Pelayanan PPID


Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan

Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
TIRTO - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan mencatat sebanyak 1.500 jiwa hingga saat ini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Para pengungsi mulai jenuh dan ingin cepat kembali kerumah masing-masing.
Diungkapkan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, Senin, (2/2/2026), Para pengungsi berasal dari beberapa desa seperti Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo dan daerah terdampak lainnya yang dinilai belum aman untuk ditinggali kembali. Untuk itu pihaknya terus melakukan penanganan berkelanjutan, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
“Dapur Umum Dinas Sosial hingga kini masih terus salurkan nasi bungkus untuk pengungsi sehari 3 kali karena sebagian warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing sebab kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.
Ditambahkan, Dinsos bersama instansi terkait terus menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan, air bersih, selimut, serta kebutuhan khusus bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Selain itu, layanan dapur umum masih dioperasikan untuk memastikan ketersediaan makanan bagi para pengungsi.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berkoordinasi dengan BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan untuk memantau kondisi kesehatan pengungsi serta mencegah munculnya penyakit pascabencana.
"Kami memastikan pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah pengungsi berharap kondisi segera membaik agar mereka dapat kembali ke rumah dan beraktivitas seperti sediakala. Hingga saat ini, banjir didalam rumah masih setinggi lutut dan di jalan desa masih setinggi paha.
"Kalau urusan makanan dan bantuan di pengungsian Kopindo ini tidak kurang, tapi untuk toilet umum kita kesulitan terkadang kita sampai numpang ke masjid dan rumah warga sekitar," terang Tuti Alawiyah, Warga Desa Mulyorejo.
Dinsos Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama, sembari memastikan bahwa pemerintah akan terus hadir memberikan pendampingan hingga situasi benar-benar pulih.
Senin, 2 Februari 2026
KEDUNGWUNI – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pekalongan sukses menyelenggarakan Pesta Siaga Tahun 2026 dengan mengusung tema “Sehat, Inspirasi, Cerdas, Aktif, Kreatif, dan Riang Gembira”. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, Sabtu (31/1/2026).
Pesta Siaga berlangsung meriah dan penuh semangat, diselenggarakan di SMK Muhammadiyah Bligo diikuti oleh ratusan Pramuka Siaga dari berbagai gugus depan se-Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk membina karakter, keceriaan, serta kreativitas anggota Pramuka Siaga sejak usia dini.
Diungkapkan Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman, Pesta Siaga bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembinaan karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, serta memiliki semangat kebersamaan.Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif disajikan, mulai dari permainan ketangkasan, kegiatan seni dan kreativitas, hingga edukasi pola hidup sehat yang dikemas secara menyenangkan.
"Tema yang diangkat diharapkan mampu menginspirasi Pramuka Siaga untuk selalu aktif, kreatif, dan ceria dan aman terlindungi dalam setiap kegiatan, " terangnya.
Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Asin Hana menyampaikan, Segenap peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh keceriaan. Didampingi oleh pembina masing-masing, Pramuka Siaga diajak belajar bekerja sama, berani tampil, serta menumbuhkan sikap disiplin dan sportivitas.
"Materi yang dilombakan tahun ini juga disesuaikan dengen pesatnya teknologi informasi dan digital saat ini," terangnya.
Melalui Pesta Siaga Tahun 2026 ini, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pekalongan berharap dapat terus berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antar Pramuka Siaga di Kabupaten Pekalongan.
Sabtu, 31 Januari 2026
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan Pengukuhan Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan (IKA ILPEM) Universitas Diponegoro yang digelar di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan tersebut dinilai selaras dengan kondisi daerah yang saat ini masih berada dalam status tanggap darurat bencana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si yang juga alumni UNDIP menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan pengukuhan, seminar, dan bakti sosial sangat relevan dengan situasi yang tengah dihadapi daerah, khususnya terkait upaya adaptasi wilayah pesisir.
“Kabupaten Pekalongan saat ini masih dalam posisi tanggap darurat hingga 9 Februari 2026. Dalam sepekan terakhir, bencana terjadi cukup luar biasa dan berdampak hampir di seluruh wilayah, mulai dari wilayah atas, tengah, hingga pesisir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki wilayah yang beragam, mulai dari kawasan Petungkriyono di wilayah atas yang berbatasan dengan kawasan Dieng, wilayah tengah di Kajen, hingga wilayah pesisir. Saat ini, wilayah pesisir menjadi kawasan yang paling terdampak, dengan masih adanya warga yang harus mengungsi.
