Pencarian Informasi

 

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama ribuan warga memadati kawasan komplek Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, untuk meramaikan acara kegiatan olahraga jalan sehat bersama Polri, Minggu (28/7/2019) pagi. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73.

Tampak pula Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., beserta istri, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Ketua TP PKK Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi mengikuti jalan sehat lebih kurang 2 kilometer.

Adapun rutenya adalah Jalan Raya Mandurorejo ke arah timur sampai di KPU. Dari pertigaan KPU belok ke kiri ke arah utara hingga melewati Kantor Kejaksaan Negeri Kajen dan Pengadilan Agama di Jl. Teuku Umar. Dari pertigaan Kantor Pengadilan Agama dan Dinas Perhubungan, belok kiri ke arah selatan hingga menuju Jalan Raya Mandurorejo kembali dan belok ke kiri ke arah timur hingga finish di pintu gerbang Alun-Alun Kajen.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si mengatakan, kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti oleh sekitar 20.000 peserta. “Sejak pukul 05.30 WIB warga mulai berdatangan. Bahkan hingga pukul 09.00 WIB, semakin banyak masyarakat yang datang dari berbagai arah menuju alun-alun kajen," ujarnya.

Kapolres Pekalongan berharap dalam rangka kegiatan HUT Bhayangkara ke-73 ini, anggota Polri, khususnya personel Polres Pekalongan dapat lebih dekat terhadap masyarakat dan bisa meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa membantu menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian, karena hal itu tidak dapat terwujud tanpa peran serta dan partisipasi masyarakat.

“Mari ke depan kita sama-sama meningkatkan lagi partisipasi untuk menjaga mulai dari lingkungan kita dari tingkat yang terkecil hingga tingkat yang teratas, sehingga apa yang kita inginkan dan kita ciptakan dapat terwujud,” ajak Kapolres.

Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan penghargaan untuk Polres Pekalongan, khususnya yang sudah membuat suasana semakin kondusif.

"Terbukti dengan beberapa event Pemilu seperti Pilkada, Pilpres, dan Pileg seperti kemarin, suasananya kondusif. Dan ini juga ada karena kekompakan dengan unsur-unsur lainnya. Kami sangat mengapresiasi Polres Pekalongan yang telah berhasil mengamankan dengan baik," tutur Bupati.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri itu megajak seluruh warga masyarakat untuk bersam-sama mendoakan agar Kapolres Pekalongan beserta jajaran tetap diberikan kekuatan lahir dan bathin. Kemudian bisa menjalankan amanah yaitu melindungi, mengayomi, serta memberikan pelayanan terhadap seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Yang paling penting lagi seluruh jajaran Polres Pekalongan mempu memberikan yang lebih baik lagi di ulang tahun ke-73.

“Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki kepentingan dengan jajaran Polres Pekalongan silahkan datang akan dilayani dengan baik. Insya Allah seluruh keperluan masyarakat akan dilayani dengan sepenuh hati, dengan senyuman dan profesional,” ungkap Bupati.

Bupati berharap dengan acara HUT Bhayangkara ke-73 soliditas, kerukunan, kedamaian, serta kemantapan kita dalam membangun masyarakat Kabupaten Pekalongan akan semakin baik.

“Saya berpesan kepada warga masyarakat Kota Santri mari rukun agawe santoso harus kita jaga terus, dan tidak boleh ada yang bertikai. Dan melalui kegiatan Jalan Sehat HUT Bhayangkara ke-73 ini kita jadikan sebagai sarana untuk silaturahmi, bertemu sesama saudara, sesama tetangga, sesama warga Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.

 

Jalan Sehat HUT Bhayangkara ke-73 berhadiah 1 (satu) unit mobil sebagai hadiah utamanya. Juga hadiah 3 (tiga) buah sepeda motor dan banyak hadiah hiburan lainnya. Turut meramaikan acara HUT Bhayangkara tersebut berupa hiburan dari Bintang Pantura yakni Netta Morenza dan kawan-kawan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

 

KAJEN- Dalam rangka Musyawarah Daerah (Musyda) ke-17 Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si berkesempatan hadir dan juga meresmikan kegiatan tersebut di Kampus Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP, dahulu Stikes Pekajangan), Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Minggu (28/7/2019).

