Pencarian Informasi

 

KAJEN - Membaiknya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan tak lepas dari sumbangan sector perikanan. sektor ini mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Dengan pertumbuhan kita yang sekarang 5,76  persen itu, juga salah satunya ditunjang dari sektor perikanan.

Sebagai contoh di desa Tratebang Kecamatan Wonokerto , jumlah nelayannya,sekitar 200 orang, jumlah kapal 50 an. Penghasilan nelayan Tratebang cukup. Mereka berangkat subuh, jam 1 pulang sudah mendapat penghasilan dari menangkap teri, unus 600ribu rupiah, dengan kapital atau modal 200 ribu rupiah. “ Untung perhari sekitar kurang lebih 400 -500 ribu rupiah” terang Bupati Pekalongan Asip KHolbihi, SH MSi saat syukuran sedekah laut/ larung.

Makna larung ini kita menjaga tradisi kearifan lokal sambil berdoa kepada Alloh agar rejeki para nelayan ini tambah barokah, tambah bermanfaat, dan tetap menjaga kelestarian laut dengan tradisi yang sudah turun temurun.

Perikanan Jika dikelola dengan baik, akan menjadi kekuatan ekonomi yang bersumber dari sektor kelautan. Pemkab melalui dinas terkait yakni dinas kelautan dan perikanan memberikan penyuluhan tiap 3 bulan sekali, berkaitan dengan keselamatan, cara menangkap ikan dan pemanfaatan potensi yang ada di perairan Pekalongan.

Oleh karena itu, Saya meyakini, berdasarkan data yang kita peroleh maka nanti jika tanggul sudah jadi, Tratebang insyaalloh sudah bebas dari rob. Tinggal kita menata infrastruktur perikanan. “Rencana kita buat tempat dokking kapal, sukur sukur buat pelabuhan lagi di Tratebang sehingga kehidupan perekonomian dari sektor perikanan di kab. pekalongan semakin baik”terangnnya.

Kemudian kita juga sedang menyelesaikan pembangunan tanggul melintang yang melintasi daerah Tratebang. Saat ini air rob yang di pemukiman sudah surut sekitar 20 cm, tapi tanggul belum selesai. Tanggul ini dibuat dengan target waktu akhir bulan December 2019 sudah selesai.(red)

 

 

KAJEN - Pemeritah Kabupaten Pekalongan beberapa waktu membantu pembangunan masjid At Taqwa desa Sumub Kidul Kecamatan Sragi. Bantuan dana sebesar 150 Juta diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pekalogan kepada perwakilan pengurus Masjid.

Bupati Asip Kholbihi menerangkan bahwa Masjid merupakan Baitullah atau rumah Alloh. Untuk itu penting diperhatikan, dipelihara keberadaannya. Hal tersebut disampaikan Bupati saat meninjau lokasi pembangunan masjid At taqwa desa Sumub Kidul, Sragi pada jum'at ( 13/09/2019) siang.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya melihat bangunan masjid At taqwa tersebut tampak rendah, namun sekarang terlihat arsitekturnya seperti masjid Turki, bangunan masjid sudah megah .Tentu saja hal ini berkat kekompakan warga.

Ini tak lepas peran masyarakat untuk nyumbang, membantu pembangunan masjid, selain tentunya pemerintah juga memberikan bantuan. "Bantuan semampunya, misal semen 1, shodaqoh material atau apapun yang terpenting jika masyarakat bersungguh sungguh maka Alloh akan menurunkan barokah dari langit" tandasnya.

Lebih lanjut bupati mengatakan jika masjid bagus, jamaahnya banyak, pengajiannya juga tambah banyak, Insyaalloh warga  desa setempat bertambah barokah.

Ia menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang sudah mendoakan pemerintah Kabupaten Pekalongan. Karena hingga masa kepemimpinannya pertumbuhan ekonomi kabupaten Pekalongan Bertambah baik, sehingga angka kemiskinan turun. Kondisi jalan di kabupaten Pekalongan pun sudah baik termasuk Sragi. “Dan pada tahun ini   rencana akan dibangun pasar Sragi dengan harapan semoga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat”tandasnya.

