Pelayanan PPID


Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan

Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
Kajen – Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 menghadirkan Gelar Wicara Literasi Digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, kreatif, dan berdaya. Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Gelar wicara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., dengan materi Transformasi Perpustakaan di Era Digital (Dari Membaca Menuju Pemberdayaan Masyarakat) serta Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan, Yoga Rifai Hamzah, M.IKom., yang membawakan materi Literasi Digital di Era Algoritma, AI, dan Banjir Informasi.
Supriyadi menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, Festival Literasi tidak hanya menjadi ruang untuk membaca dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga perlu diarahkan agar masyarakat mendapatkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Perpustakaan di seluruh desa itu perlu kita wujudkan, karena literasi ini tidak hanya sebatas kita membaca, mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan keterampilan, dan sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang kita dapatkan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar gerakan literasi dapat berkembang lebih luas. Tidak hanya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, tetapi juga Dinas Kominfo, dinas yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan desa, hingga pemerintah desa.
Dalam konteks literasi digital, Supriyadi menyoroti generasi muda sebagai salah satu kelompok yang banyak menggunakan internet. Karena itu, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperoleh pengetahuan dan informasi yang bermanfaat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali agar tidak turut menyebarkan informasi yang tidak tepat.
“Bijak dalam bermedia, tidak asal sharing, tetapi juga harus kita saring juga,” katanya.
Sementara itu, materi yang disampaikan Yoga Rifai Hamzah mengangkat tantangan literasi digital di tengah perkembangan algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan derasnya informasi yang diterima masyarakat sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan minat baca, tetapi berkembang menjadi gerakan literasi yang mampu membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi perubahan di era digital.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN — Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 bukan sekadar panggung promosi produk dan geliat ekonomi daerah. Di tengah riuhnya Alun-alun Kajen, pasangan lansia Edi Sunaryo (55) dan Kunifah (54) justru mengukir cerita berbeda: melangsungkan akad nikah secara resmi di tengah keramaian PRK.
Prosesi ijab kabul berlangsung di Stan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Momen tersebut menjadi perhatian pengunjung karena dilakukan di tengah perhelatan rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Akad nikah pasangan asal Pekalongan itu semakin istimewa setelah Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman bersama istrinya, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan DR. Galuh Kirana, dan jajaran Forkopimda melintas saat meninjau stan PRK 2026.
Sukirman bahkan secara spontan didapuk menjadi salah satu saksi akad yang dilayani Kantor Urusan Agama (KUA) Kajen. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, suasana di Stan Kemenag langsung pecah dalam kegembiraan.
“Sah, sah, sah!” seru Sukirman sembari mengangkat tangannya.
Tak berhenti di situ, Sukirman turut mendoakan agar pernikahan Edi dan Kunifah menjadi rumah tangga yang penuh keberkahan.
“Dua sejoli ini telah melangsungkan akad nikah secara sah dilayani oleh Kementerian Agama KUA Kabupaten Pekalongan. Kita doakan sakinah, mawaddah, warahmah. Allahumma aamiin,” ujarnya.
Dengan nada berseloroh, Sukirman juga mengajak pasangan lain yang hadir untuk mengikuti langkah Edi dan Kunifah.
“Yang lain menyusul! Yang lain menyusul!” katanya.
Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan, Irkham, mengatakan akad nikah tersebut memang sengaja digelar di Stan Kemenag sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi.
Menurutnya, pemilihan pasangan lansia sebagai bagian dari prosesi tersebut juga memiliki pesan tersendiri. Edi yang berusia 55 tahun dan Kunifah 54 tahun menunjukkan bahwa komitmen untuk membangun rumah tangga secara sah tidak mengenal batas usia.
“Secara khusus memang kami menikahkan pasangan lansia berusia 55 tahun dan 54 tahun. Ini merupakan pasangan dan pernikahan yang antik karena di usia yang senja masih berkomitmen melakukan pernikahan secara resmi,” kata Irkham.
