Pencarian Informasi

 
 

KAJEN - Miftakhul nirwan widhiyanto dari kec Kajen dan saela malina dari rowokembu wopi terpilih sebagai juara pertma pada perhelatan Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2019. Dilaksanakan di bolevard pendopo Kabupaten Pekalongan kemarin.(9/9)

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.,M.Si, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun M.H, Dandim Pekalongan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto , Ketua PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah, Kepala OPD Kabupaten Pekalongan, serta camat terkait, Jumat malam (10/08/2019).

Adapun tujuan di adakannya kegiatan Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan adalah untuk meningkatkan citra Pariwisata, Untuk meningkatkan promosi Kepariwisataan, dan memperoleh insan generasi muda yang memiliiki kepribadian , etika, penampilan yang menawan berwawasan serta menguasai materi yang handal agar bisa mempromosikan Kabupaten Pekalongan.
“ adapun tahapan pemilihan mas dan mbak duta wisata tahun 2019, di mulai dari seleksi, kemudian karantina, dan sampai malam ini Grand Final. Peserta berjumlah 151 org, 45 putra dan 111 putri yang merupakan putra putri terbaik dr seluruh wilayah Kab. Pekalongan. Selanjutnya, sampai dengan malam ini terpilih 10 peserta putra dan 10 putri yang akan di seleksi pada grand final ini yang merupakan puncaknya.” Terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ir Bambang Iriyanto.

Sementara itu Bupati Pekalongan Asih kholbihi,SH MSi menjelaskan sekaligus membuka acara Grand Final Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2019, bahwa Mas mbak Duta Wisata yang terpilih akan menjadi juru bicara sekaligus menjadi Duta Wisata untuk memasarkan, memperkenalkan, dan membawa nama baik Kabupaten Pekalongan.
"Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan yang terpilih harus belajar mengenai filosofi yang dimiliki oleh batik Pekalongan. Banyaknya akulturasi budaya yang ada di Kabupaten Pekalongan harus kita tuangkan dalam beragam motif batik, sehingga batik Pekalongan dari tahun ke tahun semakin mantap, semakin berperan, dan semakin nyata mewarnai dalam membatik Nusantara." Terang Bupati.

Bupati meminta kepada finalis Mas dan Mbak Duta wisata yang terpilih dapat di training secara langsung, sehingga benar-benar bisa memahami bagaimana memasarkan, mengenalkan, sekaligus meneguhkan kembali kejayaan batik Kabupaten Pekalongan agar bisa menjadi destinasi khusus tentang batik.
"Saat ini dunia membutuhkan tiga hal baru yang semuanya dimiliki oleh Kabupaten Pekalongan. Dantaranya kekuatan local food atau makanan tradisional, sumber daya alam, & sumber air yang bersih. Alhamdullilah itu semua dimiliki Kabupaten Pekalongan." Lanjut Asip.
Bupati juga berharap kepada Mas dan Mbak Duta wisata yang terpilih dapat mengenalkan eksotisme keindahan alam, kuliner, dan keberagaman Kabupaten Pekalongan.

Data juara duta wisata tahun 2019
Juara 1
No. 7 nama : Miftakhul nirwan widhiyanto, umum dri SMA 1 Kajen alamat kec Kajen
No. 2 nama saela malina dri MAN 1 Pekalongan alamat rowokembu wopi

Juara 2
No. 12 nama elen Ardita yolanda dri Undip alamat ambo kembang Kedungwuni
No. 5 nama Slamet Romansyah dri SMA 1 Kajen alamat kuasen Kesesi

Juara 2
No. 14 nama dana Alya dri SMA 1 Kesesi alamat Karangrejo Kesesi
No. 9 nama Muhammad Zidan Arifin dari unes alamat buaran

Juara Berbakat
No. 7 nama Miftakhul nirwan widhiyanto
No. 16 nama agida Khairunnisa

Juara Multimedia
No.15 nama much Ilham Bintara indah
No. 04 nama Nita Aulia Putri

Juara Inteligensia
No. 19 nama Gilang Nanda Permana w
No. 12 nama elen Ardita yolanda

Juara Favorit

No. 1 nama Rizqi septiarso
No. 8 nama Tasya riskiani jazair

 
 

KAJEN – Gerakan membuat biopori akan dimasifkan di tingkat kabupaten supaya cadangan air baku cukup. Selama ini air hujan langsung lari ke sungai. Dengan upaya ini, kita tahan untuk di pemukiman- pemukiman.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada kegiatan Gerakan Pungut Sampah (GPS) dan Pembuatan Lubang Biopori di lingkungan Islamic Centre Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/8/2019) pagi.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono, Ketua TP PKK Ny. Munafah Asip Kholbihi, dan 220 peserta dari unsur pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, dan unsur OPD di lingkungan Pemkab Pekalongan dan DLHK Jateng.

