Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui peluncuran program SAKPORE (Satu Jam Kumpul Keluarga Tanpa HP). Program yang digagas Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan tersebut bertujuan membangun kembali kebiasaan berkumpul, berkomunikasi, dan melakukan aktivitas positif bersama keluarga di tengah kesibukan serta meningkatnya penggunaan perangkat digital.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat memberikan keterangan di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Sukirman menyampaikan bahwa program SAKPORE berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya waktu berkualitas antara anggota keluarga. Kesibukan sehari-hari dan dominasi penggunaan telepon seluler, khususnya di kalangan anak-anak, dinilai dapat mengurangi intensitas komunikasi antara orang tua dan anak.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terlebih di tengah munculnya berbagai persoalan kenakalan remaja yang bahkan mengarah pada tindakan kriminal.
“ Salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah memperkuat pembinaan kesejahteraan keluarga. Melalui program ini, kita mengajak masyarakat menyediakan waktu khusus untuk berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.
Melalui SAKPORE, keluarga diajak meluangkan waktu selama satu jam tanpa menggunakan telepon seluler untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk beribadah, belajar bersama, bermain, maupun bercengkerama sehingga hubungan dan komunikasi antaranggota keluarga semakin erat.
Sukirman menegaskan, esensi program ini bukan semata-mata pada durasi atau akronimnya, melainkan pada komitmen keluarga untuk menghadirkan waktu berkualitas tanpa gangguan perangkat digital.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkab Pekalongan berencana menerbitkan surat edaran dalam beberapa pekan ke depan. Imbauan tersebut akan ditujukan terutama kepada aparatur sipil negara (ASN), sekaligus melibatkan para pemangku kepentingan di lingkungan pemerintahan hingga tingkat bawah agar pelaksanaan program dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Pengawasan dan koordinasi di lingkungan ASN nantinya dilakukan oleh masing-masing kepala perangkat daerah. Para ASN juga akan didorong untuk menyosialisasikan serta menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Selain penguatan ketahanan keluarga, Sukirman juga mendorong kader PKK untuk terlibat aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kader PKK diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung perbaikan data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Terkait upaya mencegah kenakalan remaja, Pemkab Pekalongan juga akan berkoordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, dan pihak terkait mengenai kemungkinan penguatan pengawasan aktivitas pelajar pada malam hari.
Sukirman menjelaskan, pendekatan yang dilakukan akan mengedepankan imbauan dan kegiatan patroli rutin secara bersama-sama. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan aktivitas positif pelajar, seperti mengikuti pengajian, kegiatan keagamaan, dan bimbingan belajar yang terkadang berlangsung hingga malam hari.
Melalui program SAKPORE dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Pekalongan berharap tercipta lingkungan keluarga yang lebih harmonis, komunikasi orang tua dan anak yang semakin baik, serta tumbuhnya kepedulian bersama dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Pemkab Pekalongan mengajak seluruh keluarga untuk mulai membangun kebiasaan sederhana dengan menyediakan satu jam setiap hari untuk berkumpul bersama tanpa telepon seluler. Langkah kecil tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membentuk generasi muda yang lebih positif.
Rabu, 14 Oktober 2026
KAJEN - Upaya membangun kondisi keuangan yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya mengandalkan gaji bulanan, tetapi juga memahami peluang investasi di pasar modal.
Melalui program Lentera Investa 2026, Pemkab Pekalongan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal untuk memberikan edukasi investasi kepada 130 ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/10/2026).
Salah satu pesan penting dalam sosialisasi tersebut, investasi tidak harus dimulai dengan modal besar. Bahkan, instrumen reksa dana memungkinkan masyarakat berinvestasi mulai dari Rp10 ribu.
Kepala OJK Perwakilan Tegal, Kurnia Tri Puspita, mengajak ASN membangun kebiasaan berinvestasi secara disiplin dengan menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan. Besaran investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.
Menurutnya, ASN yang memiliki penghasilan rutin dapat mulai menyisihkan Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap bulan untuk berinvestasi di pasar modal.