Akad nikah di tengah PRK sekaligus mempertegas bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, pameran produk, dan promosi potensi daerah. Stan Kemenag justru menjadi ruang pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk pasar raya, Edi dan Kunifah memilih menjadikan momen tersebut sebagai awal kehidupan baru. Akad nikah mereka pun menjadi salah satu cerita paling unik dalam PRK 2026—bahwa perhelatan rakyat tak selalu berakhir pada jual beli, tetapi juga bisa menjadi tempat sebuah keluarga memulai perjalanan.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan para ulama dan tokoh agama sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., saat acara Kajen Bersholawat dan Peringatan Maulud Nabi di depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman menyampaikan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat ikhtiar menghadapi berbagai tantangan ke depan. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, doa, bimbingan, dan nasihat para kiai serta ustaz selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan para kiai dan ustaz yang terus membersamai pemerintah. Doa dan dukungan beliau-beliau menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan globalisasi dan perkembangan digitalisasi yang begitu cepat, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan kerja keras pemerintah. Persatuan masyarakat, kerja keras, serta doa dan dukungan para ulama juga diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pekalongan. Salah satunya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menurutnya telah menunjukkan perkembangan positif dan berada pada kisaran 15 besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
IPM tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga upaya mengurangi angka pengangguran.
“Angka-angka inilah yang terus kita catat dan kita ingin tingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Meski demikian, Sukirman mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya sektor infrastruktur. Persoalan jalan dan infrastruktur disebut menjadi salah satu tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berencana menjadikan tahun 2027 sebagai momentum untuk lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama ruas-ruas jalan yang masih mengalami kerusakan.
“Di tahun 2027 kita akan fokus kepada persoalan infrastruktur. Ruas-ruas jalan kita yang masih rusak dan masih banyak kendala akan kita prioritaskan. Tahun 2027 menjadi tahun infrastruktur bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sukirman menambahkan, sejumlah pembangunan infrastruktur saat ini sudah mulai berjalan. Di antaranya pembangunan jalan di Watusalam yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat, serta sejumlah ruas lainnya seperti di sekitar SMP Negeri 1 Tirto.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sukirman mencontohkan antusiasme masyarakat dalam kegiatan Pekan Raya Kajen yang menunjukkan geliat ekonomi dan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.
Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat dan banyaknya produk pedagang yang telah habis terjual sejak sore hari menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Ini pertumbuhan ekonomi yang akan kita dorong terus di tahun 2027,” ungkapnya.
Lebih lanjut, setelah pelaksanaan Pekan Raya Kajen, Pemkab Pekalongan akan melakukan penataan dan revitalisasi kawasan UKM dan UMKM, termasuk di Kedungwuni, Gemek, dan Kajen.
Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib sekaligus memastikan mekanisme sewa dan pengelolaan berjalan secara resmi dan transparan.
“Kita akan kembali berbenah terkait UKM dan UMKM yang ada di Kedungwuni, Gemek, juga di Kajen. Kita akan revitalisasi dan tata agar lebih tertib. Aturan mainnya jelas, sewanya juga resmi dan masuk ke negara,” jelasnya.
Sukirman menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan aturan dan tim satuan tugas untuk mengawal penataan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi pertumbuhan UMKM.
Menutup keterangannya, Sukirman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami mohon doa restu dan doa dari para kiai, para ustaz, serta seluruh masyarakat agar apa yang kita rencanakan dapat terwujud dan terealisasi dengan baik,” pungkasnya.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan tidak boleh ada praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026. Pedagang yang menemukan pungutan di luar tarif resmi diminta segera melapor kepada satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk pemerintah daerah.
Penegasan itu disampaikan Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore (25/8/2026).
"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman.
