Pencarian Informasi

KAJEN – Kabupaten Pekalongan punya gawe besar, dimana selama dua hari berturut – turut yaitu 23 – 24 November 2016 digelar acara bertajuk Indonesia Forestry Summit “Membangun dari Hutan untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Hotel Santika Pekalongan. Kegiatan yang dihadiri oleh elemen masyarakat kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemprov Jawa Tengah, Praktisi Kehutanan, LSM, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan beserta jajaran SKPD yang membidangi kehutanan di Kabupaten Pekalongan  tersebut dibuka oleh Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, MSc.

 

Pada hari pertama perhelatan, dilangsungkan dialog dengan panelis diantaranya Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Anggota DPR-RI Budiman Sujatmiko, Guru Besar Manajemen Lingkungan Universitas Diponegoro Prof. Sudharto P Hadi, Ph.D, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Jateng, Bowo Suryoko, serta Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. M.Si.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan menjaga hutan alam Petungkriyono, yang merupakan salah satu kawasan hutan alam yang tersisa di Indonesia, dan satu – satunya paru – paru Pulau Jawa, untuk itu Asip sudah mengusulkan ke pusat perihal pelarangan penebangan pohon purba di hutan seluas 12.000 hektar tersebut. Selain itu Asip juga akan menggalakkan penanaman pohon di kawasan kosong di hutan Petungkriyono. Hal itu menurutnya sangat penting dilakukan sebagai upaya penjagaan dan pelestarian hutan dan harus dilaksanakan bersama- sama.

Asip juga menyatakan bahwa pengelolaan hutan alam Petungkriyono akan dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk kesejahteraan masyarakat, seperti yang selama ini telah berjalan, karena menurutnya hutan Petungkriyono menyimpan banyak potensi diantaranya pesona alamnya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi obyek wisata, dan penelitian. Oleh karena itu Asip menyatakan akan segera membuat kebijakan yang sesuai dengan situasi riil daerah, sehingga bisa mendukung pembangunan daerah sekaligus tetap melindungi kawasan hutan tetap hijau dan lestari.

Asip juga berpesan agar dalam mengelola dan menjaga hutan untuk kemaslahatan umat juga harus dilandasi dengan semangat religi, agar benar-benar tertanam di hati sehingga benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. “Perlu dukungan berbagai pihak, kementerian dan sejumlah pihak untuk bersama-sama berkomitmen menjaga kelestarian hutan Petungkriyono, dan dalam acara ini semuanya sudah mendukung, karena tidak bisa kalau Pemkab Pekalongan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Prov.Jateng mengungkapkan bahwa diperlukan langkah-langkah inovatif, dan ide-ide brilian yang langsung bisa dieksekusi dalam pengelolaan hutan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga membawa manfaat bagi masyarakat sekitarnya. “ Menteri akan melaunching Petungkriyono Forestry Park, sebagai tempat penelitian dan juga wisata hutan,” ungkapnya.

Pada bagian lain, San Afri Awang mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab. Pekalongan dalam menjaga keutuhan dan kelestarian hutan Petungkriyono, diantaranya dengan melarang penebangan pohon di hutan. San Afri juga berpesan agar kelestarian daerah – daerah dataran tinggi dijaga, karena tempat ini merupakan sumber air bersih.

Hari kedua perhelatan diteruskan dengan kegiatan field trip, yang diikuti oleh para tamu yang hadir pada saat pembukaan, Muspida, dan perwakilan SKPD terkait, dengan rangkaian acara penanaman pohon di obyek wisata Curug Bajing sebagai bentuk tindakan nyata pelestarian lingkungan, serta penandatanganan Komunike Petungkriyono untuk penyelamatan hutan dan kemanusiaan oleh pemerintah, peneliti, pecinta hutan, pemerhati lingkungan hidup yang diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan atau rekomendasi bagi semua pihak dan pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan. 

Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan

Publisher : arif.kominfo