Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan turut menyukseskan rangkaian Estafet Tunas Kelapa Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Talun, Kecamatan Talun, Minggu (6/9/2026). Estafet Tunas Kelapa menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan karakter kepada generasi muda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Kwarcab Pramuka Kabupaten Pekalongan menerima Estafet Tunas Kelapa dari rombongan Kabupaten Batang untuk kemudian diteruskan melintasi wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Siang ini kami dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Pekalongan menerima Estafet Tunas Kelapa dari Kwarda Jawa Tengah yang berasal dari Kabupaten Batang. Sudah kita terima, dan hari ini kita laksanakan estafet ke wilayah Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Menurut Yulian, perjalanan estafet tersebut melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan, di antaranya Curug, Bojong, Kajen hingga Kesesi. Selanjutnya, Estafet Tunas Kelapa akan diteruskan kepada Kabupaten Pemalang melalui Kecamatan Kesesi.
Lebih lanjut, Yulian menegaskan bahwa Estafet Tunas Kelapa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi membawa pesan penting dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Kwarda Jawa Tengah.
Ia menyebut, pesan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah menjadi bagian penting yang perlu diteruskan kepada generasi muda, khususnya terkait penguatan persatuan dan kesatuan serta silaturahmi.
“Pesannya adalah tentu tadi beberapa poin yang disampaikan oleh Pak Gubernur, yaitu untuk persatuan dan kesatuan, memperkuat silaturahmi,” ungkapnya.
Yulian juga menekankan pentingnya Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air sekaligus karakter yang kuat. Karena itu, pendidikan karakter dan semangat nasionalisme perlu terus ditingkatkan dan digalakkan.
“Pramuka selaku generasi muda, tentu dengan cinta tanah air dan pendidikan karakter ini harus lebih kita tingkatkan, kita galakkan lagi,” tegasnya.
Ia berharap pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan dalam rangkaian Estafet Tunas Kelapa dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya kira apa yang disampaikan melalui pesan-pesan Pak Gubernur patut kita teladani dan patut kita laksanakan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi wadah strategis dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air dan persatuan di tengah masyarakat.
Senin, 7 September 2026
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (7/9/2026).
Penyampaian Raperda tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan. Selanjutnya, pembahasan akan mengikuti mekanisme dan keputusan politik DPRD sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Plt. Bupati Pekalongan mengatakan, dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 terdapat sejumlah penyesuaian, baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah.
“Sekiranya kita tunggu keputusan politik dari DPRD, tentu saja ada penyesuaian-penyesuaian dari sisi pendapatan, dari sisi belanja. Tapi masih dalam koridor untuk terus meneruskan aspirasi masyarakat, memberikan pelayanan,” ujar Sukirman.
Menurutnya, penyesuaian dalam Perubahan APBD tetap diarahkan untuk menjaga keberlanjutan program pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen agar pengelolaan anggaran tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan program pembangunan daerah.
Penyampaian Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 ini selanjutnya menjadi bahan bagi DPRD Kabupaten Pekalongan untuk dilakukan pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Melalui proses pembahasan tersebut, diharapkan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat ditetapkan secara tepat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus mampu mendukung pelaksanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 7 September 2026
KARANGANYAR - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, merespons positif berdirinya Majelis Taklim Asy Sya’roni di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar. Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan di tengah masyarakat memiliki peran strategis, terutama dalam memberikan penguatan akhlak ketika masyarakat menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Majelis taklim dan zikir dalam rangka Maulid Nabi Muhammad di Pendopo Yayasan Buya Sam’ani Sya’roni, Jumat (4/9/2026). Menurut Sukirman Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pengetahuan agama. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus ruang pembentukan karakter masyarakat.
”Pemkab Pekalongan bersyukur, karena satu lagi majelis taklim Asy Sa’roni mencoba memulai Langkah baru dalam memberikan pelayanan Pendidikan keagamaan khusunya bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Targetnya terus untuk memberikan keseimbangan moral masyarakat ditengah perkembangan zaman,” terangnya.
Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim Asy Sya’roni, KH. Sam’ani Sya’roni, mengatakan majelis tersebut didirikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan syiar agama bagi masyarakat di wilayah atas Kabupaten Pekalongan.
Sasarannya tidak terbatas pada kelompok tertentu. Majelis ini membuka ruang bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah selatan Kota Santri, untuk mendapatkan akses terhadap ilmu keagamaan dan kajian Islam.
Menurut Sam’ani Sya’roni, tantangan dakwah saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri ketika tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang memadai.
“Perkembangan ilmu keagamaan harus bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Persoalan utamanya adalah bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk memilah informasi, membangun sikap kritis, dan tetap berpijak pada nilai agama serta akhlak.
Di tengah kondisi tersebut, majelis taklim dapat mengambil peran sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kajian keislaman tidak hanya menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun ketahanan moral masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Limbangan. Lurah Limbangan, Rendi Subiyanto, menyambut baik kehadiran Majelis Taklim Asy Sya’roni di lingkungan desanya. Ia berharap keberadaan majelis tersebut membuat masyarakat semakin mudah mengakses ilmu agama dan mengikuti kajian Islam tanpa harus mencari tempat yang jauh.
Harapan itu sekaligus menegaskan bahwa penguatan kehidupan keagamaan bukan semata tanggung jawab lembaga pendidikan formal maupun pemerintah. Masyarakat juga membutuhkan ruang-ruang belajar yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.
Jumat, 4 September 2026
SRAGI – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan indeks pertanaman guna memperkuat produksi pangan nasional sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare yang dilaksanakan secara serentak di 20 provinsi, Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berada di Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026).
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang, Raden Hermawan, mengatakan Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam gerakan tanam serempak tersebut.
“Program gerakan tanam serempak 70.000 hektare ini dilaksanakan secara serentak di 27 provinsi. Untuk Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu lokasi pilot project,” ujar Raden Hermawan.
Menurutnya, gerakan tanam serempak merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Peningkatan frekuensi tanam diharapkan dapat mendongkrak produktivitas lahan sekaligus menjaga ketersediaan pangan nasional.
Dukungan pemerintah pusat juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan Kementerian Pertanian dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Pekalongan. Dukungan ini sangat membantu dalam upaya meningkatkan indeks pertanaman,” kata Yudi.
Ia menambahkan, dampak program tersebut mulai terlihat di tingkat desa. Di Desa Sumub Lor, indeks pertanaman saat ini telah mencapai tiga kali tanam dalam setahun yang sebenarnya hanya satu kali tanam.
“Di Desa Sumub Lor sekarang sudah mencapai tiga kali tanam, dengan luasan sekitar 100 hektare per tahun,” jelasnya.
Ditambahkan, Peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu strategi penting dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian. Dengan pola tanam yang lebih intensif dan dukungan teknologi serta pendampingan, produksi pertanian diharapkan terus meningkat.
Melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare, Kementan menargetkan optimalisasi lahan dapat dilakukan secara lebih luas dan terintegrasi.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
Senin, 31 Agustus 2026
KAJEN – Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel PKK se-Kabupaten Pekalongan menjadi ajang untuk menggali potensi, kreativitas, sekaligus memperkuat kekompakan dan sinergi kader PKK dalam mendukung program pembangunan daerah.
Kegiatan yang digelar di Pekan Raya Kajen, Jumat (28/8/2026), tersebut diikuti oleh perwakilan TP PKK dari 19 kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan PKK Idol menjadi salah satu upaya untuk menjaring minat dan bakat ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan.
"Untuk PKK Idol sendiri, sebenarnya kita mencoba menjaring bakat dari ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Menurutnya, karena keterbatasan waktu, pada pelaksanaan tahun ini setiap kecamatan mengirimkan satu peserta. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan sehingga melibatkan lebih banyak desa dan kelurahan di Kabupaten Pekalongan.
"Kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan, minat, bakat, serta kekompakan ibu-ibu, baik dalam lomba PKK Idol maupun Lomba Yel-Yel," jelasnya.
