Pelayanan PPID


Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan

Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
KEDUNGWUNI – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan “Ngopi Bareng Bakul Jajan” di UMKM Center Kedungwuni, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dikemas santai dan penuh keakraban itu menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, pelaku usaha kecil, dan masyarakat. Ratusan warga memadati lokasi untuk menikmati beragam kuliner rakyat yang disajikan para pedagang lokal.
Sebelum tiba di lokasi acara, rombongan terlebih dahulu melakukan gowes bersama dari kawasan Setda Kabupaten Pekalongan menuju Tugu Duren Sedayu, Pegaden, hingga finis di UMKM Center Kedungwuni. Dalam perjalanan tersebut, rombongan juga meninjau Dapur SPPG di Desa Pegaden Tengah.
Dalam suasana santai sambil menikmati kopi dan jajanan rakyat, Sukirman menilai geliat ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, berkumpulnya puluhan pelaku UMKM dalam satu lokasi menjadi bukti kuatnya potensi ekonomi kerakyatan di daerah tersebut.
“Iya, kita tadi pertama sepeda santai dari Kajen bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, dan seluruh jajaran Kepala OPD. Kita dari Kajen start lalu kemudian meninjau Dapur SPPG di Desa Pegaden Tengah, setelah itu ke UMKM Center. Ini judulnya ‘Ngopi Bareng Bakul Jajan’. Semua kuliner yang ada di Kabupaten Pekalongan tumpah blek ada di sini, luar biasa,” ujar Sukirman.
Ia menilai sektor kuliner dan UMKM memiliki peluang besar menjadi penopang ekonomi daerah, terlebih dengan rencana pengembangan berbagai fasilitas pendukung di kawasan tersebut.
“Ini menunjukkan eksistensi kita di ekonomi sangat luar biasa dan ini akan menjadi daya tarik massa seluruh masyarakat. Dan kalau nanti sirkuitnya sudah beroperasi pasti ini menjadi kesinambungan yang luar biasa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Sukirman berharap kawasan UMKM Center Kedungwuni ke depan dapat berkembang menjadi pusat wisata olahraga sekaligus wisata kuliner baru di Kabupaten Pekalongan.
“Insya Allah jadi pusat spot center, destinasi wisata olahraga dan kuliner Pekalongan,” tambahnya.
Kegiatan “Ngopi Bareng Bakul Jajan” berlangsung meriah dengan hadirnya berbagai stan makanan tradisional hingga kuliner kekinian. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena dapat berinteraksi langsung dengan Plt. Bupati Pekalongan sambil menikmati sajian UMKM lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Garry Herlambang, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 8 Mei 2026
PEKALONGAN — Dukung Gerakan Penyelamatan sungai yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi bersama komunitas lingkungan internasional Sungai Watch, Kamis (7/5/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, komitmen tangani masalah sampah di Kota Santri.
Kegiatan bertajuk Misi Kampanye Sungai Bersih itu dipusatkan di wilayah Pekalongan Raya dengan rangkaian agenda mulai dari Fun Run, aksi bersih sungai, hingga diskusi lingkungan bersama kepala daerah.
Ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat umum, Forkopimda, hingga kepala daerah mengikuti Fun Run dari Lapangan Mataram Kota Pekalongan menuju Museum Batik Kota Pekalongan dengan jarak tempuh sekitar 3 hingga 4 kilometer.
Usai olahraga bersama, rombongan langsung turun melakukan aksi pembersihan sungai sebagai simbol kampanye perubahan perilaku masyarakat terhadap persoalan sampah.
Plt Bupati Pekalongan, Sukirman mengatakan, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk peringatan serius bahwa kondisi sungai di kawasan Pantura sudah memprihatinkan.