Menurut dia, pemerintah daerah telah membentuk satgas untuk mengawasi pelaksanaan PRK. Keberadaan satgas tersebut menjadi salah satu upaya memastikan pedagang, khususnya pelaku UMKM, tidak terbebani pungutan yang tidak memiliki dasar aturan.
"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.
Sukirman menegaskan, PRK bukan sekadar agenda perayaan, tetapi juga harus menjadi ruang bagi pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan usahanya.
Karena itu, ia menitipkan tugas kepada jajaran Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja untuk terus menata sekaligus menghidupkan sentra-sentra UMKM di Kabupaten Pekalongan, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi dan wilayah lainnya.
Ia berharap gelaran PRK 2026 mampu mendorong transaksi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat daya belinya meningkat," harapnya.
Usai membuka PRK 2026, Sukirman bersama Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, unsur Forkopimda dan sejumlah kepala OPD meninjau stan-stan yang ada di lokasi kegiatan.
Salah satunya stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. Di stan tersebut, Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama pelaksanaan PRK hingga 30 Agustus 2026, stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.
Sukirman kemudian mengunjungi stan Inspektorat Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana, ia mengikuti permainan integritas "Game Fokus".
Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata panah pada kata "sederhana". Ia menekankan pentingnya aparatur pemerintah menerapkan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Plt Kepala Disperindag, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan PRK 2026 merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404.
PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian ekonomi kerakyatan.
"PRK 2026 berlangsung selama lima hari dari tanggal 25-30 Agustus 2026. Tujuan kegiatan ini selain memeriahkan HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan juga menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis kemandirian finansial," terang Siti.
Dengan penegasan soal larangan pungli tersebut, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 bukan hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai ruang promosi dan pengembangan UMKM yang diharapkan berlangsung transparan tanpa pungutan di luar ketentuan.
Rabu, 26 Agustus 2026
Kajen — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmen untuk mendorong pembangunan daerah dengan menempatkan peningkatan infrastruktur sebagai salah satu prioritas. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S, M.S dalam sambutan paripurna Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di gedung DPRD kabupaten Pekalongan, Selasa (25/08/26).
Sukirman menyampaikan, pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan ruas-ruas jalan, menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi infrastruktur menjadi salah satu hal yang paling mudah dirasakan dan dilihat langsung oleh masyarakat.
“Jalan itu seperti etalase sebuah supermarket atau toko. Yang pertama kali dilihat dan tampak adalah etalasenya,” ujar Sukirman dalam sambutannya.
Karena itu, Pemkab Pekalongan berencana memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur pada 2027 mendatang. Aspirasi yang disampaikan pimpinan dan anggota DPRD, terutama yang berkaitan dengan jalan, irigasi dan infrastruktur dasar lainnya, akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.
Sukirman menekankan, langkah tersebut membutuhkan dukungan politik dari DPRD Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.
“Kita sudah mempunyai kesepakatan bahwa aspirasi dari Bapak-Ibu akan kita prioritaskan untuk kemudian kita alokasikan ke pembangunan infrastruktur. Tentu ini membutuhkan dukungan politik dari Bapak-Ibu pimpinan dan anggota DPRD,” katanya.
Selain infrastruktur, Pemkab Pekalongan juga akan terus mempertahankan dan meningkatkan sejumlah indikator pembangunan, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan, kemiskinan hingga tingkat pengangguran terbuka.
Sukirman juga menegaskan pentingnya tata kelola anggaran yang akuntabel. Ia memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD Kabupaten Pekalongan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tugas saya khususnya memastikan setiap rupiah yang ada di APBD Kabupaten Pekalongan ini betul-betul harus bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Setiap rupiah, tidak ada satu pun yang bocor yang tidak berguna bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sementara itu, Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M., dalam sambutannya pada peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan menyampaikan harapan agar Kabupaten Pekalongan semakin maju dan mampu menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Arsul turut menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Pekalongan yang berada pada angka 72,71. Menurutnya, indikator kesehatan, pendidikan dan ekonomi perlu terus menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.