Dengan tema Menggembirakan Dakwah Islam dan Memajukan Kabupaten Pekalongan, kader Muhammadiyah akan menjunjung tinggi dakwah islam yang santun yang tidak membuat resat lingkungan dan masyarakat. Untuk kegiatan ini total peserta mencapai 356 orang.

Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si berharap agar Musyda ini bisa mendesain program yang bermanfaat khususnya pemberdayaan pemuda di Kabupaten Pekalongan. Ketua terpilih nantinya diharapkan bisa berkolaborasi dengan Pemkab dalam membangun Kabupaten Pekalongan.

"Sejatinya membangun itu tidak bisa sendiri, jadi kalau ingin membangun Kabupaten Pekalongan lebih baik maka seluruh elemen masyarakat dan komponen harus disatukan untuk bersama-sama melaksanakan mandat pembangunan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing," ujar Bupati.

Dalam Konteks pemberdayaan pemuda, Pemuda Muhammadiyah sudah menjadi salah satu pelopor untuk pembangunan di Kabupaten Pekalongan.

"Insya Allah jika pemudanya baik, generasi berikutnya juga baik. Pemuda hari ini bisa menjadi harapan masa depan bangsa. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan sekali lagi untuk mendesain program yang kolaboratif dengan Pemkab Pekalongan," harap Bupati Asip.

Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammdiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan, M. Mirwan menerangkan bahwa kegiatan Musyda ini merupakan kegiatan 4 tahunan sekali yang dilakukan oleh organisasi pemuda muhammadiyah. Didalamnya menyampaikan laporan kinerja selama 1 periode, menyusun program-program yang akan dilaksanakan untuk periode berikutnya serta memilih pimpinan pemuda terbaru yang formasinya dipilih oleh kepengurusan.

"Saat ini ada 38 calon yang nantinya peserta musyda ini akan memilih 9 orang yang akan menjadi tim formatur dalam menentukan struktur kepengurusan untuk periode yang akan datang," ucap Mirwan.

Sementara itu dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan terpilih periode 2019-2024, Chandra Saputra berharap agar acara Musyda ini bisa melahirkan pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang bisa membawa program-proram yang lebih baik dari sebelumnya.

"Yang sudah baik ya ditingkatkan, yang belum baik kita ganti dengan program-program yang lebih baik," terang Chandra.

Tentunya nanti dengan adanya Musyda ini pemuda Muhammadiyah semakin besar dan bermanfaat untuk masyarakat dan juga bermanfaat bagi muhammadiyah disetiap ranting-ranting yang sudah ada.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)

 

Kajen - Perhelatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pekan Raya Kajen 2019 ini akan disajikan berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan itu diantara tempat acara yang terpusat di alun alun Kajen hingga sajian konten acara yang baru. "Bahkan pada perhelatan PRK tahun ini berhadiah umroh dan hadiah menarik yang lain" Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholhibi, SH MSi saat penbukaan Soft Launching Pekan Raya Kajen 2019 di Pendopo Kabupaten Pekalongan kemarin (26/7)

Menurut Bupati, PRK ini merupakan salah satu kegiatan untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397. Jika pada tahun sebelumnya digelar pada bulan agustus , pada tahun ini diselenggarakan pada bulan September. Mengingat pada akhir bulan agustus akan ada kegiatan siaran live tv nasional di Alun Alun Kajen.

PRK 2019 sendiri rencananya diselenggarakan di alun-alun Kajen selama 8 hari mulai tanggal 8 sampai 15 September 2019 mendatang. "Kegiatan ini didesain untuk dapat menjadi sebuah event yang kenangan mengesankan bagi pengunjung"tandasnya.

Bupati Asip Kholbihi menerangkan bahwa PRK 2019 ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan dibalut dengan konsep yang tematik dan menghadirkan hiburan untuk masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya PRK 2019 ini, masyakarat Kabupaten Pekalongan bisa menikmati baik dari segi hiburan dan segi ekonomi, karena acara ini akan dikunjungi oleh banyak orang dari dalam maupun luar daeah,” ujar Bupati.

Dengan target dikunjungi sekitar 350 ribu orang dan target omset mencapai Rp 52 Miliar, PRK 2019 akan menjadi sebuah event iconic terbesar di Kabupaten Pekalongan.

“Target primer pengunjung kita tentu saja dari Kabupaten Pekalongan sendiri dan dari kabupaten tetangga,” ucap Bupati Asip.