“Dan setiap daerah yang dikunjungi, mereka kemudian membersihkan sampah dan itu memberi contoh kepada kita semua. Dan kita juga ikut kemudian membersihkan sampah di sungai-sungai yang kita miliki sebagai kemudian dorongan kepada masyarakat untuk kita berperilaku yang sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sungai Watch merupakan komunitas lingkungan internasional yang digagas tiga bersaudara asal Prancis, yakni Gary, Sam, dan Kelly, yang selama ini fokus menangani persoalan sampah sungai. Gerakan mereka mendapat sambutan langsung dari Gubernur Jawa Tengah dalam perjalanan kampanye lingkungan dari Bali menuju Jakarta.
Menurut Dia, kehadiran komunitas internasional itu menjadi tamparan bagi daerah-daerah di Pantura yang selama ini masih berkutat dengan persoalan klasik pencemaran sungai akibat sampah domestik.
“Karena tentu saja hampir merata di daerah Pantura kita ini problem sungai yang ada sampahnya sangat merata dan memprihatinkan,” tegasnya.
Ia menilai, penanganan sampah sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pihak.
Pemkab Pekalongan pun membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Sungai Watch untuk membangun program penanganan sampah sungai secara berkelanjutan.
“Ya, tentu setelah ini kita akan followup kepada mereka bertiga ini. Saya yakin jaringan mereka adalah untuk konsentrasi ke sungai ini. Pasti kita akan juga tentu saja membuat program bareng dengan mereka nanti bentuknya seperti apa,” ungkapnya.
Selain kampanye lingkungan, Sukirman menyebut kegiatan Fun Run juga menjadi upaya membangun budaya hidup sehat dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Untuk lari ini hanya agar kita sehat, hanya untuk gembira begitu dan semoga ini terus menjadi budaya kita untuk lari,” pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi menegaskan, Pihaknya bersama komunitas lingkungan internasional Sungai Watch, menggelar aksi penyelamatan sungai dan pembersihan sampah plastik di Kota Pekalongan ini merupakan aksi bagian dari rangkaian kegiatan "Run for Rivers".
Luthfi menyatakan dukungannya penuh terhadap Sungai Watch untuk membersihkan dan menghijaukan sungai-sungai di Jawa Tengah.
"Aksi Sungai Watch di Jateng ini sudah menyasar beberapa daerah, termasuk Blora, Grobogan, Demak, Kota Semarang, Batang, Pekalongan Raya dan berakhir hingga 24 Mei 2026 mendatang," terangnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemprov Jateng menargetkan wilayahnya bebas dari polusi plastik di sungai, mendukung visi "Jateng Bebas Sampah.
Jumat, 8 Mei 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendistribusikan bantuan kendaraan operasional berupa mobil pickup 4x4 dan motor roda tiga untuk mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Halaman Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/5/2026). Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat operasional koperasi desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman mengatakan, bantuan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan Program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Pusat.
“Sebagai bagian tindak lanjut Program Koperasi Desa Merah Putih, hari ini kami mendapatkan arahan sekaligus menerima alat transportasi berupa mobil pickup dan motor roda tiga. Ini bagian penting untuk kemudian operasional Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Menurut Sukirman, program tersebut merupakan cita-cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Ia menilai keberadaan koperasi desa nantinya akan memberikan dampak luas bagi berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, hasil bumi hingga pengembangan pelaku usaha kecil dan menengah.
“Program ini tentu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan mensejahterakan masyarakat, khususnya di desa, sehingga akan membawa multiplier effect yang sangat luar biasa. Baik itu untuk perkebunan, pertanian, hasil bumi lainnya, maupun UKM dan UMKM agar semakin terdongkrak maju,” jelasnya.
Sukirman juga menegaskan agar seluruh kendaraan operasional yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan peruntukannya.
“Kendaraan-kendaraan ini harus dirawat dengan baik, operasionalnya harus lebih ditingkatkan, pemanfaatannya harus lebih efisien, dan tidak dipergunakan selain untuk operasional kegiatan Koperasi Merah Putih,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan, Ihalauw Garry Herlambang menjelaskan bahwa pendistribusian kendaraan operasional untuk KDKMP dilakukan secara bertahap.
