Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mendorong 10 pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik untuk segera meningkatkan daya juang, kinerja, dan sinergi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan usai pelantikan 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Senin (28/9/2026).
Sukirman mengatakan, pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja perangkat daerah sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Alhamdulillah kita sudah melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama dengan berbagai bidang. Kita akan terus mendorong daya juang dan daya kerja mereka serta meningkatkan kinerja di masing-masing perangkat daerah,” ujarnya.
Menurutnya, para pejabat yang baru dilantik perlu segera membangun koordinasi dan sinergi dengan seluruh perangkat daerah. Hal ini penting karena pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan memiliki keterkaitan antarsektor sehingga tidak dapat berjalan secara sendiri-sendiri.
“Ini menjadi gerak kesatuan dalam rangka mempersiapkan APBD Tahun Anggaran 2027 dan kemudian bersinergi dengan seluruh perangkat daerah yang ada. Berbagai bidang pasti saling terkait dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Terkait target 100 hari kerja bagi pejabat yang baru dilantik, Sukirman menjelaskan bahwa arah program kerja perangkat daerah pada dasarnya telah dirumuskan dalam proses penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, program kerja masing-masing perangkat daerah yang telah masuk dalam perencanaan perlu segera direalisasikan mengingat waktu menuju tahun anggaran 2027 semakin dekat.
“Kalau soal target 100 hari, sebenarnya Sekda sudah merumuskan terkait APBD 2027. Di dalamnya sudah tercantum program kerja masing-masing perangkat daerah, tinggal merealisasikan saja karena waktunya sudah semakin dekat,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kinerja perangkat daerah akan dilakukan secara bertahap mulai September hingga Desember 2026. Dengan demikian, memasuki Januari 2027 berbagai program yang telah direncanakan diharapkan sudah dapat berjalan.
“Sekarang sudah bulan September, kemudian Oktober, November, Desember pasti akan dilakukan evaluasi, dan Januari sudah harus running,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sukirman mengungkapkan terdapat tujuh perangkat daerah yang menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus didorong dalam penyelesaian berbagai persoalan dan peningkatan pelayanan.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan bidang olahraga, kesehatan, Perijinan, Pemberdayaan Perempuan, Koperasi UMKM, kesatuan bangsa dan politik, serta kearsipan dan perpustakaan.
“Bukan beberapa, tetapi ada tujuh perangkat daerah yang akan kita dorong untuk meningkatkan penyelesaian berbagai problem yang ada. Selama ini menjadi perhatian kita,” ungkapnya.
Ia berharap perangkat daerah yang menjadi perhatian tersebut dapat segera melakukan pembenahan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Mengenai proses seleksi pejabat pimpinan tinggi pratama, Sukirman menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak membedakan latar belakang asal institusi calon pejabat, termasuk apakah berasal dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun bukan.
Menurutnya, aspek utama yang menjadi pertimbangan adalah hasil seleksi serta kemampuan dan kinerja yang ditunjukkan secara objektif.
“Kita tidak melihat apakah berasal dari IPDN ataupun bukan. Yang penting adalah hasil seleksi dan kinerja secara objektif berdasarkan apa yang sudah dilakukan di lapangan,” jelasnya.
Sukirman juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kita ingin agar seragam ini juga melekat pada jiwa mereka bahwa jabatan ini bukan sesuatu yang kecil. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan,” ujarnya.
Sukirman menyampaikan apresiasi terhadap seluruh proses yang telah dilalui hingga pelantikan. Ia berharap 10 pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut dapat segera bekerja, membangun sinergi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Pekalongan.
“Saya bangga dengan proses yang sudah dilakukan. Mereka sudah melalui berbagai tahapan dan proses seleksi. Harapannya, setelah dilantik, mereka bisa segera bekerja, bersinergi, dan memberikan kinerja terbaik untuk Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Senin, 28 September 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperluas perlindungan sosial bagi para pekerja rentan. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi pemerintah daerah dengan Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai kegiatan Penyaluran Bantuan Modal Usaha Bagi Pelaku Usaha Kecilbdi Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Senin (28/9/2026).
Sukirman menyampaikan, perhatian terhadap pelaku usaha kecil dan mikro menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui pemberian bantuan modal usaha kepada 200 unit usaha.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Baznas dan BPJS terus memperhatikan perkembangan unit-unit usaha kecil dan mikro di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui pemberian bantuan modal usaha bagi 200 unit usaha kecil,” ujarnya.
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp500 ribu. Menurut Sukirman, nominal tersebut masih dapat dikembangkan ke depan sehingga dukungan yang diberikan kepada pelaku usaha semakin optimal.
“Memang nominal tersebut masih perlu kita dorong agar ke depan bisa lebih besar. Namun, insyaallah bantuan ini membawa keberkahan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan usaha masyarakat yang saat ini sudah berjalan,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya memberikan perhatian terhadap sektor ekonomi masyarakat. Fasilitasi di bidang kesehatan dan pendidikan juga tetap menjadi prioritas Pemkab Pekalongan.
Di sisi lain, penguatan usaha mikro dan kecil akan terus didorong agar mampu berkembang dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Unit-unit usaha kecil dan mikro juga akan terus kita dorong agar semakin berkembang dan meningkat. Pemerintah akan berupaya memberikan dukungan dan fasilitasi agar usaha masyarakat bisa semakin kuat,” ungkapnya.
Selain penguatan UMKM, Pemkab Pekalongan juga terus berupaya memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan. Program tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang bekerja pada sektor informal.
Sukirman menyebut sejumlah kelompok pekerja yang menjadi perhatian, di antaranya nelayan, marbot, pengemudi ojek, pedagang pasar, tukang panggul, serta kelompok pekerja lainnya.
“Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan juga menjadi salah satu prioritas yang terus kita upayakan bersama BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Menurutnya, perluasan kepesertaan akan dilakukan melalui proses inventarisasi sehingga bantuan perlindungan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada kelompok pekerja yang membutuhkan.
“Kita akan terus berupaya agar perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan ini dapat semakin berkembang dan menjangkau masyarakat pekerja yang memang membutuhkan,” pungkasnya. (RKS/Jdo)
Minggu, 27 September 2026
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mendorong pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat karakter, akhlak, dan pemahaman keislaman peserta didik.
Hal tersebut disampaikan H. Sukirman saat membuka acara serta memberikan motivasi kepada peserta MAPSI di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, antusiasme para peserta didik dalam mengikuti MAPSI menjadi hal yang positif. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus memperdalam pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
“Luar biasa antusiasme anak-anak SD kita. Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini tentu menjadi bagian dari upaya kita untuk semakin mendorong pembentukan karakter, budi pekerti, akhlak, akidah, dan nilai-nilai positif lainnya pada anak-anak kita,” ujar Sukirman.
Ia menambahkan, MAPSI juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap akidah keislaman, mata pelajaran keislaman, serta berbagai pengetahuan dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Karena itu, Sukirman berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia berharap dari kegiatan tersebut dapat lahir bibit-bibit unggul yang memiliki kemampuan di bidang pendidikan keislaman sekaligus karakter yang kuat.
“Saya mengucapkan selamat bertanding dan semoga kegiatan ini menghasilkan bibit-bibit unggul yang semakin baik dalam mempelajari pendidikan karakter maupun pendidikan keislaman,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman berharap prestasi para peserta MAPSI Kabupaten Pekalongan dapat terus berkembang hingga mampu bersaing di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia menyebut, Kabupaten Pekalongan selama ini terus berupaya mempertahankan capaian prestasi di tingkat Jawa Tengah.
“Harapannya, akan semakin banyak prestasi yang dapat diraih dan nantinya bisa mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Selama ini Kabupaten Pekalongan juga terus berupaya mempertahankan prestasi dan berada di jajaran lima besar, sepuluh besar, dan seterusnya di tingkat Jawa Tengah dari tahun ke tahun,” ungkapnya.
Sukirman pun memberikan semangat kepada seluruh peserta agar menjadikan MAPSI sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan prestasi.
Ia berharap generasi muda Kabupaten Pekalongan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan pemahaman keislaman yang baik sebagai bekal dalam menghadapi masa depan.
Sabtu, 26 September 2026
BOJONG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. memberikan semangat kepada para peserta dan anggota Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kabupaten Pekalongan untuk tampil maksimal dalam ajang kompetisi yang diikuti.