“Kegiatan seminar yang membahas adaptasi wilayah pesisir ini sangat relevan dengan kondisi kami saat ini. Bahkan, bakti sosial yang dilaksanakan juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Dalam kegiatan seminar IKA ILPEM FISIP UNDIP kali ini mengambil tema "Menanam Harapan, Memperkokoh Dedikasi, Meneguhkan Marwah Alumni Ilmu Pemerintahan", dengan dipandu moderator Bangkit Aditya Wiryawan, Ph.D yang juga menjabat sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP. Sedangkan yang bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Efendi, S.Pi., MA., dan juga Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP Aniello Iannone (Dosen dari Italia).
Setelah selesai kegiatan pengukuhan diagendakan pula dihari yang sama kegiatan bakti sosial. IKA ILPEM Undip menyalurkan 10.000 bibit mangrove, 50 paket sembako, serta bantuan perbaikan dua unit peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menilai bantuan tersebut sangat membantu upaya pemulihan sosial dan lingkungan di wilayah pesisir.
Sekda Yulian juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pekalongan sebagai tuan rumah kegiatan, serta memohon maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan di tengah kondisi tanggap darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Pekalongan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kami juga mohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat keterbatasan, mengingat kami juga masih harus membagi fokus penanganan bencana,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, alumni, akademisi, dan mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam upaya penanganan bencana dan adaptasi wilayah pesisir.
Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan (IKA ILPEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat dalam rangkaian Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) periode 2025–2030.
Ketua IKA ILPEM FISIP Undip, Dhoni Widianto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam kondisi aman dan lancar. Ia menekankan bahwa pengukuhan dan Rakernas tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial, melainkan dirangkai dengan aksi nyata melalui bakti alumni.
“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita diberikan kesehatan dan keselamatan sehingga dapat bersama-sama mengikuti acara pengukuhan dan Rakernas, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan kegiatan bakti alumni,” ujar Dhoni.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi daerah yang masih terdampak bencana.
“Atas nama pengurus, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami juga memohon maaf karena pelaksanaan acara berlangsung di tengah kondisi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Pekalongan, yang masih terdampak bencana banjir dan rob,” jelasnya.
Dhoni menegaskan, pengurus IKA ILPEM Undip secara kolektif sepakat agar kegiatan pengukuhan lebih menitikberatkan pada aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan nilai dan tagline Universitas Diponegoro, yakni bermartabat, bermanfaat, dan berdampak.
“Kami ingin para alumni Ilmu Pemerintahan Undip dapat hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Mungkin kontribusi yang diberikan sifatnya masih parsial, tetapi setidaknya ada kepedulian nyata dari para alumni,” tambahnya.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, IKA ILPEM Undip melaksanakan bakti alumni secara kolaboratif dengan sejumlah pihak, di antaranya BAZNAS, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim).
Dhoni menambahkan, penyaluran bibit mangrove tidak berhenti pada tahap seremonial, melainkan akan disertai pendampingan dan pemantauan oleh instansi terkait.
“Untuk jangka pendek, setelah bibit diserahkan, Dinas DKP akan melakukan pemantauan kepada kelompok masyarakat penerima. Jadi tidak hanya menyerahkan lalu selesai, tetapi benar-benar dibantu hingga masa tanam,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Komunikasi Publik UNDIP Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D, Dekan FISIP UNDIP Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., Pengurus Pusat IKA FISIP UNDIP Yogi Arief Nugraha, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos., M.Si.
Sabtu, 31 Januari 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya memperkuat kesiapan anggaran dan logistik dalam penanganan dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hal tersebut dibahas dalam rapat kerja Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan perangkat daerah terkait di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (30/1/2026).
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, M.M., dan dihadiri jajaran pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., serta perangkat daerah terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa hingga 27 Januari 2026, jumlah warga terdampak banjir mencapai 60.164 jiwa, dengan 1.704 jiwa mengungsi di 19 titik pengungsian.
“Personel BPBD saat ini bekerja 24 jam penuh di lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta kelancaran distribusi bantuan,” ujar Agus.
Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini meliputi tambahan obat-obatan, khususnya obat penyakit kulit, kebutuhan balita, serta peningkatan fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian yang mulai mengalami keterbatasan kapasitas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan darurat bencana.
“Anggaran BTT akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan logistik selama masa tanggap darurat 14 hari, termasuk makanan, kesehatan, dan kebutuhan dasar pengungsi,” jelas Sekda
Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya di bidang pekerjaan umum, telah mulai memetakan kebutuhan bahan bakar dan operasional pompa air guna mendukung upaya penanganan genangan.
Menurutnya, Pemkab Pekalongan juga menyiapkan langkah antisipatif melalui pergeseran anggaran APBD apabila diperlukan, mengingat keterbatasan stok logistik reguler.
“Kami memastikan seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan bersinergi agar penanganan bencana berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus berkoordinasi dengan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, serta tanggul sungai, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Pekalongan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ke depan.
Sabtu, 31 Januari 2026
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menggelar bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (29/1/2026) pagi di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Asisten Sekretaris Daerah Bagian Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S. Sos., M. Si., saat ditemui setelah mengisi sambutan pihaknya mengatakan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun sebelum pemerintah daerah menjalankan berbagai program dan kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
“Bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para pejabat yang nantinya akan mengelola dan menangani pengadaan barang dan jasa, khususnya Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK, agar memahami aturan main serta regulasi terbaru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengadaan barang dan jasa pada tahun 2026 mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 sebagai regulasi terbaru. Melalui kegiatan ini, para pejabat pengadaan diharapkan memahami mekanisme serta ketentuan yang berlaku sehingga dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan sesuai aturan.
“Dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi, penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Pekalongan diharapkan berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta menghasilkan kualitas barang dan jasa yang baik,” tambahnya.
Anis Rosidi menyebutkan, materi dalam bimbingan teknis disampaikan oleh tim PBJ yang telah memiliki sertifikasi kompetensi pengadaan barang dan jasa. Seperti Kepala Bagian Pengadaan barang dan jasa setda Kabupaten Pekalongan Zaenuri, S. T., M. T., kemudian fungsional pengelolaan pengadaan barang/jasa madya Sutikno, S.K.M, M.M., dan fungsional pengelola pengadaan barang/jasa muda Nasiya Muluyun, S. Mn., memberikan materi sebagai bentuk transfer pengetahuan kepada PPK, maupun calon PPK.
“Tidak semua peserta saat ini sudah menjabat sebagai PPK atau PPKom, sehingga kegiatan ini juga menjadi bekal tambahan bagi calon pejabat pembuat komitmen agar siap menjalankan tugasnya ke depan,” jelasnya.
Adapun peserta bimbingan teknis ini berasal dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk kecamatan, se-Kabupaten Pekalongan, baik pejabat pembuat komitmen yang sudah menjabat maupun calon pejabat pembuat komitmen.
Jumat, 30 Januari 2026
KAJEN – Bupati Pekalongan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., melantik dan mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Pekalongan periode 2025–2029 di Aula Indraprasta Lantai 2 Bapperida Kabupaten Pekalongan, Kajen, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perwakilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, serta para Purna Paskibraka Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda, Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa pelantikan Duta Pancasila Paskibraka bukan sekadar seremoni, melainkan amanah dan tanggung jawab besar dalam menjaga serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
“Duta Pancasila Pascibraka diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda dalam menerapkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air di era digital yang penuh tantangan,” ujar Sekda.
Ia menambahkan, para Duta Pancasila memiliki peran strategis dalam memperkuat konsensus dasar negara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi yang pesat menuntut generasi muda untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, para Duta Pancasila diminta untuk terus mengembangkan program kerja yang relevan dengan kondisi masyarakat.
“Susunlah program-program yang inovatif, bermanfaat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak semua kegiatan harus berbasis anggaran, namun harus dilandasi semangat pengabdian,” tambahnya.
Selain itu, Sekda juga mengajak seluruh perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Badan Kesbangpol, untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan terhadap kegiatan Duta Pancasila Pascibraka.
Dengan dilantiknya Duta Pancasila Pascibraka Indonesia Kabupaten Pekalongan periode 2025–2029, diharapkan para generasi muda tersebut mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter bangsa, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
Rabu, 28 Januari 2026
TIRTO - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan mencatat sebanyak 1.500 jiwa hingga saat ini masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Para pengungsi mulai jenuh dan ingin cepat kembali kerumah masing-masing.