Kegiatan PRK merupakan ajang untuk promosi UMKM di Kabupaten Pekalongan, semuanya dikerjakan dari sumber daya masyarakat. Selain itu Juga untuk memantapkan potensi sosial budaya lokal untuk peningkatan daya saing daerah, dan mendorong iklim investasi yang berbasis pada potensi ekonomi daerah.(red) @ Kabupaten Pekalongan

Alhamdulillah.......
Puskesmas Wiradesa Terpilih Sebagai Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak Terbaik Nasional Tahun 2019.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia - Ibu Yohana Yambise, kepada Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si di Makassar, Selasa (23/7/2019) malam.

KAJEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kesesi resmi mulai dibangun. Hal ini ditandai dengan ground breaking (peletakkan batu pertama) yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Kamis (18/7/2019).

Turut mendampingi antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM.M.Kes, Kepala Puskesmas Kesesi I dr. Ryan Ardana Putra dan Camat Kesesi Ajid Pratondo, S.STP.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pembangunan RSUD Kesesi hari Kamis ini kita mulai dengan melakukan peletakkan batu pertama. RSUD Kesesi ini letaknya di Puskesmas I Kesesi.

“Saya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun ada pembangunan ini. Sehingga masyarakat yang berobat tetap terlayani dengan baik seperti biasanya,” ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, RSUD Kesesi dibangun untuk menopang pelayanan kesehatan yang lebih paripurna lagi. Karena melihat kondisi saat ini Puskesmas Kesesi I rawat inapnya setiap harinya cukup penuh, sehingga masyarakatnya perlu mendapatkan pelayanan yang lebih memadai.

“Itu adalah salah satu faktor mengapa kita harus mendirikan RSUD Type C di Kecamatan Kesesi ini yang kebetulan secara geografis berbatasan dengan Kecamatan Pemalang. Jadi RSUD Kesesi ini bisa mengcover masyarakat Kabupaten Pemalang bagian selatan dan masyarakat Kecamatan Kesesi sendiri serta Kecamatan sekitarnya. Jadi prinsipnya adalah dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat dengan pelayanan kesehatan yang baik ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus-menerus melakukan upaya penataan infrastruktur kesehatan untuk pelayanan lebih baik kepada masyarakat,” terang Bupati.

RSUD Kesesi ini, kata Bupati, kita bangun tahap awal dengan anggaran sebesar Rp 9 milyar. Hari ini sudah mulai dikerjakan dengan melakukan peletakkan batu pertama (ground breaking). Harapan Bupati, semoga pembangunannya akan tepat waktu, sehingga dengan waktu yang tidak terlalu lama RSUD Kesesi ini akan beroperasional, sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan RSUD type C.

“Secara kumulatif jumlah rumah sakit type C sesuai dengan feasibility study (studi kelayakan) yang sudah kita lakukan ini memang kurang di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu kita dorong dengan berbasis pemerataan aspek geografi. Rakyat nanti bisa terlayani semua dengan mudah, sehingga derajat kesehatan Kabupaten Pekalongan semakin naik terutama kita masih punya PR bagaimana menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan balita. Kemudian angka stunting yang memang masih di angka 28. Ini semakin lama akan semakin turun dengan penyediaan infrastruktur kesehatan yang memadai. Itulah latar belakang pembangunan RSUD Kesesi ini, tanpa menafikan fungsi dari Puskesmas dan justru akan kita tingkatkan. Nantinya Puskesmas Kesesi I akan kita relokasi secara bertahap, kira-kira 2 kilometer dari RSUD Kesesi ini,” papar Bupati.

Bupati menambahkan, untuk alkes (peralatan kesehatan) RSUD Kesesi pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 25 milyar. Kemudian untuk sumberdaya manusianya di Dinas Kesehatan sudah siap, tinggal skema pendanaannya akan kita atur sesuai dengan skala prioritas.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan juga menerangkan bahwa untuk diketahui, pada tahun 2019 ini Pemkab Pekalongan membangun dua rumah sakit, yaitu RSUD Kesesi dengan type C dan revitalisasi atau pembangunan gedung RSUD Kraton type B lantai 6. Untuk RSUD Kraton saat ini masih dalam proses lelang dengan anggaran Rp 81 milyar. Hal ini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan lanjutan di rumah sakit type B.