Ia berharap sejarah Kabupaten Pekalongan dapat terus diperkenalkan kepada anak-anak dan generasi muda sehingga mereka memahami identitas serta perjalanan daerah tempat mereka tumbuh.
“Selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten Pekalongan. Mudah-mudahan Kabupaten Pekalongan semakin maju, bukan hanya bagi warganya, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ujar Arsul Sani.
Selasa, 25 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memperkuat integritas aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam momentum Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan yang mengusung tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri.”
Hal itu disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai kegiatan Upacara Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman mengatakan, peringatan Hari Jadi menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Prestasi yang telah diraih akan terus ditingkatkan, sementara berbagai kekurangan akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bersama.
“Intinya adalah merefleksikan apa yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya. Kita berhasil meraih berbagai prestasi, tentu hal-hal yang sudah baik akan kita tingkatkan, sementara hal-hal yang masih kurang akan kita perbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, integritas aparatur menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia menekankan pentingnya kemampuan aparatur untuk beradaptasi, bekerja secara profesional, memiliki loyalitas, serta mampu menjaga diri agar tidak terjebak dalam praktik-praktik yang berpotensi melanggar aturan.
“Yang tidak kalah penting adalah menjaga diri kita masing-masing sebagai para abdi negara agar tidak terjebak lagi dalam praktik-praktik yang sekiranya berpotensi melanggar,” tegasnya.
Sebagai upaya memperkuat integritas, Pemkab Pekalongan telah membentuk Tim Pengawasan Integritas. Selain itu, sosialisasi regulasi dan kampanye antikorupsi akan terus digencarkan di lingkungan pemerintahan.
Sukirman menyebut, upaya tersebut juga dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, seperti lomba antikorupsi, lomba pencegahan praktik gratifikasi, hingga lomba video.
“Ini bagian dari sosialisasi agar kita semua memiliki benteng dan bisa saling mengingatkan,” katanya.
Terkait angka 404 pada Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Sukirman menyebut angka tersebut menjadi simbol usia Kabupaten Pekalongan yang telah mencapai 404 tahun. Usia tersebut dinilai menunjukkan perjalanan panjang dan kematangan daerah.
“Angka 404 menunjukkan usia yang sudah sangat mapan, sudah sangat dewasa. Tentu ini menjadi refleksi kita terhadap perjalanan dan perjuangan para pimpinan Kabupaten Pekalongan terdahulu,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Pemkab Pekalongan akan terus melakukan penataan dan penguatan UMKM serta sentra-sentra perekonomian daerah.
Beberapa kawasan seperti Kajen, Kedungwuni, dan Pekan Raya akan menjadi bagian dari upaya penataan, baik dari sisi lingkungan maupun tata kelola tarif. Menurut Sukirman, penataan tarif harus mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak terbebani dengan pungutan di luar ketentuan.
“Ketika sudah membayar kontribusi sesuai ketentuan, maka tidak ada kontribusi lain lagi. Besarannya juga harus sesuai dengan standar dan ukuran yang ada dalam Perda,” ungkapnya.
Sementara itu, persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Pemkab Pekalongan optimistis berbagai persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap. Untuk tahun 2026, sejumlah pembangunan infrastruktur telah mulai dikerjakan. Selanjutnya, tahun 2027 akan menjadi momentum untuk lebih mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.
“Untuk tahun 2026 ini sudah mulai dikerjakan. Tahun 2027 memang betul-betul kita canangkan sebagai tahun infrastruktur,” tegas Sukirman.
Menutup keterangannya, Sukirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran OPD yang telah bekerja keras dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, termasuk dalam menyukseskan rangkaian Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan.
Ia berharap momentum Hari Jadi tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi menjadi sarana evaluasi dan penguatan komitmen seluruh jajaran pemerintahan bersama masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang semakin maju.