“Hari ini terdapat 29 mobil pickup 4x4 yang didistribusikan untuk KDKMP yang sudah 100 persen di Kabupaten Pekalongan. Selain mobil 4x4 juga ada kendaraan motor roda tiga, di mana satu titik KDKMP mendapatkan dua unit motor roda tiga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, nantinya setiap titik KDKMP juga akan mendapatkan satu unit truk yang saat ini masih dalam proses pengiriman.
“Untuk truk memang belum datang, tetapi nantinya tetap akan datang sesuai waktunya. Jadi dalam satu titik KDKMP nantinya akan ada satu unit truk, satu mobil pickup dan dua unit motor roda tiga,” tambahnya.
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat 282 titik KDKMP di Kabupaten Pekalongan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 151 titik telah terverifikasi dan 60 titik sudah mencapai 100 persen kesiapan operasional.
“Secara bertahap nantinya akan diisi material secara step by step sehingga semuanya siap operasional,” pungkasnya.
Kamis, 7 Mei 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Pekalongan. Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik jalan rusak dan jalan ambles di wilayah Kabupaten Pekalongan, Senin (4/5/2026).
Adapun lokasi yang ditinjau meliputi ruas jalan Kesesi, jalan ambles di Jembatan Pelangi Pantianom Kecamatan Sragi, ruas jalan Jati Londo Kecamatan Kedungwuni, serta ruas jalan Sepacar Kecamatan Tirto.
Plt. Bupati Sukirman menegaskan bahwa perbaikan jalan rusak dan jembatan ambles menjadi prioritas Pemkab Pekalongan dalam dua tahun ke depan. Ia menyampaikan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2027.
“Jalan yang rusak dan jembatan yang ambles akan kita perbaiki tahun 2026 sampai 2027. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Sukirman.
Selain perbaikan fisik, Sukirman juga menekankan pentingnya pengaturan transportasi, khususnya kendaraan truk yang melebihi tonase. Menurutnya, salah satu penyebab kerusakan jalan adalah aktivitas kendaraan berat dengan muatan berlebih.
“Kita akan mulai berpikir untuk mengatur lalu lintas transportasi, terutama truk yang muatannya melebihi tonase. Untuk itu kita akan duduk bareng dengan para pengusaha agar bisa mengatur tonase-tonase tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa pemerintah memahami aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan. Ia menilai kritik maupun masukan dari masyarakat merupakan hal positif sebagai bentuk partisipasi publik dalam pembangunan.
“Ekspresi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, ide, dan protes itu tidak akan menjadi problem. Itu bagian dari masyarakat menyuarakan aspirasinya. Tinggal bagaimana kita pahami bersama bahwa pemerintah tidak tinggal diam,” katanya.
Menurutnya, Pemkab Pekalongan terus berupaya menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan dengan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan.
“Tahun 2026 ini kita sudah melakukan efisiensi dan mempunyai anggaran yang kemudian kita alihkan kepada pembangunan jalan. Tahun 2027 sudah kita canangkan sebagai Tahun Infrastruktur bagi Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan progres perbaikan jalan di beberapa titik. Ia menyebutkan bahwa ruas jalan Sepacar di depan SMP 1 Tirto ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2026.
“Seperti Sepacar di depan SMP 1 Tirto, itu insya Allah bulan Agustus sudah halus. Begitu juga Jembatan Pelangi Pantianom, insya Allah Agustus juga selesai,” jelasnya.
Sukirman berharap masyarakat turut mendukung program pembangunan yang tengah dilakukan pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas jalan yang telah dibangun.
“Masyarakat harus memahami bersama bahwa kita sama-sama menjaga dan memberikan pelayanan yang terbaik di segala bidang, terutama jalan. Harapannya jalan-jalan kita harus halus semuanya,” pungkasnya.