Khusus mengenai RSUD Kraton, Bupati tegaskan bahwa kita mempunyai rumah sakit type B yang sudah sejak jaman kolonial Belanda dan akan tetap kita pertahankan meskipun lokasinya ada di Kota Pekalongan tetapi sudah menjadi hak milik Pemkab Pekalongan sejak lama. Jadi akan kita pertahankan terus dan justru akan kita tingkatkan untuk melayani tidak hanya masyarakat Kabupaten Pekalongan saja, akan tetapi juga masyarakat Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten tetangga lainnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM.M.Kes menambahkan bahwa didalam pelayanan RSUD Kesesi nanti unit yang akan ditonjolkan sebagai unggulan adalah penyakit dalam dan kandungn. Sedangkan untuk rawat inap, untuk tahun 2019 ini terdapat 20 tempat tidur, dan untuk tahun 2020 akan ditambahkan 30 tempat tidur lagi. Dan total nanti akan menampung 80 tempat tidur. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

KAJEN - Tak terasa sudah tiga tahun lebih satu bulan, pasangan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Ir. Hj. Arini Harimurti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan. Di bawah kepemimpinan keduanya Kota Santri terus berkembang.

Setelah dilantik pada 27 Juni 2016 lalu, Asip dan Harimurti langsung tancap gas. Salah satu program yang digelorakan yaitu penerbitan Kartu Kajen Sehat dan Kajen Cerdas.

Dengan membawa visi terwujudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, religius, dan berkelanjutan berbasis potensi lokal. Pasangan ini terus menggenjot pembangunan dan menumbuhkan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. Antara lain, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, pertanian, pendidikan, wisata, melestarikan seni budaya dan mendorong pertumbuhan UMKM.

"Alhamdulillah, tahun 2019 kita telah melaksanakan pembangunan mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, ekonomi, dan pendidikan," kata Asip usai menggelar acara refleksi tiga tahun kepemimpinan yang dilaksanakan di Kedai Kopi Kapeo di Bumi Perkemahan Linggoasri, Sabtu (13/7/2019).

Bupati Asip mengatakan, bahwa indikator kemajuan di suatu daerah dapat dilihat dari salah satunya yaitu kondisi makro ekonomi.

"Secara umum kita bisa lihat dari kondisi makro ekonomi dan ini menjadi trand mark dalam penyelengaraan pemerintahan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Secara pertumbuhan, ekonomi di Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan. Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi mencapai 4,78 persen dan pada tahun 2018 menjadi 5,35 persen," ujarnya.

Kemudian untuk inflasi dapat ditekan hingga mencapai 3,08 atau lebih rendah 0,93% dari tahun 2017.

Bupati mengungkapkan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan tahun 2018 sebesar 10,06% jauh lebih rendah dibandingkan capaian 2017 yang mencapai 12,61%.

Penurunan dikarenakan dampak intervensi mendasarkan analisis data Basis Data Terpadu (BDT) yang salah satu usahanya adalah pelaksanaan laboratorium penanganan kemiskinan melalui pendekatan mikro, by name, by address, dan by problem.

"Kinerja penurunan angka kemiskinan yang mencapai 2,55 persen ini patut kita syukuri dan menduduki peringkat enam besar Jawa Tengah dari angka penurunannya," ujarnya.

Bupati Asip mengatakan dalam beberapa tahun ke depan kemiskinan masih merupakan urusan yang sangat serius di Kabupaten Pekalongan. Sehingga diperlukan peningkatan efektifitas dan optimalisasi program-program penanggulangan kemiskinan baik melalui pengembangan etos kerja, semangat kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja baru, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.

"Sementara dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2018 mengalami sedikit perlambatan, dari 4,39% pada tahun 2017 menjadi 4,41% pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja," tuturnya.

Bupati menambahkan dari aspek kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator kinerja pembangunan manusia yang dihitung berdasarkan empat indikator utama, yaitu Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Perkapita.

"Pada tahun 2018 angka IPM mencapai 69,07% lebih tinggi 0,67% jika dibandingkan dengan capaian IPM tahun 2017 yang sebesar 68,40%," tambahnya.

Sementara itu untuk infrastruktur kondisi jalan di Kabupaten Pekalongan naik. Tahun 2017 mencapai 75 persen dan tahun 2018 sudah 86,7 persen.