"Memulai itu tidak dengan uang yang sangat besar untuk diinvestasikan di pasar modal. Bahkan untuk reksa dana tadi bisa mulai dari Rp10.000," ungkap Kurnia.
Ia mengungkapkan, jumlah investor reksa dana di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mengalami peningkatan hingga 73 persen dari sekitar 114 ribu investor. Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap investasi pasar modal.
Melalui edukasi kepada 130 ASN tersebut, OJK berharap semakin banyak investor baru dari Kabupaten Pekalongan, baik pada instrumen reksa dana maupun saham.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, menjelaskan, Lentera Investa merupakan salah satu program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pekalongan.
Program tersebut sebelumnya dikenal sebagai Bisma Batik dan menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"ASN tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan pemahaman investasi yang aman dan bertanggung jawab kepada masyarakat," terangnya.
Selain Lentera Investa, TPAKD Kabupaten Pekalongan juga menjalankan sejumlah program pada 2026, di antaranya GENIUS (Gerakan Menabung Satu Siswa Satu Rekening), GEMAH ARGO berupa fasilitas kredit bagi petani, business matching untuk UMKM, serta Kredit Nongol sebagai upaya melawan praktik rentenir.
Anis menyebut, sosialisasi kali ini secara khusus menyasar ASN karena dinilai memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan keuangan dan investasi.
Menariknya, jumlah peserta yang semula ditargetkan hanya 60 orang meningkat menjadi 130 ASN setelah memperoleh tambahan kuota dari OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Sinarmas Investasi.
Pemkab Pekalongan berharap kegiatan Lentera Investa tidak berhenti sebagai agenda sosialisasi, tetapi mampu membangun budaya investasi yang sehat, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong ASN lebih bijak mengelola penghasilannya.
Selasa, 13 Oktober 2026
Karangdadap – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama TNI, Polri, dan seluruh komponen masyarakat kembali bersinergi dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap. Program ini menyasar pembangunan infrastruktur desa sekaligus peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi yang telah terjalin lama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan nonfisik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
“ Ada dua hal utama dalam program TMMD ini. Pertama, pembangunan fisik, seperti jalan dan infrastruktur lainnya. Kedua, kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, terkait berbagai persoalan yang berkembang saat ini,” ujar Sukirman, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, materi penyuluhan mencakup pencegahan perundungan (bullying), kenakalan remaja, perkelahian, serta pergaulan bebas. Pembinaan tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda dengan pemahaman yang baik agar mampu menjaga diri, membangun karakter, dan merencanakan masa depan secara lebih terarah, termasuk mencegah risiko pernikahan dini.
Sementara itu, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl. Cahyono Yulianto, menjelaskan bahwa sasaran fisik TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Jrebengkembang berupa pengaspalan jalan yang dibagi menjadi dua sesi pengerjaan.
Sesi pertama memiliki panjang 511 meter dengan lebar 2,5 meter, sedangkan sesi kedua sepanjang 311,8 meter dengan lebar yang sama. Dengan demikian, total jalan yang menjadi sasaran pengaspalan mencapai 822,8 meter.
“Untuk anggaran keseluruhan dialokasikan sebesar Rp300 juta. Pelaksanaan kegiatan TMMD ini berlangsung selama satu bulan dan dijadwalkan berakhir pada 11 November 2026,” jelasnya.
Selain pembangunan jalan, kegiatan nonfisik mencakup delapan jenis penyuluhan, di antaranya wawasan kebangsaan, pencegahan kenakalan remaja, pencegahan bahaya kebakaran dan kebocoran gas, serta budidaya tanaman hidroponik.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada Plt. Bupati Pekalongan atas perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya jalan yang menghubungkan Desa Jrebengkembang dengan Desa Langkap.