Senin, 4 Mei 2026
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026), di lapangan belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Bertugas sebagai pembina upacara peringatan hari pendidikan Nasional tahun 2026, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman kemudian membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed.
Usai menyampaikan sambutan Mendikdasmen, Sukirman juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan profesionalisme aparatur serta seluruh elemen pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah guna membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan.
“Beberapa pekan lalu, kami bersama Sekretaris Daerah telah berkomunikasi dengan berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Kami tengah mengkaji sejumlah program unggulan untuk dikerjasamakan,” ujarnya.
Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah program akselerasi pendidikan bagi aparatur sipil negara (ASN). Program ini memungkinkan peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) maupun magister (S2) dengan waktu studi yang lebih singkat, tanpa mengganggu pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.
“Melalui program akselerasi ini, peserta tetap dapat bekerja seperti biasa, namun masa studi dipersingkat dan ijazah yang diperoleh tetap legal. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas diri,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak perguruan tinggi. Setelah itu, informasi teknis terkait program akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Selain peningkatan kualitas SDM, Sukirman juga menekankan pentingnya peningkatan capaian di sektor pendidikan, khususnya dalam menurunkan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan bahwa seluruh anak harus mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Penurunan angka anak tidak sekolah menjadi kewajiban kita bersama. Semua anak di Kabupaten Pekalongan harus terlayani pendidikan dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong keberlanjutan pendidikan bagi peserta didik hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak guna menghadirkan sistem pendidikan yang lebih baik.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul serta berdaya saing.
Sabtu, 2 Mei 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2026 dengan menggelar kegiatan bersama yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, serta TNI-Polri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/5/2026).
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S. menegaskan bahwa peringatan May Day merupakan momentum kebersamaan yang tidak hanya dimiliki kaum buruh, melainkan menjadi perayaan bersama seluruh elemen masyarakat.
“May Day ini sebenarnya kegiatan kita, perayaan kita bersama, tidak hanya kaum buruh. Ini sama seperti hari-hari besar nasional lainnya yang kita peringati setiap tahun,” ujar Sukirman.
Ia juga mengajak para pekerja dan serikat buruh untuk terus menjalin sinergitas dengan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, pemerintah akan terus memperkuat hubungan industrial tripartit yang melibatkan buruh, pengusaha, dan pemerintah.
“Konteksnya pemerintah akan terus mengupayakan hubungan industrial tripartit yang melibatkan buruh atau serikat pekerja, pemerintah, dan pengusaha. Ini akan kita perkuat supaya bisa merumuskan agenda-agenda bersama, termasuk isu hak dan kewajiban buruh yang bisa kita perjuangkan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kerja sama, solidaritas, serta kepedulian antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, termasuk dukungan dari unsur Polri dan TNI.
“Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, sehingga dapat terbina hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peserta kegiatan berasal dari serikat pekerja dan serikat buruh perusahaan, APINDO, manajemen perusahaan, hingga pekerja mandiri. Adapun rangkaian kegiatan May Day 2026 di Kabupaten Pekalongan meliputi doa bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, servis motor gratis, serta penanaman mangrove di Wonokerto pada pagi hari.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Serikat Pekerja SPSI Kabupaten Pekalongan, Sarwo Hadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan May Day yang dinilai menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi dan hubungan baik antar pihak.
“Kami para pekerja dan buruh berterima kasih kepada Forkopimda, khususnya Plt. Bupati Pekalongan, Kapolres, dan seluruh pihak lainnya. Ini menjadi kunci pembuka hubungan antara serikat buruh dengan pengusaha dan pejabat pemerintah. Inilah yang kami inginkan, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh,” ungkap Sarwo.
Peringatan May Day di Kabupaten Pekalongan tahun ini berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi komitmen bersama untuk memperkuat hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan di daerah.
