Pencarian Informasi

KAJEN –  Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi yang baru dilantik 27 Juni 2016 lalu, hari ini (Selasa, 30/6) melakukan monitoring di kecamatan Wonokerto sebagai kecamatan terdampak rob paling besar di Kabupaten Pekalongan. Kunjungannya ini, untuk memastikan publik service  atau pelayanan publik di daerah tersebut berjalan lancar dan normal akibat rob yang telah melanda daerah ini sejak beberapa bulan yang lalu. “Rob menjadi prioritas kami, hal ini sesuai dengan visi dan misi kami yaitu kearifan lokal, disamping mandat bapak Gubernur Jawa Tengah agar kami segera mencari jalan keluar untuk menanggulangi bencana ini,” ujarnya.

Bupati Pekalongan Drs Antono. Msi menyerukan kepada semua pihak untuk menyatukan gelombang satu komando dibawah kepemimpinan bapak Asip Qolbihi dan Arini Harimurti kelak. Karena setelah pelantikan tanggal 27 Juni 2016 tapuk kepimimpinan Bupati Pekalongan diamanatkan kepada bapak Asip Qolbihi sebagai Bupati dan ibu Arini Harimurti sebagai Wakil Bupati Pekalongan untuk masa bakti 2016 – 2021.

Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono. MSi saat acara Peringatan Nuzurul Quran 1437 H Tingkat Kabupaten Pekalongan di masjid Al Muhtaram Kajen. Baru baru ini(21 /6). Napak yang hadir Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun, Perwakilan FKPD , Sekretaris Daerah Mukaromah Syakoer, MM dan Kepala SKPD serta masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Banjir rob yang melanda diwilayah pantai utara diperkirakan akan mencapai puncaknya pada hari hari Rabu 31 Mei 2016. Hal tersebut sesuai hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Kementrian Kelautan Republik Indonesia. Oleh karena itu untuk menghadapi hal tersebut berbagai pihak yang terkait telah melakukan antisipasi sejak awal.

KAJEN – Berawal dari keprihatinan para pejabat wilayah Kedungwuni baik camat maupun Kepala Puskesmas terkait kondisi balita di wilayah Kecamatan Kedungwuni yang mengalami kondisi pertumbuhan dan perkembangan yang kurang optimal atau sedikit mengalami gangguan sehingga mereka tidak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar seperti balita lain maka digagaslah sebuah gerakan yang kemudian dinamakan “Geber Sebata Merah” atau Gerakan Bersama Selamatkan Balita Dibawah Garis Merah”.

KAJEN - Para peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Umum Kabupaten Pekalongan diharapkan untuk tidak merasa puas kalau nanti mendapatkan predikat juara, akan tetapi diminta untuk selalu meningkatkan kemampuannya. Salah satu kuncinya adalah hendaknya antar peserta dengan pembimbing dan pelatih maupun pendamping harus menjadi “segitiga siku” yang kompak, saling mengisi dan saling memperkuat menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga prestasi bisa diraih. Hal tersebut dikatakan Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi saat membuka acara MTQ Pelajar ke 31 dan STQ Umum ke 24 Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 di Gedung Islamic Centre Kedungwuni (25/5/2016).

KAJEN – Sejak diproklamirkannya kemerdekaan, bangsa Indonesia telah berjanji dan  berketetapan hati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah harga mati   yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi  dan keadaan   apapun. “NKRI adalah Negara demokrasi    berlandaskan ideologi Pancasila,  yang menjunjung    tinggi nilai- nilai agama dan adat istiadat yang hidup  di tengah masyarakat,” Demikian antara lain isi sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang dibacakan Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi dalam Upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-108 Jumat pagi (20/5) di Alun-alun Kajen.

KAJEN – Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono, M.Si hari ini (19/5) melaunching Website Desa Pungangan, Kec. Doro, Kab. Pekalongan. Pembuatan web yang diprakarsai masyarakat Desa Pungangan dan mahasiswa KKN STAIN Pekalongan ini diantaranya memuat data demografi dan monografi desa lengkap dengan berbagai potensi desa Pungangan.

Ada informasi yang beredar di media sosial tentang penyalahgunaaan Petugas Sensus Ekonomi dengan memamaki atribut petugas BPS yang melakukan tindak kriminal kepada narasumber. Mereka berkedok memakai seragam petugas sensus sebagai modus untuk kemudian melakukan perampokan kepada warga yang mintai data. “Bagaimana pihak BPS menyikapi permasalahan ini, agar masyarakat tenang tidak memiliki fikiran negatif terhadap petugas yang akan melaksananan sensus,” tanya Bupati Pekalongan Drs, Amat Antono kepada Tim Sensus Ekonomi Tahun 2016 .

KAJEN – Menteri Sosial Republik Indonesia Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH) untuk keluarga miskin di Kabuaten Pekalongan, Sabtu (7/5/2016). Sebanyak 12.400 jiwa akan menerima bantuan program perlindungan sosial tersebut.

Penyerahan simbolis tersebut dilakukan di aula lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan dan disaksikan langsung oleh Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si. PKH adalah sebuah program penanggulangan kemiskinan melalui pemberian uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).

Ujian Nasioal Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Pekalongan berjalan jujur. Karena sampai selesai pemantauan Bupati Pekalongan,  nihil adanya laporan kebocoran soal atau yang kunci jawaban. “ Tentang kebocoran soal atau jawaban, sampai detik ini saya belum mengidentifikasi bocoran jawaban, saya berharap semua itu tidak ada, karena pendidikan itu mengajarkan moral jiwa dan raga yang baik” ungkap Antono saat meninjau pelaksanaan UN SMP Tahun 2016.