Ia menilai pembangunan jalan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama warga Kecamatan Karangdadap, dalam menunjang kelancaran mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Plt. Bupati Pekalongan atas perhatian dan upaya yang telah dilakukan, khususnya dalam pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Jrebengkembang dengan Desa Langkap. Pembangunan jalan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mendukung kelancaran mobilitas serta aktivitas sehari-hari,” ungkap Abdul Munir.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 ini diharapkan semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang merata dan berkelanjutan.
Selasa, 13 Oktober 2026
Wonopringgo – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong pembangunan yang seimbang antara pembangunan fisik dan penguatan mental spiritual masyarakat. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat di Halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pringgodani, Wonopringgo, Senin malam (12/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi bersama masyarakat sekaligus mengikuti kegiatan bersholawat dan mendengarkan mauidah hasanah yang disampaikan KH. Solihin. Ia berharap kegiatan tersebut berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Menurut Sukirman, tradisi bersholawat dan pengajian masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Terlebih, kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat dapat terselenggara berkat inisiatif dan partisipasi masyarakat secara mandiri, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Wonopringgo.
“Pembangunan fisik harus tetap kita jalankan, tetapi pembangunan mental dan spiritual juga tidak boleh ditinggalkan. Tradisi bersholawat, pengajian, dan kegiatan keagamaan seperti malam ini harus terus kita jaga dan selenggarakan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Wonopringgo dalam menata lingkungan dan menyediakan fasilitas desa yang representatif. Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan agar tercipta masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Pada kesempatan itu, Sukirman turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melanjutkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Sejumlah ruas jalan, di antaranya di wilayah Karangdadap, Watusalam, Sragi–Pantianom, dan Kedungwuni, telah maupun sedang ditangani secara bertahap.
Ia memahami bahwa masyarakat masih menantikan perbaikan sejumlah ruas jalan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menyusun prioritas pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Menanggapi aspirasi Kepala Desa Wonopringgo mengenai kerusakan jalan kabupaten, khususnya ruas Wonopringgo menuju Tangkil, Sukirman menyampaikan bahwa usulan tersebut telah masuk dalam daftar prioritas jangka panjang (long list) pemerintah daerah.
Pemerintah daerah berharap usulan tersebut dapat direalisasikan pada 2026. Apabila belum memungkinkan, pengerjaannya diharapkan dapat mulai dilaksanakan paling lambat pada awal 2027.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan membangun ruas-ruas jalan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan. Mohon doa masyarakat agar kami diberikan kemudahan dalam mencari sumber pendanaan, sehingga pembangunan dapat terus berjalan,” ujarnya.
Sukirman menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengupayakan berbagai alternatif pendanaan dan melakukan terobosan agar pembangunan tetap berjalan tanpa menambah beban masyarakat melalui kenaikan pajak maupun tarif retribusi.
Sementara itu, Kepala Desa Wonopringgo, Slamet Haryanto, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat. Berdasarkan data terakhir, sebanyak 1.471 porsi nasi goreng berhasil terkumpul dan dibagikan kepada para pengunjung.
Ia berharap partisipasi dan keikhlasan masyarakat tersebut menjadi amal ibadah serta membawa keberkahan bagi seluruh warga Wonopringgo.
Selain menyampaikan apresiasi, Slamet juga menitipkan aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan kabupaten di wilayahnya. Ia menjelaskan, ruas jalan dari Wonopringgo ke arah barat menuju Tangkil sebelumnya telah diselesaikan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Pak Agus dan Plt. Bupati Pekalongan.
Namun, sejumlah ruas jalan kabupaten lainnya mulai mengalami kerusakan meskipun telah beberapa kali dilakukan pemeliharaan. Karena itu, pihaknya berharap perbaikan dapat dianggarkan pada 2027 agar akses masyarakat tetap lancar dan aman.
Melalui kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan nilai-nilai keagamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Di sisi lain, aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Selasa, 13 Oktober 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) 2026 sebagai sarana pembentukan karakter pelajar sekaligus upaya menekan kenakalan remaja. Sebanyak 50 tim dari tingkat SMP dan SMA sederajat mengikuti kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Selasa 13 Oktober 2026.
Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Farid Abdul Hakim, mengatakan, lomba tersebut tidak semata-mata mengejar prestasi dan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter positif generasi muda.
“Para peserta diharapkan menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekolah, terutama dalam mencegah kekerasan antar pelajar, perundungan atau bullying, serta pergaulan bebas,” terangnya.
Farid menegaskan, para anggota pasukan inti baris-berbaris di sekolah dapat menjadi penggerak untuk menyebarkan nilai-nilai positif kepada teman sebaya. Melalui pendekatan ketok tular, pesan tentang kedisiplinan, kebersamaan, dan perilaku saling menghormati diharapkan semakin luas diterapkan di kalangan pelajar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memberikan ruang kepada pelajar dalam menyalurkan energi dan kreativitas melalui aktivitas positif.
Menurut Sukirman, lomba kreasi baris-berbaris tidak hanya mengedepankan sportivitas dan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi pelajar SMP dan SMA sederajat.
“Saya berharap kegiatan semacam ini dapat berkontribusi menekan angka kenakalan remaja, termasuk perundungan, pergaulan bebas, dan berbagai perilaku negatif lainnya,” terangnya.
Ditambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap pembinaan karakter melalui kegiatan pelajar dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Dengan demikian, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penyiapan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Selasa, 13 Oktober 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjalin kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) untuk mendorong regenerasi petani, menumbuhkan wirausaha muda di sektor pertanian, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendukung ketahanan pangan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (12/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah untuk mendukung program pemerintah pusat di bidang pertanian, salah satunya melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services - Scaling Up Intervention (YESS-SI).
Program tersebut bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian melalui peningkatan keterampilan, pendampingan, serta pengembangan jiwa kewirausahaan. Program ini juga membuka peluang bagi kelompok masyarakat marginal, termasuk masyarakat miskin dan penyandang disabilitas, yang memiliki minat serta potensi di bidang pertanian.
“Melalui program ini, kita ingin melahirkan petani-petani muda yang memiliki keterampilan dan kompetensi di bidang pertanian, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, peserta program berkesempatan memperoleh pelatihan, magang, dukungan sarana dan alat pertanian, serta pendampingan untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian.
Selain itu, kerja sama tersebut membuka peluang bagi generasi muda Kabupaten Pekalongan, khususnya lulusan SMA dan SMK, untuk melanjutkan pendidikan di Polbangtan YoMa. Menurut Sukirman, kesempatan pendidikan tersebut diharapkan dapat mencetak tenaga ahli pertanian yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan, kesepakatan bersama yang telah ditandatangani akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian melalui penyusunan program dan langkah konkret bersama Polbangtan YoMa.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Harapannya, kesepakatan ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan YoMa, Dr. Bambang Sudarmanto, S.Pt., M.P., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi peluang untuk memperluas pelaksanaan program regenerasi petani dan pengembangan kewirausahaan pertanian di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian, kemudian memberikan dorongan dan motivasi agar mereka tertarik menekuni sektor tersebut secara profesional.
Upaya itu, lanjutnya, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian untuk mempercepat regenerasi petani melalui keterlibatan aktif generasi muda.
Selain program YESS-SI, Polbangtan YoMa juga mendorong pengembangan Brigade Pangan sebagai salah satu wadah bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam kegiatan pertanian. Program tersebut telah dikembangkan sejak 2025 sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi petani dan meningkatkan partisipasi anak muda dalam pengelolaan sektor pertanian.
“Kami ingin mendorong generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian, berperan aktif, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Salah satunya melalui program YESS-SI dan pembentukan Brigade Pangan,” jelas Bambang.
