Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
KARANGANYAR - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, merespons positif berdirinya Majelis Taklim Asy Sya’roni di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar. Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan di tengah masyarakat memiliki peran strategis, terutama dalam memberikan penguatan akhlak ketika masyarakat menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Majelis taklim dan zikir dalam rangka Maulid Nabi Muhammad di Pendopo Yayasan Buya Sam’ani Sya’roni, Jumat (4/9/2026). Menurut Sukirman Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pengetahuan agama. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus ruang pembentukan karakter masyarakat.
”Pemkab Pekalongan bersyukur, karena satu lagi majelis taklim Asy Sa’roni mencoba memulai Langkah baru dalam memberikan pelayanan Pendidikan keagamaan khusunya bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Targetnya terus untuk memberikan keseimbangan moral masyarakat ditengah perkembangan zaman,” terangnya.
Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim Asy Sya’roni, KH. Sam’ani Sya’roni, mengatakan majelis tersebut didirikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan syiar agama bagi masyarakat di wilayah atas Kabupaten Pekalongan.
Sasarannya tidak terbatas pada kelompok tertentu. Majelis ini membuka ruang bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah selatan Kota Santri, untuk mendapatkan akses terhadap ilmu keagamaan dan kajian Islam.
Menurut Sam’ani Sya’roni, tantangan dakwah saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri ketika tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang memadai.
“Perkembangan ilmu keagamaan harus bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Persoalan utamanya adalah bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk memilah informasi, membangun sikap kritis, dan tetap berpijak pada nilai agama serta akhlak.
Di tengah kondisi tersebut, majelis taklim dapat mengambil peran sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kajian keislaman tidak hanya menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun ketahanan moral masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Limbangan. Lurah Limbangan, Rendi Subiyanto, menyambut baik kehadiran Majelis Taklim Asy Sya’roni di lingkungan desanya. Ia berharap keberadaan majelis tersebut membuat masyarakat semakin mudah mengakses ilmu agama dan mengikuti kajian Islam tanpa harus mencari tempat yang jauh.
Harapan itu sekaligus menegaskan bahwa penguatan kehidupan keagamaan bukan semata tanggung jawab lembaga pendidikan formal maupun pemerintah. Masyarakat juga membutuhkan ruang-ruang belajar yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.
Jumat, 4 September 2026
SRAGI – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan indeks pertanaman guna memperkuat produksi pangan nasional sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare yang dilaksanakan secara serentak di 20 provinsi, Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berada di Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026).
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang, Raden Hermawan, mengatakan Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam gerakan tanam serempak tersebut.
“Program gerakan tanam serempak 70.000 hektare ini dilaksanakan secara serentak di 27 provinsi. Untuk Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu lokasi pilot project,” ujar Raden Hermawan.
Menurutnya, gerakan tanam serempak merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Peningkatan frekuensi tanam diharapkan dapat mendongkrak produktivitas lahan sekaligus menjaga ketersediaan pangan nasional.
Dukungan pemerintah pusat juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan Kementerian Pertanian dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Pekalongan. Dukungan ini sangat membantu dalam upaya meningkatkan indeks pertanaman,” kata Yudi.
Ia menambahkan, dampak program tersebut mulai terlihat di tingkat desa. Di Desa Sumub Lor, indeks pertanaman saat ini telah mencapai tiga kali tanam dalam setahun yang sebenarnya hanya satu kali tanam.
“Di Desa Sumub Lor sekarang sudah mencapai tiga kali tanam, dengan luasan sekitar 100 hektare per tahun,” jelasnya.
Ditambahkan, Peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu strategi penting dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian. Dengan pola tanam yang lebih intensif dan dukungan teknologi serta pendampingan, produksi pertanian diharapkan terus meningkat.
Melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare, Kementan menargetkan optimalisasi lahan dapat dilakukan secara lebih luas dan terintegrasi.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
Senin, 31 Agustus 2026
KAJEN – Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel PKK se-Kabupaten Pekalongan menjadi ajang untuk menggali potensi, kreativitas, sekaligus memperkuat kekompakan dan sinergi kader PKK dalam mendukung program pembangunan daerah.
