Pencarian Informasi

 

KAJEN – Lansia dinilai memiliki peran yang besar dalam pembangunan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti selaku Ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) dalam sambutan Pembukaan Rakor Komda Lansia Kabupaten Pekalongan Tahun 2019 di Aula Dinas Sosial, Kamis (28/11/2019) pagi. 
 
“Dalam konteks pembangunan, lansia punya peran yang besar. Pertama, fungsi kearifannya , kedua karena keahliannya, pengetahuannya. Hal inilah yang membuat perannya besar. Satu hal lagi yang tidak dimiliki yang  muda  yakni pengalamannya. Karena pengalaman itu sesuatu yang harus dijalani dan tidak bisa hanya dipelajari” ungkapnya
 
Lalu bagaimana upaya untuk mensejahterakan para lansia, menurut Arini, sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang, ada 4 unsur utama yang harus kita tangani. “Pertama unsur keagamaan, unsur kesehatan, sarana prasarana, serta kemudahan akses fasilitas umum,” jelasnya.
 
Arini menuturkan bahwa rakor komda lansia ini digelar untuk ketiga kalinya. “Bagaimana kita bisa mensejahterakan para lansia ini. Para lansia memang kalau di dalam Undang-Undang  termasuk dijamin. Tetapi harapan saya agar lansia semakin hari semakin diperhatikan, baik oleh UU, maupun dalam hal ini pemerintah. Harapan kami lansia semakin berdaya sehingga semakin produktif,” ucap Arini.
 
Lebih lanjut Arini menjelaskan, kalau dilihat dari trend, usia hidup kita,  khususnya di Indonesia semakin lama semakin tinggi, sehingga jumlah lansia semakin banyak. dan menurut UU yang berlaku di Indonesia, kriteria lansia adalah umur 60 tahun. 
 
Dia berharap dengan terbentuknya Komda di tingkat kecamatan yang akan membawahi desa, mulai tahun depan seluruh desa yang ada di kecamatan tersebut, diharapkan kegiatannya mulai diaktifkan kembali. “Contoh di puskesmas sudah ada kegiatan untuk lansia yaitu posyandu lansia. Di desa desa ada yang namanya senam untuk lansia. Di tingkat kecamatan  banyak kegiatan kegiatan yang bisa disinergikan untuk menangani lansia. Misalnya di kecamatan sendiri ada rapat koordinasi,” tutur Arini. 
 
Arini  juga menekankan sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi agar kita jangan berorientai pada proses tetapi kita berorientasi pada hasil. “Hasilnya agar benar-benar  terkirim, bisa dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.
 
Wabup Arini berharap, kegiatan Komda Lansia bisa benar-benar ada aksinya dan ada manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat. “Saya sangat berharap, kemarin sudah ditindaklanjuti Komda Lansia di tingkat kecamatan. Ada 7 kecamatan yang belum, rata-rata di kecamatan daerah bawah. Yang sudah 12 kecamatan. Mungkin memang lansia yang kurang produktif  berada di desa-desa,  sehingga kami harapkan mungkin tahun depan kita punya data klansia sebagai tolak ukur. Kita tentukan desa atau kecamatan mana yang akan menjadi laboratorium untuk kita kelola secara khusus lansianya. Sehingga lansia itu dapat kita sejahterakan” pungkasnya.  
 
Sebelumnya, Pengurus Komda Lansia Kabupaten Pekalongan, Sutrisno dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan rakor adalah untuk mengkoordinasikan program dan kegiatan Komda Lansia Kabupaten Pekalongan dengan Komisi Kecamatan Lanjut Usia yang baru terbentuk. 
 
Rakor dihadiri pengurus dan anggota Komda Lansia  serta juga Camat se-Kabupaten Pekalongan atau yang mewakili.
 
Peserta rakor terdiri unsur Pengurus Komda Lansia Kabupaten Pekalongan sebanyak 24 orang dan peserta dari kecamatan 19 orang. Rakor menghadirkan narasumber Dosen IAIN Pekalongan.*)Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan