Pencarian Informasi

 

KAJEN - Rumah sakit dan Puskesmas yang bernaung di Pemerintah Kabupaten Pekalongan dilarang menolak pasien, terutama pasien miskin.
 
"Siapa pun dan dalam kondisi apa pun si pasien harus dilayani dengan baik," kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si usai membacakan Amanat Menteri Kesehatan RI pada upacara Hari Kesehatan Nasional ke-55 di halaman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, Selasa, (12/11/2019).
 
Bupati Pekalongan KH. Asip juga meminta agar jajaran Puskesmas dan rumah sakit memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada pasien.
 
"Saya tekankan dan imbau kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan, meneruskan pesan dari Gubernur, tolong ojo sampai nolak pasien (jangan sampai menolak pasien). Siapa pun dan dalam kondisi apapun, apalagi pasien miskin. Siapa pun, dari latar belakang apapun harus dilayani dengan baik. Soal biaya diurus keri (belakangan)," ungkapnya.
 
Menurutnya seorang pasien itu pada hakikatnya menderita dua penyakit, yakni penyakit fisik dan psikis. Untuk sakit fisik, bisa diobati dengan diberi obat. Sedangkan beban psikis yang mereka hadapi bisa diringankan dengan memberikan pelayanan yang manusiawi.
 
"Orang yang datang pada hakikatnya dua sakitnya, yakni fisiknya sakit dan psikisnya juga sakit. Mereka itu bingung. Jika bapaknya sakit, mereka kepikiran yang cari nafkah siapa, jika ibunya sakit maka yang merawat anak-anaknya siapa. Itu yang ada di pikiran mereka. Beban yang mendera mereka ini tolong diobati dengan berikan senyuman dan ramah. Secara psikis, mereka juga perlu diobati dengan pelayanan yang manusiawi," ujarnya.
 
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si berharap di peringatan HKN ke-55 pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan terus meningkat.
 
Upacara dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan. Dan diikuti oleh seluruh jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas se Kabupaten Pekalongan, dan unsur-unsur kesehatan yang lain. 
 
Dalam upacara HKN tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati dan Ketua DPRD serta Kepala Dinkes menyerahkan piagam dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan Dinas Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun 2019 tingkat Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

 

KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mengusahakan mencari sumber air baru untuk mengatasi bencana kekeringan di Desa Kaliboja Kecamatan Paninggaran.
 
Selama musim kering tahun ini, warga Desa Kaliboja mengalami krisis air bersih, dan sejak bulan Oktober yang lalu masyarakat mencari air sampai ke Kalibening Banjarnegara.
 
“Hari ini kita droping air bersih ke sini, namun masalah tidak cukup hanya itu, kita akan mencari sumber air baru, dan kita akan lakukan pipanisasi dan masukkan ke instalasi yang sudah ada, sehingga Insya Allah ke depan daerah ini sudah tidak kekeringan lagi,” kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat melakukan bantuan air bersih di Desa Kaliboja Kecamatan Paninggaran, Senin (11/11/2019) sore. 
 
Bupati mengungkapkan, dirinya jika datang ke daerah kekeringan selalu memberikan solusi agar di tahun mendatang daerah tersebut dapat terbebas dari krisis air bersih jika kemarau tiba. 
 
“Seperti yang sudah kita lakukan di Rawacacing Kecamatan Kedungwuni dan di Desa Lambanggelun yang sekarang sudah tidak dikirim lagi, kemudian di Kesesi dalam jangka menengah panjang sedang kita carikan solusinya Insya Allah musim kemarau yang akan datang daerah-daerah yang mengalami bencana kekeringan itu bisa kita kurangi,” terang Bupati. 
 
Selain itu, jelas Bupati Pekalongan KH. Asip, Pemkab juga punya water management untuk mengatasi kekeringan yang ada di Kabupaten Pekalongan karena sebenarnya Kabupaten Pekalongan kaya dengan sumber air baku dan air tanah. 
 
“Ini yang perlu kita pahami. Memang ada moratorium untuk eksploitasi air tanah udara daerah tertentu seperti daerah pantai, sambil menyiapkan air baku ini bisa masuk  ke daerah-daerah perkotaan,” paparnya.
 
Bupati menambahkan, ada beberapa sebab mengapa daerah atas kering duluan, yang pertama mungkin area tangkapan airnya sudah berkurang karena lahan, terus sekarang kita harus menanam kembali pohon-pohon yang punya daya serap air tinggi. 
 
“Saya kira teknologi biopori itu penting untuk digalakkan di desa-desa ini supaya air itu langsung masuk ke dalam tanah. Ini problem yang harus kita atasi jangka menengah panjang, sedang. Untuk jangka pendek ini bagaimana supaya potensi air yang ada di daerah yang lebih tinggi itu bisa kita alirkan ke daerah yang lebih rendah utamanya di pegunungan,” ujar Bupati KH. Asip.
 
Sementara itu, Direktur Perusda Air Minum Tirta Kajen, Nur Wachid mengatakan, pihaknya senantiasa akan bersinergi dengan Dinas Perkim LH untuk memetakan daerah rawan kekeringan di Kabupaten Pekalongan. 
 
“Nanti skenarionya itu harus kita lakukan oleh Perkim atau PDAM, untuk daerah Kaliboja sendiri nanti akan kita lakukan pengambilan air dari daerah yang ada di atas untuk segera kita alirkan ke sini, sehingga ke depan kekeringan sudah tidak terjadi lagi di daerah ini,” katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

 

KAJEN - Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November memiliki makna tersendiri bagi setiap orang. Tak ketinggalan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si yang memaknai Hari Pahlawan sebagai spirit bagi generasi muda mengisi kemerdekaan dengan cara-cara kekinian sesuai dengan era revolusi 4.0 saat ini.
 
Menurut Bupati KH. Asip, pahlawan masa kini adalah figur masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Seperti menebar kebajikan, menciptakan kemaslahatan dan tidak melakukan hal-hal yang bersifat kontra produktif.
 
"Di era baru seperti sekarang ini, semangat kepahlawanan juga harus dirumuskan dengan pandangan yang baru. Senjata yang digunakan untuk melakoni bukan lagi hunusan senjata, tapi dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa," kata Bupati Asip usai menjadi Inspektur Upacara Hari Pahlawan di alun-alun Kajen, Minggu, (10/11/2019).
 
Selain itu juga, peringatan Hari Pahlawan ini juga sebagai bentuk wujud rasa cinta kasih kita kepada pahlawan.
 
"Peringatan 10 November itu menjadi penting, untuk terus-menerus melakukan refleksi terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kemerdekaan," ungkapnya.
 
Bupati Pekalongan KH. Asip menambahkan melalui peringatan Hari Pahlawan ini, dapat mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan pahlawan di masa lampau. Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk menanamkan di dirinya jiwa pahlawan.
 
"Caranya, berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya.
 
Usai Upacara di Alun-alun Kajen, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si. Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH. Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS., beserta unsur Forkopimda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta seluruh tamu undangan lainnya melakukan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan Bakti Wiratama di Bojong.(didik /dinkominfo kab.pekalongan) 

 

 

KAJEN  -  Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengajak dan menganjurkan umat Islam khususnya di Kabupaten Pekalongan untuk memperbanyak sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
 
Hal tersebut disampaikan pada acara peringatan Maulid Nadi Muhammad SAW 1441 Hijriyah di Masjid Al Muhtarom Kajen, Jumat malam (08/11/2019). 
 
Hadir pada acara tersebut ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dan Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM dan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
 
Bupati menerangkan bahwa  pada bulan Robbi'ul Awal itu musim semi yang pertama. Pada saat itulah Rosululah SAW dilahirkan di kota Mekkah. “Sehingga Umat Islam di seluruh dunia pada bulan ini  memperingati lahirnya Rosululah SAW  dengan berbagai cara, " tandasnya.
 
Di tingkat Kabupaten Pekalongan yang dipusatkan di masjid Al Muhtaram Kajen agak beda dengan biasanya. Karena disediakan acara makan bersama besinan. Dan kita menghadirkan para habaib6 sebagai keturunannya Kanjeng Nabi Muhamad SAW. 
 
Selanjutnya ia mengajak umat islam  supaya memperbanyak amal baik,  nambah sodakoh , nambah silaturahmi dan yang paling penting adalah terus menerus mencari ilmu untuk  kita bisa selamat di dunia dan akherat. 
 
Ia menuturkan syarat jika ingin selamat ada 4 menurut Kanjeng Nabi . Yang pertama menjadi  alim, seperti kyai , kedua jadi santri. Ketiga harus menjadi orang yang rajin mendengar petuah petuah agama. Yang keempat, menjadi orang orang yang mencintai orang yang punya ilmu, mencintai  orang sholeh/sholekhah, orang orang yang baik,
 
 “Insyaallah dengan mencintai orang orang tersebut kita semua dimasukkan dalam golongan orang orang yang selamat” tuturnya. 
 
Selanjutnya, Bupati Pekalongan melalui momentum peringatan Maulidurrosululloh SAW tersebut dirinya beserta jajaran minta doa restu supaya bisa menjalankan amanah dari masyarakat kabupaten  Pekalongan untuk membangun masyarakat supaya tatanannya   semakin bertambah baik. 
 
"Yang kemarin sudah baik kita teruskan, sambil terus menerus mencari kebaikan baru untuk menuju kebaikan seterusnya. Kebaikan maknanya banyak. Pertama angka kemiskinan turun. Ekonomi masyarakat tumbuh dengan baik, Aman tidak ada musibah yang menimpa masyarakat kabupaten Pekalongan, itu juga kebaikan. Hasil panen yang baik, Wereng wereng /hama sudah pergi dari tempatnya, itu juga kebaikan, " ucapnya.
 
“Kebaikan caro mriki urip ingkang toto tentrem kertoraharjo. Rojo koyo muleh marang kandange dewe dewe”, tambahnya.  
 
Sementara itu pada kesempatan Mauidhoh khasanah yang disampaikan  oleh Habaib Muhdor Assegaf Alhusae dari Pemalang mengajak hadirin untuk selalu meneladani Nabi Muhammad SAW dan menjelaskan tentang perjalanan perjuangan Nabi Muhammad SAW.(red) 

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melakukan sharing pengalaman dengan para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan Tahun 2019, di WARS Cafe and Coffee, Jumat (8/11/2019) sore. 
 
Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si., Kepala Dinporapar Ir. M. Bambang Irianto, M.Si., Kepala Dindikbud Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP., dan Kepala Dinkominfo H. Anis Rosidi, S.Sos., M.Si dan perwakilan Dinperindagkop dan UKM.
 
Bupati mengungkapkan niatnya untuk bagaimana potensi yang dimiliki para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan itu bisa dioptimalkan peran dan fungsinya.
 
"Saya punya niatan agar potensi yang dimiliki oleh para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan yang pada Upacara Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2019 lalu mendapatkan penghargaan dari Pemkab Pekalongan dan sebagian Provinsi itu kita optimalkan lagi peran dan fungsinya," ujar Bupati.
 
Untuk itu, kata Bupati, para Pemuda Pelopor kita kumpulkan, kita ajak sharing pengalaman. Kira-kira peran Pemerintah dimana, sehingga mereka itu lebih berdaya guna.
 
"Seperti pencipta pavling block dari sampah. Pemkab Pekalongan akan memfasilitasi dan menghubungkan antara TPA dengan pabrik yang akan dirancang," terang Bupati.
 
Disamping itu, kata Bupati, ada lagi yang lainnya yakni permen herbal untuk kesehatan, juga ada pengembangan dari para programer komputer.
 
"Kemudian juga ada yang ingin mewujudkan Kabupaten Pekalongan ada sebuah entitas yang bergerak khusus untuk pemberdayaan bahasa Inggris. Lalu, pemberdayaan organisasi yakni bagaimana anak-anak muda kita juga terlibat penurunan angka stunting seperti dari Nasiyatul Aisyiyah, Iqro, IPPNU yang terus-menerus berupaya agar pendidikan pranikah ini bisa terus berjalan dengan baik, pendidikan keremajaan putri ini bekerja dengan baik. Semua diinisiasi dan dipelopori oleh mereka semua, " papar Bupati Pekalongan.
 
Tentu, jelas Bupati, Pemerintah akan memfasilitasi dan mendukung terus agar program ini berjalan semakin baik.
 
" Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena kami melihat potensi yang ada di mereka sungguh luar biasa untuk mempercepat dinamika pembangunan di Kabupaten Pekalongan," tandas Bupati.
 
Dalam acara sharing pengalaman tersebut, satu persatu para Pemuda Pelopor berbagi pengalamannya dengan Bupati Pekalongan dan seluruh yang hadir.
 
Para Pemuda Pelopor dan organisasi kepemudaan yang berprestasi dari berbagai bidang. Antara lain untuk Bidang Pendidikan, juara I Bayu Taufan H, juara II Isnah Kharimah dan juara III Galang Setianto.
 