Sabtu, 2 Mei 2026
KEDUNGWUNI – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan “Ngopi Bareng Bakul Jajan” di UMKM Center Kedungwuni, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dikemas santai dan penuh keakraban itu menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, pelaku usaha kecil, dan masyarakat. Ratusan warga memadati lokasi untuk menikmati beragam kuliner rakyat yang disajikan para pedagang lokal.
Sebelum tiba di lokasi acara, rombongan terlebih dahulu melakukan gowes bersama dari kawasan Setda Kabupaten Pekalongan menuju Tugu Duren Sedayu, Pegaden, hingga finis di UMKM Center Kedungwuni. Dalam perjalanan tersebut, rombongan juga meninjau Dapur SPPG di Desa Pegaden Tengah.
Dalam suasana santai sambil menikmati kopi dan jajanan rakyat, Sukirman menilai geliat ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, berkumpulnya puluhan pelaku UMKM dalam satu lokasi menjadi bukti kuatnya potensi ekonomi kerakyatan di daerah tersebut.
“Iya, kita tadi pertama sepeda santai dari Kajen bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, dan seluruh jajaran Kepala OPD. Kita dari Kajen start lalu kemudian meninjau Dapur SPPG di Desa Pegaden Tengah, setelah itu ke UMKM Center. Ini judulnya ‘Ngopi Bareng Bakul Jajan’. Semua kuliner yang ada di Kabupaten Pekalongan tumpah blek ada di sini, luar biasa,” ujar Sukirman.
Ia menilai sektor kuliner dan UMKM memiliki peluang besar menjadi penopang ekonomi daerah, terlebih dengan rencana pengembangan berbagai fasilitas pendukung di kawasan tersebut.
“Ini menunjukkan eksistensi kita di ekonomi sangat luar biasa dan ini akan menjadi daya tarik massa seluruh masyarakat. Dan kalau nanti sirkuitnya sudah beroperasi pasti ini menjadi kesinambungan yang luar biasa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Sukirman berharap kawasan UMKM Center Kedungwuni ke depan dapat berkembang menjadi pusat wisata olahraga sekaligus wisata kuliner baru di Kabupaten Pekalongan.
“Insya Allah jadi pusat spot center, destinasi wisata olahraga dan kuliner Pekalongan,” tambahnya.
Kegiatan “Ngopi Bareng Bakul Jajan” berlangsung meriah dengan hadirnya berbagai stan makanan tradisional hingga kuliner kekinian. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena dapat berinteraksi langsung dengan Plt. Bupati Pekalongan sambil menikmati sajian UMKM lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Garry Herlambang, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 8 Mei 2026
PEKALONGAN — Dukung Gerakan Penyelamatan sungai yang digelar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi bersama komunitas lingkungan internasional Sungai Watch, Kamis (7/5/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, komitmen tangani masalah sampah di Kota Santri.
Kegiatan bertajuk Misi Kampanye Sungai Bersih itu dipusatkan di wilayah Pekalongan Raya dengan rangkaian agenda mulai dari Fun Run, aksi bersih sungai, hingga diskusi lingkungan bersama kepala daerah.
Ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat umum, Forkopimda, hingga kepala daerah mengikuti Fun Run dari Lapangan Mataram Kota Pekalongan menuju Museum Batik Kota Pekalongan dengan jarak tempuh sekitar 3 hingga 4 kilometer.
Usai olahraga bersama, rombongan langsung turun melakukan aksi pembersihan sungai sebagai simbol kampanye perubahan perilaku masyarakat terhadap persoalan sampah.
Plt Bupati Pekalongan, Sukirman mengatakan, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk peringatan serius bahwa kondisi sungai di kawasan Pantura sudah memprihatinkan.