Dijelaskan Bupati, ada gerakan kebersihan. "Seperti biasa di Kabupaten Pekalongan ada gerakan Berjumpa (Bersih Jumat Pagi). Kita akan terus menyapu wilayah Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang nyaman bagi penduduk, bersih dari sampah. Bahkan nanti ke depan kita akan mengelola sampah dengan berbasis android. Ini sedang kita siapkan regulasinya dan infrastrukturnya," terang Bupati.

Sehingga, imbuh Bupati, komitmen masyarakatnya nanti akan semakin tegas bahwa dulu menjadi kabupaten paling kumuh sekarang sudah berlalu.

"Ini di Islamic Centre Kedungwuni. Pusat pendidikan sekaligus pusat bisnis akan kita tata dan dijaga terus kebersihannya. Yang penting itu bersih dulu karena filosofi Jawa kalau bersih itu dianggap keluarganya tenang, aman, dan bahagia. Keluarga yang sakinah mawadah warohmah secara lahiriyah bisa dilihat dari lingkungan rumahnya yang bersih," ujar Bupati.

Ditambahkan, gerakan itu (kebersihan dan biopori) akan dilakukan di semua taman-taman publik, dan daerah-daerah rawan kekeringan seperti Kesesi, Sragi dan Bojong.

"Ini merupakan gerakan massal. Mudah-mudahan kegiatan pembuatan biopori akan semakin banyak menyimpan air, sehingga masyarakat tidak kekeringan. Meskipun Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai daerah yang kaya sumber air baku tapi kita tidak boleh berhenti berikhtiar. Air baku berada di gunung, di daerah tengah kita harus buat biopori untuk mengikat air agar tidak langsung lari ke sungai," imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan 'land subsidence' atau penurunan tanah di wilayah pesisir Pekalongan berdasarkan hasil penelitian ITB rata-rata 10 cm-20 cm per tahun. Penurunan tanah ini melebihi Kota Semarang yang rata-rata 10 cm pertahun.

Dalam rangka mengembalikan kondisi lingkungan khususnya di wilayah Pantura, lanjut dia, melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup DLHK menggelar 'roadshow' Gerakan Pungut Sampah, pembuatan biopori, dan penanaman mangrove.

"Hari ini di Kabupaten Pekalongan ada dua kegiatan. Pertama dengan kekuatan 220 orang ini Gerakan Pungut Sampah dan pembuatan biopori, dan kedua di Pantura sekitar 200 personel melakukan penanaman mangrove," terang dia.

Dikatakan, seperti yang disampaikan Bupati berdasarkan penelitian ITB ada 'land subsidence' dan abrasi mengakibatkan muka air laut naik 1 cm pertahun.

"Ini diimbangi dengan penurunan tanah yang rata-rata 10 cm hingga 20 cm. Ini melebihi Kota Semarang. Jika Kota Semarang sekitar 10 ternyata Pekalongan sampai 20," katanya.

Salah satu untuk menanggulangi abrasi, kata dia, dengan penanaman mangrove. Menurutnya, mangrove akan membentuk barrier alam dan mengurangi ancaman ombak, dan di sisi lain akan menjadi habitat ekosistem untuk kepiting dan ikan-ikan kecil yang tumbuh di sekitar bakau.

"Biopori ini dalam rangka memberikan saluran air hujan yang selama ini hanya melimpas begitu saja di permukaan bisa meresap di dalam bawah permukaan. Ini bukan air tanah dalam tapi air tanah permukaan yang setidaknya itu bisa memberikan pasokan untuk sumur penduduk yang memanfaatkan air tanah," katanya.

Diharapkannya, ke depan di tahun 2025 ada target mengurangi sampai 30 persen dan mengelola sampah 70 persen. "Selama ini yang terjadi belum berimbang. Kita belum bisa mengelola sampah. Masih 30-40 lah. Kita berharap ada pengurangan sampah terutama di hulu. Hulunya siapa?, rumah tangga-rumah tangga yang menghasilkan sampah," katanya.