Galuh juga menekankan pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas-tugas PKK. Ia berharap kegiatan di tingkat kabupaten tidak hanya diikuti oleh Ketua TP PKK, tetapi juga dapat menjadi ruang partisipasi bagi kader PKK dari desa dan kelurahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho, S.STP., M.A.P., mengapresiasi antusiasme dan kreativitas peserta yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Agus menyampaikan bahwa ke depan partisipasi dalam kegiatan PKK diharapkan dapat diperluas. Jika tahun ini perwakilan dari 19 kecamatan ikut tampil, ia berharap nantinya seluruh 285 desa dan kelurahan dapat terlibat.
"Semoga ke depan targetnya 285 PKK Desa dan Kelurahan. Mungkin bisa dibuat satu bulan khusus untuk lomba PKK," ungkapnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, Agus menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dengan masyarakat melalui gerakan PKK.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah berupaya menangani berbagai persoalan pembangunan, di antaranya stunting, kesehatan, gizi buruk, penataan lingkungan, serta infrastruktur. Untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
"Plt. Bupati Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak bisa bekerja sendirian. Kita membutuhkan sinergi dan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan segenap unsur yang ada di masyarakat, termasuk PKK," katanya.
Ia menilai keberadaan PKK memiliki peran strategis karena struktur dan jaringannya menjangkau hingga tingkat RT, RW, dusun, desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Dengan jaringan tersebut, PKK diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Agus juga menyoroti pentingnya sinergi PKK dengan Posyandu. Meskipun Posyandu kini menjadi lembaga tersendiri, menurutnya kolaborasi dengan PKK tetap diperlukan, terutama dalam mendukung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu desa dan kelurahan.
"Hal-hal yang penting dan urgent harus kita lakukan bersama, sehingga berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat segera kita selesaikan," tuturnya.
Melalui Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel, diharapkan kreativitas dan kebersamaan kader PKK semakin tumbuh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara PKK dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sabtu, 29 Agustus 2026
KAJEN - Estafet pembinaan olahraga di Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru. Pengurus Antar Waktu (PAW) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028 resmi dilantik, Kamis 28 Agustus 2026.
Di balik pelantikan itu, terselip pekerjaan rumah besar: KONI dituntut segera membuktikan bahwa perubahan kepengurusan mampu berbanding lurus dengan peningkatan prestasi atlet Kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar yang hadir mewakili Plt Bupati Pekalongan secara terbuka meminta pengurus baru bergerak cepat. Ia mengingatkan agar KONI tidak terus-menerus melakukan pergantian kepengurusan sehingga mengganggu kesinambungan pembinaan olahraga.
“Pengurus baru harus gerak cepat dan punya PR berat. Jangan sering-sering PAW. Fokus pada program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam membangun olahraga dan mendulang prestasi,” tegas Yulian.
Menurutnya, perkembangan Kabupaten Pekalongan di berbagai sektor harus diikuti capaian yang lebih baik di bidang olahraga. Kabupaten Pekalongan dinilai memiliki potensi atlet yang cukup besar untuk dikembangkan.
“Di berbagai lini Kabupaten Pekalongan sudah baik, sudah saatnya prestasi olahraga juga baik,” ujarnya.
Salah satu modal tersebut adalah keberadaan atlet muda yang kini dipersiapkan memperkuat Kontingen Kabupaten Pekalongan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Sejumlah atlet bahkan masih berstatus pelajar sehingga memiliki ruang panjang untuk dikembangkan.
“Banyak atlet kita yang masih pelajar. Ini menjadi bibit unggul yang masih bisa dikembangkan,” kata Yulian.
Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis berubah menjadi prestasi tanpa pembinaan yang konsisten. Karena itu, Yulian menekankan agar program olahraga tidak berhenti hanya pada persiapan menghadapi satu ajang kompetisi. KONI perlu memiliki desain pembinaan yang jelas dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong keterlibatan lebih luas dari dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah daerah dan KONI, kata Yulian, tidak mungkin bekerja sendiri untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat.