Lebih lanjut, Polbangtan YoMa juga membuka kesempatan bagi generasi muda Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti penerimaan mahasiswa baru. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan, terutama oleh anak-anak petani, untuk memperoleh pendidikan tinggi di bidang pertanian.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Pekalongan berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha pertanian, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan sektor pertanian modern, serta mampu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Selasa, 13 Oktober 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui peluncuran program SAKPORE (Satu Jam Kumpul Keluarga Tanpa HP). Program yang digagas Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan tersebut bertujuan membangun kembali kebiasaan berkumpul, berkomunikasi, dan melakukan aktivitas positif bersama keluarga di tengah kesibukan serta meningkatnya penggunaan perangkat digital.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat memberikan keterangan di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Sukirman menyampaikan bahwa program SAKPORE berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya waktu berkualitas antara anggota keluarga. Kesibukan sehari-hari dan dominasi penggunaan telepon seluler, khususnya di kalangan anak-anak, dinilai dapat mengurangi intensitas komunikasi antara orang tua dan anak.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terlebih di tengah munculnya berbagai persoalan kenakalan remaja yang bahkan mengarah pada tindakan kriminal.
“ Salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah memperkuat pembinaan kesejahteraan keluarga. Melalui program ini, kita mengajak masyarakat menyediakan waktu khusus untuk berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.
Melalui SAKPORE, keluarga diajak meluangkan waktu selama satu jam tanpa menggunakan telepon seluler untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk beribadah, belajar bersama, bermain, maupun bercengkerama sehingga hubungan dan komunikasi antaranggota keluarga semakin erat.
Sukirman menegaskan, esensi program ini bukan semata-mata pada durasi atau akronimnya, melainkan pada komitmen keluarga untuk menghadirkan waktu berkualitas tanpa gangguan perangkat digital.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkab Pekalongan berencana menerbitkan surat edaran dalam beberapa pekan ke depan. Imbauan tersebut akan ditujukan terutama kepada aparatur sipil negara (ASN), sekaligus melibatkan para pemangku kepentingan di lingkungan pemerintahan hingga tingkat bawah agar pelaksanaan program dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Pengawasan dan koordinasi di lingkungan ASN nantinya dilakukan oleh masing-masing kepala perangkat daerah. Para ASN juga akan didorong untuk menyosialisasikan serta menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Selain penguatan ketahanan keluarga, Sukirman juga mendorong kader PKK untuk terlibat aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kader PKK diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung perbaikan data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Terkait upaya mencegah kenakalan remaja, Pemkab Pekalongan juga akan berkoordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, dan pihak terkait mengenai kemungkinan penguatan pengawasan aktivitas pelajar pada malam hari.
Sukirman menjelaskan, pendekatan yang dilakukan akan mengedepankan imbauan dan kegiatan patroli rutin secara bersama-sama. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan aktivitas positif pelajar, seperti mengikuti pengajian, kegiatan keagamaan, dan bimbingan belajar yang terkadang berlangsung hingga malam hari.
Melalui program SAKPORE dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Pekalongan berharap tercipta lingkungan keluarga yang lebih harmonis, komunikasi orang tua dan anak yang semakin baik, serta tumbuhnya kepedulian bersama dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Pemkab Pekalongan mengajak seluruh keluarga untuk mulai membangun kebiasaan sederhana dengan menyediakan satu jam setiap hari untuk berkumpul bersama tanpa telepon seluler. Langkah kecil tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membentuk generasi muda yang lebih positif.
Rabu, 14 Oktober 2026
KAJEN - Upaya membangun kondisi keuangan yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya mengandalkan gaji bulanan, tetapi juga memahami peluang investasi di pasar modal.
Melalui program Lentera Investa 2026, Pemkab Pekalongan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal untuk memberikan edukasi investasi kepada 130 ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/10/2026).
Salah satu pesan penting dalam sosialisasi tersebut, investasi tidak harus dimulai dengan modal besar. Bahkan, instrumen reksa dana memungkinkan masyarakat berinvestasi mulai dari Rp10 ribu.
Kepala OJK Perwakilan Tegal, Kurnia Tri Puspita, mengajak ASN membangun kebiasaan berinvestasi secara disiplin dengan menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan. Besaran investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.
Menurutnya, ASN yang memiliki penghasilan rutin dapat mulai menyisihkan Rp200 ribu hingga Rp300 ribu setiap bulan untuk berinvestasi di pasar modal.