Diimbuhkan, sampah bukan hanya suatu produk yang tidak bisa didaur ulang. Diharapkan, ke depan sampah bisa didaur ulang dan TPA hanya tempat sampah residu yang tidak bisa didaur ulang. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

 

KAJEN – Guna mendukung gerakan One Agency, One Innovation  yang diwajibkan oleh setiap instansi pemerintah untuk menciptakan satu inovasi setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut dengan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Jawa Tengah.

 Tim Verifikator TOP 20 KIPP Provinsi Jawa Tengah ini melaksanakan  Penilaian Lapangan selama 2 hari (07 s/d 08 Agustus 2019 lalu). Adapun penilaian tersebut dilakukan di Kampung IVA Desa Logandeng Kecamatan Karangdadap dan Laboratorium Kemiskinan kegiatan Bappeda dan Statistik di Desa Botosari Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.

 Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si, Tim Verifikator Lapangan TOP 20 KIPP Jawa Tengah Mustofa, S.T, M.M. Kom dan Rosihan Widi Nugroho, S.Ap,  Perwakilan biro kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin. S.H, Ketua dan Forum CSR Kabupaten Pekalongan, LSM TIRAI, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan.

 Sekreataris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si menyampaikan, KIPP diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, menciptakan kompetisi yang sehat antar instansi dalam memberikan pelayanan dan demi menjawab harapan masyarakat akan pelayanan prima di seluruh layanan publik yang diselenggarakan pemerintah.

“Saya sangat mendukung inovasi Laboratorium Kemiskinan ini, saya berkeyakinan proses percepatan pembangunan melalui inovasi-inovasi yang dijalankan akan dapat kita raih. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama untuk mewujudkannya. Tidak cukup hanya angan-angan tanpa kemauan, tidak cukup hanya sekedar keinginan tanpa tindakan, tidak cukup hanya dengan program tanpa angggaran, dan tidak cukup hanya dengan anggaran tanpa SDM yang handal,” terang Mukaromah.

Selanjutnya, Pemkab. Pekalongan berbangga hati karena kerja keras pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi positif dari tim penilai. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan dinilai telah menjalankan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan baik.

Sementara itu, menurut Perwakilan Biro Kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin. S.H, sejauh ini inovasi pelayanan publik oleh Kabupaten Pekalongan (Laboratorium Kemiskinan) termasuk dalam 20 besar, tentunya penilaian ini mempertimbangkan kebaruan, efektivitas, bermanfaat, dan di transfer/ di replikasi dan berkelanjutan.

“Saya mengapresiasi inovasi kerja yang telah dibuat, dan kemudian di kompetisikan. Apapun hasilnya jangan sampai mengurangi kreativitas dalam berinovasi. Jadikanlah kompetisi ini sebagai ajang motivasi dan evaluasi bersama. Jangan sampai, kompetisi sudah selesai dan inovasinya tidak dikembangkan lagi. Saya berharap bisa terus berlanjut dan berkembang,” ujar Arifin.(Red)

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II  tahun 2019 di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurut Bupati KH. Asip, kegiatan TMMD ini sangat membantu masyarakat, khususnya pemerintah dalam program pembangunan baik fisik maupun non fisik.

"Ini bisa sama-sama kita lihat, sangat luar biasa masyarakat dan TNI bisa bersatu serta membaur. Apalagi, dengan adanya TMMD ini banyak memberikan bantuan fisik dan non fisik terhadap masyarakat. Dulu, jalan ini tidak bisa dilalui, kini jalan yang menghubungkan ke Desa Mendolo, lalu tembus ke Desa Kutorembet dan Kecamatan Lebakbarang serta Kalibening sudah bisa dilalui," kata Bupati KH. Asip usai meninjau lokasi TMMD, Kamis, (8/8/2019) pagi.

Bupati KH. Asip mengharapkan masyarakat untuk terus melanjutkan program yang telah dilakukan dan didapatkan ini. Artinya jangan sampai selesai di sini. Masyarakat bisa menindaklanjuti hal-hal baik yang telah dilakukan.

"Jalan yang sudah bagus ini manfaatkan, sehingga ini bisa menjadi hal positif untuk masyarakat Desa Lolong Kecamatan Karanganyar dan juga Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.

Sementara itu, Perwira Penghubung Kodim 0710 Pekalongan Mayor Infanteri Laendah mengatakan, TMMD ini telah sesuai dengan sasaran yang diinginkan serta program yang sudah direncanakan oleh TNI dalam hal ini Kodim 0710 Pekalongan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan.