Bupati juga berpesan kepada lurah Sragi untuk memperbaiki rumah runah warganya yang belum layak huni agar bisa ditempati layak huni. Tentunya dengan bergotong royong, sengkuyung, sesuai dengan tema hari jadi kabupaten Pekalongan tahun ini.(red)

 

 

KAJEN – Casmani, seorang aparatur sipil Negara (ASN) di SMKN Karangdadap dan merupakan warga Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap menjadi pemenang 1 unit mobil dalam Pengundian Hadiah Tabungan Bima Bank Jateng Periode Pertama Tahun 2019 yang digelar di Halaman Bank Jateng Cabang Kajen, Jum’at (13/9/2019).

Pemenang lainnya dengan hadiah berupa 5 keping emas 10 gram, masing-masing yaitu Imam Khoirudin (Bank Jateng Capem Doro), Arifin (Capem Kedungwuni), Hendhy Setyo Pambudi (Cabang Kajen), Dakir (Cabang Kajen), Murdiarso (Capem Wiradesa).

Pemenang hadiah sepeda motor, masing-masing yaitu Vivi Yuliana (Capem Wiradesa), Daliman (Cabang Kajen), Pemdes Pamutuh Kecamatan Lebakbarang (Cabang Kajen), Agustina Saparwati (Capem Kedungwuni), Santoso (Capem Doro).

Direktur Bank Jateng Cabang Kajen Herdinanto dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas segala dukungan dan doa restunya kepada Bank Jateng Cabang Kajen. Selain itu, dia juga berterima kasih kepada para nasabah yang telah setia menabung di Bank Jateng.

Dilaporkan, sampai dengan Bulan Agustus 2019, khususnya untuk tabungan dana  mencapai Rp. 169 Miliar. Angka ini mengalami pertumbuhan yg cukup signifikan dibanding Agustus tahun lalu yang angkanya sekitar Rp 147 Miliar. “Ini menunjukkan bahwa dominasi tabungan ini masih cukup besar untuk penghimpunan dana di Bank Jateng Kajen,” jelas dia.

Dia berharap angka bisa terus meningkat sehingga operasional bank bisa dilaksanakan dengan baik. “Sekali lagi terima kasih dan kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati dan para nasabah Bank Jateng,” ungkap Herdinanto.

Selain tabungan, penghimpunan lainnya yaitu giro dan deposito yang totalnya berjumlah Rp 624 miliar. “Perkembangan cukup pesat dibandingkan bulan Agustus 2018 yang angkanya sebesar Rp 563 miliar atau mengalami pertumbuhan 10%,” jelas dia.

Dia berharap pihaknya dapat mengemban amanat dari pemerintah dan para nasabah untuk mengelola dana yang dititipkan pada pihaknya. Dana tersebut, kata Herdinanto, merupakan salah satu sumber atau media bagi Bank Jateng untuk bisa turut serta dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang, dalam sambutannya mengatakan, menabung itu penting. Dikatakan, Bank Jateng merupakan bank milik Pemprov dan Pemkab/ Pemkot di wilayah Jawa Tengah. “Sehingga perlu diberdayakan dan didukung penuh, karena hasilnya untuk membangun Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.

Selain oleh OJK, kata Bupati, Bank Jateng juga diawasi oleh Pemkab Pekalongan. “Matur nuwun panjenengan sedoyo warga Kabupaten Pekalongan sampun mempercayakan kepada Bank Jateng untuk menabung sekaligus melakukan transaksi perbankan lainnya,” ungkap Bupati.

Karena, menurut Bupati, saat ini, kita tidak bisa lepas dari hal yang bersifat perbankan. Oleh karena itu, kepercayaan masyarakat terhadap bank menjadi kunci pelayanan bagi para penyedia jasa bank.

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi, yakni 5,76%. Secara makro kondisi perekonomian di Kabupaten Pekalongan baik dan cocok untuk berinvestasi. “Banyak pihak ke tiga yang berminat untuk berinvestasi di Kabupaten Pekalongan. Hal ini perlu ditangkap sebagai peluang untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 sebesar 6%,” tandasnya.