Hal tersebut disampaikan H. Sukirman saat memberikan sambutan di Halaman Kantor Kecamatan Bojong, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, H. Sukirman menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas semangat para peserta KJNI yang tetap aktif serta turut memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Saya sungguh bersyukur karena Bapak-Ibu sekalian masih mempunyai semangat yang luar biasa untuk memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Ia selanjutnya berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaik. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk berprestasi, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Pekalongan dan Jawa Tengah.
“Saya mengucapkan selamat bertanding, selamat berkompetisi. Tunjukkan performa yang terbaik. Bawalah nama baik Kabupaten Pekalongan dan juga Jawa Tengah,” pesannya.
H. Sukirman juga meminta para peserta tidak merasa minder ketika berhadapan dengan kontingen dari daerah lain. Ia menekankan pentingnya fokus pada penampilan dan memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan.
“Tidak usah berpikir apa-apa, yang penting tampil dan tunjukkan performa terbaik. Jangan minder dengan kontingen lain. Insyaallah kita semua bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Lebih lanjut, H. Sukirman mengapresiasi semangat peserta lintas usia yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyoroti salah satu peserta yang telah berusia 84 tahun, yakni Pak Suwarto.
“Bahkan ada yang sudah berusia 84 tahun, Pak Suwarto. Luar biasa. Yang masih lebih muda mari kita bersama-sama menjaga beliau supaya tetap sehat,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan menjadi hal yang patut diapresiasi. Ia berharap seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Menutup sambutannya, H. Sukirman kembali memberikan motivasi kepada peserta agar berjuang dengan penuh optimisme serta membawa hasil terbaik bagi Kabupaten Pekalongan.
“Sekali lagi, selamat berjuang dan selamat bertanding. Ini momentum yang sangat luar biasa bagi KJNI Kabupaten Pekalongan. Semoga setelah kembali dari sana kita membawa kabar juara,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta diberikan kesehatan, kelancaran, serta kekuatan lahir dan batin selama mengikuti rangkaian kompetisi.
Sabtu, 26 September 2026
KEDUNGWUNI – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang digelar di Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi FPBI bersama berbagai unsur masyarakat tersebut dinilai menjadi bentuk kolaborasi dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengatakan, kegiatan pasar murah tersebut tidak hanya menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan sejumlah pelayanan sosial secara gratis.
“Ini merupakan pasar murah yang diinisiasi oleh FPBI beserta seluruh timnya, dengan melibatkan masyarakat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat Kedungwuni, Ormas Barakuda, serta sejumlah pihak lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini menjadi salah satu upaya kita untuk menggerakkan perekonomian sekaligus memfasilitasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Selain pasar murah, masyarakat juga mendapatkan berbagai layanan gratis yang tersedia dalam sejumlah gerai. Di antaranya potong rambut gratis, refleksi atau pijat gratis, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Sukirman menilai, keberadaan berbagai layanan tersebut membuat kegiatan pasar murah tidak sekadar menjadi aktivitas transaksi kebutuhan pokok, tetapi berkembang menjadi kegiatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
“Ini menjadi satu kesatuan gerai pelayanan masyarakat yang sangat luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mengembangkan program-program pelayanan masyarakat yang telah berjalan.
Menurutnya, kolaborasi berbagai unsur dalam kegiatan tersebut dapat menjadi model yang diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Pekalongan.
“Kegiatan ini menginspirasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mengembangkan dan mengintegrasikannya dengan program-program yang sudah ada. Ini dapat menjadi role model yang nantinya kita praktikkan di kecamatan-kecamatan lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai stakeholder menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Sukirman berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Tentu kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini semakin semarak di berbagai daerah di Kabupaten Pekalongan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” pungkasnya.
Sabtu, 26 September 2026
WIRADESA – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong penguatan sektor pertanian melalui organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat membuka Rembuk Paripurna KTNA Kabupaten Pekalongan di Hall Room Hotel Merlin Wiradesa, Sabtu (26/9/2026).
Sukirman mengatakan, Rembuk Paripurna KTNA merupakan forum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja dan rekomendasi, sekaligus memilih kepengurusan baru.