TMMD melaksanakan program kegiatan non fisik maupun fisik berupa penyuluhan kesehatan, hukum dan pembangunan fisik jalan sehingga bisa bermanfaat untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Sasaran fisik pengaspalan jalan sepanjang 1.727 meter, lebar 2,5 meter, kemudian sumber dana dari APBD Provinsi sebesar Rp 331 juta," katanya.

Laendah atas nama Dandim 0710 Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang mengikuti TMMD. Sebab, para prajurit selama satu bulan lamanya telah bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyukseskan kegiatan ini.

"Rasa kebersamaan seperti inilah yang merupakan inti kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga dapat meneruskan roh perjuangan bangsa yang wajib untuk dipelihara," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

   Groundbreaking Pembangunan Gedung Dinkominfo

 

KAJEN - Di era digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) diminta berlari untuk bisa memberikan informasi yang akurat, cepat, dan updating. Pesan itu disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melakukan Groundbreaking pekerjaan Pembangunan Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan di Jalan Krakatau, Kompleks Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019) pagi.

Dikatakan Bupati, pembangunan gedung Kominfo Kabupaten Pekalongan menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 4.479.234.300, "Pembangunan gedung ini dikerjakan dalam waktu 150 hari. Saya berharap, gedung ini diselesaikan sesuai dengan kalender kerja, mutunya bagus, dan bermanfaat dalam memberikan pelayanan terkait komunikasi dan informasi di seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan," harap Bupati.

Apalagi sekarang ini, lanjut Bupati, eranya digital. Oleh karena itu, semuanya harus bergerak serba cepat. "Pemerintah harus akurat dan cepat dalam memberikan informasi yang update terhadap apa saja kejadian-kejadian di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati.

Jika peristiwa itu baik, kata dia, maka akan memberikan efek yang baik. Dikatakan, ada deviasi kebijakan pemerintah yang ternyata diterima kurang baik oleh masyarakat dan itu dikabarkan pula oleh media. "Ini juga bagian penting dari fungsi kontrol dari media. Tentu pemerintah akan membenahinya," katanya.

Ditambahkan Bupati,  gedung Kominfo akan dilengkapi dengan pers room. "Teman- teman bisa buat rilis di kantor ini, dan teman-teman bisa tukar-menukar informasi. Intinya, masyarakat Kabupaten Pekalongan membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan perlu pula diselingi hiburan lah. Ini juga penting agar kita bekerja tidak terlalu spaneng. Ini tugas panjenengan semua. Saya berharap kinerja Kominfo yang sudah baik bisa ditingkatkan dan tadi yang saya sampaikan harus sering-sering bekerjasama dengan para wartawan terutama wartawan medsos dan wartawan cetak. Seringlah diajak berdiskusi untuk kebaikan, atau untuk kredibilitas berita di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.

Hadir dalam groundbreaking Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4AD) A. Syaeful Anwar dari Kejari Kajen Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM , para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

 


 

 

KAJEN - Sebanyak 99 orang setingkat Eselon 3 dan 4 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Pekalongan dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan di Aula Lt. 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019).

Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menerangkan bahwa kegiatan pelantikan ini dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta bagian dari pembinaan dari pola karir untuk ASN (Aparatur Sipil Negara). Beliau juga berpesan kepada yang dilantik agar bisa serius, inovatif dan amanah.

"Pesan saya, terutama untuk yang masih muda-muda agar bisa serius, tekun dan juga kreatif, inovatif serta yang paling penting amanah dalam menjalankan tugas ini," pesan Bupati.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Aspek tersebut merupakan dasar utama untuk para ASN itu dipromosikan atau dimutasi. "Itu merupakan bagian yang wajar saja, bagi para ASN tentu memahami betul makna dari mutasi dan rotasi," ucapnya.

Dalam birokrasi ini, Republik Indonesia sedang mengembangkan sistem meritokrasi dalam birokrasi, yang secara harfiah adalah sebuah sistem yang memberikan kesempatan pada seseorang untuk menjadi pemimpin, berdasar pada kemampuannya, bukan pada koneksi politisnya.

"Sistem itu yang akan dilakukan dan diterapkan di Pemkab Pekalongan. Harus berani keluar dari zona aman dan menuju zona kompetitif," ujar Bupati Asip.