Selain itu rasio Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turun. Pada tahun 2017 angka RTLH 9,80 persen ini mengalami penurunan menjadi 9,07 persen.

"Untuk presentase kawasan pemukiman kumuh sangat turun drastis dari 64,34 persen pada tahun 2017, pada tahun 2018 menjadi 29,00 persen," jelasnya.

Kemudian untuk sektor kesehatan pihaknya menjelaskan ada penurunan di Angka Kematian Ibu dan Bayi. Dari 16 kasus pada tahun 2017, sekarang menjadi 11 kasus kematian ibu. Sedangkan untuk kematian bayi dari 131 kasus, pada tahun 2018 menjadi 115 kasus.

"Gizi buruk di Kabupaten Pekalongan juga mengalami penurunan. Tahun 2017 ada 53 kasus dan pada tahun 2018 menjadi 48 kasus," imbuhnya.

Untuk dua tahun ke depan, Bupati menegaskan akan merevitalisasi tempat wisata, menyelesaikan kebutuhan dasar yang belum selesai dan membangun sarana irigasi untuk tanaman padi.

 

"Kita juga akan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau atau RTH yang muaranya untuk menaikkan tingkat kesenangan masyarakat, nanti akan kita buat disekitar gedung UMKM dan nanti disetiap kecamatan juga akan ada RTH," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

KAJEN - Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2018 di Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk memperbaiki rumah warga agar memenuhi syarat, supaya sehat dan dapat melahirkan generasi yang baik, sejahtera serta mampu menambahkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Demikian disampaikan Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi SH.,M.Si. dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Senin (30/7/2018) pagi.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan – H. Kholis Jazuli, para Kepala OPD terkait, Camat beserta Muspida Kecamatan Kedungwuni dan para Kepala Desa/Kelurahan se Kecamatan Kedungwuni serta tamu undangan lainnya.

Bupati menjelaskan, tahun 2018 ini Kabupaten Pekalongan melakukan rehabilitasi terhadap 1.708 unit rumah yang tersebar di Kabupaten Pekalongan, dengan total anggaran Rp 19.490.000.000,-, dengan masing-masing unit rumah mendapatkan Rp 10 juta sampai Rp 15 juta.  "Uang tersebut jangan digunakan untuk membeli bedak atau rokok, karena uang Rp 15 juta ini merupakan amanat dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten untuk memperbaiki rumah panjenengan," jelasnya.

Bupati Asip menambahkan bahwa pembangunan tidak hanya dilihat dari aspek fisiknya saja melainkan juga pada nilai-nilai spiritualnya, karena tidak semua orang mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut.

Menurut Bupati, jumlah rumah di kabupaten Pekalongan sebanyak 189.977. Sementara rumah yang tidak layak huni (RTLH) sebanyak 39.297. Dari 39.297 rumuh ini, menurut Pemerintah belum memenuhi standar. “Inilah yang saya dan Ibu Wakil Bupati selama lima tahun ini berikhtiar supaya jumlahnya tiap tahun semakin berkurang. Dan alhamdulillah pada tahun 2018 ini kita bisa menyelesaikan 1.708 rumah yang direhabilitasi oleh pemerintah kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.

Dana bantuan RTLH yang sebesar Rp 15 juta per rumah, kata Bupati, itu hanya dana stimulus. “Kalau diibaratkan kita makan, itu hanya lauk-pauknya saja, sementara untuk nasinya para penerima bantuan RTLH mencari sendiri. Untuk itu, saya berharap para dermawan dan aghniya berkenan membantu untuk meringankan,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim dan LH - Ir.  Trinanto Agus Maryono, M.Si. dalam laporannya menyampaikan bahwa penyerahan simbolis bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) oleh Bupati kepada para penerima sebagai tanda dimulainya kegiatan fisik RTLH yaitu rehabilitasi atau peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni.

Lebih lanjut, Trinanto menerangkan bahwa bantuan sosial RTLH tersebut adalah fasilitasi pemerintah berupa bantuan stimulan untuk pembangunan atau peningkatan kualitas rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Trinanto memaparkan, berdasarkan basis data terpadu (BDT) tahun 2015, jumlah RTLH Kabupaten Pekalongan sebanyak 21.956 unit. Hingga tahun 2017, telah dilaksanakan rehab RTLH lebih kurang sebanyak 3.143 unit yang semua dibangun dari APBN melalui DAK, APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Pekalongan, CSR Bank Jateng, Dana Desa minimal 2 unit per desa.