Selasa, 25 Agustus 2026
Kajen – Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 menghadirkan Gelar Wicara Literasi Digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, kreatif, dan berdaya. Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Gelar wicara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., dengan materi Transformasi Perpustakaan di Era Digital (Dari Membaca Menuju Pemberdayaan Masyarakat) serta Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan, Yoga Rifai Hamzah, M.IKom., yang membawakan materi Literasi Digital di Era Algoritma, AI, dan Banjir Informasi.
Supriyadi menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, Festival Literasi tidak hanya menjadi ruang untuk membaca dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga perlu diarahkan agar masyarakat mendapatkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Perpustakaan di seluruh desa itu perlu kita wujudkan, karena literasi ini tidak hanya sebatas kita membaca, mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan keterampilan, dan sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang kita dapatkan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar gerakan literasi dapat berkembang lebih luas. Tidak hanya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, tetapi juga Dinas Kominfo, dinas yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan desa, hingga pemerintah desa.
Dalam konteks literasi digital, Supriyadi menyoroti generasi muda sebagai salah satu kelompok yang banyak menggunakan internet. Karena itu, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperoleh pengetahuan dan informasi yang bermanfaat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali agar tidak turut menyebarkan informasi yang tidak tepat.
“Bijak dalam bermedia, tidak asal sharing, tetapi juga harus kita saring juga,” katanya.
Sementara itu, materi yang disampaikan Yoga Rifai Hamzah mengangkat tantangan literasi digital di tengah perkembangan algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan derasnya informasi yang diterima masyarakat sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan minat baca, tetapi berkembang menjadi gerakan literasi yang mampu membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi perubahan di era digital.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN — Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 bukan sekadar panggung promosi produk dan geliat ekonomi daerah. Di tengah riuhnya Alun-alun Kajen, pasangan lansia Edi Sunaryo (55) dan Kunifah (54) justru mengukir cerita berbeda: melangsungkan akad nikah secara resmi di tengah keramaian PRK.
Prosesi ijab kabul berlangsung di Stan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Momen tersebut menjadi perhatian pengunjung karena dilakukan di tengah perhelatan rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Akad nikah pasangan asal Pekalongan itu semakin istimewa setelah Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman bersama istrinya, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan DR. Galuh Kirana, dan jajaran Forkopimda melintas saat meninjau stan PRK 2026.
Sukirman bahkan secara spontan didapuk menjadi salah satu saksi akad yang dilayani Kantor Urusan Agama (KUA) Kajen. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, suasana di Stan Kemenag langsung pecah dalam kegembiraan.
“Sah, sah, sah!” seru Sukirman sembari mengangkat tangannya.
Tak berhenti di situ, Sukirman turut mendoakan agar pernikahan Edi dan Kunifah menjadi rumah tangga yang penuh keberkahan.
“Dua sejoli ini telah melangsungkan akad nikah secara sah dilayani oleh Kementerian Agama KUA Kabupaten Pekalongan. Kita doakan sakinah, mawaddah, warahmah. Allahumma aamiin,” ujarnya.
Dengan nada berseloroh, Sukirman juga mengajak pasangan lain yang hadir untuk mengikuti langkah Edi dan Kunifah.
“Yang lain menyusul! Yang lain menyusul!” katanya.
Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan, Irkham, mengatakan akad nikah tersebut memang sengaja digelar di Stan Kemenag sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi.
Menurutnya, pemilihan pasangan lansia sebagai bagian dari prosesi tersebut juga memiliki pesan tersendiri. Edi yang berusia 55 tahun dan Kunifah 54 tahun menunjukkan bahwa komitmen untuk membangun rumah tangga secara sah tidak mengenal batas usia.
“Secara khusus memang kami menikahkan pasangan lansia berusia 55 tahun dan 54 tahun. Ini merupakan pasangan dan pernikahan yang antik karena di usia yang senja masih berkomitmen melakukan pernikahan secara resmi,” kata Irkham.