“Olahraga tidak bisa sendiri, tetapi harus kolaborasi,” tegasnya.
KONI diminta memperluas komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pekalongan agar dukungan terhadap pembinaan atlet semakin kuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting, terutama untuk menopang kebutuhan pembinaan, pelatihan, kompetisi, hingga pengembangan atlet potensial.
Pesan serupa disampaikan Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah Budi Santoso yang mewakili Ketua KONI Jateng. Ia meminta kepengurusan baru tidak menjadikan pelantikan sebagai seremoni belaka.
Menurut Budi, kekuatan organisasi menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak prestasi. Karena itu, KONI Kabupaten Pekalongan diminta membangun kepengurusan yang solid dan tidak kembali terjebak dalam siklus pergantian pengurus.
“Penguatan organisasi KONI harus semakin kuat, tidak perlu gonta-ganti kepengurusan lagi,” ujar Budi.
Ia menegaskan KONI memiliki posisi strategis karena menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun prestasi olahraga. Untuk itu, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat.
Budi juga menyoroti momentum Porprov XVII Jawa Tengah yang semakin dekat. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 25 Oktober 2026 dan menjadi ujian pertama bagi kepengurusan baru untuk menunjukkan hasil kerja nyata.
“Kepengurusan yang baru ini harus menjadi cambuk bagi atlet untuk mendulang prestasi pada even Porprov yang paling dekat tanggal 25 Oktober 2026,” katanya.
Ia berharap Kabupaten Pekalongan tidak sekadar menjadi peserta, tetapi mampu memberi warna dalam Porprov Jawa Tengah 2026 sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet potensial untuk bersaing di level yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial awal, tetapi sebuah titik awal untuk membanggakan Kabupaten Pekalongan,” tegas Budi.
Dalam agenda tersebut juga dilakukan pengukuhan atlet dan pelatih Kontingen Kabupaten Pekalongan yang akan berlaga di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Jumat, 28 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan turut menyukseskan rangkaian Estafet Tunas Kelapa Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Talun, Kecamatan Talun, Minggu (6/9/2026). Estafet Tunas Kelapa menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan karakter kepada generasi muda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Kwarcab Pramuka Kabupaten Pekalongan menerima Estafet Tunas Kelapa dari rombongan Kabupaten Batang untuk kemudian diteruskan melintasi wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Siang ini kami dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Pekalongan menerima Estafet Tunas Kelapa dari Kwarda Jawa Tengah yang berasal dari Kabupaten Batang. Sudah kita terima, dan hari ini kita laksanakan estafet ke wilayah Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Menurut Yulian, perjalanan estafet tersebut melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan, di antaranya Curug, Bojong, Kajen hingga Kesesi. Selanjutnya, Estafet Tunas Kelapa akan diteruskan kepada Kabupaten Pemalang melalui Kecamatan Kesesi.
Lebih lanjut, Yulian menegaskan bahwa Estafet Tunas Kelapa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi membawa pesan penting dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Kwarda Jawa Tengah.
Ia menyebut, pesan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah menjadi bagian penting yang perlu diteruskan kepada generasi muda, khususnya terkait penguatan persatuan dan kesatuan serta silaturahmi.
“Pesannya adalah tentu tadi beberapa poin yang disampaikan oleh Pak Gubernur, yaitu untuk persatuan dan kesatuan, memperkuat silaturahmi,” ungkapnya.
Yulian juga menekankan pentingnya Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air sekaligus karakter yang kuat. Karena itu, pendidikan karakter dan semangat nasionalisme perlu terus ditingkatkan dan digalakkan.
“Pramuka selaku generasi muda, tentu dengan cinta tanah air dan pendidikan karakter ini harus lebih kita tingkatkan, kita galakkan lagi,” tegasnya.
Ia berharap pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan dalam rangkaian Estafet Tunas Kelapa dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya kira apa yang disampaikan melalui pesan-pesan Pak Gubernur patut kita teladani dan patut kita laksanakan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi wadah strategis dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air dan persatuan di tengah masyarakat.
Senin, 7 September 2026
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (7/9/2026).