Selanjutnya, Bidang SDA, Lingkungan dan Pariwisata. Juara I M. Kuswoto (juga juara III tingkat Provinsi), juara II M. Rusbiyana dan juara III Siti Umi Kulsum. Dan di Bidang Pangan, untuk juara I Ainun Muthoharoh, juara II Abdul Basir dan juara III Silvi Amalia. Serta Bidang Organisasi, juara I yaitu Nasiyatul Aisyiyah, juara II Iqro dan juara III IPPNU Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si  kedatangan tamu kehormatan yaitu pesulap nasional Joe Thunder yang sudah sangat terkenal, Jumat (8/11/2019) siang. 
 
Kata Bupati, tujuan beliau ke sini di samping silaturahmi, juga untuk memupuk rasa persaudaraan, perkawanan dan sekaligus menyapa masyarakat Kabupaten Pekalongan melalui magic yang beliau miliki nanti akan ditampilkan sesuatu yang tidak pernah terjadi di Indonesia.
 
"Atraksinya menjelaskan betapa Indonesia kaya dengan sumber daya manusia, kaya sekali dengan sumber daya sumber daya yang terus-menerus. Dan ini memberikan inspirasi bagi kita semua untuk mempelajari sesuatu yang tidak mungkin, yang  irasional ternyata nanti bisa dijelaskan secara rasional, " katanya.
 
Dijelaskan, Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang adiluhung,  apalagi di Kabupaten Pekalongan ini. "Oleh karena itu,  kehadiran Joe Thunder di Kabupaten Pekalongan saya sangat mengapresiasi dan mudah-mudahan nanti bisa menghibur masyarakat Kabupaten Pekalongan sekaligus informasi kepada generasi muda kita agar jadilah orang yang bermanfaat untuk sesama karena itu adalah cita-cita ideal kita semua," ujar Bupati. 
 
Sementara itu, Joe Thunder menyampaikan inilah yang bisa diberikannya untuk negeri tercinta Indonesia dan semuanya itu datangnya dari Allah. 
 
"Demi bangsa Indonesia bersatu saya merelakan bagian dari pada organ tubuh saya ini yang akan saya berikan. Ini adalah warna yang berbeda dari perbedaan itu," kata Master Joe. 
 
Diterangkan, ternyata indah sekali ibarat kata dalam mencetak/menciptakan pelangi walaupun berbeda warna tapi indah di tatap mata. Di situlah keindahan. 
 
"Jadi misi daripada apa yang saya atraksikan adalah menyatukan perbedaan dan bijak dalam pengabdian apapun bentuknya saya. Saya minta doa dari semua yang hadir di sini untuk menarik mobil dengan bagian tubuh saya itu dengan alat vital saya ya bagian yang terlemah daripada organ tubuh kita ini saya korbankan demi bangsa Indonesia bisa bersatu, " tuturnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan). 

 

KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip KHOLBIHI, SH.M.Si beserta jajaran menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Program Pencegahan Korupsi di Kabupaten Pekalongan yang dihadiri oleh Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK. Acara Rapat sendiri dilakukan di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Kamis (7/11/2019).
 
Bupati Asip menerangkan bahwa Pemkab Pekalongan sedang berupaya keras agar bagaimana mandat dalam mengelola APBD itu bahwa masyarakata harus tahu dan merasakan impact dan benefit serta outcome dari APBD yang dikelola. Sisi lain dari hasil yang seperti itu prosesnya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena pengawasan dari aparatur terkait.
 
"Kita dikenal dengan negara yang terlalu banyak pengawasan, saya kira wajar karena masih negara berkembang. Melalui tim monitoring ini mudah-mudahan nanti prosesnya bagus dan hasilnya bagus," ujarnya.
 
Kemarin kami mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan berkaitan dengan tata kelola kita yang sudah WTP ke 4 kali. "Saya ingat kata dari Bu Sekda bahwa WTP kita ini harus berkualitas. Saya cari sumber referensinya dan ternyata WTP berkualitas itu diukur dari aspek outcomenya. Serapannya seperti apa dan nilai manfaatnya seperti apa, ini banyak dinilai oleh lembaga lain," pungkasnya.
 
Dua minggu yang lalu kami juga mendapatknan penghargaan Pandu Negeri. Salah satu indikatornya adalah mereka mengukur dari aspek outcome yang kita miliki dan juga progres dari indikator makro ekonomi yang kita lakukan per tahun anggarannya.
 