“Dan setiap daerah yang dikunjungi, mereka kemudian membersihkan sampah dan itu memberi contoh kepada kita semua. Dan kita juga ikut kemudian membersihkan sampah di sungai-sungai yang kita miliki sebagai kemudian dorongan kepada masyarakat untuk kita berperilaku yang sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sungai Watch merupakan komunitas lingkungan internasional yang digagas tiga bersaudara asal Prancis, yakni Gary, Sam, dan Kelly, yang selama ini fokus menangani persoalan sampah sungai. Gerakan mereka mendapat sambutan langsung dari Gubernur Jawa Tengah dalam perjalanan kampanye lingkungan dari Bali menuju Jakarta.
Menurut Dia, kehadiran komunitas internasional itu menjadi tamparan bagi daerah-daerah di Pantura yang selama ini masih berkutat dengan persoalan klasik pencemaran sungai akibat sampah domestik.
“Karena tentu saja hampir merata di daerah Pantura kita ini problem sungai yang ada sampahnya sangat merata dan memprihatinkan,” tegasnya.
Ia menilai, penanganan sampah sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pihak.
Pemkab Pekalongan pun membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Sungai Watch untuk membangun program penanganan sampah sungai secara berkelanjutan.
“Ya, tentu setelah ini kita akan followup kepada mereka bertiga ini. Saya yakin jaringan mereka adalah untuk konsentrasi ke sungai ini. Pasti kita akan juga tentu saja membuat program bareng dengan mereka nanti bentuknya seperti apa,” ungkapnya.
Selain kampanye lingkungan, Sukirman menyebut kegiatan Fun Run juga menjadi upaya membangun budaya hidup sehat dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Untuk lari ini hanya agar kita sehat, hanya untuk gembira begitu dan semoga ini terus menjadi budaya kita untuk lari,” pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi menegaskan, Pihaknya bersama komunitas lingkungan internasional Sungai Watch, menggelar aksi penyelamatan sungai dan pembersihan sampah plastik di Kota Pekalongan ini merupakan aksi bagian dari rangkaian kegiatan "Run for Rivers".
Luthfi menyatakan dukungannya penuh terhadap Sungai Watch untuk membersihkan dan menghijaukan sungai-sungai di Jawa Tengah.
"Aksi Sungai Watch di Jateng ini sudah menyasar beberapa daerah, termasuk Blora, Grobogan, Demak, Kota Semarang, Batang, Pekalongan Raya dan berakhir hingga 24 Mei 2026 mendatang," terangnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemprov Jateng menargetkan wilayahnya bebas dari polusi plastik di sungai, mendukung visi "Jateng Bebas Sampah.
Jumat, 8 Mei 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendistribusikan bantuan kendaraan operasional berupa mobil pickup 4x4 dan motor roda tiga untuk mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Halaman Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/5/2026). Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat operasional koperasi desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman mengatakan, bantuan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan Program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Pusat.
“Sebagai bagian tindak lanjut Program Koperasi Desa Merah Putih, hari ini kami mendapatkan arahan sekaligus menerima alat transportasi berupa mobil pickup dan motor roda tiga. Ini bagian penting untuk kemudian operasional Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Menurut Sukirman, program tersebut merupakan cita-cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Ia menilai keberadaan koperasi desa nantinya akan memberikan dampak luas bagi berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, hasil bumi hingga pengembangan pelaku usaha kecil dan menengah.
“Program ini tentu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan mensejahterakan masyarakat, khususnya di desa, sehingga akan membawa multiplier effect yang sangat luar biasa. Baik itu untuk perkebunan, pertanian, hasil bumi lainnya, maupun UKM dan UMKM agar semakin terdongkrak maju,” jelasnya.
Sukirman juga menegaskan agar seluruh kendaraan operasional yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan peruntukannya.
“Kendaraan-kendaraan ini harus dirawat dengan baik, operasionalnya harus lebih ditingkatkan, pemanfaatannya harus lebih efisien, dan tidak dipergunakan selain untuk operasional kegiatan Koperasi Merah Putih,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan, Ihalauw Garry Herlambang menjelaskan bahwa pendistribusian kendaraan operasional untuk KDKMP dilakukan secara bertahap.
