Pencarian Informasi

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si  mengajak para generasi kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pekalongan  untuk bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

 

Hal itu disampaikan bupati saat membuka dan memberikan sambutan pada acara Konferensi Cabang XX IPPNU dan sekaligus Konferensi Cabang XXI IPNU Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/03/20) malam. Konferensi XX IPPNU digelar di MTs Salafiyah Wonoyoso Kecamatan Buaran dan Konfetensi XX IPNU di SMP Islam Simbangwetan Kecamatan Buaran.

           .

Menurut  bupati,  Pemkab Pekalongan sudah dibantu oleh seluruh jajaran pengurus NU, mulai dari tingkat cabang sampai ranting. “Salah satu ciri utama dari organisasi NU adalah mengembangkan sifat toleran terdiri pada aspek kejujuran, kemudian tetap istiqomah  serta memaknai makna toleransi dengan referensi yang begitu luas sehingga kita bisa diterima di seluruh golongan. Banyak persoalan kemasyarakatan yang ini bisa kita sengkuyung bareng- bareng karena kita melaksanakan bersama-sama apa yang menjadi  tanggung jawab kita kepada masyarakat,“ ujar bupati.

  

Bupati juga menuturkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa  adalah mandat didirikannya NKRI sekaligus mandat didirikannya jam’iyyah NU. “KH Hasyim Ashari dalam sebuah risalah, beliau menyatakan bahwa tujuan utama pembentukan jam’iyyah NU adalah untuk mendampingi, untuk mengentaskan, untuk bersama-sama menyejahterakan kaum agar selamat baik dunia maupun di akhirat,” paparnya.

 

Oleh karena itu, kata Bupati, tugas utama generasi IPNU-IPPNU adalah memperkaya khasanah keilmuan, memperbanyak khasanah yang  ini nanti akan jadi bekal  ketika menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

 

Pemkab Pekalongan  menyambut baik adanya Konferensi IPNU XXI dan IPPNU XX Kabupaten Pekalongan. Dengan harapan, konferensi  ini  dijadikan wahana untuk melatih diri, berdisiplin organisasi, menghargai pendapat sesama. Kemudian menjunjung tinggi keputusan yang sudah diputuskan bersama.  

 

“Selamat berkonferensi, mudah-mudahan nanti  bisa memilih atau meneruskan ketua baru dengan prinsip  mempertahankan  hal lama yang  sudah dicapai pada periode lama, kemudian  harus mencari lagi hal baru yang lebih inovatif. Jangan lupa harus melakukan  proses inovasi”, ucap bupati mengakhiri sambutannya.

 

Konferensi dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi X Drs. H. Bisri Romly, MM., Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslih Khudori, M.Si., Camat Buaran beserta unsur Muspika, Ketua Fatayat NU Hj. Mufasiroh, pengurus Muslimat NU Kabupaten Pekalongan dan segenap tamu undangan lainnya. (didik/ dinkominfo kab.pekalongan)