Kegiatan yang digelar di Pekan Raya Kajen, Jumat (28/8/2026), tersebut diikuti oleh perwakilan TP PKK dari 19 kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan PKK Idol menjadi salah satu upaya untuk menjaring minat dan bakat ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan.
"Untuk PKK Idol sendiri, sebenarnya kita mencoba menjaring bakat dari ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Menurutnya, karena keterbatasan waktu, pada pelaksanaan tahun ini setiap kecamatan mengirimkan satu peserta. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan sehingga melibatkan lebih banyak desa dan kelurahan di Kabupaten Pekalongan.
"Kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan, minat, bakat, serta kekompakan ibu-ibu, baik dalam lomba PKK Idol maupun Lomba Yel-Yel," jelasnya.
Galuh juga menekankan pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas-tugas PKK. Ia berharap kegiatan di tingkat kabupaten tidak hanya diikuti oleh Ketua TP PKK, tetapi juga dapat menjadi ruang partisipasi bagi kader PKK dari desa dan kelurahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho, S.STP., M.A.P., mengapresiasi antusiasme dan kreativitas peserta yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Agus menyampaikan bahwa ke depan partisipasi dalam kegiatan PKK diharapkan dapat diperluas. Jika tahun ini perwakilan dari 19 kecamatan ikut tampil, ia berharap nantinya seluruh 285 desa dan kelurahan dapat terlibat.
"Semoga ke depan targetnya 285 PKK Desa dan Kelurahan. Mungkin bisa dibuat satu bulan khusus untuk lomba PKK," ungkapnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, Agus menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dengan masyarakat melalui gerakan PKK.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah berupaya menangani berbagai persoalan pembangunan, di antaranya stunting, kesehatan, gizi buruk, penataan lingkungan, serta infrastruktur. Untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
"Plt. Bupati Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak bisa bekerja sendirian. Kita membutuhkan sinergi dan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan segenap unsur yang ada di masyarakat, termasuk PKK," katanya.
Ia menilai keberadaan PKK memiliki peran strategis karena struktur dan jaringannya menjangkau hingga tingkat RT, RW, dusun, desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Dengan jaringan tersebut, PKK diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Agus juga menyoroti pentingnya sinergi PKK dengan Posyandu. Meskipun Posyandu kini menjadi lembaga tersendiri, menurutnya kolaborasi dengan PKK tetap diperlukan, terutama dalam mendukung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu desa dan kelurahan.
"Hal-hal yang penting dan urgent harus kita lakukan bersama, sehingga berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat segera kita selesaikan," tuturnya.
Melalui Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel, diharapkan kreativitas dan kebersamaan kader PKK semakin tumbuh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara PKK dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sabtu, 29 Agustus 2026
KAJEN - Estafet pembinaan olahraga di Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru. Pengurus Antar Waktu (PAW) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028 resmi dilantik, Kamis 28 Agustus 2026.
Di balik pelantikan itu, terselip pekerjaan rumah besar: KONI dituntut segera membuktikan bahwa perubahan kepengurusan mampu berbanding lurus dengan peningkatan prestasi atlet Kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar yang hadir mewakili Plt Bupati Pekalongan secara terbuka meminta pengurus baru bergerak cepat. Ia mengingatkan agar KONI tidak terus-menerus melakukan pergantian kepengurusan sehingga mengganggu kesinambungan pembinaan olahraga.
“Pengurus baru harus gerak cepat dan punya PR berat. Jangan sering-sering PAW. Fokus pada program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam membangun olahraga dan mendulang prestasi,” tegas Yulian.
Menurutnya, perkembangan Kabupaten Pekalongan di berbagai sektor harus diikuti capaian yang lebih baik di bidang olahraga. Kabupaten Pekalongan dinilai memiliki potensi atlet yang cukup besar untuk dikembangkan.
“Di berbagai lini Kabupaten Pekalongan sudah baik, sudah saatnya prestasi olahraga juga baik,” ujarnya.
Salah satu modal tersebut adalah keberadaan atlet muda yang kini dipersiapkan memperkuat Kontingen Kabupaten Pekalongan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Sejumlah atlet bahkan masih berstatus pelajar sehingga memiliki ruang panjang untuk dikembangkan.
“Banyak atlet kita yang masih pelajar. Ini menjadi bibit unggul yang masih bisa dikembangkan,” kata Yulian.
Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis berubah menjadi prestasi tanpa pembinaan yang konsisten. Karena itu, Yulian menekankan agar program olahraga tidak berhenti hanya pada persiapan menghadapi satu ajang kompetisi. KONI perlu memiliki desain pembinaan yang jelas dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong keterlibatan lebih luas dari dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah daerah dan KONI, kata Yulian, tidak mungkin bekerja sendiri untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat.
“Olahraga tidak bisa sendiri, tetapi harus kolaborasi,” tegasnya.
KONI diminta memperluas komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pekalongan agar dukungan terhadap pembinaan atlet semakin kuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting, terutama untuk menopang kebutuhan pembinaan, pelatihan, kompetisi, hingga pengembangan atlet potensial.
Pesan serupa disampaikan Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah Budi Santoso yang mewakili Ketua KONI Jateng. Ia meminta kepengurusan baru tidak menjadikan pelantikan sebagai seremoni belaka.
Menurut Budi, kekuatan organisasi menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak prestasi. Karena itu, KONI Kabupaten Pekalongan diminta membangun kepengurusan yang solid dan tidak kembali terjebak dalam siklus pergantian pengurus.
“Penguatan organisasi KONI harus semakin kuat, tidak perlu gonta-ganti kepengurusan lagi,” ujar Budi.
Ia menegaskan KONI memiliki posisi strategis karena menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun prestasi olahraga. Untuk itu, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat.
Budi juga menyoroti momentum Porprov XVII Jawa Tengah yang semakin dekat. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 25 Oktober 2026 dan menjadi ujian pertama bagi kepengurusan baru untuk menunjukkan hasil kerja nyata.
“Kepengurusan yang baru ini harus menjadi cambuk bagi atlet untuk mendulang prestasi pada even Porprov yang paling dekat tanggal 25 Oktober 2026,” katanya.
Ia berharap Kabupaten Pekalongan tidak sekadar menjadi peserta, tetapi mampu memberi warna dalam Porprov Jawa Tengah 2026 sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet potensial untuk bersaing di level yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial awal, tetapi sebuah titik awal untuk membanggakan Kabupaten Pekalongan,” tegas Budi.
Dalam agenda tersebut juga dilakukan pengukuhan atlet dan pelatih Kontingen Kabupaten Pekalongan yang akan berlaga di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Jumat, 28 Agustus 2026
Kajen – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pementasan wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 yang digelar di depan Pendopo Bupati Pekalongan, Rabu malam (26/8/2026). Tidak hanya masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga tampak duduk lesehan bersama warga untuk menikmati pertunjukan budaya tersebut.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan konsep lesehan dipilih setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Semula lokasi kegiatan direncanakan berada di Jalan Mandurorejo, namun kawasan tersebut digunakan untuk aktivitas pelaku UKM dan UMKM dalam Pekan Raya Kajen (PRK) 2026.
“Antusiasme masyarakat malam ini benar-benar luar biasa. Karena jumlah warga yang hadir sangat banyak, kami memutuskan untuk memindahkan kursi dan meja agar masyarakat bisa menikmati acara dengan lebih nyaman. Akhirnya kita duduk bersama lesehan, membaur tanpa sekat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, suasana tersebut menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Momen peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
Malam budaya tersebut menghadirkan pementasan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan yang dibawakan oleh Ki Dalang Purbo Asmoro dari Solo. Kegiatan ini lebih meriah dengan hadirnya sinden muda fenomenal Niken Salindry, dan pelawak senior Bagyo Gareng dari Semarang. Warga dari berbagai wilayah tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang berlangsung hingga dini hari.
Sukirman menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam mendukung kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan itu, ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik. Berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan, menurutnya akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus bekerja menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” tegasnya.
Selain itu, Sukirman turut mendoakan masyarakat dan para pelaku usaha yang ikut meramaikan Pekan Raya Kajen 2026 agar usahanya semakin berkembang dan membawa keberkahan bagi keluarga.