Bupati mengucapkan selamat kepada para pemenang undian. Namun, juga tak lupa juga berpesan agar para pemenang bersedekah kepada para tetangga yang kurang mampu. Bupati berdoa para pemenang dan nasabah rejekinya bertambah dan barokah. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)

 

KAJEN – Puluhan warga lanjut usia (lansia) Jum’at (13/9) mengikuti senam bersama di Halaman Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan. Tampak hadir Wakil Bupati, Ir. Hj. Arini Harimurti dalam kegiatan tersebut. 

Usai senam bersama, Arini, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dengan para lansia pagi itu. Senam bersama merupakan program Komisi Daerah (Komda) Lansia dan diselenggarakan pertama kalinya. Arini menilai kegiatan senam bersama tersebut sangat positif. “Namun tidak hanya ini, kami juga mohon masukan dari para lansia semua, apa kira-kira program Komda Lansia ini agar lansia tetap sehat, tetap produktif. Kapan kita kumpul-kumpul, kapan tanggalnya,” ungkap Arini.

Ke depan juga diharapkan semua lansia dari berbagai kelompok bisa dilibatkan. “Ini adalah titik awal kita mudah-mudahan ke depan lebih giat lagi, lebih semangat lagi, lebih sehat lagi,” pungkasnya. Acara dilanjutkan dengan foto bersama.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si menyampaikan Dinas Sosial sebagai Sekretariat Komda Lansia menyelenggarakan senam sehat bersama ibu-ibu komunitas lansia alun-alun Kajen dan Karanganyar. “Ini adalah bagian dari salah satu kegiatan Komda lansia dan kegiatan ini dilaksanakan tiap dua minggu sekali,” katanya. (Lilik, Diyon)

 

KAJEN - Orang tua hendaknya menyekolahkan anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu atau memasukkan ke pondok pesantren. Jangan sampai generasi penerus di Kabupaten Pekalongan menjadi generasi yang tidak berilmu, itu akan berbahaya.
 
Demikian diungkapkan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada acara pengajian umum dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam - Pekan Muharam 1441H di Masjid Al Huda Desa Kalijambe Kecamatan Sragi, Rabu (11/9/2019) malam.

 

Dijelaskan Bupati, anak yang sholeh-sholehah adalah anak yang berilmu. Menurutnya, syarat punya ilmu itu harus dicari, jangan sampai hanya sekolah saja. Dan kita sebagai orang tua berdosa kalau tidak membekali anak-anak kita dengan ilmu.

Ia berharap dengan berkumpulnya bersama para alim-ulama, mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Pekalongan senantiasa dimudahkan dalam mencari rezeki yang halal, umur panjang sampai kelak berkumpul kembali tentunya bersama Rosulullah. "Kalau kita ingin punya ilmu, kita mencintai saja orang yang punya ilmu, Insya Alloh kita akan mendapat ilmu yang manfaat". ujar Bupati

Ada tiga hal yang ditekankan Bupati. Pertama,  bupati menghimbau agar masyarakat kalijambe pada khususnya senang bersedekah. Kedua, dalam hal kerukunan antar warga jangan sampai terjadi pertengkaran, masalah beda pilihan itu biasa. Dan ketiga kepada orang tua harus mendukung program Pemerintah  dengan menyekolahkan putra putrinya minimal 12 tahun atau tamat SMA/Aliyah

Pengajian yang diadakan di Kalijambe Sragi dengan menghadirkan tokoh ulama KH.  Anwar zahid dr Bojonegoro jatim  , pada rabu (  11/09) berlangsung meriah. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi dalam sambutan singkatnya mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan  pengajian dari tahun ke  tahun samakin baik. " Alhamdulilah masyarakat kalijambe  dari tahun  ke tahun masih istiqomah  dalam rangka menebar kebaikan,  melaksanakan hal hal baik , yakni menyantuni anak yatim. Semoga tahun depan lebih meningkat lagi", tuturnya.(red)

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengajar Kuliah Umum di kelas D3 Akuntansi PSDKU Universitas Diponegoro (Undip) Pekalongan. Dengan materi bertajuk "Era Millenial: Mampukah Akuntan Sebagai Pemersatu Bangsa", Bupati didampingi DR. Redyanto Noor, M.Hum (Ketua Lembaga Pengelola PSDKU Undip), Drs. Sudarno, M.Si., P.hD, (Kaprodi D3 Akuntansi PSDKU Undip), dan M. Agus Suryono, SE.Ak. (Narasumber kedua).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Rektor Undip beserta jajaran Akademika yang secara terus-menerus melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kemudian saya ucapkan selamat datang kepada para mahasiswa yang  kebanyakan hampir 90 persen berasal dari luar Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati Pekalongan usia mengajar di Kampus PSDKU Undip Pekalongan di Kajen, Senin (9/9/2019) pagi.

Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan dahulu bisa dikatakan zero perguruan tinggi. Berbeda dengan sekarang yang sudah hadir banyak perguruan tinggi seperti PSDKU Undip, IAIN, ITS NU, Politeknik Pusmanu, UMPP.

“Mungkin akan segera menyusul perguruan tinggi lainnya karena wilayah Kabupaten Pekalongan sangat kondusif untuk pengembangan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,” terang Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan, dengan kehadiran mahasiswa di Kabupaten Pekalongan ini sangat memberikan peran yang positif. Pertama, dapat memberikan motivasi para pelajar yang masih belajar di pendidikan menengah (SMA sederajat). Kedua, bisa mewarnai kegiatan-kegiatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Dan yang ketiga, mereka akan menjadi agen bagi Kabupaten Pekalongan di daerahnya masing-masing guna memperkenalkan potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan ini seperti batik, dan potensi-potensi lainnya.

“Disamping itu juga yang lebih penting lagi adalah menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Pekalongan seperti industry makanan, kos-kosan, laundry dan lainnya,” tuturnya.

Akan tetapi, kata Bupati, misi besar hadirnya perguruan tinggi adalah bagaimana agar Kabupaten Pekalongan ini mendukung Pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena angka partisipasi kasar perguruan tinggi masih jauh dari harapan kita. Dan dengan hadirnya perguruan tinggi di Kota Santri ini akan meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami sangat terbuka bagi perguruan-perguruan tinggi lain yang akan membuka di Kabupaten Pekalongan. Karena semakin banyak perguruan tinggi akan semakin baik seperti kota-kota yang lain di Jawa Tengah semisal Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Purwokerto. Mudah-mudahan Kabupaten Pekalongan akan menyusul sebagai pusat untuk pertumbuhan perguruan tinggi baru di Jawa Tengah melengkapi kota-kota yang sudah ada,” harap Bupati.

Dalam kesempatan mengajar tersebut, Bupati memberikan doorprize kepada beberapa mahasiswa, yang sebelumnya disampaikan pertanyaan oleh Bupati kepada mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).

 

Kajen - Dalam rangka meningkatkan budaya baca masyarakat dan untuk menyediakan bahan bacaan yang murah dan bermutu Serta sabagai sarana rekreasi edukasi bagi para pelajar dan masyarakat. Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan pameran buku.

“ Peserta pameran pada tahun ini adalah adalah penerbit, distributor, toko buku, editoys kaset vcd edukasi dan lain-lain.” Ungkap Tutik Iriyanti SH, MSi selaku kepala dinas Perpustakaan dan arsip Kabupaten Pekalongan disela acara pameran buku beberapa waktu lalu

Dan diperkirakan pengunjung pameran tahun ini ditargetkan kurang lebih 25.000 pengunjung terdiri dari siswa, mahasiswa, karyawan karyawati dan masyarakat umum. Selain itu pameran juga menghadirkan acara pendukung seperti berbagai lomba yang pesertanya dari anak PAUD pelajar dan masyarakat umum. Juga beberapa workshop diantaranya workshop tentang pengelolaan peepustakaan desa, penulisan artikel ilmiah dan lainnya. Ada pula seminar, bedah buku dan wisata buku, juga Pentas budaya dan seni.

Pada kesempatan yang sama Sekretarias Daerah Kab Pekalongan Mukaromah Syakoer, MM mewakili Bupati,  menyambut baik pameran buku dan arsip tersebut. “Kami menyambut baik, karena dengan adanya pameran buku dan arsip ini kami berharap bahwa buku yang dikelola dapat ditayangkan kepada masyarakat untuk dibaca” tuturnya.