“Rembuk Paripurna ini merupakan semacam reorganisasi atau musyawarah. Ada beberapa hal yang dilakukan, yaitu memberikan evaluasi kepada organisasi, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih kepengurusan yang baru,” ujar Sukirman.
Menurutnya, semangat para petani untuk berkumpul, berserikat dan membentuk organisasi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian. KTNA diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi sekaligus merespons berbagai program pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun Kabupaten Pekalongan.
“Ini luar biasa. Semangat para petani untuk berkumpul, berserikat, membentuk organisasi menjadi penting untuk merespons situasi dan berbagai program pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten,” katanya.
Sukirman menegaskan, keberadaan KTNA diharapkan mampu turut memperkuat basis pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai produk unggulan pertanian serta terobosan-terobosan di sektor pertanian.
Salah satu hal yang saat ini menjadi perhatian Pemkab Pekalongan, lanjutnya, adalah finalisasi terkait lahan pertanian pangan berkelanjutan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain penguatan sektor pertanian, Sukirman juga menekankan pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, kepengurusan KTNA yang baru diharapkan mampu merangkul generasi muda agar memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap dunia pertanian.
“Kita berharap nanti kepengurusan KTNA yang baru dapat merangkul generasi muda untuk kemudian mencintai pertanian dan memahami pertanian, minimal keluarganya terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia menilai pengalaman para petani senior merupakan sumber pengetahuan yang sangat berharga bagi generasi muda. Selain pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan formal, pengalaman di lapangan maupun pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting dalam proses regenerasi.
“Memang teori bisa didapat dari bangku perkuliahan. Tetapi pengalaman para senior, pengalaman di lapangan, pengalaman dalam organisasi dan seterusnya menjadi ilmu yang sangat penting untuk regenerasi atau generasi muda,” jelasnya.
Karena itu, para petani senior diharapkan tidak hanya menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap pertanian.
“Yang tidak kalah penting adalah memotivasi mereka agar mempunyai kepedulian dan mau melanjutkan kiprah para senior untuk melanjutkan di bidang pertanian,” pungkas Sukirman.
Sabtu, 26 September 2026
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mendorong 10 pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik untuk segera meningkatkan daya juang, kinerja, dan sinergi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan usai pelantikan 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Senin (28/9/2026).
Sukirman mengatakan, pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja perangkat daerah sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Alhamdulillah kita sudah melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama dengan berbagai bidang. Kita akan terus mendorong daya juang dan daya kerja mereka serta meningkatkan kinerja di masing-masing perangkat daerah,” ujarnya.
Menurutnya, para pejabat yang baru dilantik perlu segera membangun koordinasi dan sinergi dengan seluruh perangkat daerah. Hal ini penting karena pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan memiliki keterkaitan antarsektor sehingga tidak dapat berjalan secara sendiri-sendiri.
“Ini menjadi gerak kesatuan dalam rangka mempersiapkan APBD Tahun Anggaran 2027 dan kemudian bersinergi dengan seluruh perangkat daerah yang ada. Berbagai bidang pasti saling terkait dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Terkait target 100 hari kerja bagi pejabat yang baru dilantik, Sukirman menjelaskan bahwa arah program kerja perangkat daerah pada dasarnya telah dirumuskan dalam proses penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, program kerja masing-masing perangkat daerah yang telah masuk dalam perencanaan perlu segera direalisasikan mengingat waktu menuju tahun anggaran 2027 semakin dekat.
“Kalau soal target 100 hari, sebenarnya Sekda sudah merumuskan terkait APBD 2027. Di dalamnya sudah tercantum program kerja masing-masing perangkat daerah, tinggal merealisasikan saja karena waktunya sudah semakin dekat,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kinerja perangkat daerah akan dilakukan secara bertahap mulai September hingga Desember 2026. Dengan demikian, memasuki Januari 2027 berbagai program yang telah direncanakan diharapkan sudah dapat berjalan.
“Sekarang sudah bulan September, kemudian Oktober, November, Desember pasti akan dilakukan evaluasi, dan Januari sudah harus running,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sukirman mengungkapkan terdapat tujuh perangkat daerah yang menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus didorong dalam penyelesaian berbagai persoalan dan peningkatan pelayanan.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan bidang olahraga, kesehatan, Perijinan, Pemberdayaan Perempuan, Koperasi UMKM, kesatuan bangsa dan politik, serta kearsipan dan perpustakaan.