Melalui suasana lesehan yang sederhana namun penuh makna, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi gambaran kuat bahwa pemerintah dan masyarakat dapat berjalan beriringan, menikmati kebersamaan, serta bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan yang semakin maju dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dr. H. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 27 Agustus 2026
KAJEN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pekalongan terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., melalui Wakil Bidang III TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu Eko Edi Herijanto, dalam kegiatan lomba Cipta Menu B2SA yang berlangsung di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Dalam sambutan yang dibacakannya, Ibu Eko Edi Herijanto menyampaikan bahwa kegiatan lomba Cipta Menu B2SA bukan sekadar ajang untuk menghasilkan menu makanan yang menarik dan lezat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Lomba ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, serta memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, hingga berbagai bahan pangan lokal lainnya. Beragam bahan pangan tersebut, lanjutnya, dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, menarik, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, lomba B2SA juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam memilih, menyusun, dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal.
“Melalui kegiatan ini saya mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada bahan pangan tertentu, tetapi menggali dan mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan keluarga yang sehat, bergizi, ekonomis, aman, dan disukai oleh seluruh anggota keluarga,” katanya.
Ia menegaskan, keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk pola konsumsi pangan. Oleh karena itu, apa yang disajikan di meja makan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anggota keluarga.
Dalam hal ini, kader PKK diharapkan dapat menjadi penggerak, edukator, sekaligus teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan B2SA di tingkat keluarga.
Lebih lanjut disampaikan, kreativitas yang ditampilkan dalam lomba hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja. Menu-menu yang diciptakan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat.
“Sehingga semakin banyak keluarga yang mampu menyajikan makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau,” tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pangan lokal yang diolah menjadi produk makanan kreatif dan bernilai jual dapat menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan lokal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kesehatan, dan produktivitas sumber daya manusia berbasis kemandirian pangan, sekaligus memperkokoh perekonomian pedesaan dalam menghadapi perdagangan global yang semakin kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan juga berharap kegiatan lomba mampu menghasilkan juara terbaik yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Pekalongan pada lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Calon pemenang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober 2026,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta, disampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat, kreativitas, serta kerja keras yang telah ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah adanya semangat untuk belajar, berkreasi, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama mewujudkan keluarga Kabupaten Pekalongan yang sehat, aktif, dan produktif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran TP PKK dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi pangan sehat serta mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan mandiri.
Kamis, 27 Agustus 2026
KARANGANYAR - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, merespons positif berdirinya Majelis Taklim Asy Sya’roni di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar. Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan di tengah masyarakat memiliki peran strategis, terutama dalam memberikan penguatan akhlak ketika masyarakat menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Majelis taklim dan zikir dalam rangka Maulid Nabi Muhammad di Pendopo Yayasan Buya Sam’ani Sya’roni, Jumat (4/9/2026). Menurut Sukirman Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pengetahuan agama. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus ruang pembentukan karakter masyarakat.
”Pemkab Pekalongan bersyukur, karena satu lagi majelis taklim Asy Sa’roni mencoba memulai Langkah baru dalam memberikan pelayanan Pendidikan keagamaan khusunya bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Targetnya terus untuk memberikan keseimbangan moral masyarakat ditengah perkembangan zaman,” terangnya.
Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim Asy Sya’roni, KH. Sam’ani Sya’roni, mengatakan majelis tersebut didirikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan syiar agama bagi masyarakat di wilayah atas Kabupaten Pekalongan.
Sasarannya tidak terbatas pada kelompok tertentu. Majelis ini membuka ruang bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah selatan Kota Santri, untuk mendapatkan akses terhadap ilmu keagamaan dan kajian Islam.
Menurut Sam’ani Sya’roni, tantangan dakwah saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri ketika tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang memadai.
“Perkembangan ilmu keagamaan harus bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Persoalan utamanya adalah bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk memilah informasi, membangun sikap kritis, dan tetap berpijak pada nilai agama serta akhlak.
Di tengah kondisi tersebut, majelis taklim dapat mengambil peran sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kajian keislaman tidak hanya menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun ketahanan moral masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Limbangan. Lurah Limbangan, Rendi Subiyanto, menyambut baik kehadiran Majelis Taklim Asy Sya’roni di lingkungan desanya. Ia berharap keberadaan majelis tersebut membuat masyarakat semakin mudah mengakses ilmu agama dan mengikuti kajian Islam tanpa harus mencari tempat yang jauh.