Diungkapkan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, Senin, (2/2/2026), Para pengungsi berasal dari beberapa desa seperti Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo dan daerah terdampak lainnya yang dinilai belum aman untuk ditinggali kembali. Untuk itu pihaknya terus melakukan penanganan berkelanjutan, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
“Dapur Umum Dinas Sosial hingga kini masih terus salurkan nasi bungkus untuk pengungsi sehari 3 kali karena sebagian warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing sebab kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.
Ditambahkan, Dinsos bersama instansi terkait terus menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan, air bersih, selimut, serta kebutuhan khusus bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Selain itu, layanan dapur umum masih dioperasikan untuk memastikan ketersediaan makanan bagi para pengungsi.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berkoordinasi dengan BPBD, tenaga kesehatan, dan relawan untuk memantau kondisi kesehatan pengungsi serta mencegah munculnya penyakit pascabencana.
"Kami memastikan pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah pengungsi berharap kondisi segera membaik agar mereka dapat kembali ke rumah dan beraktivitas seperti sediakala. Hingga saat ini, banjir didalam rumah masih setinggi lutut dan di jalan desa masih setinggi paha.
"Kalau urusan makanan dan bantuan di pengungsian Kopindo ini tidak kurang, tapi untuk toilet umum kita kesulitan terkadang kita sampai numpang ke masjid dan rumah warga sekitar," terang Tuti Alawiyah, Warga Desa Mulyorejo.
Dinsos Kabupaten Pekalongan mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama, sembari memastikan bahwa pemerintah akan terus hadir memberikan pendampingan hingga situasi benar-benar pulih.
Senin, 2 Februari 2026
KEDUNGWUNI – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pekalongan sukses menyelenggarakan Pesta Siaga Tahun 2026 dengan mengusung tema “Sehat, Inspirasi, Cerdas, Aktif, Kreatif, dan Riang Gembira”. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, Sabtu (31/1/2026).
Pesta Siaga berlangsung meriah dan penuh semangat, diselenggarakan di SMK Muhammadiyah Bligo diikuti oleh ratusan Pramuka Siaga dari berbagai gugus depan se-Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk membina karakter, keceriaan, serta kreativitas anggota Pramuka Siaga sejak usia dini.
Diungkapkan Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman, Pesta Siaga bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana pembinaan karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, serta memiliki semangat kebersamaan.Beragam kegiatan edukatif dan rekreatif disajikan, mulai dari permainan ketangkasan, kegiatan seni dan kreativitas, hingga edukasi pola hidup sehat yang dikemas secara menyenangkan.
"Tema yang diangkat diharapkan mampu menginspirasi Pramuka Siaga untuk selalu aktif, kreatif, dan ceria dan aman terlindungi dalam setiap kegiatan, " terangnya.
Sementara Ketua Panitia Kegiatan, Asin Hana menyampaikan, Segenap peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh keceriaan. Didampingi oleh pembina masing-masing, Pramuka Siaga diajak belajar bekerja sama, berani tampil, serta menumbuhkan sikap disiplin dan sportivitas.
"Materi yang dilombakan tahun ini juga disesuaikan dengen pesatnya teknologi informasi dan digital saat ini," terangnya.
Melalui Pesta Siaga Tahun 2026 ini, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pekalongan berharap dapat terus berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antar Pramuka Siaga di Kabupaten Pekalongan.
Sabtu, 31 Januari 2026
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan Pengukuhan Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan (IKA ILPEM) Universitas Diponegoro yang digelar di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan tersebut dinilai selaras dengan kondisi daerah yang saat ini masih berada dalam status tanggap darurat bencana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si yang juga alumni UNDIP menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan pengukuhan, seminar, dan bakti sosial sangat relevan dengan situasi yang tengah dihadapi daerah, khususnya terkait upaya adaptasi wilayah pesisir.
“Kabupaten Pekalongan saat ini masih dalam posisi tanggap darurat hingga 9 Februari 2026. Dalam sepekan terakhir, bencana terjadi cukup luar biasa dan berdampak hampir di seluruh wilayah, mulai dari wilayah atas, tengah, hingga pesisir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki wilayah yang beragam, mulai dari kawasan Petungkriyono di wilayah atas yang berbatasan dengan kawasan Dieng, wilayah tengah di Kajen, hingga wilayah pesisir. Saat ini, wilayah pesisir menjadi kawasan yang paling terdampak, dengan masih adanya warga yang harus mengungsi.
