Mars, dan anak-anak Galaksi lain,” katanya.

Sementara itu, ditemui seusai upacara, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, dalam momentum HUT RI ke-74 ini, masyarakat diajak untuk kembali menggelorakan gotong-royong sebagai ruh pembangunan.

“Gotong-royong akan kita upayakan di semua lini seperti di sektor kebersihan, RTLH dan pendirian sarana ibadah serta bidang-bidang lain,” tutur Asip.

Bupati KH. Asip berpesan, agar semua elemen masyarakat mempersiapkan diri di era globalisasi dengan tidak hanya mengikuti saja, akan tetapi menjadi bagian integral sehingga tidak kalah dengan negara lain.

“Kita siapkan beasiswa untuk melengkapi skema beasiswa yang telah diberikan oleh Pusat dan Propinsi, selain itu wajib belajar 12 tahun akan kita deklarasikan sebagai jaminan pembangunan di bidang Sumber Daya Manusia seperti tema HUT RI kali ini yakni SDM Unggul Negara Maju,” terangnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

 

KAJEN - Untuk menanamkan semangat patriotisme yang didasari dengan keagamaan kepada generasi penerus, diadakan Pengajian Mauid Nabi Muhammad SAW dan Kirab Merah Putih bersama TNI, Polri serta warga masyarakat dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Lapangan Tanjung Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/8/2019) malam. 
 
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si memberikan tausyiah kebangsaan kepada puluhan ribu masyarakat  yang hadir agar selalu menjaga keutuhan NKRI, jaga persatuan, jaga merah putih dan mengajak para generasi penerus untuk bisa melanjutkan perjuangan dengan cara belajar.
 
"Saya harap untuk para generasi penerus untuk selalu belajar yang rajin, giat, tekun dan semangat mencari ilmu. Ilmu itu yang nantinya bisa membangun masyarkat Kabupaten Pekalongan lebih baik lagi," kata Bupati. 
 
Kita sebagai warga Kabupaten Pekalongan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI dengan cara pengajian, karena keunggulan kita yaitu yang dijuluki Kota Santri harus terus menjaga budaya dan tradisi kita sebagai warga Kota Santri.
 
"Di Kabupaten Pekalongan banyak sekali pondok pesantren, seperti di Simbang Kulon Kecamatan Buaran yang rata-rata anaknya mendapatkan sekolah tentang agama. Tradisi ini harus kita jaga," ucapnya.
 
Pemkab Pekalongan mempunyai program yaitu anak-anak yang bersekolah di sekolah negeri nantinya akan kita berikan muatan pelajaran tentang keagamaan. "Yang bersekolah di sekolah negeri jangan khawatir, karena penamaman ilmu agama Islam sudah kita berikan, salah satunya dengan mengaji," ujar Bupati Asip.
 
Bekal itulah yang nantinya bisa membantu kita untuk menuju keselamatan baik di dunia dan akhirat. Tidak lupa Bupati Asip meminta kepada masyarakat yang hadir untuk mendoakan kepada para pejabat, anggota DPRD yang baru dilantik, Habaib dan ulama serta masyarakat Kabupaten Pekalongan.
 
"Pejabat sudah kita doakan, para ulama juga sudah, masyarakat Kabupaten Pekalongan tentu saja. Dan teman-teman saya yang masih jomblo setelah pulang pengajian ini agar bisa mendapatkan jodoh, Amin." cetusnya.
 
Terakhir, Bupati Asip meminta kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan agar memasang bendera merah putih untuk menghormati dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia karena para pejuang dan leluhur kita memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia dengan taruhan nyawa.
 
Pengajian yang diikuti oleh puluhan ribu masyarakat, TNI, dan Polri,  menghadirkan pembicara Gus Muwafiq dari Jogja dan Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan) 

 

KAJEN - Suasana hikmat mewarnai pengukuhan 27 orang anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Pekalongan tahun 2019. Tetesan air mata haru terlihat di mata beberapa Anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Pekalongan ketika satu persatu mencium Bendera Merah Putih diiringi Lagu Bagimu Negeri, Kamis, (15/8/2019) malam di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.

Pengukuhan Anggota Paskibra ditandai dengan pemasangan kendit (ikat pinggang seragam) dan lencana Paskibra oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si kepada seorang anggota pasukan Paskibra Kabupaten Pekalongan.

Mereka dinyatakan resmi menjadi Anggota Paskibra Kabupaten Pekalongan yang akan melaksanakan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera pada upacara peringatan Hari Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 2019 nanti di Alun-alun Kajen.

Usai dikukuhkan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meminta Anggota Paskibra untuk menjaga kondisi kesehatan mereka. "Saya yakin semua sudah siap melaksanakan tugas ini dengan sebaiknya-baiknya untuk penaikan atau penurunan bendera nanti. Jaga kondisi sebaik-baiknya, waktu tidur, dan santai-santai," kata Bupati Asip.

Bupati mengatakan bahwa di usia Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun ini maka 26 tahun mendatang tepat pada HUT RI ke- 100 tahun, Paskibra sekarang ini bisa menjadi penerus generasi bangsa dan negara Indonesia selanjutnya.

"Masa depan Indonesia berada di tangan adik-adik. Jadikanlah kegiatan ini sebagai langkah awal untuk menata masa depan lebih baik. Umur 15 sampai 25 tahun adalah masa produktif dan berguna untuk memperbaiki diri guna persiapan masa depan," pesannya.

Bupati Asip mengungkapkan, momentum menjadi Anggota Paskibra itu manfaatkanlah sebaik-baiknya. Tidak hanya itu, jadi Paskibra merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi orang tua.

"Karena, sebagai Anggota Paskibra dinilai memiliki kemampuan dan persyaratan khusus baik secara fisik, mental, moralitas, disiplin, dan yang paling penting yaitu tanggungjawab," jelasnya.

Pihaknya juga mengajak semua elemen yang hadir baik pemerintahan, TNI, Polri dan seluruh stake holder untuk bersatu bersama melakukan pembangunan bagi kemajuan Kabupaten Pekalongan. (red)

 

 

KAJEN – Upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Jawa Tengah berlangsung khidmat di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/8/2019).

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Sutaji, SH.,MH., Ketua Pengadilan Agama Kajen Suwoto, SH.,MH, Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi, SH, perwakilan Kejari Kajen dan para Kepala OPD se di lingkungan Pemkab Pekalongan. Dan peserta upacara diikuti oleh TNI, Polri dan ASN Pemkab Pekalongan.

Dalam upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah tersebut, Bupati Pekalongan membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam bahasa Jawa.

Ditemui usai upacara, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, sesuai dengan sambutan Gubernur, warga Jawa Tengah merupakan benteng pancasila sehingga nilai-nilai Pancasila harus dimplementasikan dan diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan mengimplementasikan Pancasila maka masyarakat akan hidup rukun, gorong-royong, menghargai orang lain serta dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” katanya.

Ditambahkan Bupati, dengan mengamalkan ideologi Pancasila, maka masyarakat akan lebih terjamin kesejahteraanya. “Ini sesuai dengan keadilan yang tertuang dalam pasal kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” terangnya.

Bupati Asip menjelaskan, Kabupaten Pekalongan sudah diupayakan semaksimal mungkin mengelaborasi nilai keadilan bagi seluruh Indonesia khususnya di Kota Santri.

“Kita upayakan juga agar porsi pembangunan di Kabupaten Pekalongan sesuai dengan sila ke-5 Pancasila,” tutur Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)