Pencarian Informasi

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengintruksikan Direktur PDAM Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan yang baru Nur Wachid untuk langsung tancap gas atau gas poll. Instruksi itu ditekankan Bupati lantaran mengaku prihatin dengan kondisi Perusda Air Minum Tirta Kajen yang hingga kini tidak berkembang dibandingkan dengan perusda sejenis di daerah tetangga seperti di Kabupaten Kendal, Batang, Kota Pekalongan, dan Pemalang.

Padahal, Kabupaten Pekalongan memiliki kelebihan kaya akan sumber air baku. 
"Setelah dilantik langsung gas poll. Konsolidasi internal cukup seminggu," tandas Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat melantik Direktur Perusda Air Minum Tirta Kajen masa bakti 2019-2024 di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan Nur Wachid, Kamis (3/10/2019 ) sore.

Pelantikan Direksi Perumda Air Minum Tirta Kajen masa bakti 2019-2024 dihadiri Wakil DPRD Kabupaten Pekalongan Mas'udah dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Pekalongan seperti Sekda Mukaromah Syakoer, Kepala Bappeda Bambang Irianto, dan mantan Plt Direktur PDAM Kajen Kasmari.

Adapun dasar regulasi Pelantikan dan pengambilan acara ini adalah Keputusan Bupati nomor 539/323/2019 tentang pengangkatan direksi PDAM Tirta Kajen masa jabatan 2019-2024. Selaku direktur adalah Nur Wachid yang sebelumnya menjabat direktur PDAM Demak.

Nur Wachid terpilih sebagai direktur Perumda Air minum Tirta Kajen berdasarkan hasil seleksi direksi Perumda yang telah dilaksanakan oleh tim pansel hasil bentukan Pemkab Pekalongan. Pengambilan sumpah dan pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si.

Setelah proses pelantikan dan pengambilan sumpah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si meminta jajaran direksi dan karyawan di PDAM Kajen langsung gerak cepat dan gaspol mengembangkan perusahaan milik pemerintah daerah ini.

"Seorang muslim terikat dengan janjinya. 
Pak Nur Wachid ini seorang pendatang baru ikut tes ternyata lolos seleksi. Model rekrutmen inilah jawaban akan kemajuan yang kita inginkan. Sungguh ironi di Kabupaten Pekalongan kaya sumber air tapi perkembangan PDAM dari dulu sampai sekarang masih itu itu saja," katanya.

"Direktur baru sudah berjanji tahun 2024 minimal 30 ribu sambungan rumah tangga. Nanti akan kita evaluasi, tahun 2024 ada pergerakan ga? Lakukan gerak cepat, manajemen modern. Semuanya semangat semua agar pdam maju. Kendal kantornya luar biasa. Gajinya sudah 16 kali," sambungnya.

Untuk itu, lanjut bupati akan memberikan gaji karyawan PDAM Tirta Kajen sebanyak 20 kali dengan catatan ada perbaikkan hasil kinerja. Namun begitu apabila dalam perjalanan nanti tidak menunjukkan hasil baik ya tentu akan berlaku sebaliknya.