Kedepan, Insya Allah juga akan mendapatkan penghargaan lagi dari Kata Data. "Kemarin sudah presentasi disana dari beberapa Bupati yang diundang dan juga membedah bagaimana outcome dari APBD kita itu mampu memberikan perubahan ditingkat paling dasar pertama yaitu tingkat penurunan kemiskinan," ungkapnya.
 
Stimulus ABPD yang kita kelola secara efektif ini harus bisa memberikan keuntungan dari aspek outcomenya. Tentu ini harus dikelola dengan baik dan juga banyak aspek lain yang harus kita pedomani, kita perdalam dan kita lakukan dengan baik.
 
Oleh karena itu, kehadiran dari Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK ini sangat kami apresiasi untuk lebih meningkatkan lagi value atau nilai kepengelolaan kita terhadap anggaran belanda daerah dan bantuan-bantuan lain. Karena selama 3 tahun ini kami juga mendapatkan kepercayaan dari dana dekonsentrasi yang lumayan besar tetapi posisi kita sama-sama mengawasi karena semua dilakukan oleh pusat.(didik /dinkominfo kab.pekalongan) 

 

KAJEN – Dugaan adanya beberapa desa fiktif di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagaimana diberitakan sejumlah media akhir-akhir ini, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong agar dilakukan verifikasi desa di seluruh wilayah Republik Indonesia. 
 
“Ada 15 desa yang diduga fiktif dan tersebar di beberapa provinsi. Kebanyakan berada di Luar Jawa.  Harapannya, ke depan, tidak ada desa fiktif, terlebih di Kabupaten Pekalongan,” tutur Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi saat meninjau Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (07/11/2019) pagi.
 
Untuk mengantisipasi adanya desa fiktif, menurutnya, sekarang ini ada sistem keuangan desa yang transparan. “Sistem yang transparan, semuanya terukur, terpantau,” imbuh wamen. Pengawasan dana desa, menurut Budi Arie Setiadi, harus berbasis pada keterlibatan masyarakat. “Masyarakat harus mengawasi penggunaan dana desa. Rakyat sekarang sudah cerdas, semua sudah transparan, “ ujarnya.
 
Dari hasil perjalanannya meninjau beberapa daerah, pihaknya melihat dana desa secara umum memberi manfaat bagi kemajuan desa. “Jika masih ada persoalan, maka harus kita benahi bersama”, pungkasnya.
 
Lebih lanjut wamen mengutarakan, pembangunan dan keadilan sosial harus menyentuh seluruh masyarakat Indonesia. Namun kondisi APBN yang terbatas, menurut wamen, perlu dicari sumber lain dan perlu keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan. 
 
Plt. Kepala Desa Mulyorejo dalam kesempatan tersebut menyampaikan permasalahan yang dihadapi desanya yang memiliki luas wilayah 72,38 hektare. Permasalahan tersebut yakni adanya genangan air rob yang semakin tahun semakin meningkat debit airnya.
 
“Air rob Mulyorejo bermula dari tahun 2006 sampai sekarang. Terakhir kondisi di wilayah ini, pada Bulan Januari 2019 genangan air tinggi sekali. Dalam kurun waktu 2015-2019 rob mengalami kenaikan sekitar 31 %,” ungkap Plt Kades Mulyorejo. 
 
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dalam sambutan saat menerima kunjungan rombongan Wamendes PDTT menyatakan terima kasih atas kunjungan Wamen, karena, menurutnya, dengan kunjungan ini, pihak kementrian bisa melihat langsung kondisi Kabupaten Pekalongan khususnya Desa Mulyorejo. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, maka program- program dari Pusat dapat bersinergi dengan program-progam dari Daerah. ”Kami harapkan nanti ada sinergitas, apa yang akan dilakukan pemkab, apa yang diprogramkan desa, apa yang diprogramkan Pusat, termasuk tidak hanya dana-dana pemerintah, barangkali dana-dana dari swasta, apakah itu dari CSR, atau yang  lain, nanti bisa kita sinergikan,” tutur Arini.
 
Menurut Arini, desa adalah produsen kehidupan, produsen pangan, apakah itu padi, paternakan,mungkin perikanan. Desa juga menjadi produsen oksigen yang baik. Oleh karena itu, lanjutnya, apabila desa dikelola dengan tepat, maka tentu saja pembangunan menjadi seimbang antara desa dengan kota maupun Pemerintah Pusat. “Oleh karena itu,  harapan kami pembangunan desa ini, hendaknya betul-betul tepat sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan yang riil”, ungkap Arini. 
 