"Memulai itu tidak dengan uang yang sangat besar untuk diinvestasikan di pasar modal. Bahkan untuk reksa dana tadi bisa mulai dari Rp10.000," ungkap Kurnia.
Ia mengungkapkan, jumlah investor reksa dana di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mengalami peningkatan hingga 73 persen dari sekitar 114 ribu investor. Kondisi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap investasi pasar modal.
Melalui edukasi kepada 130 ASN tersebut, OJK berharap semakin banyak investor baru dari Kabupaten Pekalongan, baik pada instrumen reksa dana maupun saham.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, menjelaskan, Lentera Investa merupakan salah satu program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pekalongan.
Program tersebut sebelumnya dikenal sebagai Bisma Batik dan menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"ASN tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan pemahaman investasi yang aman dan bertanggung jawab kepada masyarakat," terangnya.
Selain Lentera Investa, TPAKD Kabupaten Pekalongan juga menjalankan sejumlah program pada 2026, di antaranya GENIUS (Gerakan Menabung Satu Siswa Satu Rekening), GEMAH ARGO berupa fasilitas kredit bagi petani, business matching untuk UMKM, serta Kredit Nongol sebagai upaya melawan praktik rentenir.
Anis menyebut, sosialisasi kali ini secara khusus menyasar ASN karena dinilai memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan keuangan dan investasi.
Menariknya, jumlah peserta yang semula ditargetkan hanya 60 orang meningkat menjadi 130 ASN setelah memperoleh tambahan kuota dari OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Sinarmas Investasi.
Pemkab Pekalongan berharap kegiatan Lentera Investa tidak berhenti sebagai agenda sosialisasi, tetapi mampu membangun budaya investasi yang sehat, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong ASN lebih bijak mengelola penghasilannya.
Selasa, 13 Oktober 2026
Karangdadap – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama TNI, Polri, dan seluruh komponen masyarakat kembali bersinergi dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap. Program ini menyasar pembangunan infrastruktur desa sekaligus peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi yang telah terjalin lama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan nonfisik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
“ Ada dua hal utama dalam program TMMD ini. Pertama, pembangunan fisik, seperti jalan dan infrastruktur lainnya. Kedua, kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, terkait berbagai persoalan yang berkembang saat ini,” ujar Sukirman, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, materi penyuluhan mencakup pencegahan perundungan (bullying), kenakalan remaja, perkelahian, serta pergaulan bebas. Pembinaan tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda dengan pemahaman yang baik agar mampu menjaga diri, membangun karakter, dan merencanakan masa depan secara lebih terarah, termasuk mencegah risiko pernikahan dini.
Sementara itu, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl. Cahyono Yulianto, menjelaskan bahwa sasaran fisik TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Jrebengkembang berupa pengaspalan jalan yang dibagi menjadi dua sesi pengerjaan.
Sesi pertama memiliki panjang 511 meter dengan lebar 2,5 meter, sedangkan sesi kedua sepanjang 311,8 meter dengan lebar yang sama. Dengan demikian, total jalan yang menjadi sasaran pengaspalan mencapai 822,8 meter.
“Untuk anggaran keseluruhan dialokasikan sebesar Rp300 juta. Pelaksanaan kegiatan TMMD ini berlangsung selama satu bulan dan dijadwalkan berakhir pada 11 November 2026,” jelasnya.
Selain pembangunan jalan, kegiatan nonfisik mencakup delapan jenis penyuluhan, di antaranya wawasan kebangsaan, pencegahan kenakalan remaja, pencegahan bahaya kebakaran dan kebocoran gas, serta budidaya tanaman hidroponik.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., turut menyampaikan apresiasi kepada Plt. Bupati Pekalongan atas perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya jalan yang menghubungkan Desa Jrebengkembang dengan Desa Langkap.
Ia menilai pembangunan jalan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama warga Kecamatan Karangdadap, dalam menunjang kelancaran mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Plt. Bupati Pekalongan atas perhatian dan upaya yang telah dilakukan, khususnya dalam pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Jrebengkembang dengan Desa Langkap. Pembangunan jalan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mendukung kelancaran mobilitas serta aktivitas sehari-hari,” ungkap Abdul Munir.