Penyampaian Raperda tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan. Selanjutnya, pembahasan akan mengikuti mekanisme dan keputusan politik DPRD sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Plt. Bupati Pekalongan mengatakan, dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 terdapat sejumlah penyesuaian, baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah.
“Sekiranya kita tunggu keputusan politik dari DPRD, tentu saja ada penyesuaian-penyesuaian dari sisi pendapatan, dari sisi belanja. Tapi masih dalam koridor untuk terus meneruskan aspirasi masyarakat, memberikan pelayanan,” ujar Sukirman.
Menurutnya, penyesuaian dalam Perubahan APBD tetap diarahkan untuk menjaga keberlanjutan program pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen agar pengelolaan anggaran tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan program pembangunan daerah.
Penyampaian Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 ini selanjutnya menjadi bahan bagi DPRD Kabupaten Pekalongan untuk dilakukan pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Melalui proses pembahasan tersebut, diharapkan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat ditetapkan secara tepat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus mampu mendukung pelaksanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan.
Senin, 7 September 2026
KARANGANYAR - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, merespons positif berdirinya Majelis Taklim Asy Sya’roni di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar. Menurutnya, keberadaan lembaga keagamaan di tengah masyarakat memiliki peran strategis, terutama dalam memberikan penguatan akhlak ketika masyarakat menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Majelis taklim dan zikir dalam rangka Maulid Nabi Muhammad di Pendopo Yayasan Buya Sam’ani Sya’roni, Jumat (4/9/2026). Menurut Sukirman Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pengetahuan agama. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus ruang pembentukan karakter masyarakat.
”Pemkab Pekalongan bersyukur, karena satu lagi majelis taklim Asy Sa’roni mencoba memulai Langkah baru dalam memberikan pelayanan Pendidikan keagamaan khusunya bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Targetnya terus untuk memberikan keseimbangan moral masyarakat ditengah perkembangan zaman,” terangnya.
Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim Asy Sya’roni, KH. Sam’ani Sya’roni, mengatakan majelis tersebut didirikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan syiar agama bagi masyarakat di wilayah atas Kabupaten Pekalongan.
Sasarannya tidak terbatas pada kelompok tertentu. Majelis ini membuka ruang bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah selatan Kota Santri, untuk mendapatkan akses terhadap ilmu keagamaan dan kajian Islam.
Menurut Sam’ani Sya’roni, tantangan dakwah saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan tersendiri ketika tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang memadai.
“Perkembangan ilmu keagamaan harus bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Persoalan utamanya adalah bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk memilah informasi, membangun sikap kritis, dan tetap berpijak pada nilai agama serta akhlak.
Di tengah kondisi tersebut, majelis taklim dapat mengambil peran sebagai ruang belajar yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kajian keislaman tidak hanya menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun ketahanan moral masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Limbangan. Lurah Limbangan, Rendi Subiyanto, menyambut baik kehadiran Majelis Taklim Asy Sya’roni di lingkungan desanya. Ia berharap keberadaan majelis tersebut membuat masyarakat semakin mudah mengakses ilmu agama dan mengikuti kajian Islam tanpa harus mencari tempat yang jauh.
Harapan itu sekaligus menegaskan bahwa penguatan kehidupan keagamaan bukan semata tanggung jawab lembaga pendidikan formal maupun pemerintah. Masyarakat juga membutuhkan ruang-ruang belajar yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.
Jumat, 4 September 2026
SRAGI – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan indeks pertanaman guna memperkuat produksi pangan nasional sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare yang dilaksanakan secara serentak di 20 provinsi, Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berada di Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026).
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang, Raden Hermawan, mengatakan Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau pilot project untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam gerakan tanam serempak tersebut.
“Program gerakan tanam serempak 70.000 hektare ini dilaksanakan secara serentak di 27 provinsi. Untuk Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu lokasi pilot project,” ujar Raden Hermawan.
Menurutnya, gerakan tanam serempak merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Peningkatan frekuensi tanam diharapkan dapat mendongkrak produktivitas lahan sekaligus menjaga ketersediaan pangan nasional.