“Bukan beberapa, tetapi ada tujuh perangkat daerah yang akan kita dorong untuk meningkatkan penyelesaian berbagai problem yang ada. Selama ini menjadi perhatian kita,” ungkapnya.
Ia berharap perangkat daerah yang menjadi perhatian tersebut dapat segera melakukan pembenahan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Mengenai proses seleksi pejabat pimpinan tinggi pratama, Sukirman menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak membedakan latar belakang asal institusi calon pejabat, termasuk apakah berasal dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun bukan.
Menurutnya, aspek utama yang menjadi pertimbangan adalah hasil seleksi serta kemampuan dan kinerja yang ditunjukkan secara objektif.
“Kita tidak melihat apakah berasal dari IPDN ataupun bukan. Yang penting adalah hasil seleksi dan kinerja secara objektif berdasarkan apa yang sudah dilakukan di lapangan,” jelasnya.
Sukirman juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kita ingin agar seragam ini juga melekat pada jiwa mereka bahwa jabatan ini bukan sesuatu yang kecil. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan,” ujarnya.
Sukirman menyampaikan apresiasi terhadap seluruh proses yang telah dilalui hingga pelantikan. Ia berharap 10 pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut dapat segera bekerja, membangun sinergi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Pekalongan.
“Saya bangga dengan proses yang sudah dilakukan. Mereka sudah melalui berbagai tahapan dan proses seleksi. Harapannya, setelah dilantik, mereka bisa segera bekerja, bersinergi, dan memberikan kinerja terbaik untuk Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Senin, 28 September 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperluas perlindungan sosial bagi para pekerja rentan. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi pemerintah daerah dengan Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai kegiatan Penyaluran Bantuan Modal Usaha Bagi Pelaku Usaha Kecilbdi Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Senin (28/9/2026).
Sukirman menyampaikan, perhatian terhadap pelaku usaha kecil dan mikro menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui pemberian bantuan modal usaha kepada 200 unit usaha.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Baznas dan BPJS terus memperhatikan perkembangan unit-unit usaha kecil dan mikro di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui pemberian bantuan modal usaha bagi 200 unit usaha kecil,” ujarnya.
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp500 ribu. Menurut Sukirman, nominal tersebut masih dapat dikembangkan ke depan sehingga dukungan yang diberikan kepada pelaku usaha semakin optimal.
“Memang nominal tersebut masih perlu kita dorong agar ke depan bisa lebih besar. Namun, insyaallah bantuan ini membawa keberkahan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan usaha masyarakat yang saat ini sudah berjalan,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya memberikan perhatian terhadap sektor ekonomi masyarakat. Fasilitasi di bidang kesehatan dan pendidikan juga tetap menjadi prioritas Pemkab Pekalongan.
Di sisi lain, penguatan usaha mikro dan kecil akan terus didorong agar mampu berkembang dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Unit-unit usaha kecil dan mikro juga akan terus kita dorong agar semakin berkembang dan meningkat. Pemerintah akan berupaya memberikan dukungan dan fasilitasi agar usaha masyarakat bisa semakin kuat,” ungkapnya.
Selain penguatan UMKM, Pemkab Pekalongan juga terus berupaya memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan. Program tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang bekerja pada sektor informal.
Sukirman menyebut sejumlah kelompok pekerja yang menjadi perhatian, di antaranya nelayan, marbot, pengemudi ojek, pedagang pasar, tukang panggul, serta kelompok pekerja lainnya.
“Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan juga menjadi salah satu prioritas yang terus kita upayakan bersama BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Menurutnya, perluasan kepesertaan akan dilakukan melalui proses inventarisasi sehingga bantuan perlindungan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada kelompok pekerja yang membutuhkan.
“Kita akan terus berupaya agar perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan ini dapat semakin berkembang dan menjangkau masyarakat pekerja yang memang membutuhkan,” pungkasnya. (RKS/Jdo)
Minggu, 27 September 2026
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mendorong pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat karakter, akhlak, dan pemahaman keislaman peserta didik.