Dalam kegiatan kunjungan Wamen  tersebut tampak hadir Kepala Dinas PMD PPPA kab Pekalongan, M. Afib S Sos, Camat Tirto beserta unsur forkopimcam, unsur pemerintah dan non pemerintah serta masyarakat Desa Mulyorejo. *)Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan

 

 

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Gus Eko Ahmadi secara simbolis kembali menyerahkan kunci rumah kepada salah satu warga kurang mampu di Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar. Pembangunan rumah tersebut merupakan hasil program Abang Rudi (Ayo Bangun Rumah Sendiri), Rabu (06/11/2019) sore.

“Hari  ini kita kembali menyerahkan kunci untuk pembangunan rumah yang sesuai program Pemkab Pekalongan yaitu Abang Rudi (Ayo Bangun Rumah Sendiri). Kegiatan ini diinisiasi oleh Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan bekerjasama Pemkab Pekalongan dan swadaya masyarakat setempat. Dan saat ini kita membangun rumah untuk Saudara Sumito yang berada di Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, kata Bupati, program Abang Rudi melebihi program RTLH. “Inilah yang saya sebut kita berbagi bersama berat sama dipikul ringan sama dijinjing yakni bergotong-royong dalam kebaikan bagi sesama. Insya Allah dengan cara seperti itu, pemerataan pembangunan di Kabupaten Pekalongan bisa semakin cepat,” terang Bupati.

“Membangun bukan saja otorisasi Pemerintah, akan tetapi siapapun yang memiliki kesempatan dapat berpartisipasi karena ujung dari manfaat membangun adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Dijelaskan Bupati, sesuai data di Kabupaten Pekalongan jumlah rumah tidak layak huni itu jumlahnya masih banyak yaitu sekitar 14.000. Akan tetapi dengan ikhtiar kita bersama-sama seperti dengan program Abang Rudi dan program yang sistematis dari Pemerintah, Bupati meyakini permasalahan itu akan selesai.

“Saya mengajak kepada saudara-saudara para lembaga-lembaga donasi maupun perorangan mari bergabung dengan Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan melalui program Abang Rudi untuk bisa menyelesaikan rumah-rumah warga Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.

Bupati KH. Asip Kholbihi mengungkapkan, bahwa untuk program Abang Rudi ini yang sudah masuk daftar sudah banyak sekali dan dalam waktu dekat akan kita bangun di wilayah Kecamatan Kesesi.

“Semua ini akan bisa terlaksana karena semangat bergotong-royong dalam kebaikan untuk sesama yang menjadi prinsip kita. Selain itu juga dalam rangka menghidupkan kembali budaya gotong-royong yang merupakan budaya adiluhung bangsa Indonesia, karena kalau bukan kita yang melaksanakan, terus siapa lagi,” tandas Bupati.

Dengan telah dibangun rumahnya itu, Sumito (31) merasa bersyukur sekali dan berterima kasih khususnya kepada Bupati Pekalongan dan Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi dan Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan yang telah membangunkan rumah untuk saya dan keluarga. Kami sangat bersyukur dan bahagia,” kata Sumito. (didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

 

        KAJEN – Sesuai Surat Keputusan Bupati Pekalongan Nomor 420/252/2019 tertanggal 26 Juli 2019, sebanyak 11 anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2024 dilantik.

Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., di Aula lantai 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/11/2019). Disaksikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Hari Suminto, SH.MH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Sumarwati, S.Pd, M.AP beserta seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP se Kabupaten Pekalongan, dan para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan lainnya.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada anggota Dewan Pendidikan yang dilantik. “Selamat bertugas, selamat menjalankan amanah dan selamat bergabung dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama berikhtiar memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Yang paling utama kita akan menyisir dengan cara yang lebih cepat dan tepat untuk mengantisipasi agar sudah tidak ada lagi anak yang seharusnya sekolah tetapi tidak sekolah,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, kata Bupati, kita juga harus melakukan upaya-upaya yang efektif, intensif, dalam menjaga agar disparitas atau kesenjangan wilayah berkaitan dengan dunia pendidikan antara daerah pegunungan dan daerah perkotaan tidak terjadi.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan telah melakukan upaya-upaya yang serius. Sehingga kalau saya cek sekolah-sekolah yang ada di desa-desa atau di wilayah gunung mereka itu senantiasa merasa senang atau enjoy dan para gurunyapun sudah tidak mengeluh lagi karena seiring dengan perbaikan infrastruktur yang kita lakukan,” kata Bupati.