Akad nikah di tengah PRK sekaligus mempertegas bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, pameran produk, dan promosi potensi daerah. Stan Kemenag justru menjadi ruang pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk pasar raya, Edi dan Kunifah memilih menjadikan momen tersebut sebagai awal kehidupan baru. Akad nikah mereka pun menjadi salah satu cerita paling unik dalam PRK 2026—bahwa perhelatan rakyat tak selalu berakhir pada jual beli, tetapi juga bisa menjadi tempat sebuah keluarga memulai perjalanan.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan para ulama dan tokoh agama sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., saat acara Kajen Bersholawat dan Peringatan Maulud Nabi di depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman menyampaikan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat ikhtiar menghadapi berbagai tantangan ke depan. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, doa, bimbingan, dan nasihat para kiai serta ustaz selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan para kiai dan ustaz yang terus membersamai pemerintah. Doa dan dukungan beliau-beliau menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan globalisasi dan perkembangan digitalisasi yang begitu cepat, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan kerja keras pemerintah. Persatuan masyarakat, kerja keras, serta doa dan dukungan para ulama juga diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pekalongan. Salah satunya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menurutnya telah menunjukkan perkembangan positif dan berada pada kisaran 15 besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
IPM tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga upaya mengurangi angka pengangguran.
“Angka-angka inilah yang terus kita catat dan kita ingin tingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Meski demikian, Sukirman mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya sektor infrastruktur. Persoalan jalan dan infrastruktur disebut menjadi salah satu tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berencana menjadikan tahun 2027 sebagai momentum untuk lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama ruas-ruas jalan yang masih mengalami kerusakan.
“Di tahun 2027 kita akan fokus kepada persoalan infrastruktur. Ruas-ruas jalan kita yang masih rusak dan masih banyak kendala akan kita prioritaskan. Tahun 2027 menjadi tahun infrastruktur bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sukirman menambahkan, sejumlah pembangunan infrastruktur saat ini sudah mulai berjalan. Di antaranya pembangunan jalan di Watusalam yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat, serta sejumlah ruas lainnya seperti di sekitar SMP Negeri 1 Tirto.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sukirman mencontohkan antusiasme masyarakat dalam kegiatan Pekan Raya Kajen yang menunjukkan geliat ekonomi dan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.
Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat dan banyaknya produk pedagang yang telah habis terjual sejak sore hari menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Ini pertumbuhan ekonomi yang akan kita dorong terus di tahun 2027,” ungkapnya.
Lebih lanjut, setelah pelaksanaan Pekan Raya Kajen, Pemkab Pekalongan akan melakukan penataan dan revitalisasi kawasan UKM dan UMKM, termasuk di Kedungwuni, Gemek, dan Kajen.
Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib sekaligus memastikan mekanisme sewa dan pengelolaan berjalan secara resmi dan transparan.
“Kita akan kembali berbenah terkait UKM dan UMKM yang ada di Kedungwuni, Gemek, juga di Kajen. Kita akan revitalisasi dan tata agar lebih tertib. Aturan mainnya jelas, sewanya juga resmi dan masuk ke negara,” jelasnya.
Sukirman menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan aturan dan tim satuan tugas untuk mengawal penataan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi pertumbuhan UMKM.
Menutup keterangannya, Sukirman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami mohon doa restu dan doa dari para kiai, para ustaz, serta seluruh masyarakat agar apa yang kita rencanakan dapat terwujud dan terealisasi dengan baik,” pungkasnya.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan tidak boleh ada praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026. Pedagang yang menemukan pungutan di luar tarif resmi diminta segera melapor kepada satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk pemerintah daerah.
Penegasan itu disampaikan Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore (25/8/2026).
"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman.