Harapan itu sekaligus menegaskan bahwa penguatan kehidupan keagamaan bukan semata tanggung jawab lembaga pendidikan formal maupun pemerintah. Masyarakat juga membutuhkan ruang-ruang belajar yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.
Jumat, 4 September 2026
SRAGI – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan indeks pertanaman guna memperkuat produksi pangan nasional sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare yang dilaksanakan secara serentak di 20 provinsi, Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berada di Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026).
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang, Raden Hermawan, mengatakan Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam gerakan tanam serempak tersebut.
“Program gerakan tanam serempak 70.000 hektare ini dilaksanakan secara serentak di 27 provinsi. Untuk Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu lokasi pilot project,” ujar Raden Hermawan.
Menurutnya, gerakan tanam serempak merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Peningkatan frekuensi tanam diharapkan dapat mendongkrak produktivitas lahan sekaligus menjaga ketersediaan pangan nasional.
Dukungan pemerintah pusat juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan Kementerian Pertanian dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Pekalongan. Dukungan ini sangat membantu dalam upaya meningkatkan indeks pertanaman,” kata Yudi.
Ia menambahkan, dampak program tersebut mulai terlihat di tingkat desa. Di Desa Sumub Lor, indeks pertanaman saat ini telah mencapai tiga kali tanam dalam setahun yang sebenarnya hanya satu kali tanam.
“Di Desa Sumub Lor sekarang sudah mencapai tiga kali tanam, dengan luasan sekitar 100 hektare per tahun,” jelasnya.
Ditambahkan, Peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu strategi penting dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian. Dengan pola tanam yang lebih intensif dan dukungan teknologi serta pendampingan, produksi pertanian diharapkan terus meningkat.
Melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare, Kementan menargetkan optimalisasi lahan dapat dilakukan secara lebih luas dan terintegrasi.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
Senin, 31 Agustus 2026
KAJEN – Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel PKK se-Kabupaten Pekalongan menjadi ajang untuk menggali potensi, kreativitas, sekaligus memperkuat kekompakan dan sinergi kader PKK dalam mendukung program pembangunan daerah.
Kegiatan yang digelar di Pekan Raya Kajen, Jumat (28/8/2026), tersebut diikuti oleh perwakilan TP PKK dari 19 kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan PKK Idol menjadi salah satu upaya untuk menjaring minat dan bakat ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan.
"Untuk PKK Idol sendiri, sebenarnya kita mencoba menjaring bakat dari ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Menurutnya, karena keterbatasan waktu, pada pelaksanaan tahun ini setiap kecamatan mengirimkan satu peserta. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan sehingga melibatkan lebih banyak desa dan kelurahan di Kabupaten Pekalongan.
"Kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan, minat, bakat, serta kekompakan ibu-ibu, baik dalam lomba PKK Idol maupun Lomba Yel-Yel," jelasnya.
Galuh juga menekankan pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas-tugas PKK. Ia berharap kegiatan di tingkat kabupaten tidak hanya diikuti oleh Ketua TP PKK, tetapi juga dapat menjadi ruang partisipasi bagi kader PKK dari desa dan kelurahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho, S.STP., M.A.P., mengapresiasi antusiasme dan kreativitas peserta yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Agus menyampaikan bahwa ke depan partisipasi dalam kegiatan PKK diharapkan dapat diperluas. Jika tahun ini perwakilan dari 19 kecamatan ikut tampil, ia berharap nantinya seluruh 285 desa dan kelurahan dapat terlibat.
"Semoga ke depan targetnya 285 PKK Desa dan Kelurahan. Mungkin bisa dibuat satu bulan khusus untuk lomba PKK," ungkapnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, Agus menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dengan masyarakat melalui gerakan PKK.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah berupaya menangani berbagai persoalan pembangunan, di antaranya stunting, kesehatan, gizi buruk, penataan lingkungan, serta infrastruktur. Untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
"Plt. Bupati Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak bisa bekerja sendirian. Kita membutuhkan sinergi dan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan segenap unsur yang ada di masyarakat, termasuk PKK," katanya.
Ia menilai keberadaan PKK memiliki peran strategis karena struktur dan jaringannya menjangkau hingga tingkat RT, RW, dusun, desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Dengan jaringan tersebut, PKK diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Agus juga menyoroti pentingnya sinergi PKK dengan Posyandu. Meskipun Posyandu kini menjadi lembaga tersendiri, menurutnya kolaborasi dengan PKK tetap diperlukan, terutama dalam mendukung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu desa dan kelurahan.