Disamping itu, kata Bupati, agar bagaimana fasilitas pendidikan ini kita bangun dan kita kontrol standar kualitasnya agar tidak terjadi lagi kecelakaan yang diakibatkan karena kita abai terhadap fasilitas pendidikan. Ini juga menjadi prioritas kita.

“Tapi prinsip, bahwa pembangunan pendidikan di Kabupaten Pekalongan berjalan cukup baik karena kita punya target yaitu mengejar IPM kita yang 68,9 menjadi 71. Insya Allah ini bisa kita lakukan dengan berbagai gerakan termasuk gerakan KUDU Sekolah, kemudian ada aplikasi RODO Kajen yaitu aplikasi yang mendeteksi tentang siapa yang tidak sekolah, mengapa dan dimana. Itu ada semua,” paparnya.

Dewan Pendidikan Kabupaten Pekalongan periode 2019-2024 berasal dari berbagai unsur yaitu organisasi sosial kemasyarakatan, pakar pendidikan, pengusaha, tokoh masyarakat, akademisi, penyelenggara pendidikan, dan praktisi pendidikan. 

Mereka adalah H. Siswoyo, S.IP.,M.Si, kedudukan dalam Dewan Pendidikan sebagai Ketua, Narimo, S.Pd sebagai Sekretaris, H. Mohammad Asyir, S.Pd.,M.Si sebagai bendahara. Kemudian, Bidang Pertimbangan Pendidikan yakni Dr. H. Sabilal Rosyad, M.S.I dan, Nurkholis, MA.

Selanjutnya, Bidang Pendukung Penyelenggaraan Pendidikan yaitu M. Isbiq Syatho, M.S.I dan Mufit Bani Adam, S.Pd.,M.Pd. Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Pendidikan Dr. Hj. Sopiah, M.Ag dan Rumaenur, S.Pd.I. Dan Bidang Mediasi antara Eksekutif dan Legislatif dengan Masyarakat yakni Mardi Raharjo, S.Pd.I dan Hj. Bintan Islahyati, M.Pd.I. (didik/dinkominfo kab.pekalongan) 

 

KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melakukan pengecekan progres pembangunan Jembatan Kalikeruh yang terletak di Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. 
 
Tampak mendampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Hari Suminto, SH.MH, Kepala Bappeda dan Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si., Kepala DPU dan Taru Wahyu Kuncoro, ST. MT., Kepala Dinas Perkim LH Ir. Trinanto Agus Maryono dan Kabag Pembangunan Setda Abdul Choliq. 
 
"Pembangunan jembatan Kalikeruh tinggal menyisakan waktu satu setengah bulan lagi. Oleh karena itu kita lakukan pengecekan kesiapannya, dan sampai saat ini belum ada kendala, InsyaAllah tepat waktu," kata Bupati Asip, Selasa (5/11/2019).
 
Bupati Asip menjelaskan, untuk progres pembangunan jembatan penghubung antara Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Pemalang bagian atas tersebut sudah mencapai 50 persen.
 
"Tinggal dilakukan pemasangan perangkat bajanya, saya berharap agar pembangunan jembatan ini tepat waktu dengan kualitas yang lebih baik sehingga masyarakat lebih aman," ungkapnya.
 
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga jembatan. Selain itu, nantinya akan ada batas aman di sungai tersebut sejauh 1 kilometer untuk tidak dieksploitasi.
 
"Kita belajar dari pengalaman, jembatan roboh karena disekitar jembatan warga melakukan galian C, kali ini sejauh satu kilometer dari jembatan batu dan pasir tidak boleh diambil," jelasnya.
 
Asip juga mengungkapkan tidak hanya jembatan, jalan-jalan di sekitarnya juga akan di perbaiki. Pihaknya meminta masyarakat Kecamatan Kandangserang tidak usah khawatir karena Pemkab Pekalongan sudah punya perencanaan sehingga perbaikan ruas jalan akan tuntas.
 
"Kita sudah memperbaiki beberapa ruas di Kandangserang, namun masih ada spot-spot yang masih rusak, termasuk di bagian bawah, dalam minggu-minggu akan mulai ada pekerjaan jalan," tuturnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)