Dan arsip yang kita simpan, dijadikan sebagai informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dan Kegiatan pameran buku dan arsip ditingkatkan  agar semakin baik karena,animo masyarakat Kabupaten Pekalongan terhadap membaca dan terhadap literasi semakin baik, semakin respek. (red)

 

KAJEN - Mahasiswa Institut Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) diharapkan siap bersaing di era industri 4.0.
 
Demikian disampaikan Dr. KH. Hanif Saha yang mewakili PBNU saat menjadi pembicara dalam Stadium General mahasiswa Baru ITSNU dan Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan, di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni, Minggu (8/9/2019). 
 
Ada beberapa hal yg harus dimiliki mahasiwa ItSNU Pekalongan utk bsa bersaing,yaitu berkomitmen,bersemangat, kemudian fokus dan inovatif.
 
Komitmen dan semangat itu gratis,jadi harus dilakukan dg kesungguhan hati sehingga bisa mmembangun kualitas atau mutu. " Jika kita tidak bermutu maka akan memuunculkan biaya yg mahal untuk mendapatkan mutu".
 
Hal yang juga harus dilakukan adalah melakukan akselerasi atau percepatab.Sebab di era sekarang tak bedanya kiliah di ITSNU, di Undip atau UGM yg mmebedakan adalah kecepatannya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing.
 
Sebelum digelar stadium general, dilakukan pengukuhan untuk mahasiwa baru ITSNU dan Politeknik Batik Pusmanu.
 
Mahasiswa baru ITSNU tahun ajaran baru ini berjumlah 280 mahasiswa S1 yg tersebar di prodi Teknik Industri, Teknik Komputer ,Teknik Informatika, dan Fisika.
 
Mahasiswa  yg hadir dalam pengukuhan sebanyak 140 mahasiswa dan sisanya adalah penerima Bidik Misi yang akan menyusul dikukuhkan.
 
Selain itu dalam acara kemarin juga dilaksanakan Penyerahan dan pengukuhan SK Rektor ITSNU yg dijabat Dr.eng Miftakhul Huda oleh Ketua PWNU KH. Muzamil mewakili PBNU.
 
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si yg hadir mengucapkan selamat dan sukses untuk para mahasiswa ITSNU Pekalongan. "Selamat kepada 20 mahasiswa ITS NU Pekalongan dan Pusmanu Pekalongan yang pada hari ini menerima beasiswa. Saya juga akan membantu beasiswa. Insya Allah kami akan memberikan beasiswa untuk 50 anak dengan nilai nominal Rp 5 juta per mahasiswa per tahun, sehingga total Rp 250 juta.," ujar Bupati.
 
Dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat apresiatif sekali dan sangat menaruh harapan besar atas berdirinya dua perguruan tinggi yang diinisiasi PCNU. Hal ini dalam rangka menuju angka 70 IPM di tahun 2021.
 
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah 68,56. Kami bercita-cita pada akhir tahun 2021 mudah-mudahan IPM kita bisa sampai 70. Itu artinya bahwa bisa dipastikan sudah tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak sekolah.
 
Dalam kegiatan itu, diserahkan secara simbolis beasiswa aughnia oleh NU Care-Lazisnu sebesar Rp 174 juta bagi 20 mahasiswa ITS NU Pekalongan dan Pusmanu Pekalongan.(didik /dinkominfo kab.pekalongan). 

 

KAJEN - Bertempat di Taman Boulevard Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Pekalongan di Kajen, Kabupaten Pekongan, Jawa Tengah (Jateng), berlangsung pembukaan Pekan Raya Kajen (PRK) Tahun 2019, yang dibuka secara resmi Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Minggu (8/9/2019) sore.
 
Hadir di kegiatan tersebut, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta beberapa Anggota DPRD, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Johan Arfan Wihananto, S.IP.,MMS beserta istri, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan yang sekaligus istri Bupati yakni Ny. Munafah Asip Kholbihi.
 
Bupati Asip Kholbihi dalam sambutan mengucapkan syukur alhamdulillah UMKM di Kabupaten Pekalongan semakin maju dan perlu kita syukuri serta dikembangkan lagi.
 