Menurut dia, pemerintah daerah telah membentuk satgas untuk mengawasi pelaksanaan PRK. Keberadaan satgas tersebut menjadi salah satu upaya memastikan pedagang, khususnya pelaku UMKM, tidak terbebani pungutan yang tidak memiliki dasar aturan.
"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.
Sukirman menegaskan, PRK bukan sekadar agenda perayaan, tetapi juga harus menjadi ruang bagi pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan usahanya.
Karena itu, ia menitipkan tugas kepada jajaran Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja untuk terus menata sekaligus menghidupkan sentra-sentra UMKM di Kabupaten Pekalongan, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi dan wilayah lainnya.
Ia berharap gelaran PRK 2026 mampu mendorong transaksi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat daya belinya meningkat," harapnya.
Usai membuka PRK 2026, Sukirman bersama Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, unsur Forkopimda dan sejumlah kepala OPD meninjau stan-stan yang ada di lokasi kegiatan.
Salah satunya stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. Di stan tersebut, Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama pelaksanaan PRK hingga 30 Agustus 2026, stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.
Sukirman kemudian mengunjungi stan Inspektorat Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana, ia mengikuti permainan integritas "Game Fokus".
Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata panah pada kata "sederhana". Ia menekankan pentingnya aparatur pemerintah menerapkan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Plt Kepala Disperindag, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan PRK 2026 merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404.
PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian ekonomi kerakyatan.
"PRK 2026 berlangsung selama lima hari dari tanggal 25-30 Agustus 2026. Tujuan kegiatan ini selain memeriahkan HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan juga menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis kemandirian finansial," terang Siti.
Dengan penegasan soal larangan pungli tersebut, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 bukan hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai ruang promosi dan pengembangan UMKM yang diharapkan berlangsung transparan tanpa pungutan di luar ketentuan.
Rabu, 26 Agustus 2026
Kajen — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmen untuk mendorong pembangunan daerah dengan menempatkan peningkatan infrastruktur sebagai salah satu prioritas. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S, M.S dalam sambutan paripurna Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di gedung DPRD kabupaten Pekalongan, Selasa (25/08/26).
Sukirman menyampaikan, pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan ruas-ruas jalan, menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi infrastruktur menjadi salah satu hal yang paling mudah dirasakan dan dilihat langsung oleh masyarakat.
“Jalan itu seperti etalase sebuah supermarket atau toko. Yang pertama kali dilihat dan tampak adalah etalasenya,” ujar Sukirman dalam sambutannya.
Karena itu, Pemkab Pekalongan berencana memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur pada 2027 mendatang. Aspirasi yang disampaikan pimpinan dan anggota DPRD, terutama yang berkaitan dengan jalan, irigasi dan infrastruktur dasar lainnya, akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.
Sukirman menekankan, langkah tersebut membutuhkan dukungan politik dari DPRD Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.
“Kita sudah mempunyai kesepakatan bahwa aspirasi dari Bapak-Ibu akan kita prioritaskan untuk kemudian kita alokasikan ke pembangunan infrastruktur. Tentu ini membutuhkan dukungan politik dari Bapak-Ibu pimpinan dan anggota DPRD,” katanya.
Selain infrastruktur, Pemkab Pekalongan juga akan terus mempertahankan dan meningkatkan sejumlah indikator pembangunan, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan, kemiskinan hingga tingkat pengangguran terbuka.
Sukirman juga menegaskan pentingnya tata kelola anggaran yang akuntabel. Ia memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD Kabupaten Pekalongan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tugas saya khususnya memastikan setiap rupiah yang ada di APBD Kabupaten Pekalongan ini betul-betul harus bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Setiap rupiah, tidak ada satu pun yang bocor yang tidak berguna bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sementara itu, Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M., dalam sambutannya pada peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan menyampaikan harapan agar Kabupaten Pekalongan semakin maju dan mampu menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Arsul turut menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Pekalongan yang berada pada angka 72,71. Menurutnya, indikator kesehatan, pendidikan dan ekonomi perlu terus menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.
