Admin
Jumat, 19 November 2021


KAJEN – Dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana alam di Kabupaten dan Kota Pekalongan, leading sector yang terdiri atas semua unsur forkopimda, gelar Apel Kesiapsiagaan pada hari ini, Jumat (19/11/2021) di Lapangan Mataram Kota Pekalongan.
Apel Kesiapsiagaan Bencana tersebut, dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si., Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan.
Dalam acara tersebut, mewakili Bupati Pekalongan yang berhalangan hadir, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si., mengatakan bahwa apel kesiapsiagaan yang digelar oleh leading sektor antar kota dan kabupaten Pekalongan tersebut dilaksanakan dalam rangka melakukan koordinasi untuk mengecek seberapa jauh kesiapan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.
Menurut PJ Sekda, acara tersebut diinisiasi oleh Kodim 0710 Pekalongan yang mengajak seluruh forkopimda untuk bersama-sama bersinergi menyatukan kekuatan guna lebih cepat mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya bencana alam.
‘’Prinsip dari semua sisi itu siap dikerahkan untuk penanganan bencana secepat dan sedini mungkin termasuk adalah dari sisi early warning sistemnya atau peringatan dininya, apakah itu banjir, rob, tanah longsor maupun puting beliung yang sebenarnya bencana alam ini bisa diprediksi daerah mana yang rawan, daerah mana yang miss. Ini sudah kita petakan semuanya.,’’ kata PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa.
Selanjutnya, PJ Sekda menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pemetaan titik-titik lokasi yang berpotensi terjadi bencana alam. Menurutnya, untuk daerah yang rawan longsor ada di daerah atas seperti Kandangserang, Lebakbarang, Paninggaran dan Petungkriyono. Adapun untuk daerah yang rawan banjir dan rob ada di daerah pesisir seperti Siwalan, Wonokerto dan Tirto.
‘’Dan pemetaan itu tentunya akan kami jadikan dasar untuk mengambil kebijakan. Baik itu dari sisi pemukiman untuk penduduk yang kira-kira rawan, tentu kedepan harapannya tidak diijinkan untuk didirikan pemukiman baru,’’ ucapnya.
Adapun untuk bencana banjir dan rob yang berpotensi akan terjadi di perbatasan kota dan kabupaten Pekalongan, semua unsur baik dari TNI, Polri dan BNPB siap digerakan apabila nanti terjadi kembali bencana tersebut. Dan Ia juga berharap seluruh masyarakat juga bisa ikut berperan aktif dalam rangka upaya antisipasi tersebut.
‘’Untuk daerah pesisir tentunya berpotensi rob dan banjir. Ini kebetulan yang daerah pesisir berbatasan dengan daerah kota dan kabupaten Pekalongan. Sehingga ini langkah yang bagus untuk kerjasama penanganan termasuk kesiapsiagaan yang berkaitan seperti bendung dan rehabilitasi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)