“Kemajuan ekonomi di Kabupaten Pekalongan terus meningkat, hal itu terlihat dari bertambahnya lapangan pekerjaan dan kehidupan warga Kabupaten Pekalongan yang makin sejahtera. Kita semua harus memberi ruang untuk generasi muda untuk membuka usaha-usaha baru untuk kemajuan daerah,” ujar Bupati Asip.
 
Menurutnya, kita jangan hanya berada di zona aman, karena kita akan tertinggal dari daerah lain, sehingga kita harus terus bergerak maju untuk meningkatkan ekonomi warga Pekalongan, dan satu hal yang kami apresiasi kepada pemuda-pemuda yang menggeluti di bidang seni. “Kami pemerintah daerah (Pemda) akan memfasilitasi dan mendukung supaya lebih maju,” tutur Bupati Asip.
 
Bupati KH. Asip menyampaikan, PRK merupakan salah satu tolak ukur dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Melalui beragam rangkaian kegiatan tercermin sejauh mana hasil pencapaian pembangunan yang telah dilakukan. Dan 12 mandat rakyat merupakan visi bersama yang berupaya diwujudkan dalam mencapai kesejahteraan bersama.
 
Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM - Ir. Hurip Budi Riyantini dalam laporannya menyebutkan Pekan Raya Kajen 2019 diselenggarakan selama 8 hari, mulai tanggal 8 hingga 15 September 2019, dengan showtime mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.
 
"Diharapkan PRK 2019 juga menjadi ruang promosi potensi bagi kehadiran beragam produk dan jasa," katanya. 
 
Dijelaskan, bertemakan The Beauty of Pekalongan, PRK 2019 adalah kegiatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan konsep yang menarik dan menghadirkan hiburan dari rakyat dan untuk rakyat.
 
Beauty merupakan kepanjangan dari Batik, Eco tourism, Agribusiness, Uniqe culture, Tourism, Your best investment. 
 
Dikandung maksud bahwa Kabupaten Pekalongan punya banyak potensi dari segi batik, warisan budaya, kebudayaan dan kesenian, hasil bumi, dan banyak hal yang masih bisa di explorer untuk dijadikan investasi yang menjanjikan.
 

Kegiatan dilanjutkan peninjauan stand UMKM di Pekan Raya Kajen oleh Bupati didampingi Forkopimda dan tamu undangan lainnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan). 

 

Kajen - 1500 Mancing Mania dari seluruh penjuru Indonesia Ikuti Turnamen Baramundi Tingkat Nasional Bupati Pekalongan Cup III dan Santunan Anak Yatim, di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Desa Pacar Kecamatan Tirto. Turnamen dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., Sabtu (7/9/2019) malam.

Dipilihnya sungai Pencongan ini karena merupakan sungai terbaik di pantura, selain ketinggian air yang konsisten dan ideal untuk hidup ikan burumundi atau kakap putih serta letaknya yang strategis sehingga pas untuk kegiatan turnamen ini , Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

"Potensi Ikan Kakap Baramundi di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Ini tolong dijaga. Jangan sampai ada yang buang sampah atau limbah kesini, karena sudah tidak jamannya lagi. Karena sungai adalah beranda depan rumah kita yang harus selalu bersih. Sehingga potensinya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin".tandasnya.

Selanjutnya ia berharap agar sungai pencongan ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh BUMDES desa yang berada disekitarnya. Hal ini bentuk inovasi yang hendaknya dapat dikembangkan untuk kemajuan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten sedang mendorong agar pergerakan wisata wisata lokal ini yang mengandalkan keindahan alam yang potensi alam menyebar tidak hanya di wilayah pegunungan dan daerah pantai saja tapi sungai juga untuk dapat dimanfaatkan.” Kita sedang mendesain untuk pariwisata berbasis air yang  dapat dikelola oleh bumdes desa setampat  tentunya setelah memperhatian aspek keamanan dan ijin dari instasi vertical” terang Bupati.