Pemkab Pekalongan, lanjut Bupati, akan mengevaluasi kinerja ASN yang kreatif dan berprestasi untuk mendapatkan reward kenaikan pangkat. Sedangkan yang stagnan atau tidak bisa berkembang akan berada pada posisi tetap atau diturunkan. Ini yang akan dilakukan dan dikembangkan dalam menata birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.

Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM , para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)

 

KAJEN - Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan baru baru ini dikunjungi oleh Perwakilan Palang Merah dari Negeri Jepang,  Mereka berkunjung dalam rangka menilai kelayakan untuk memperoleh dukungan Program bantuan dari Palang Merah Jepang. Karena PMI Kabupaten Pekalongan yang menjadi salah satu kandidat.

Ketua PMI Kabupaten Pekalongan. Hj. Arini Harimurti bersama pengurus Kepala Markas PMI Kabupaten Pekalongan Adi Prabowo, dan Tim PMI Pusat, JRCS dan PMI Provinsi Jateng, menerima perwakilan Palang Merah Jepang  yang dipimpin oleh  Yana Maulana di markas PMI Kabupaten Pekalongan (6/8)

Palang Merah Jepang akan membantu program Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan dalam program penguatan kesiapsiagaan di masyarakat. Program ini dilaksanakan di dua Provinsi, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Saat ini kita sedang dalam tahap pemilihan wilayah Kabupaten yang akan kita damping secara penuh. Kebetulan di Jawa  Tengah rencana kandidatnya ada Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kebumen.” Ujar Yana Maulana perwakilan Palang Merah Jepang di Indonesia.

Sementara Itu Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Arini Harimurti menyampaikan bahwa PMI kab pekalongan menerima perwakilan palang merah jepang, dimana pmi kab. Pekalongan salah satu nominasi penerima dukungan program kegiatan dari Palang Merah Jepang.

‘ Mereka melihat potensi yang ada di kabupaten Pekalongan menjadi sasaran kegiatan dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat, dan harapannya semoga kabupaten terpilih sebagai penerima kegiatan tersebut “ tandasnya.(Red)

 
 
KAJEN - Kepala desa (Kades) di Kabupaten Pekalongan berikrar untuk menekan angka stunting di Kota Santri. Komitmen itu dibacakan saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), Hari Anak Nasional (HAM), Hari Kesatuan Gerak PKK, dan penutupan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat kabupaten yang dipusatkan di Lapangan Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (6/8/2019) pagi. 
 
Dalam empat kegiatan tersebut disemarakan dengan Festival Kades Memasak, permainan keluarga bahagia, dan pameran produk dan dihadiri sekitar 2 ribu peserta.
 
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., didampingi istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH dan unsur Forkopimda serta Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM meninjau langsung festival Kades memasak sebelum mengikuti rangkaian acara utama yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas P3AKB Jateng Retno Sudewi dan Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Wagino. 
 
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengharapkan, dengan peringatan tersebut sinergitas masyarakat tercipta dengan baik. Menurutnya, gotong-royong sebagai salah satu kohesivitas sosial bisa digelorakan terus menerus. Minimal pada gerakan bersih Jumat pagi, lanjut dia, yang juga manifestasi dari gerakan gotong-royong.
 
"Pada seluruh jajaran PKK, saya mengucapkan terima kasih karena sudah berupaya terus menerus menurunkan angka kematian ibu melahirkan, dan mengangkat kasus gizi buruk yang kemarin fenomena gunung es yang tidak terurai. Sekarang kita urai, data kita validasi dan treatment kita lakukan, sehingga secara statistik angka ini semakin berkurang. Kepala desa juga sudah berkomitmen mengurangi angka stunting," ujar Bupati. 
 
Selain itu, kata Bupati, seluruh warga, khususnya para kades, sudah sepakat jika pada Pilkades nanti mengusung tagar tolak anduman. "Saya kira ini bagus sebagai bentuk komitmen dan mudah-mudahan bisa terimplementasi dengan baik," tandasnya.
 
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH., sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Hindun menerangkan bahwa kegiatan itu bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa memasak tentunya dengan gizi yang seimbang. Tetapi yang disayangkan yaitu tentang informasi yang disampaikan belum bisa menjelaskan manfaat dari masakan yang disajikan.
 
"Saya melihat bahwa yang disajikan itu rata-rata mereka belum bisa menerangkan apa yang disajikan, sehingga ini kurang tertata juga dalam pembuatan masakan gizi seimbang," ucap Hindun.
 
Hindun berharap agar kedepan harus diberikan narasi-narasi tentang masaknya apa?, nilai gizinya seberapa?. Sehingga benar-benar memberikan edukasi kepada masyarakat.
 
