Pencarian Informasi

 

KAJEN - Pemkab Pekalongan memberikan bantuan sosial kepada para marbot ( penjaga kebersihan masjid ) sebanyak 842 orang se Kabupaten Pekalongan. Acara penyerahan bantuan sosial oleh Bupati Pekalongan di Pendopo Rumdim Bupati di Kajen, Kamis (14/05) pagi. Bantuan sosial ini diberikan mengingat peran marbot dalam menjaga kebersihan dan kesucian masjid sekaligus mensosialisasikan program-program Pemkab dalam pencegahan virus covid 19.

 

"Kehadiran para marbot penting sekali sebagai mitra kita untuk sosialisasi pencegahan penyebaran virus covid di tengah-tengah masyarakat yang berbasis masjid”, tutur bupati. Yang jelas marbot penting sekali karena basisnya masjid, yang menjaga masjid sehingga setahun sekali pemkab memberikan bisyaroh senilai 1 juta per orang.

Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa Kebijakan Pemkab dengan Pemerintah pusat, menghimbau agar hari raya Idul Fitri sholat di rumah masing masing. Kemudian yang paling penting masjid harus tetap dijaga, karpet-karpet digulung, juga kamar mandi dan tempat wudhu harus dibersihkan terus.

Dalam kesempatan itu Bupati Asip mengatakan masjid Muhtarom Kajen kali ini tidak menyelenggarakan sholat Idul Fitri. Hal ini karena pihaknya lebih preventif lagi terkait situasi hari raya Idul Fitri kali ini ternyata jumlah pemudik di Kabupaten Pekalongan makin meningkat. “ Sekali lagi perlu kerjasama yang baik, saudara kita yang mudik dihimbau dengan hormat agar melakukan isolasi mandiri. Kemudian masyarakat juga memahami sehingga di masyarakat terjadi guyub rukun, tidak ada pertentangan antara yang mudik dengan masyarakat lokal ”, pinta bupati.

Yang penting lagi menjelang hari raya Idul Fitri, menurut Bupati, masjid-masjid sekiranya daerah itu hijau ( hanya Petungkriyono ), yang lain walaupun tidak ada yang suspect tetapi kecamatan lain ada ODP dan PDP nya sebagai daerah kuning. “Kita mengevaluasi terus perkembangannya dari hari ke hari mudah-mudahan nanti menjelang hari raya sudah ada perubahan karena ini menyangkut bagaimana kita memberikan sosialisasi ke masyarakat", tandasnya

Adapun jika ada daerah yang masyarakatnya bersikeras menyelengarakan sholat Ied maka bupati berpesan agar protocol kesehatan harus dijaga. Juga pemudik yang baru pulang dari daerah merah dihimbau untuk dirumah. Selanjutnya masyarakat dihimbau bekerjasama dengan pemerintah menaati program-program dari pemerintah untuk kebaikan bersama. (Aris Kominfo )