Dukungan pemerintah pusat juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Yudi Himawan menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan Kementerian Pertanian dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Pekalongan. Dukungan ini sangat membantu dalam upaya meningkatkan indeks pertanaman,” kata Yudi.
Ia menambahkan, dampak program tersebut mulai terlihat di tingkat desa. Di Desa Sumub Lor, indeks pertanaman saat ini telah mencapai tiga kali tanam dalam setahun yang sebenarnya hanya satu kali tanam.
“Di Desa Sumub Lor sekarang sudah mencapai tiga kali tanam, dengan luasan sekitar 100 hektare per tahun,” jelasnya.
Ditambahkan, Peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu strategi penting dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian. Dengan pola tanam yang lebih intensif dan dukungan teknologi serta pendampingan, produksi pertanian diharapkan terus meningkat.
Melalui Gerakan Tanam Serempak 70.000 hektare, Kementan menargetkan optimalisasi lahan dapat dilakukan secara lebih luas dan terintegrasi.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
Senin, 31 Agustus 2026
KAJEN – Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel PKK se-Kabupaten Pekalongan menjadi ajang untuk menggali potensi, kreativitas, sekaligus memperkuat kekompakan dan sinergi kader PKK dalam mendukung program pembangunan daerah.
Kegiatan yang digelar di Pekan Raya Kajen, Jumat (28/8/2026), tersebut diikuti oleh perwakilan TP PKK dari 19 kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan PKK Idol menjadi salah satu upaya untuk menjaring minat dan bakat ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan.
"Untuk PKK Idol sendiri, sebenarnya kita mencoba menjaring bakat dari ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Menurutnya, karena keterbatasan waktu, pada pelaksanaan tahun ini setiap kecamatan mengirimkan satu peserta. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan sehingga melibatkan lebih banyak desa dan kelurahan di Kabupaten Pekalongan.
"Kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan, minat, bakat, serta kekompakan ibu-ibu, baik dalam lomba PKK Idol maupun Lomba Yel-Yel," jelasnya.
Galuh juga menekankan pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas-tugas PKK. Ia berharap kegiatan di tingkat kabupaten tidak hanya diikuti oleh Ketua TP PKK, tetapi juga dapat menjadi ruang partisipasi bagi kader PKK dari desa dan kelurahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho, S.STP., M.A.P., mengapresiasi antusiasme dan kreativitas peserta yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Agus menyampaikan bahwa ke depan partisipasi dalam kegiatan PKK diharapkan dapat diperluas. Jika tahun ini perwakilan dari 19 kecamatan ikut tampil, ia berharap nantinya seluruh 285 desa dan kelurahan dapat terlibat.
"Semoga ke depan targetnya 285 PKK Desa dan Kelurahan. Mungkin bisa dibuat satu bulan khusus untuk lomba PKK," ungkapnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, Agus menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dengan masyarakat melalui gerakan PKK.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah berupaya menangani berbagai persoalan pembangunan, di antaranya stunting, kesehatan, gizi buruk, penataan lingkungan, serta infrastruktur. Untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
"Plt. Bupati Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak bisa bekerja sendirian. Kita membutuhkan sinergi dan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan segenap unsur yang ada di masyarakat, termasuk PKK," katanya.
Ia menilai keberadaan PKK memiliki peran strategis karena struktur dan jaringannya menjangkau hingga tingkat RT, RW, dusun, desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Dengan jaringan tersebut, PKK diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Agus juga menyoroti pentingnya sinergi PKK dengan Posyandu. Meskipun Posyandu kini menjadi lembaga tersendiri, menurutnya kolaborasi dengan PKK tetap diperlukan, terutama dalam mendukung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu desa dan kelurahan.
"Hal-hal yang penting dan urgent harus kita lakukan bersama, sehingga berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat segera kita selesaikan," tuturnya.
Melalui Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel, diharapkan kreativitas dan kebersamaan kader PKK semakin tumbuh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara PKK dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sabtu, 29 Agustus 2026
KAJEN - Estafet pembinaan olahraga di Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru. Pengurus Antar Waktu (PAW) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028 resmi dilantik, Kamis 28 Agustus 2026.