“Hari ini terdapat 29 mobil pickup 4x4 yang didistribusikan untuk KDKMP yang sudah 100 persen di Kabupaten Pekalongan. Selain mobil 4x4 juga ada kendaraan motor roda tiga, di mana satu titik KDKMP mendapatkan dua unit motor roda tiga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, nantinya setiap titik KDKMP juga akan mendapatkan satu unit truk yang saat ini masih dalam proses pengiriman.
“Untuk truk memang belum datang, tetapi nantinya tetap akan datang sesuai waktunya. Jadi dalam satu titik KDKMP nantinya akan ada satu unit truk, satu mobil pickup dan dua unit motor roda tiga,” tambahnya.
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat 282 titik KDKMP di Kabupaten Pekalongan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 151 titik telah terverifikasi dan 60 titik sudah mencapai 100 persen kesiapan operasional.
“Secara bertahap nantinya akan diisi material secara step by step sehingga semuanya siap operasional,” pungkasnya.
Kamis, 7 Mei 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Pekalongan. Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik jalan rusak dan jalan ambles di wilayah Kabupaten Pekalongan, Senin (4/5/2026).
Adapun lokasi yang ditinjau meliputi ruas jalan Kesesi, jalan ambles di Jembatan Pelangi Pantianom Kecamatan Sragi, ruas jalan Jati Londo Kecamatan Kedungwuni, serta ruas jalan Sepacar Kecamatan Tirto.
Plt. Bupati Sukirman menegaskan bahwa perbaikan jalan rusak dan jembatan ambles menjadi prioritas Pemkab Pekalongan dalam dua tahun ke depan. Ia menyampaikan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2027.
“Jalan yang rusak dan jembatan yang ambles akan kita perbaiki tahun 2026 sampai 2027. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Sukirman.
Selain perbaikan fisik, Sukirman juga menekankan pentingnya pengaturan transportasi, khususnya kendaraan truk yang melebihi tonase. Menurutnya, salah satu penyebab kerusakan jalan adalah aktivitas kendaraan berat dengan muatan berlebih.
“Kita akan mulai berpikir untuk mengatur lalu lintas transportasi, terutama truk yang muatannya melebihi tonase. Untuk itu kita akan duduk bareng dengan para pengusaha agar bisa mengatur tonase-tonase tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa pemerintah memahami aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan. Ia menilai kritik maupun masukan dari masyarakat merupakan hal positif sebagai bentuk partisipasi publik dalam pembangunan.
“Ekspresi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, ide, dan protes itu tidak akan menjadi problem. Itu bagian dari masyarakat menyuarakan aspirasinya. Tinggal bagaimana kita pahami bersama bahwa pemerintah tidak tinggal diam,” katanya.
Menurutnya, Pemkab Pekalongan terus berupaya menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan dengan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan.
“Tahun 2026 ini kita sudah melakukan efisiensi dan mempunyai anggaran yang kemudian kita alihkan kepada pembangunan jalan. Tahun 2027 sudah kita canangkan sebagai Tahun Infrastruktur bagi Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan progres perbaikan jalan di beberapa titik. Ia menyebutkan bahwa ruas jalan Sepacar di depan SMP 1 Tirto ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2026.
“Seperti Sepacar di depan SMP 1 Tirto, itu insya Allah bulan Agustus sudah halus. Begitu juga Jembatan Pelangi Pantianom, insya Allah Agustus juga selesai,” jelasnya.
Sukirman berharap masyarakat turut mendukung program pembangunan yang tengah dilakukan pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas jalan yang telah dibangun.
“Masyarakat harus memahami bersama bahwa kita sama-sama menjaga dan memberikan pelayanan yang terbaik di segala bidang, terutama jalan. Harapannya jalan-jalan kita harus halus semuanya,” pungkasnya.