Ditanyai tentang masakan yang sudah dicicipi dan menggugah selera, Hindun tertarik dengan Sup Tahu Bakso Ikan dari Desa Tengengwetan Kecamatan Siwalan. menurutnya itu merupakan kombinasi yang bagus antara sup, tahu, bakso dan ikan. Karena banyak gizi dan omega 3 dari ikan serta ada sayur-sayurannya.
 
"Tadi saya sudah mencicipi dan rasanya enak sekali. Sajiannya menarik dan sudah layak untuk bisa dijual. Bahan-bahannya juga sangat mudah dicari," terang Hindun.
 
Desa itu merupakan bagian terkecil dari daerah kabupaten dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu kalau diberikan edukasi, nantinya akan tersampaikan kepada masyarakat secara keseluruhan.
 
"Yang jelas kita sangat mengapresiasi sekali kegiatan festival kepala desa memasak ini dan mudah-mudahan kedepan bisa lebih bagus lagi," harap Hindun.
 
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Hj. Munafah Asip dalam sambutannya menerangkan bahwa selama 47 tahun pelaksanaan gerakan PKK dalam mendukung proses pembangunan, ternyata telah menunjukan keberhasilan yang mendapat pengakuan dan penghargaan dari berbagai pihak. 
 
Sudah 2 tahun Inovasi Gema Setia dan Gentong Hebat sejak dilaunching 29 Agustus 2017 lalu, kini inovasi tersebut telah banyak membantu pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat serta menurunkan AKI, AKB di Kabupaten Pekalongan.
 
"Semoga di masa depan, PKK Kabupaten Pekalongan semakin bisa memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan SDM manusia di Kabupaten Pekalongan," ujar Munafah Asip.
 
Diharapkan TP PKK sebagai mitra kerja pemerintah mampu menjalani kewajiban untuk secara konsisten tetap mengiringi dan mendukung garis kebijakan program pemerintah.(didik/dinkominfo kab.pekalongan). 

 

KAJEN - Menanggapi Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna 2 Agustus 2019 lalu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memberikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (6/8/2019).

Bupati KH. Asip memberikan 3 jawaban atas pandangan umum Fraksi PAN terkait dengan optimalisasi penetapan program, kegiatan dan pendanaan tugas pembantuan, dilakukan dengan mendorong organisasi perangkat daerah yang kementeriannya memiliki dana tugas pembantuan untuk pro aktif menyampaikan usulan-usulan dan pendekatan program ke kementerian tersebut serta mengundang kementerian dalam rangka implementasi pelaksanaan program di daerah.

Berkaitan dengan pemberian stimulan kepada perusahaan-perusahaan agar tetap berada di Kabupaten Pekalongan salah satunya menciptakan kondusivitas wilayah termasuk stabilitas hubungan ketenagakerjaan.

“Terkait dukungan anggaran pemerintah terhadap penanggulangan kemiskinan, dilakukan secara bersama-sama tidak hanya oleh pemerintah daerah namun juga mengoptimalkan dana desa, CSR, dan partisipasi masyarakat luas,” ujar Bupati.

Menanggapi pandangan umum Fraksi PDIP, Bupati menyampaikan bahwa pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan/ dana transfer dari pemerintah pusat diupayakan dengan pelaksanaan kegiatan tepat waktu serta mengupayakan Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari semua sektor yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Untuk Fraksi Merah Putih, Bupati memberikan 2 jawaban, yakni berkaitan penurunan pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun 2019 dikarenakan berkurangnya dana bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. Dan penganggaran kebencanaan khususnya infrastruktur penunjang dilakukan berdasarkan kesesuaian wilayah bencana, kemudian untuk mengantisipasi hal-hal yang belum direncanakan disediakan melalui anggaran dana tak terduga.

Menanggapi pandangan umum Fraksi PKB, Bupati KH. Asip memberikan 3 jawaban. Yakni untuk meningkatkan geliat pariwisata, Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun infrastruktur penunjang dan mempromosikan pariwisata melalui penyelenggaraan event-event dan paket wisata.

Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka pengembangan UMKM adalah melalui memberikan pelatihan-pelatihan kepada UMKM agar melek teknologi perdagangan online yang salah satunya dengan mengundang manajemen bukalapak dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Berkaitan dengan penanganan pasien di rumah sakit berdasarkan ketersediaan kamar, namun dalam kondisi darurat dapat dilayani di ruang lain yang bisa dimanfaatkan,” terang Bupati.