Di balik pelantikan itu, terselip pekerjaan rumah besar: KONI dituntut segera membuktikan bahwa perubahan kepengurusan mampu berbanding lurus dengan peningkatan prestasi atlet Kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar yang hadir mewakili Plt Bupati Pekalongan secara terbuka meminta pengurus baru bergerak cepat. Ia mengingatkan agar KONI tidak terus-menerus melakukan pergantian kepengurusan sehingga mengganggu kesinambungan pembinaan olahraga.
“Pengurus baru harus gerak cepat dan punya PR berat. Jangan sering-sering PAW. Fokus pada program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam membangun olahraga dan mendulang prestasi,” tegas Yulian.
Menurutnya, perkembangan Kabupaten Pekalongan di berbagai sektor harus diikuti capaian yang lebih baik di bidang olahraga. Kabupaten Pekalongan dinilai memiliki potensi atlet yang cukup besar untuk dikembangkan.
“Di berbagai lini Kabupaten Pekalongan sudah baik, sudah saatnya prestasi olahraga juga baik,” ujarnya.
Salah satu modal tersebut adalah keberadaan atlet muda yang kini dipersiapkan memperkuat Kontingen Kabupaten Pekalongan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Sejumlah atlet bahkan masih berstatus pelajar sehingga memiliki ruang panjang untuk dikembangkan.
“Banyak atlet kita yang masih pelajar. Ini menjadi bibit unggul yang masih bisa dikembangkan,” kata Yulian.
Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis berubah menjadi prestasi tanpa pembinaan yang konsisten. Karena itu, Yulian menekankan agar program olahraga tidak berhenti hanya pada persiapan menghadapi satu ajang kompetisi. KONI perlu memiliki desain pembinaan yang jelas dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong keterlibatan lebih luas dari dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah daerah dan KONI, kata Yulian, tidak mungkin bekerja sendiri untuk membangun ekosistem olahraga yang kuat.
“Olahraga tidak bisa sendiri, tetapi harus kolaborasi,” tegasnya.
KONI diminta memperluas komunikasi dengan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pekalongan agar dukungan terhadap pembinaan atlet semakin kuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting, terutama untuk menopang kebutuhan pembinaan, pelatihan, kompetisi, hingga pengembangan atlet potensial.
Pesan serupa disampaikan Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah Budi Santoso yang mewakili Ketua KONI Jateng. Ia meminta kepengurusan baru tidak menjadikan pelantikan sebagai seremoni belaka.
Menurut Budi, kekuatan organisasi menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak prestasi. Karena itu, KONI Kabupaten Pekalongan diminta membangun kepengurusan yang solid dan tidak kembali terjebak dalam siklus pergantian pengurus.
“Penguatan organisasi KONI harus semakin kuat, tidak perlu gonta-ganti kepengurusan lagi,” ujar Budi.
Ia menegaskan KONI memiliki posisi strategis karena menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun prestasi olahraga. Untuk itu, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat.
Budi juga menyoroti momentum Porprov XVII Jawa Tengah yang semakin dekat. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 25 Oktober 2026 dan menjadi ujian pertama bagi kepengurusan baru untuk menunjukkan hasil kerja nyata.
“Kepengurusan yang baru ini harus menjadi cambuk bagi atlet untuk mendulang prestasi pada even Porprov yang paling dekat tanggal 25 Oktober 2026,” katanya.
Ia berharap Kabupaten Pekalongan tidak sekadar menjadi peserta, tetapi mampu memberi warna dalam Porprov Jawa Tengah 2026 sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet potensial untuk bersaing di level yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial awal, tetapi sebuah titik awal untuk membanggakan Kabupaten Pekalongan,” tegas Budi.
Dalam agenda tersebut juga dilakukan pengukuhan atlet dan pelatih Kontingen Kabupaten Pekalongan yang akan berlaga di Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Jumat, 28 Agustus 2026