KAJEN - Mulai tahun 2020, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pekalongan diwajibkan untuk mengenakan sarung batik dan baju koko lengan pendek. “Ini ada kegiatan penggunaan busana baju koko, sarung batik khas Pekalongan dan berpeci. Ini serius tapi santai. Maknanya apa? Karena budaya pesisiran dan batik menjadi trendmark Kabupaten Pekalongan dan memang menjadi daerah penghasil batik terbesar di Indonesia bahkan di dunia,” terang Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si sesaat sebelum acara pengajian rutin setiap hari Jumat Kliwon, Jum’at (10/01/2020) pagi di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.

 

 

“Selanjutnya, baju koko mencerminkan proses akulturasi  budaya, antara budaya Jawa, Cina dan Islam. Bahasa lain disebut baju takwa. Artinya ketika mengenakan baju takwa ini setidaknya ada simbol yang harus terpatri dalam jiwa pemakainya yaitu untuk selalu bertaqwa kepada Alloh SWT. Itu dipakai setiap hari Jumat,” tegas bupati.

 

“Untuk setiap hari Jumat Kliwon,  karena masyarakat Kabupaten Pekalongan punya persepsi sendiri terhadap hari Jumat kliwon, maka diadakan pengajian rutin Kliwonan diselenggarakan di Aula Setda dengan tujuan untuk bersama-sama bagaimana cara kita menjadi pelayan yang lebih baik bagi masyarakat, menjadi pribadi-pribadi yang menjiwai tugas pokok dan fungsinya sebagai ASN sekaligus memperkaya khasanah tentang khikmah  yang dilaksanakan. hikmah itu adalah pengabdian bekerja diluar jam kerja. Dedikasi waktu yang diberikan diluar jam kerja itu bermakna khikmah”, lanjutnya.

 

Menurut Bupati dengan seragam ini untuk memanfaatkan local wisdom tata berpakaian pada umumnya masyarakat serta dalam rangka lebih menggairahkan pasar sarung batik dan koko yang banyak produksi di Kabupaten Pekalongan. “Saya berharap kalau kita mengenakan sarung batik dan  baju koko yang merupakan produk dari Kabupaten Pekalongan yang selama ini penyuplai sebagian  pasar-pasar di nusantara yang diproduksi oleh ribuan perajin yang  ada di Kabupaten Pekalongan, maka kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat. (Red)