Hal tersebut disampaikan H. Sukirman saat membuka acara serta memberikan motivasi kepada peserta MAPSI di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, antusiasme para peserta didik dalam mengikuti MAPSI menjadi hal yang positif. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus memperdalam pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
“Luar biasa antusiasme anak-anak SD kita. Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini tentu menjadi bagian dari upaya kita untuk semakin mendorong pembentukan karakter, budi pekerti, akhlak, akidah, dan nilai-nilai positif lainnya pada anak-anak kita,” ujar Sukirman.
Ia menambahkan, MAPSI juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap akidah keislaman, mata pelajaran keislaman, serta berbagai pengetahuan dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Karena itu, Sukirman berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia berharap dari kegiatan tersebut dapat lahir bibit-bibit unggul yang memiliki kemampuan di bidang pendidikan keislaman sekaligus karakter yang kuat.
“Saya mengucapkan selamat bertanding dan semoga kegiatan ini menghasilkan bibit-bibit unggul yang semakin baik dalam mempelajari pendidikan karakter maupun pendidikan keislaman,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman berharap prestasi para peserta MAPSI Kabupaten Pekalongan dapat terus berkembang hingga mampu bersaing di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia menyebut, Kabupaten Pekalongan selama ini terus berupaya mempertahankan capaian prestasi di tingkat Jawa Tengah.
“Harapannya, akan semakin banyak prestasi yang dapat diraih dan nantinya bisa mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Selama ini Kabupaten Pekalongan juga terus berupaya mempertahankan prestasi dan berada di jajaran lima besar, sepuluh besar, dan seterusnya di tingkat Jawa Tengah dari tahun ke tahun,” ungkapnya.
Sukirman pun memberikan semangat kepada seluruh peserta agar menjadikan MAPSI sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan prestasi.
Ia berharap generasi muda Kabupaten Pekalongan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan pemahaman keislaman yang baik sebagai bekal dalam menghadapi masa depan.
Sabtu, 26 September 2026
BOJONG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. memberikan semangat kepada para peserta dan anggota Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kabupaten Pekalongan untuk tampil maksimal dalam ajang kompetisi yang diikuti.
Hal tersebut disampaikan H. Sukirman saat memberikan sambutan di Halaman Kantor Kecamatan Bojong, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, H. Sukirman menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas semangat para peserta KJNI yang tetap aktif serta turut memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Saya sungguh bersyukur karena Bapak-Ibu sekalian masih mempunyai semangat yang luar biasa untuk memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Ia selanjutnya berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaik. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk berprestasi, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Pekalongan dan Jawa Tengah.
“Saya mengucapkan selamat bertanding, selamat berkompetisi. Tunjukkan performa yang terbaik. Bawalah nama baik Kabupaten Pekalongan dan juga Jawa Tengah,” pesannya.
H. Sukirman juga meminta para peserta tidak merasa minder ketika berhadapan dengan kontingen dari daerah lain. Ia menekankan pentingnya fokus pada penampilan dan memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan.
“Tidak usah berpikir apa-apa, yang penting tampil dan tunjukkan performa terbaik. Jangan minder dengan kontingen lain. Insyaallah kita semua bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Lebih lanjut, H. Sukirman mengapresiasi semangat peserta lintas usia yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyoroti salah satu peserta yang telah berusia 84 tahun, yakni Pak Suwarto.
“Bahkan ada yang sudah berusia 84 tahun, Pak Suwarto. Luar biasa. Yang masih lebih muda mari kita bersama-sama menjaga beliau supaya tetap sehat,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan menjadi hal yang patut diapresiasi. Ia berharap seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Menutup sambutannya, H. Sukirman kembali memberikan motivasi kepada peserta agar berjuang dengan penuh optimisme serta membawa hasil terbaik bagi Kabupaten Pekalongan.
“Sekali lagi, selamat berjuang dan selamat bertanding. Ini momentum yang sangat luar biasa bagi KJNI Kabupaten Pekalongan. Semoga setelah kembali dari sana kita membawa kabar juara,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta diberikan kesehatan, kelancaran, serta kekuatan lahir dan batin selama mengikuti rangkaian kompetisi.