Sementara itu ketua panitia tunamen Dedi menjelaskan bahwa kgiatan ini ikuti peserta 1500 macing mania baik dari 50 komunitas dan sisanya perorangan. “Meraka berasal dari Banten hingga Jawa Timur, seperti Banten, Indramayu,  Cirebon, Tegal, Gresik dan Surabaya”tandasnya.(Red)

 

 

KAJEN - Palang Merah Indonesia (PM) merupakan organisasi yang sehat, organisasi yang eksis, yang pengelolaan organisasinya berjalan dengan baik, mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparasi dan partisipasi. 
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti selaku Ketua PMI Kab Pekalongan saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah III PMI di Hotel Marlin Wiradesa, Jumat (6/09/2019) kemarin.
 
Wakil Bupati mengungkapkan pembangunan Kabupaten Pekalongan secara signifikan terus mengalami peningkatan. Sebagai contoh angka kemiskinan. Kalau dulu sampai belasan (12,98%), angkanya sekarang turun menjadi 10,06%. Laju pertumbuhan ekonomi juga semakin naik walau sedikit demi sedikit. 
 
"Tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2016 sebesar 6,56%, tahun 2017 menjadi 4,39%. Indeks  pembangunan manusia (IPM) menunjukkan kecenderungan meningkat, pada tahun 2017 sebesar 67,1, tahun 2018 naik 68,40," ungkap Arini. 
 
Dijelaskan Arini, capaian-capaian itu juga,secara tidak langsung karena keterlibatan PMI yang dibantu oleh komponen seluruh masyarakat. 
 
"PMI menjadi Garda terdepan setiap kali ada bencana. PMI biasanya paling duluan ada di tempat bencana. Telah menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pelayanan. Masyarakat menaruh kepercayaan penuh kepada PMI sebagai lembaga kemanusiaan," terang Arini. 
 
Hal ini, kata Wakil Bupati, harus kita jaga dan kita pupuk bersama.Sehingga visi PMI yang berkarakter , profesional, mandiri dan dicintai masyarakat. Mari kita wujudkan visit misi tersebut dengan cara menjadi organisasi kemanusiaan terdepan, memberikan layanan berkualitas melalui kerjasama dengan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. 
 
"Mari PMI meningkatkan kemandirian organisasi melalui kemitraan yang strategis, berkesinambungan baik itu dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan dan pemandu kepentingan lainnya di semua tingkatan dimana kita meningkatkan reputasi organisasi PMI nasional atau internasional, " imbuhnya.
 
Wakil Bupati Arini menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan berkomitmen dan mendukung upaya-upaya PMI untuk menjadi organisasi yang semakin mandiri dan profesional. Kata Arini, Pemkab sedang merencanakan markas PMI Kabupaten Pekalongan akan dibangun di Desa Kebonagung Kecamatan Kajen. 
 
Terakhir dalam sambutannya Arini mengajak untuk kuatkan kebersamaan, kemitraan, penguasaan dan pemaanfaatan teknologi informasi.
 
"Kita semua tahu dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang begitu besar, maka ini juga merubah perilaku kita, masyarakat kita, oleh karena itu manfaatkan teknologi dengan sebaik baiknya untuk mendukung tugas tugas dan pelayanan kemanusiaan," tandasnya.
 
Sementara itu wakil ketua I bidang organisasi PMI propinsi Jaws Tengah, Edi Sudanto, MH, MSi, mengatakan kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah ( Rakorwil) dalam rangka silaturahmi pengurus PMI wilayah III, dan tukar pikiran atau sharing untuk menyamakan visi misi supaya  PMI wilayah III dapat eksis secara terus menerus, dengan hasil peningkatan koordinasi integrasi dan sinkronisasi, bagaimana mengelola PMI di wilayah jateng ini.
 
PMI merupakan satu satunya organisasi kemanusiaan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui kepres tahun 1950 dan 1963, juga undang-undang. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus terlibat didalamnya. Mau tdak mau PMI harus mengakses, selalu bekerja sama dengan pemerintah. 
 
Sebagai organisasi bidang kemanusiaan paling tua, PMI akan tetap eksis sampai akhir zaman. Tugasnya menyiapkan kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. PMI juga bertugas dalam penanganan penanggulangan bencana. PMI bertugas selalu merujuk membantu pemerintah bwkerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD).
 
