Pencarian Informasi

 

KAJEN - Pemkab Pekalongan membangun rumah sakit Lini 3 untuk pasien ODP dan PDP. Hal ini dikarenakan jumlah ODP di Kabupaten Pekalongan  masih cukup banyak. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.,M,Si saat peresmian Rumah Sakit Darurat Lini 3 di desa Werdi kecamatan Wonokerto, Selasa (12/05) menjelaskan jumlah ODP di Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan 0,23 %, dari 432 orang menjadi  433 orang . Dengan rincian selesai dipantau 202 , sedang dipantau 230 dan meninggal  1 orang.

 

Kemudian yang PDP sebanyak 28 orang.  Tidak mengalami kenaikan  ( 0 %). Terdiri masih dirawat 2 orang, sembuh  14 orang, meninggal  12 orang.  Angka kasus positif covid 19 sebanyak 7 orang. Terdiri dari sembuh 3 orang, isolasi mandiri 2 orang, masih dirawat 1 orang,  meninggal 1 orang.

“ Mengapa Rumah Sakit Darurat ini kita siapkan? karena masih tingginya angka ODP dan PDP yang harus mendapat penanganan yang sangat serius dari pemerintah sehingga kalau nanti ODP nya terpantau , PDP nya bisa sehat maka ini tentu akan menekan laju  kenaikan  covid yang positif. Supaya kurvanya  turun”, ungkap bupati Asip.

Dengan selesainya Rumah Sakit lini 3 ini, menurut Bupati di Kabupaten Pekalongan  Rumah Sakitnya  sudah lengkap. “Rumah Sakit Rujukan Lini 1 di RSUD Kraton, Lini 2 yang ada di Rumah Sakit Kajen, Kemudian lini 3.  Jadi yang RS Kraton khusus merawat pasien positif covid. Sedang yang PDP dan ODP nanti akan kita rawat ke sini. ODP yang punya penyerta penyakit lain  akan kita rawat disini”, terangnya.

Bupati juga menegaskan bahwa  pemkab  Pekalongan terus  menerus berupaya untuk menanggulangi wabah pandemi covid 19 dengan langkah – langkah yang terukur  dengan memperhatikan regulasi  yang ada.

RS Darurat Covid 19 Kabupaten Pekalongan tersebut dikerjakan  selama 1 bulan  dengan jumlah tenaga yang telah dipersiapkan  sebanyak 133 orang terdiri dari 3 dokter spesialis, 15 dokter umum, 78 paramedis /perawat, 18 bidan, dan 19 tenaga penunjang ( Humas Kominfo )