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 ini diharapkan semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang merata dan berkelanjutan.
Selasa, 13 Oktober 2026
Wonopringgo – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong pembangunan yang seimbang antara pembangunan fisik dan penguatan mental spiritual masyarakat. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat di Halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pringgodani, Wonopringgo, Senin malam (12/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi bersama masyarakat sekaligus mengikuti kegiatan bersholawat dan mendengarkan mauidah hasanah yang disampaikan KH. Solihin. Ia berharap kegiatan tersebut berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Menurut Sukirman, tradisi bersholawat dan pengajian masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Terlebih, kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat dapat terselenggara berkat inisiatif dan partisipasi masyarakat secara mandiri, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Wonopringgo.
“Pembangunan fisik harus tetap kita jalankan, tetapi pembangunan mental dan spiritual juga tidak boleh ditinggalkan. Tradisi bersholawat, pengajian, dan kegiatan keagamaan seperti malam ini harus terus kita jaga dan selenggarakan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Wonopringgo dalam menata lingkungan dan menyediakan fasilitas desa yang representatif. Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan agar tercipta masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Pada kesempatan itu, Sukirman turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melanjutkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Sejumlah ruas jalan, di antaranya di wilayah Karangdadap, Watusalam, Sragi–Pantianom, dan Kedungwuni, telah maupun sedang ditangani secara bertahap.
Ia memahami bahwa masyarakat masih menantikan perbaikan sejumlah ruas jalan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menyusun prioritas pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Menanggapi aspirasi Kepala Desa Wonopringgo mengenai kerusakan jalan kabupaten, khususnya ruas Wonopringgo menuju Tangkil, Sukirman menyampaikan bahwa usulan tersebut telah masuk dalam daftar prioritas jangka panjang (long list) pemerintah daerah.
Pemerintah daerah berharap usulan tersebut dapat direalisasikan pada 2026. Apabila belum memungkinkan, pengerjaannya diharapkan dapat mulai dilaksanakan paling lambat pada awal 2027.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan membangun ruas-ruas jalan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan. Mohon doa masyarakat agar kami diberikan kemudahan dalam mencari sumber pendanaan, sehingga pembangunan dapat terus berjalan,” ujarnya.
Sukirman menambahkan, pemerintah daerah akan terus mengupayakan berbagai alternatif pendanaan dan melakukan terobosan agar pembangunan tetap berjalan tanpa menambah beban masyarakat melalui kenaikan pajak maupun tarif retribusi.
Sementara itu, Kepala Desa Wonopringgo, Slamet Haryanto, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat. Berdasarkan data terakhir, sebanyak 1.471 porsi nasi goreng berhasil terkumpul dan dibagikan kepada para pengunjung.
Ia berharap partisipasi dan keikhlasan masyarakat tersebut menjadi amal ibadah serta membawa keberkahan bagi seluruh warga Wonopringgo.
Selain menyampaikan apresiasi, Slamet juga menitipkan aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan kabupaten di wilayahnya. Ia menjelaskan, ruas jalan dari Wonopringgo ke arah barat menuju Tangkil sebelumnya telah diselesaikan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Pak Agus dan Plt. Bupati Pekalongan.
Namun, sejumlah ruas jalan kabupaten lainnya mulai mengalami kerusakan meskipun telah beberapa kali dilakukan pemeliharaan. Karena itu, pihaknya berharap perbaikan dapat dianggarkan pada 2027 agar akses masyarakat tetap lancar dan aman.
Melalui kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan nilai-nilai keagamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Di sisi lain, aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Selasa, 13 Oktober 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) 2026 sebagai sarana pembentukan karakter pelajar sekaligus upaya menekan kenakalan remaja. Sebanyak 50 tim dari tingkat SMP dan SMA sederajat mengikuti kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Selasa 13 Oktober 2026.
Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Farid Abdul Hakim, mengatakan, lomba tersebut tidak semata-mata mengejar prestasi dan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter positif generasi muda.
“Para peserta diharapkan menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekolah, terutama dalam mencegah kekerasan antar pelajar, perundungan atau bullying, serta pergaulan bebas,” terangnya.
Farid menegaskan, para anggota pasukan inti baris-berbaris di sekolah dapat menjadi penggerak untuk menyebarkan nilai-nilai positif kepada teman sebaya. Melalui pendekatan ketok tular, pesan tentang kedisiplinan, kebersamaan, dan perilaku saling menghormati diharapkan semakin luas diterapkan di kalangan pelajar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memberikan ruang kepada pelajar dalam menyalurkan energi dan kreativitas melalui aktivitas positif.
Menurut Sukirman, lomba kreasi baris-berbaris tidak hanya mengedepankan sportivitas dan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi pelajar SMP dan SMA sederajat.
“Saya berharap kegiatan semacam ini dapat berkontribusi menekan angka kenakalan remaja, termasuk perundungan, pergaulan bebas, dan berbagai perilaku negatif lainnya,” terangnya.
Ditambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap pembinaan karakter melalui kegiatan pelajar dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Dengan demikian, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penyiapan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Selasa, 13 Oktober 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjalin kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) untuk mendorong regenerasi petani, menumbuhkan wirausaha muda di sektor pertanian, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendukung ketahanan pangan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (12/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah untuk mendukung program pemerintah pusat di bidang pertanian, salah satunya melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services - Scaling Up Intervention (YESS-SI).
Program tersebut bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian melalui peningkatan keterampilan, pendampingan, serta pengembangan jiwa kewirausahaan. Program ini juga membuka peluang bagi kelompok masyarakat marginal, termasuk masyarakat miskin dan penyandang disabilitas, yang memiliki minat serta potensi di bidang pertanian.
“Melalui program ini, kita ingin melahirkan petani-petani muda yang memiliki keterampilan dan kompetensi di bidang pertanian, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, peserta program berkesempatan memperoleh pelatihan, magang, dukungan sarana dan alat pertanian, serta pendampingan untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian.
Selain itu, kerja sama tersebut membuka peluang bagi generasi muda Kabupaten Pekalongan, khususnya lulusan SMA dan SMK, untuk melanjutkan pendidikan di Polbangtan YoMa. Menurut Sukirman, kesempatan pendidikan tersebut diharapkan dapat mencetak tenaga ahli pertanian yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan, kesepakatan bersama yang telah ditandatangani akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian melalui penyusunan program dan langkah konkret bersama Polbangtan YoMa.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Harapannya, kesepakatan ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan YoMa, Dr. Bambang Sudarmanto, S.Pt., M.P., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi peluang untuk memperluas pelaksanaan program regenerasi petani dan pengembangan kewirausahaan pertanian di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian, kemudian memberikan dorongan dan motivasi agar mereka tertarik menekuni sektor tersebut secara profesional.
Upaya itu, lanjutnya, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian untuk mempercepat regenerasi petani melalui keterlibatan aktif generasi muda.
Selain program YESS-SI, Polbangtan YoMa juga mendorong pengembangan Brigade Pangan sebagai salah satu wadah bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam kegiatan pertanian. Program tersebut telah dikembangkan sejak 2025 sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi petani dan meningkatkan partisipasi anak muda dalam pengelolaan sektor pertanian.
“Kami ingin mendorong generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian, berperan aktif, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Salah satunya melalui program YESS-SI dan pembentukan Brigade Pangan,” jelas Bambang.
Lebih lanjut, Polbangtan YoMa juga membuka kesempatan bagi generasi muda Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti penerimaan mahasiswa baru. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan, terutama oleh anak-anak petani, untuk memperoleh pendidikan tinggi di bidang pertanian.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Pekalongan berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha pertanian, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan sektor pertanian modern, serta mampu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Selasa, 13 Oktober 2026