“Kegiatan seminar yang membahas adaptasi wilayah pesisir ini sangat relevan dengan kondisi kami saat ini. Bahkan, bakti sosial yang dilaksanakan juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Dalam kegiatan seminar IKA ILPEM FISIP UNDIP kali ini mengambil tema "Menanam Harapan, Memperkokoh Dedikasi, Meneguhkan Marwah Alumni Ilmu Pemerintahan", dengan dipandu moderator Bangkit Aditya Wiryawan, Ph.D yang juga menjabat sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP. Sedangkan yang bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Efendi, S.Pi., MA., dan juga Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP Aniello Iannone (Dosen dari Italia).
Setelah selesai kegiatan pengukuhan diagendakan pula dihari yang sama kegiatan bakti sosial. IKA ILPEM Undip menyalurkan 10.000 bibit mangrove, 50 paket sembako, serta bantuan perbaikan dua unit peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menilai bantuan tersebut sangat membantu upaya pemulihan sosial dan lingkungan di wilayah pesisir.
Sekda Yulian juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pekalongan sebagai tuan rumah kegiatan, serta memohon maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan di tengah kondisi tanggap darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Pekalongan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kami juga mohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat keterbatasan, mengingat kami juga masih harus membagi fokus penanganan bencana,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, alumni, akademisi, dan mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam upaya penanganan bencana dan adaptasi wilayah pesisir.
Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan (IKA ILPEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat dalam rangkaian Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) periode 2025–2030.
Ketua IKA ILPEM FISIP Undip, Dhoni Widianto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam kondisi aman dan lancar. Ia menekankan bahwa pengukuhan dan Rakernas tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial, melainkan dirangkai dengan aksi nyata melalui bakti alumni.
“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita diberikan kesehatan dan keselamatan sehingga dapat bersama-sama mengikuti acara pengukuhan dan Rakernas, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan kegiatan bakti alumni,” ujar Dhoni.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi daerah yang masih terdampak bencana.
“Atas nama pengurus, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami juga memohon maaf karena pelaksanaan acara berlangsung di tengah kondisi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Pekalongan, yang masih terdampak bencana banjir dan rob,” jelasnya.
Dhoni menegaskan, pengurus IKA ILPEM Undip secara kolektif sepakat agar kegiatan pengukuhan lebih menitikberatkan pada aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan nilai dan tagline Universitas Diponegoro, yakni bermartabat, bermanfaat, dan berdampak.
“Kami ingin para alumni Ilmu Pemerintahan Undip dapat hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Mungkin kontribusi yang diberikan sifatnya masih parsial, tetapi setidaknya ada kepedulian nyata dari para alumni,” tambahnya.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, IKA ILPEM Undip melaksanakan bakti alumni secara kolaboratif dengan sejumlah pihak, di antaranya BAZNAS, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim).
Dhoni menambahkan, penyaluran bibit mangrove tidak berhenti pada tahap seremonial, melainkan akan disertai pendampingan dan pemantauan oleh instansi terkait.
“Untuk jangka pendek, setelah bibit diserahkan, Dinas DKP akan melakukan pemantauan kepada kelompok masyarakat penerima. Jadi tidak hanya menyerahkan lalu selesai, tetapi benar-benar dibantu hingga masa tanam,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Komunikasi Publik UNDIP Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D, Dekan FISIP UNDIP Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., Pengurus Pusat IKA FISIP UNDIP Yogi Arief Nugraha, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos., M.Si.
Sabtu, 31 Januari 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya memperkuat kesiapan anggaran dan logistik dalam penanganan dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hal tersebut dibahas dalam rapat kerja Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan perangkat daerah terkait di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (30/1/2026).
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, M.M., dan dihadiri jajaran pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., serta perangkat daerah terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa hingga 27 Januari 2026, jumlah warga terdampak banjir mencapai 60.164 jiwa, dengan 1.704 jiwa mengungsi di 19 titik pengungsian.
“Personel BPBD saat ini bekerja 24 jam penuh di lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta kelancaran distribusi bantuan,” ujar Agus.
Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini meliputi tambahan obat-obatan, khususnya obat penyakit kulit, kebutuhan balita, serta peningkatan fasilitas sanitasi di lokasi pengungsian yang mulai mengalami keterbatasan kapasitas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan darurat bencana.
“Anggaran BTT akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan logistik selama masa tanggap darurat 14 hari, termasuk makanan, kesehatan, dan kebutuhan dasar pengungsi,” jelas Sekda
Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya di bidang pekerjaan umum, telah mulai memetakan kebutuhan bahan bakar dan operasional pompa air guna mendukung upaya penanganan genangan.
Menurutnya, Pemkab Pekalongan juga menyiapkan langkah antisipatif melalui pergeseran anggaran APBD apabila diperlukan, mengingat keterbatasan stok logistik reguler.
“Kami memastikan seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan bersinergi agar penanganan bencana berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus berkoordinasi dengan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, serta tanggul sungai, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Pekalongan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ke depan.
Sabtu, 31 Januari 2026
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menggelar bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (29/1/2026) pagi di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Asisten Sekretaris Daerah Bagian Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S. Sos., M. Si., saat ditemui setelah mengisi sambutan pihaknya mengatakan bahwa kegiatan bimbingan teknis ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun sebelum pemerintah daerah menjalankan berbagai program dan kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
“Bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para pejabat yang nantinya akan mengelola dan menangani pengadaan barang dan jasa, khususnya Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK, agar memahami aturan main serta regulasi terbaru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengadaan barang dan jasa pada tahun 2026 mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 sebagai regulasi terbaru. Melalui kegiatan ini, para pejabat pengadaan diharapkan memahami mekanisme serta ketentuan yang berlaku sehingga dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan sesuai aturan.
“Dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi, penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Pekalongan diharapkan berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta menghasilkan kualitas barang dan jasa yang baik,” tambahnya.
Anis Rosidi menyebutkan, materi dalam bimbingan teknis disampaikan oleh tim PBJ yang telah memiliki sertifikasi kompetensi pengadaan barang dan jasa. Seperti Kepala Bagian Pengadaan barang dan jasa setda Kabupaten Pekalongan Zaenuri, S. T., M. T., kemudian fungsional pengelolaan pengadaan barang/jasa madya Sutikno, S.K.M, M.M., dan fungsional pengelola pengadaan barang/jasa muda Nasiya Muluyun, S. Mn., memberikan materi sebagai bentuk transfer pengetahuan kepada PPK, maupun calon PPK.
“Tidak semua peserta saat ini sudah menjabat sebagai PPK atau PPKom, sehingga kegiatan ini juga menjadi bekal tambahan bagi calon pejabat pembuat komitmen agar siap menjalankan tugasnya ke depan,” jelasnya.
Adapun peserta bimbingan teknis ini berasal dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk kecamatan, se-Kabupaten Pekalongan, baik pejabat pembuat komitmen yang sudah menjabat maupun calon pejabat pembuat komitmen.
Jumat, 30 Januari 2026
KAJEN – Bupati Pekalongan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., melantik dan mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Pekalongan periode 2025–2029 di Aula Indraprasta Lantai 2 Bapperida Kabupaten Pekalongan, Kajen, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perwakilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, serta para Purna Paskibraka Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda, Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa pelantikan Duta Pancasila Paskibraka bukan sekadar seremoni, melainkan amanah dan tanggung jawab besar dalam menjaga serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
“Duta Pancasila Pascibraka diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda dalam menerapkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air di era digital yang penuh tantangan,” ujar Sekda.
Ia menambahkan, para Duta Pancasila memiliki peran strategis dalam memperkuat konsensus dasar negara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi yang pesat menuntut generasi muda untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa. Oleh karena itu, para Duta Pancasila diminta untuk terus mengembangkan program kerja yang relevan dengan kondisi masyarakat.
“Susunlah program-program yang inovatif, bermanfaat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak semua kegiatan harus berbasis anggaran, namun harus dilandasi semangat pengabdian,” tambahnya.
Selain itu, Sekda juga mengajak seluruh perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Badan Kesbangpol, untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan terhadap kegiatan Duta Pancasila Pascibraka.
Dengan dilantiknya Duta Pancasila Pascibraka Indonesia Kabupaten Pekalongan periode 2025–2029, diharapkan para generasi muda tersebut mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga persatuan, memperkuat karakter bangsa, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
Rabu, 28 Januari 2026