Senin, 4 Mei 2026
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026), di lapangan belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Bertugas sebagai pembina upacara peringatan hari pendidikan Nasional tahun 2026, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman kemudian membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed.
Usai menyampaikan sambutan Mendikdasmen, Sukirman juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan profesionalisme aparatur serta seluruh elemen pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah guna membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan.
“Beberapa pekan lalu, kami bersama Sekretaris Daerah telah berkomunikasi dengan berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Kami tengah mengkaji sejumlah program unggulan untuk dikerjasamakan,” ujarnya.
Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah program akselerasi pendidikan bagi aparatur sipil negara (ASN). Program ini memungkinkan peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) maupun magister (S2) dengan waktu studi yang lebih singkat, tanpa mengganggu pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.
“Melalui program akselerasi ini, peserta tetap dapat bekerja seperti biasa, namun masa studi dipersingkat dan ijazah yang diperoleh tetap legal. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas diri,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak perguruan tinggi. Setelah itu, informasi teknis terkait program akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Selain peningkatan kualitas SDM, Sukirman juga menekankan pentingnya peningkatan capaian di sektor pendidikan, khususnya dalam menurunkan angka anak tidak sekolah di Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan bahwa seluruh anak harus mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Penurunan angka anak tidak sekolah menjadi kewajiban kita bersama. Semua anak di Kabupaten Pekalongan harus terlayani pendidikan dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong keberlanjutan pendidikan bagi peserta didik hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak guna menghadirkan sistem pendidikan yang lebih baik.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul serta berdaya saing.
Sabtu, 2 Mei 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day Tahun 2026 dengan menggelar kegiatan bersama yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, serta TNI-Polri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/5/2026).
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S. menegaskan bahwa peringatan May Day merupakan momentum kebersamaan yang tidak hanya dimiliki kaum buruh, melainkan menjadi perayaan bersama seluruh elemen masyarakat.
“May Day ini sebenarnya kegiatan kita, perayaan kita bersama, tidak hanya kaum buruh. Ini sama seperti hari-hari besar nasional lainnya yang kita peringati setiap tahun,” ujar Sukirman.
Ia juga mengajak para pekerja dan serikat buruh untuk terus menjalin sinergitas dengan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, pemerintah akan terus memperkuat hubungan industrial tripartit yang melibatkan buruh, pengusaha, dan pemerintah.
“Konteksnya pemerintah akan terus mengupayakan hubungan industrial tripartit yang melibatkan buruh atau serikat pekerja, pemerintah, dan pengusaha. Ini akan kita perkuat supaya bisa merumuskan agenda-agenda bersama, termasuk isu hak dan kewajiban buruh yang bisa kita perjuangkan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kerja sama, solidaritas, serta kepedulian antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, termasuk dukungan dari unsur Polri dan TNI.
“Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, sehingga dapat terbina hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peserta kegiatan berasal dari serikat pekerja dan serikat buruh perusahaan, APINDO, manajemen perusahaan, hingga pekerja mandiri. Adapun rangkaian kegiatan May Day 2026 di Kabupaten Pekalongan meliputi doa bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, servis motor gratis, serta penanaman mangrove di Wonokerto pada pagi hari.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Serikat Pekerja SPSI Kabupaten Pekalongan, Sarwo Hadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan May Day yang dinilai menjadi langkah positif dalam membangun komunikasi dan hubungan baik antar pihak.
“Kami para pekerja dan buruh berterima kasih kepada Forkopimda, khususnya Plt. Bupati Pekalongan, Kapolres, dan seluruh pihak lainnya. Ini menjadi kunci pembuka hubungan antara serikat buruh dengan pengusaha dan pejabat pemerintah. Inilah yang kami inginkan, sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh,” ungkap Sarwo.
Peringatan May Day di Kabupaten Pekalongan tahun ini berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi komitmen bersama untuk memperkuat hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan di daerah.
Sabtu, 2 Mei 2026