Ia berharap sejarah Kabupaten Pekalongan dapat terus diperkenalkan kepada anak-anak dan generasi muda sehingga mereka memahami identitas serta perjalanan daerah tempat mereka tumbuh.
“Selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten Pekalongan. Mudah-mudahan Kabupaten Pekalongan semakin maju, bukan hanya bagi warganya, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ujar Arsul Sani.
Selasa, 25 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memperkuat integritas aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam momentum Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan yang mengusung tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri.”
Hal itu disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai kegiatan Upacara Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman mengatakan, peringatan Hari Jadi menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Prestasi yang telah diraih akan terus ditingkatkan, sementara berbagai kekurangan akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bersama.
“Intinya adalah merefleksikan apa yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya. Kita berhasil meraih berbagai prestasi, tentu hal-hal yang sudah baik akan kita tingkatkan, sementara hal-hal yang masih kurang akan kita perbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, integritas aparatur menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia menekankan pentingnya kemampuan aparatur untuk beradaptasi, bekerja secara profesional, memiliki loyalitas, serta mampu menjaga diri agar tidak terjebak dalam praktik-praktik yang berpotensi melanggar aturan.
“Yang tidak kalah penting adalah menjaga diri kita masing-masing sebagai para abdi negara agar tidak terjebak lagi dalam praktik-praktik yang sekiranya berpotensi melanggar,” tegasnya.
Sebagai upaya memperkuat integritas, Pemkab Pekalongan telah membentuk Tim Pengawasan Integritas. Selain itu, sosialisasi regulasi dan kampanye antikorupsi akan terus digencarkan di lingkungan pemerintahan.
Sukirman menyebut, upaya tersebut juga dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, seperti lomba antikorupsi, lomba pencegahan praktik gratifikasi, hingga lomba video.
“Ini bagian dari sosialisasi agar kita semua memiliki benteng dan bisa saling mengingatkan,” katanya.
Terkait angka 404 pada Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Sukirman menyebut angka tersebut menjadi simbol usia Kabupaten Pekalongan yang telah mencapai 404 tahun. Usia tersebut dinilai menunjukkan perjalanan panjang dan kematangan daerah.
“Angka 404 menunjukkan usia yang sudah sangat mapan, sudah sangat dewasa. Tentu ini menjadi refleksi kita terhadap perjalanan dan perjuangan para pimpinan Kabupaten Pekalongan terdahulu,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Pemkab Pekalongan akan terus melakukan penataan dan penguatan UMKM serta sentra-sentra perekonomian daerah.
Beberapa kawasan seperti Kajen, Kedungwuni, dan Pekan Raya akan menjadi bagian dari upaya penataan, baik dari sisi lingkungan maupun tata kelola tarif. Menurut Sukirman, penataan tarif harus mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak terbebani dengan pungutan di luar ketentuan.
“Ketika sudah membayar kontribusi sesuai ketentuan, maka tidak ada kontribusi lain lagi. Besarannya juga harus sesuai dengan standar dan ukuran yang ada dalam Perda,” ungkapnya.
Sementara itu, persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Pemkab Pekalongan optimistis berbagai persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap. Untuk tahun 2026, sejumlah pembangunan infrastruktur telah mulai dikerjakan. Selanjutnya, tahun 2027 akan menjadi momentum untuk lebih mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.
“Untuk tahun 2026 ini sudah mulai dikerjakan. Tahun 2027 memang betul-betul kita canangkan sebagai tahun infrastruktur,” tegas Sukirman.
Menutup keterangannya, Sukirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran OPD yang telah bekerja keras dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, termasuk dalam menyukseskan rangkaian Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan.
Ia berharap momentum Hari Jadi tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi menjadi sarana evaluasi dan penguatan komitmen seluruh jajaran pemerintahan bersama masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang semakin maju.
Selasa, 25 Agustus 2026