PMI propinsi Jawa tengah didukung 35 PMI kabupaten kota. PMI propinsi jawa tengah dijadikan rujukan bagi PMI di luar jawa tengah seperti DKI Jakarta, jawa Timur, jawa bàrat bahkan luar jawa. PMI kabupaten kota pun juga dipakai sebagai rujukan, seperti purwokerto, banyumas, cilacap semàrang dan solo.
 
Tugas PMI propinsi jawa tengah sebenarnya lebih bersifat koordinasi dan back up. Apabila ada half half yang tidak bisa ditangani di kabupaten kota, maka bisa berkoordinasi bagaimana dapat diselesaikan. Selaku back up, maka di dalam pengambilan keputusan yang ditetapkan oleh PMI propinsi jawa tengah sang at membutuhkan masukan masukan Dari kabupaten kota melalui rapat koordinasi. 
 
Menurut Edi, satu kata kunci supaya PMI berjalan dengan baik, adalah integritas. Apa yang bisa kita lakukan. Kejujuran, keterbukaan sehingga PMI bisa eksis. (Red)

 

KAJEN - Sebanyak 30,360 ton benih jagung hibrida Varietas 212 bantuan dari Kementrian Pertanian RI diserahkan kepada kelompok tani yang berada di tujuh kecamatan, diantaranya Kecamatan Karangdadap, Kajen, Sragi, Bojong, Kesesi, Karanganyar dan Kandangserang.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meminta kepada para penerima bantuan agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena tidak semua petani mendapat bantuan ini.

"Petani dibantu benih jenis NK 212, adapun keunggulannya bisa menghasilkan 9 sampai 10 ton per hektar, dibanding jenis lokal yang hanya menghasilkan 3 sampai 4 ton per hektar,” katanya pada acara penyerahan bantuan benih jagung hibrida Kementerian Pertanian RI tahun 2019 di Pendopo Kecamatan Kesesi, Jumat (6 /9/2019) siang.

Menurutnya, saat ini jagung juga merupakan salah satu makanan pokok dan jagung sendiri saat ini sudah dikembangkan menjadi beberapa varian lainnya.

"Saya harapkan income dari sektor ini bisa naik, dan bahkan sudah ada perusahaan yang siap menampung berapapun produksi jagung kita. Dan tujuan dari bantuan ini adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Ir. H. Siswanto mengatakan, bahwa potensi jagung di kabupaten pekalongan cukup baik dengan luas panen 2.500 hektar pertahun.

"Kita juga dorong agar produktivitasnya untuk naik, pada tahun 2016 4,1 ton perhektar, kemudian tahun berikutnya 4,9 ton per hektar, tahun 2018 5,1 ton per hektar, dan pada tahun 2019 sampai agustus sebanyak 5,5 ton pehektar dan akhir tahun 2019 kita upayakan agar mencapai 6,0," terangnya.

Siswanto menjelaskan, banyak petani yang masih menggunakan benih lokal sehingga produktivitas rendah dan rentan terkena penyakit terutama penyakit bulai.

"Salah satu untuk meningkatkan produksi dengan menanam jagung hibrida, pada bulan Juli kita mendapat alokasi dari Kementerian RI sebanyak 400 hektar dan pada bulan ini bersama Gempita kita mendapat alokasi 2024 hektar,” ujarnya.

Koordinator Gempita Kabupaten Pekalongan, Muhammad Slamet menyampaikan bantuan benih jagung tersebut merupakan usulan dari Gempita untuk menjaga ketahanan pangan khususnya tanaman jagung.

“Untuk perhektar nantinya masing masing akan mendapatkan 15 kilogram benih jagung. Alhamdulillah di tahun 2019 ini kita mendapat peningkatan,” jelasnya.

Adapun luasan lahan yang akan diberi bantuan jagung adalah 2024 Ha yang akan dibagikan kepada 36 kelompok tani di Kabupaten Pekalongan yang merupakan binaan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Pekalongan. Kelompok tani tersebut nantinya akan dibina dan dimonitor secara kontiyu mengenai perkembangan jagung petani dimasing masing wilayah.(red)