“Pada tahun 2018 ini akan dilaksanakan rehab RTLH sebanyak 1.708 unit dengan total anggaran Rp 19.490.000.000,- yang bersumber dari DAK sebanyak 482 unit senilai Rp 7.230.000.000,- yang meliputi 4 kecamatan, 4 kelurahan, 10 desa. Dan yang bersumber dari APBD Kabupaten sebanyak 410 unit senilai Rp 4,1 milyar. Kemudian dari APBD Provinsi melalui bantuan Pemerintahan Desa, 3 unit per desa senilai Rp 8.160.000.000,” papar Trinanto.

Dari 1.708 RTLH tersebut, kata Trinanto, sebanyak 1.226 rumah menerima bantuan masing-masing Rp 10 juta yaitu yang berasal dari APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten. Sedangkan yang dari DAK 482 unit menerima bantuan Rp 15 juta per rumah.

“Untuk menyalurkan RTLH ini kami dibantu dan telah ditunjuk Bank Jateng Cabang Kajen yang telah memfasilitasi penandatanganan Buku Tabungan oleh seluruh penerima bantuan RTLH tahun 2018. Direncanakan pelaksanaan RTLH akan selesai pertengahan bulan Desember 2018,” terang Trinanto.

Dalam kegiatan RTLH tersebut, Bupati KH. Asip Kholbihi, Wakil Bupati, Anggota DPRD, dan Sekda secara simbolis melakukan peletakan batu pertama dan menyerahkan buku rekening kepada warga penerima RTLH. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

KAJEN - Untuk kali ketiga sejak 2016, 2017 dan 2018 Pemkab Pekalongan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.
 
Penyerahan penghargaan dilakukan di kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Senin sore (28/5/2018) dan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah Hery Subowo SE, MPM.Ak, CIA, CFE kepada Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH. Penyerahan yang sama juga diberikan kepada beberapa daerah di Jawa Tengah lainnya.
 
Dalam sambutannya, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah menyampaikan, bahwa penghargaan ini sebagai bentuk keberhasilan Pemkab/pemkot yang dinilai telah menyajikan data secara transparan, jelas, dan tepat. Kedepan agar bisa ditingkatkan lagi dan sebagai motivasi Pemerintah Kab/kota untuk menyusun laporan lebih baik lagi, serta tata kelola keuangan secara baik.
 
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengakui  bahwa penghargaan ini bukanlah hasil kerja bupati semata. Melainkan, hasil kerja seluruh OPD se Kabupaten Pekalongan.
 
"Tahun ini untuk kali ketiga secara berturut-turut kita mendapatkan penghargaan WTP. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah sesuai standar yang telah ditetapkan", ujar Bupati.
 
Bupati berharap, hal tersebut untuk dapat dipertahankan di tahun-tahun mendatang dan anggaran dapat lebih dikuatkan lagi untuk menyelesaikan masalah.
 
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa saat ini di wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan masih rob. Berkenaan hal tersebut, Bupati juga menekankan desain anggarannya untuk penangan rob, kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan.
 
"Para OPD untuk lebih bekerja keras lagi dan supaya penatausahaan keuangan kita sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga akan mendapatkan WTP," imbuhnya.
 
Atas penghargaan WTP tersebut, Bupati mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh OPD. Kata Bupati, mudah-mudahan hal ini akan lebih memantapkan lagi dalam menata anggaran supaya lebih bermanfaat untuk kepentingan masyarakat Kota Santri.
 
Sementara itu Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH menyatakn bangga atas keberhasilan Pemkab Pekalongan dalam mempertahankan penghargaan WTP tahun ini. Dan mengajak seluruh anggota Dewan dan para pimpinan OPD untuk meningkatkan kinerja terlebih dalam membuat laporan penggunaan anggaran.
 
Ikut mendampingi bupati dlm penerimaan tersebut Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Inspektur H. Umaidi, M.Si., Kepala BPKD Wiryo Santoso, Sekwan HM. Zaki, dan Kepala Dinkominfo Anis Rosidi, M.Si. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)