"Hal-hal yang penting dan urgent harus kita lakukan bersama, sehingga berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat segera kita selesaikan," tuturnya.
Melalui Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel, diharapkan kreativitas dan kebersamaan kader PKK semakin tumbuh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara PKK dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sabtu, 29 Agustus 2026
KAJEN - Estafet pembinaan olahraga di Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru. Pengurus Antar Waktu (PAW) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028 resmi dilantik, Kamis 28 Agustus 2026.
Di balik pelantikan itu, terselip pekerjaan rumah besar: KONI dituntut segera membuktikan bahwa perubahan kepengurusan mampu berbanding lurus dengan peningkatan prestasi atlet Kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar yang hadir mewakili Plt Bupati Pekalongan secara terbuka meminta pengurus baru bergerak cepat. Ia mengingatkan agar KONI tidak terus-menerus melakukan pergantian kepengurusan sehingga mengganggu kesinambungan pembinaan olahraga.
“Pengurus baru harus gerak cepat dan punya PR berat. Jangan sering-sering PAW. Fokus pada program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam membangun olahraga dan mendulang prestasi,” tegas Yulian.
Menurutnya, perkembangan Kabupaten Pekalongan di berbagai sektor harus diikuti capaian yang lebih baik di bidang olahraga. Kabupaten Pekalongan dinilai memiliki potensi atlet yang cukup besar untuk dikembangkan.
“Di berbagai lini Kabupaten Pekalongan sudah baik, sudah saatnya prestasi olahraga juga baik,” ujarnya.
Salah satu modal tersebut adalah keberadaan atlet muda yang kini dipersiapkan memperkuat Kontingen Kabupaten Pekalongan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Sejumlah atlet bahkan masih berstatus pelajar sehingga memiliki ruang panjang untuk dikembangkan.
“Banyak atlet kita yang masih pelajar. Ini menjadi bibit unggul yang masih bisa dikembangkan,” kata Yulian.
Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis berubah menjadi prestasi tanpa pembinaan yang konsisten. Karena itu, Yulian menekankan agar program olahraga tidak berhenti hanya pada persiapan menghadapi satu ajang kompetisi. KONI perlu memiliki desain pembinaan yang jelas dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong keterlibatan lebih luas dari dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah daerah dan KONI, kata Yulian, tidak mungkin bekerja sendiri untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat.
“Olahraga tidak bisa sendiri, tetapi harus kolaborasi,” tegasnya.
KONI diminta memperluas komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pekalongan agar dukungan terhadap pembinaan atlet semakin kuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting, terutama untuk menopang kebutuhan pembinaan, pelatihan, kompetisi, hingga pengembangan atlet potensial.
Pesan serupa disampaikan Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah Budi Santoso yang mewakili Ketua KONI Jateng. Ia meminta kepengurusan baru tidak menjadikan pelantikan sebagai seremoni belaka.
Menurut Budi, kekuatan organisasi menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak prestasi. Karena itu, KONI Kabupaten Pekalongan diminta membangun kepengurusan yang solid dan tidak kembali terjebak dalam siklus pergantian pengurus.
“Penguatan organisasi KONI harus semakin kuat, tidak perlu gonta-ganti kepengurusan lagi,” ujar Budi.
Ia menegaskan KONI memiliki posisi strategis karena menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun prestasi olahraga. Untuk itu, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat.
Budi juga menyoroti momentum Porprov XVII Jawa Tengah yang semakin dekat. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 25 Oktober 2026 dan menjadi ujian pertama bagi kepengurusan baru untuk menunjukkan hasil kerja nyata.
“Kepengurusan yang baru ini harus menjadi cambuk bagi atlet untuk mendulang prestasi pada even Porprov yang paling dekat tanggal 25 Oktober 2026,” katanya.
Ia berharap Kabupaten Pekalongan tidak sekadar menjadi peserta, tetapi mampu memberi warna dalam Porprov Jawa Tengah 2026 sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet potensial untuk bersaing di level yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial awal, tetapi sebuah titik awal untuk membanggakan Kabupaten Pekalongan,” tegas Budi.
