Pencarian Informasi

 

KAJEN - Mahasiswa Institut Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) diharapkan siap bersaing di era industri 4.0.
 
Demikian disampaikan Dr. KH. Hanif Saha yang mewakili PBNU saat menjadi pembicara dalam Stadium General mahasiswa Baru ITSNU dan Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan, di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni, Minggu (8/9/2019). 
 
Ada beberapa hal yg harus dimiliki mahasiwa ItSNU Pekalongan utk bsa bersaing,yaitu berkomitmen,bersemangat, kemudian fokus dan inovatif.
 
Komitmen dan semangat itu gratis,jadi harus dilakukan dg kesungguhan hati sehingga bisa mmembangun kualitas atau mutu. " Jika kita tidak bermutu maka akan memuunculkan biaya yg mahal untuk mendapatkan mutu".
 
Hal yang juga harus dilakukan adalah melakukan akselerasi atau percepatab.Sebab di era sekarang tak bedanya kiliah di ITSNU, di Undip atau UGM yg mmebedakan adalah kecepatannya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing.
 
Sebelum digelar stadium general, dilakukan pengukuhan untuk mahasiwa baru ITSNU dan Politeknik Batik Pusmanu.
 
Mahasiswa baru ITSNU tahun ajaran baru ini berjumlah 280 mahasiswa S1 yg tersebar di prodi Teknik Industri, Teknik Komputer ,Teknik Informatika, dan Fisika.
 
Mahasiswa  yg hadir dalam pengukuhan sebanyak 140 mahasiswa dan sisanya adalah penerima Bidik Misi yang akan menyusul dikukuhkan.
 
Selain itu dalam acara kemarin juga dilaksanakan Penyerahan dan pengukuhan SK Rektor ITSNU yg dijabat Dr.eng Miftakhul Huda oleh Ketua PWNU KH. Muzamil mewakili PBNU.
 
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si yg hadir mengucapkan selamat dan sukses untuk para mahasiswa ITSNU Pekalongan. "Selamat kepada 20 mahasiswa ITS NU Pekalongan dan Pusmanu Pekalongan yang pada hari ini menerima beasiswa. Saya juga akan membantu beasiswa. Insya Allah kami akan memberikan beasiswa untuk 50 anak dengan nilai nominal Rp 5 juta per mahasiswa per tahun, sehingga total Rp 250 juta.," ujar Bupati.
 
Dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat apresiatif sekali dan sangat menaruh harapan besar atas berdirinya dua perguruan tinggi yang diinisiasi PCNU. Hal ini dalam rangka menuju angka 70 IPM di tahun 2021.
 
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah 68,56. Kami bercita-cita pada akhir tahun 2021 mudah-mudahan IPM kita bisa sampai 70. Itu artinya bahwa bisa dipastikan sudah tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak sekolah.
 
Dalam kegiatan itu, diserahkan secara simbolis beasiswa aughnia oleh NU Care-Lazisnu sebesar Rp 174 juta bagi 20 mahasiswa ITS NU Pekalongan dan Pusmanu Pekalongan.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).