Sabtu, 26 September 2026
KEDUNGWUNI – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang digelar di Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi FPBI bersama berbagai unsur masyarakat tersebut dinilai menjadi bentuk kolaborasi dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengatakan, kegiatan pasar murah tersebut tidak hanya menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan sejumlah pelayanan sosial secara gratis.
“Ini merupakan pasar murah yang diinisiasi oleh FPBI beserta seluruh timnya, dengan melibatkan masyarakat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat Kedungwuni, Ormas Barakuda, serta sejumlah pihak lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini menjadi salah satu upaya kita untuk menggerakkan perekonomian sekaligus memfasilitasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Selain pasar murah, masyarakat juga mendapatkan berbagai layanan gratis yang tersedia dalam sejumlah gerai. Di antaranya potong rambut gratis, refleksi atau pijat gratis, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Sukirman menilai, keberadaan berbagai layanan tersebut membuat kegiatan pasar murah tidak sekadar menjadi aktivitas transaksi kebutuhan pokok, tetapi berkembang menjadi kegiatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
“Ini menjadi satu kesatuan gerai pelayanan masyarakat yang sangat luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mengembangkan program-program pelayanan masyarakat yang telah berjalan.
Menurutnya, kolaborasi berbagai unsur dalam kegiatan tersebut dapat menjadi model yang diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Pekalongan.
“Kegiatan ini menginspirasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mengembangkan dan mengintegrasikannya dengan program-program yang sudah ada. Ini dapat menjadi role model yang nantinya kita praktikkan di kecamatan-kecamatan lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai stakeholder menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Sukirman berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Tentu kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini semakin semarak di berbagai daerah di Kabupaten Pekalongan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” pungkasnya.
Sabtu, 26 September 2026
WIRADESA – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong penguatan sektor pertanian melalui organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat membuka Rembuk Paripurna KTNA Kabupaten Pekalongan di Hall Room Hotel Merlin Wiradesa, Sabtu (26/9/2026).
Sukirman mengatakan, Rembuk Paripurna KTNA merupakan forum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja dan rekomendasi, sekaligus memilih kepengurusan baru.
“Rembuk Paripurna ini merupakan semacam reorganisasi atau musyawarah. Ada beberapa hal yang dilakukan, yaitu memberikan evaluasi kepada organisasi, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih kepengurusan yang baru,” ujar Sukirman.
Menurutnya, semangat para petani untuk berkumpul, berserikat dan membentuk organisasi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian. KTNA diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi sekaligus merespons berbagai program pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun Kabupaten Pekalongan.
“Ini luar biasa. Semangat para petani untuk berkumpul, berserikat, membentuk organisasi menjadi penting untuk merespons situasi dan berbagai program pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten,” katanya.
Sukirman menegaskan, keberadaan KTNA diharapkan mampu turut memperkuat basis pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai produk unggulan pertanian serta terobosan-terobosan di sektor pertanian.
Salah satu hal yang saat ini menjadi perhatian Pemkab Pekalongan, lanjutnya, adalah finalisasi terkait lahan pertanian pangan berkelanjutan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain penguatan sektor pertanian, Sukirman juga menekankan pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, kepengurusan KTNA yang baru diharapkan mampu merangkul generasi muda agar memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap dunia pertanian.
“Kita berharap nanti kepengurusan KTNA yang baru dapat merangkul generasi muda untuk kemudian mencintai pertanian dan memahami pertanian, minimal keluarganya terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia menilai pengalaman para petani senior merupakan sumber pengetahuan yang sangat berharga bagi generasi muda. Selain pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan formal, pengalaman di lapangan maupun pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting dalam proses regenerasi.
“Memang teori bisa didapat dari bangku perkuliahan. Tetapi pengalaman para senior, pengalaman di lapangan, pengalaman dalam organisasi dan seterusnya menjadi ilmu yang sangat penting untuk regenerasi atau generasi muda,” jelasnya.
Karena itu, para petani senior diharapkan tidak hanya menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap pertanian.
“Yang tidak kalah penting adalah memotivasi mereka agar mempunyai kepedulian dan mau melanjutkan kiprah para senior untuk melanjutkan di bidang pertanian,” pungkas Sukirman.
Sabtu, 26 September 2026