Untuk Fraksi Golkar yang berkaitan tentang penyerapan anggaran tahun 2019, dijelaskan Bupati bahwa sampai dengan akhir bulan Juli 2019 sebesar 37 persen. Hal ini, kata Bupati, dikarenakan sebagian kegiatan masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan.

Terakhir jawaban untuk Fraksi Persatuan Pembangunan Sejahtera, Bupati memberikan 3 jawaban. Yakni, pertama, berkenaan dengan peningkatan daya saing untuk pengembangan produk lokal yang mendukung ekonomi masyarakat dilakukan melalui perbaikan infrastruktur jalan untuk kelancaran distribusi barang dan pembinaan terhadap kualitas produk UMKM.

Kedua, berkaitan dengan penyediaan PJU dilakukan berdasarkan prioritas sesuai kemampuan keuangan daerah dengan mempertimbangkan luasnya jangkauan jalan yang membutuhkan penerangan jalan.

“Dalam rangka antisipasi kekeringan di Kabupaten Pekalongan, telah dilakukan droping air di daerah yang membutuhkan dengan kemampuan armada tangki air sebanyak lima buah siap dioperasikan,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

 

KAJEN - Keringnya Telaga Sigebyar Mangunan Desa Tlogohendro  Petungkriyono menjadi perhatian Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Ia bersama dinas terkait baru baru ini melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja di Telaga tersebut. Tinjauan itu dilakukan untuk melakukan observasi langsung penyebab telaga itu bisa kering pada musim kemarau tahun 2019 ini.(1/8) 

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan telaga itu kering karena sumber airnya untuk mengaliri lahan pertanian di wilayah pegunungan tersebut, dan  untuk sumber kehidupan masyarakat.  Dan adanya kekeringan ini malah membawa hikmah karena sebagai sarana untuk membersihan telaga sehingga permukaan lebih sehat lagi. “ Dan selanjutnya akan ditata  dirancang untuk dikembangkan kolam renang  batu alami seluas kurang lebih 1 atau 2 hektar lebih” terangnya.

Menurut Bupati jika beberapa waktu lalu wisata di Telaga Sigebyar ini hanya bermain perahu kolekan saja , nanti setelah ditata diharapkan bisa untuk menyelam dan selfie di dalam air. “ Penataan itu sedang dirancang oleh Kepala desa Tlogohendro dan Pokdarwis agar dapat diwujudkan segera” tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa di Telaga Sigebyar ini ada dua telaga,yaitu  telaga Lanang dan telaga Wadon . Telaga lanang ini diindentikkan sebagai tempat hulu ekosistem hidrologi dimana sumber air berasal,. Saat ini sumbernya masih besar dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertanian dan sumber air.

Hal ini menunjukan bahwa  keberadaan wisata ini tidak mempengaruhi kelestarian alam karena eksisenti mata air dijaga dan debit air dari masih besar untuk keperluan masyarakat, telogo lanang sebagai hulunya dan telogo wadon sebagai hilir digunakan untuk penyiraman tamanan dan rumah tangga sisanya untuk keperluan pariwisata.

“Besyukur kita di Kabupaten Pekalongan karena kaya air baku diantaranya di petungkriyono hal ini akan kita jaga. Bahkan nantii setelah dikaji cukup matang , kita kembangkan wisata yang berbasis air agar akan berfungsi lebih banyak lagi seperti pengobatan mengingat airnya yang alami dan lain sebagainya” terangnya.(Red)

 
KAJEN  - Bupati Pekalongan KH.  Asip Kholbihi, SH., M.Si menjadi salah satu narasumber dalam seminar Sosialisasi UU APBN 2019 dengan tema Kebijakan Anggaran untuk Penanggulangan Rob dan Banjir di Kota dan Kabupaten Pekalongan di Auditorium Adaro Lt. 8 Gedung F Unikal, Senin (5/8/2019).
 
Dalam kegiatan tersebut ada 3 pemateri yakni Drs. H.A. Hakam Naja, M.Si (Anggota DPR RI Dapil jateng X),  Perwakilan BBWS Pemali Juwana Jateng, dan Dr. Heri Andreas, ST. MT (Peniliti Feodesi Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian ITB).
 
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi menerangkan bahwa masalah rob ini memang akan mendapat perhatian khusus, karena itu merupakan salah satu tugas penting yang diperintahkan Gubernur Jateng kepada Pemkab Pekalongan.
 
