Pencarian Informasi

 

KAJEN - Pemkab Pekalongan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Fortuna yang merupakan bagian dari Rajawali Foundation mengadakan Pelatihan Digital Branding Untuk UMKM Milenial pengrajin Batik di Pekalongan Agar Batik Semakin Mendunia di gedung Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/8/2019).
 
Era digital menawarkan kesempatan yang tak terbatas bagi pelaku UMKM di Indonesia untuk menumbuhkan bisnis dan memasarkannya secara masif ketika dibarengi dengan pengetahuan digital branding. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui media digital, digital branding dan digital marketplace.
 
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan merasakan pentingnya pelatihan digital bagi UMKM di Pekalongan. Pelatihan semacam ini tentu akan mendorong lebih jauh kemampuan pelaku UMKM di Pekalongan untuk mencapai pasar global. 
 
"Saya percaya bahwa pelatihan seperti ini bisa membantu UMKM Batik di Kabupaten Pekalongan untuk bersaing di dunia. Salah satu cara agar bisnis bisa bersaing adalah dengan mengetahui cara memasarkan dan menjual produk secara digital. Ini searah dengan program Kementerian Komunilkasi dan Informatika yang menargetkan pertumbuhan UMKM agar Go Online," ujar Bupati. 
 
Bupati KH. Asip juga menceritakan bahwa ketika dirinya ke luar negeri jarang sekali menemukan produk dari Indonesia, tetapi ketika di indonesia banyak sekali produk luar negeri seperti dari Korea dan Cina terus membanjiri dan mendominasi produknya di masyarakat kita.
 
"Ayo kita jadikan inspirasi buat kita agar kita juga bisa membalas dengan mengirimkan produk dari Indonesia ke Luar Negeri," ucap Asip. 
 
SDM harus disiapkan agar bisa bersaing, sesuai dengan tema kemerdekaan Republik Indonesia di tahun ini. Khusus di bidang pemasaran hari ini Kabupaten Pekalongan mendapat kepercayaan dari Fortuna untuk melakukan training dalam konteks memasarkan batik tiada batas.
 
"Pemasaran online ini membutuhkan tips dan trik, serta juga pengalaman yang sudah sukses. Cerita Success Stories yang sudah dimiliki dari kawan-kawan Fortuna ini akan ditularkan kepada binaan Dekranasda Kabupaten Pekalongan," harapnya. 
 
CEO Fortuna, AG Edhi Bawono mengatakan “Batik Tiada Batas” diartikan bahwa dengan memanfaatkan teknologi digital, Batik bisa dikenal dan dijual ke manapun di dunia. Sekarang digitalisasi sudah masuk ke berbagai aspek kehidupan kita, mulai dari pemesanan produk, transaksi pembayaran hingga produk sampai pelanggan, semua bisa dilakukan melalui smartphone. Karena itulah, penting bagi pelaku UMKM memaksimalkan perubahan ini, dengan cara go online. 
 
"Sumbangsih kami terhadap Kabupaten Pekalongan harus nyata, sehingga kita membuat program batik tiada batas agar industri batik di kabupaten Pekalongan ini makin melebar dan meluas lagi melalui dunia digital," ujar Edhi. 
 
Melalui pelatihan ini, Fortuna mencoba untuk memberikan ilmu yang dimiliki dibidang komunikasi dan pemasaran bisa mengangkat UMKM didaerah Kabupaten Pekalongan ini bisa terbantukan. 
 
"Ilmu yang akan diberikan saya rasa seperti trik-trik di pemasaran dunia digital, misalnya bagaimana membuat konten yang baik agar diminati oleh pengunjung atau bagaimana kita memanfaatkan sosial media sebagai media pemasaran kita supaya bisa go internasional seperti FB Ads," terannya.
 
Sementara itu, salah satu peserta yang merupakan penyandang disabilitas, Slamet Maksum yang merupakan warga Bojong mengikuti acara ini agar dirinya bisa maju dan berkembang. sehingga walaupun dia seorang disabilitas tetapi tidak menyusahkan orang lain. 
 
"Saya senang mengikuti acara ini karena banyak teman-temannya, dan juga bisa bergaul dan berbincang dengan teman yang normal. Selain itu juga dapat ilmu yang bisa saya gunakan untuk membuat saya lebih maju dan berkembang lagi melalui memasarkan produk lewat pemasaran online," ujarnya.(red)