PBB Kabupaten Pekalongan Akan Dimaksimalkan

PBB Kabupaten Pekalongan Akan Dimaksimalkan

KAJEN - Salah satu intensifikasi pendapatan hasil daerah Kabupaten Pekalongan adalah bagaimana mendinamisir PBB. Hal ini diungkapkan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam acara penyerahan hadiah pemenang lomba cepat tepat Pelunasan Pajak Bumi Daerah (PBB) dan Bangunan, Rabu (02/09) di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.

Bupati menjelaskan ada dua hal mendasar yang perlu dikaji, pertama adalah mengenai data, data-data harus dilakukan sinkronisasi, yang kedua yaitu piutang PBB yang masih 10 milyar lebih yang harus dicari solusinya agar cepat selesai.

Yang paling penting menurut Bupati, dalam kondisi Covid 19 ini harus hati-hati untuk melakukan penarikan, satu sisi sumber pembiayaan utama adalah dari PAD  kemudian sisi lain dalam situasi yang krisis seperti saat ini tinggal nanti Pemkab melihat pertumbuhan ekonomi kuartal ke selanjutnya.

Pada kuartal pertama kemarin masih positif, kemudian kuartal kedua sudah minus 5,8 jadi tinggal dilihat kuartal ketiga yang akan dihitung mulai bulan Oktober atau September. Kalau Oktober nanti asumsi pertumbuhan ekonomi masih minus berarti negara ini memasuki era yang krisis namun ini biasa saja dan bukan hanya diukur dari perkembangan aspek pertumbuhan lingkungan, juga dari aspek lain.

Karena situasi seperti itu maka pajak PBB yang dulu merupakan kewajiban sekarang menjadi kebutuhan. “ Jadi dua pihak harus saling pengertian, yang paling penting bagaimana melakukan edukasi, saya minta bantuan Pak Camat, Pak Kades agar warganya ada inovasi, ‘ pintanya.

Dikatakan pula ujung tombak penerimaan PBB ada di desa sehingga dalam hal ini peran camat menjadi penting. Mengingat kondisi masyarakat sekarang yang berbeda dengan masyarakat dulu, bupati menegaskan pendekatannya harus diubah supaya kebih humanis.  “ Hal-hal yang bersifat kemanusiaan harus ditonjolkan dengan pendekatan-pendekatan yang lebih penting supaya lebih efektif, bisa dilakukan sosialisasi bahwa PBB kewajiban bersama karena berasal dari pajak, nanti bentuk feedback ke desa adalah ADD, hal itu jelas efek dari PBB dan efeknya ke desa jelas, “ paparnya

Terkait PBB, Bupati menyampaikan saat ini di desa-desa sedang digerakkan supaya targetnya memenuhi. Harapannya target 10 milyar bisa tercapai dan nantinya bisa naik menjadi 13 milyar. (Ela Nurfadhila)