"Saya bersama Ibu Arini setelah dilantik mendapatkan pesan khusus dari Pak Ganjar untuk mengurangi angka kemiskinan dan mengatasi rob. Jadi Rob memang akan menjadi perhatian khusus buat Pemkab Pekalongan," terang Bupati.
 
Pemkab Pekalongan sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan Belanda untuk membuat tanggul darurat yang berada di Mulyorejo. Dengan pola yang sederhana dan dibikin sendiri dengan anggaran APBD dana tak terduga senilai Rp 2 miliar.
 
"Alhamdulillah setelah kita buat tanggul sendiri di Mulyorejo, bisa mengurangi rob di 3 desa yaitu Tegaldowo, Mulyorejo dan Karangjompo," ujarnya.
 
Itu juga merupakan bahan penelitian agar tanggul rob ini setelah jadi tidak lagi meninggalkan banyak persoalan, baik persoalan sosial, budaya, ekonomi dan lain-lain bisa segera teratasi.
 
"Ada 9 rekomendasi yang akan dijalankan oleh Pemkab Pekalongan dan akan konsen untuk mengatasi rob," tandas Bupati Asip.
 
Kami juga akan bekerjasama dengan Hakam Naja selaku anggota DPR RI yang akan memperjuangkan anggaran tentang rob di daerah Kota dan Kabupaten Pekalongan.
 
Sementara itu,  Heri Andreas menjelaskan bahwa penanganan rob di Pekalongan masih terlalu fokus dengan pembuatan tanggul dan sebagian menggunakan mangrove, padahal jika kita ketahui bahwa penanganan rob menggunakan tanggul itu merupakan solusi sementara atau bukan permanen.
 
"Penahan tanggul itu sifatnya sementara dan berjangka menengah, karena jika air sudah pasang dan bisa mencapai puncak tanggul, maka air juga akan masuk ke permukaan," ujarnya.
 
Selain masalah meningginya air laut, juga ada permasalahan lain yaitu penurunan permukanan tanah (Land Subsidence). Di Pantura sendiri ditemukan land subsidence dengan rata-rata 1-25 centimeter per tahun. Faktor yang mempengaruhi yaitu banyaknya pengambilan air tanah yang berlebihan.
 
"Pengambilan air tanah yang berlebihan juga merupakan faktor yang mempercepat penurunan permukaan tanah. Sehingga jika kita bisa menghentikan pengambilan air tanah, itu juga bisa memperlambat atau mengatasi penurunan air tanah," terang Andreas.(didik/dinkominfo kab.pekalongan). 

 
 
KAJEN - Musibah yang menimpa Kapal Motor (KM) Pieces di Selat Makasar Sulawesi Selatan mengundang keprihatinan semua pihak, tak terkecuali Pemkab Pekalongan. Di ketahui KM Pieces memiliki jumlah manifest 37 orang ABK, untuk saat ini data 15 KTP yang dari Pekalongan. Pencarian korban saat ini dilakukan oleh tim SAR Banjarmasin 
 
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti melakukan takziah atau melayat ke salah satu Korban Kecelakaan KM Pieces yang kemarin tiba di Pekalongan di Desa Bebel Kecamatan Wonokerto, Senin (05/08/2019) pagi. 
 
Wakil Bupati Ir. Arini Harimurti mewakili Bupati dan jajaran pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan bela sungkawa atas musibah KM Pieces ini kepada keluarga korban. “Kami ke sini dalam rangka takziah dan turut prihatin atas musibah ini, dan atas nama pemerintah kami Pemkab Pekalongan mengucapkan bela sungkawa” ujar Wakil Bupati.
 
Pada kesempatan ini juga diserahkan santunan kematian serta beberapa bantuan dari pusat. Wakil Bupati Ir.  Arini berharap semoga mereka segera diketemukan dalam keadaan selamat.
 
Selanjutnya ke depan Pemerintah bisa hadir dalam antisipasi jika ada  kejadian kecelakaan kapal.  "Hadir dalam arti mengantisipasi apakah itu berkaitan dengan kelayakan kapal atau perlu pelatihan bagaimana dalam menghadapi kondisi tertentu ” terang Wakil Bupati.
 
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan  Drs. Sirhan terkait dengan masalah asuransi mejelaskan  bahwa mereka sudah didaftarkan dan memiliki kartu nelayan.  Dan Pemerintah akan membantu hingga premi asuransi mereka bisa keluar.(red)