Dalam agenda tersebut juga dilakukan pengukuhan atlet dan pelatih Kontingen Kabupaten Pekalongan yang akan berlaga di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Jumat, 28 Agustus 2026
Kajen – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pementasan wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 yang digelar di depan Pendopo Bupati Pekalongan, Rabu malam (26/8/2026). Tidak hanya masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga tampak duduk lesehan bersama warga untuk menikmati pertunjukan budaya tersebut.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan konsep lesehan dipilih setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Semula lokasi kegiatan direncanakan berada di Jalan Mandurorejo, namun kawasan tersebut digunakan untuk aktivitas pelaku UKM dan UMKM dalam Pekan Raya Kajen (PRK) 2026.
“Antusiasme masyarakat malam ini benar-benar luar biasa. Karena jumlah warga yang hadir sangat banyak, kami memutuskan untuk memindahkan kursi dan meja agar masyarakat bisa menikmati acara dengan lebih nyaman. Akhirnya kita duduk bersama lesehan, membaur tanpa sekat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, suasana tersebut menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Momen peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
Malam budaya tersebut menghadirkan pementasan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan yang dibawakan oleh Ki Dalang Purbo Asmoro dari Solo. Kegiatan ini lebih meriah dengan hadirnya sinden muda fenomenal Niken Salindry, dan pelawak senior Bagyo Gareng dari Semarang. Warga dari berbagai wilayah tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang berlangsung hingga dini hari.
Sukirman menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam mendukung kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan itu, ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik. Berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan, menurutnya akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus bekerja menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” tegasnya.
Selain itu, Sukirman turut mendoakan masyarakat dan para pelaku usaha yang ikut meramaikan Pekan Raya Kajen 2026 agar usahanya semakin berkembang dan membawa keberkahan bagi keluarga.
Melalui suasana lesehan yang sederhana namun penuh makna, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi gambaran kuat bahwa pemerintah dan masyarakat dapat berjalan beriringan, menikmati kebersamaan, serta bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan yang semakin maju dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dr. H. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 27 Agustus 2026
KAJEN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pekalongan terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., melalui Wakil Bidang III TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu Eko Edi Herijanto, dalam kegiatan lomba Cipta Menu B2SA yang berlangsung di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Dalam sambutan yang dibacakannya, Ibu Eko Edi Herijanto menyampaikan bahwa kegiatan lomba Cipta Menu B2SA bukan sekadar ajang untuk menghasilkan menu makanan yang menarik dan lezat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Lomba ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, serta memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, hingga berbagai bahan pangan lokal lainnya. Beragam bahan pangan tersebut, lanjutnya, dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, menarik, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, lomba B2SA juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam memilih, menyusun, dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal.
“Melalui kegiatan ini saya mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada bahan pangan tertentu, tetapi menggali dan mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan keluarga yang sehat, bergizi, ekonomis, aman, dan disukai oleh seluruh anggota keluarga,” katanya.
Ia menegaskan, keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk pola konsumsi pangan. Oleh karena itu, apa yang disajikan di meja makan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anggota keluarga.
Dalam hal ini, kader PKK diharapkan dapat menjadi penggerak, edukator, sekaligus teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan B2SA di tingkat keluarga.
Lebih lanjut disampaikan, kreativitas yang ditampilkan dalam lomba hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja. Menu-menu yang diciptakan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat.
“Sehingga semakin banyak keluarga yang mampu menyajikan makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau,” tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pangan lokal yang diolah menjadi produk makanan kreatif dan bernilai jual dapat menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan lokal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kesehatan, dan produktivitas sumber daya manusia berbasis kemandirian pangan, sekaligus memperkokoh perekonomian pedesaan dalam menghadapi perdagangan global yang semakin kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan juga berharap kegiatan lomba mampu menghasilkan juara terbaik yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Pekalongan pada lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Calon pemenang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober 2026,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta, disampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat, kreativitas, serta kerja keras yang telah ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah adanya semangat untuk belajar, berkreasi, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama mewujudkan keluarga Kabupaten Pekalongan yang sehat, aktif, dan produktif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran TP PKK dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi pangan sehat serta mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan mandiri.
Kamis, 27 Agustus 2026