Pelayanan PPID


Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan

Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
KAJEN - Pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Pekalongan menembus 95,4 persen. Angka tersebut bahkan melampaui capaian Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang baru mencapai sekitar 81 persen.
Meski capaian sudah terhitung tinggi, BPS Kabupaten Pekalongan terus dorong petugas selesaikan target. Hingga sepekan menjelang batas akhir pada 31 Agustus 2026, petugas masih dikerahkan untuk menyisir pelaku usaha yang belum tercatat.
Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, mengatakan penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat dari pendataan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam pelaksanaan SE2026. Namun, tingginya persentase pendataan tidak serta-merta membuat pekerjaan petugas selesai.
“Hingga sepekan menjelang akhir sensus, BPS Kabupaten Pekalongan telah mencapai target yakni 95,4 persen, lebih tinggi dari BPS Jawa Tengah 81 persen. Namun petugas masih tetap menyelesaikan kewajibannya dengan melakukan penyisiran di lapangan,” kata Maibu, Senin 24 Agustus 2026.
Ditambahkan, Salah satu kelompok usaha yang masih menjadi perhatian adalah industri pengolahan rumahan. Jenis usaha tersebut dinilai cukup dominan di Kabupaten Pekalongan sehingga keberadaannya perlu dipastikan masuk dalam pendataan.
BPS menargetkan seluruh aktivitas usaha dapat terdata sehingga pemerintah memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai struktur ekonomi Kabupaten Pekalongan. “Harapannya seluruh usaha dapat tercatat di Sensus Ekonomi 2026 ini, sehingga pemerintah memiliki gambaran yang riil terkait struktur usaha yang ada di Pekalongan dan jumlahnya,” ujarnya.
Data tersebut nantinya tidak sekadar menjadi angka statistik. Hasil SE2026 akan menggambarkan jumlah dan sebaran pelaku usaha, skala usaha, sektor formal maupun informal, hingga karakteristik kegiatan ekonomi di masing-masing wilayah. Dari data itu pula, pemerintah dapat membaca kekuatan ekonomi setiap daerah sekaligus menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
BPS menegaskan pendataan SE2026 tidak berkaitan dengan perpajakan. Data yang diberikan responden juga dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di lapangan, proses pencacahan bukan tanpa kendala. Petugas sensus dari Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Yanti, mengatakan tantangan kerap muncul saat mendatangi responden di kawasan perumahan yang mayoritas dihuni pekerja.
“Kalau wilayah perumahan biasanya lebih sulit karena didominasi para pegawai. Jadi kami baru bisa bertemu warga sore sampai malam hari,” ungkapnya.
Namun, tantangan yang dinilai lebih kompleks justru muncul ketika petugas mendata perusahaan besar. Data yang dibutuhkan mencakup keuangan, ketenagakerjaan hingga penjualan, sehingga tidak selalu dapat diberikan dalam sekali pertemuan.
“Untuk perusahaan besar, data yang diminta mencakup keuangan, ketenagakerjaan hingga penjualan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Banyak juga yang harus berkoordinasi dengan kantor pusat,” jelas Yanti.
Dengan batas akhir pendataan tinggal sepekan, BPS Kabupaten Pekalongan masih berpacu dengan waktu untuk menuntaskan penyisiran. Target akhirnya bukan sekadar mengejar persentase, tetapi memastikan sebanyak mungkin aktivitas ekonomi di Kabupaten Pekalongan tercatat agar kebijakan pembangunan ke depan berdiri di atas data yang lebih lengkap.
Senin, 24 Agustus 2026
KENDAL – Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ziarah serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan ziarah dan doa bersama di Kompleks Makam Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo, Dukuh Protowetan, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin menjelang Hari Jadi ke 404 Kabupaten Pekalongan sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo, yang dikenal sebagai Bupati Pekalongan pertama, serta memanjatkan doa bagi para leluhur.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Hari ini kita bisa sama-sama hadir di kompleks pemakaman Pangeran Mandurorejo tanpa suatu halangan apa pun. Insyaallah, majelis ini akan membawa keberkahan bagi kita semua, keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, dan seluruh ahli waris yang mewarisi nilai-nilai luhur beliau,” ujar Sukirman.
Menurutnya, tradisi ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya mendoakan para leluhur sekaligus mengambil pitutur, inspirasi, dan nilai-nilai perjuangan yang dapat menjadi pedoman bagi generasi saat ini dan mendatang.
“Selain kita mempunyai tradisi ziarah untuk mendoakan leluhur kita, apalagi beliau merupakan pemimpin kita yang pertama kali membuka Kabupaten Pekalongan. Kita juga memohon kepada Allah SWT perlindungan kepada kita semua agar dapat melaksanakan mandat dan amanah kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan agar betul-betul bermanfaat,” katanya.
Sukirman menegaskan, tradisi keagamaan seperti ziarah dan tahlilan telah menjadi bagian dari kultur masyarakat Kabupaten Pekalongan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi-tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi ziarah, tradisi tahlilan dan seterusnya sudah turun-temurun menjadi tradisi yang menjadi denyut nadi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Tradisi tersebut akan terus kita selenggarakan, kita lestarikan dan kita jaga bersama,” ungkapnya.
Selain menjaga tradisi, Sukirman juga mendorong agar sejarah dan nilai-nilai perjuangan para leluhur tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi mulai didokumentasikan dalam bentuk literasi. Ia menilai, pengetahuan sejarah yang dimiliki para tokoh, ulama, dan sesepuh perlu dihimpun dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Mumpung para sesepuh masih sehat dan masih kuat, ilmu dan pengetahuan tersebut harus dituangkan sebagai sebuah literasi. Banyak tokoh dan ulama kita yang memahami bagaimana akar sejarah yang kita miliki, urutan-urutannya, dan seterusnya,” jelasnya.
Menurut Sukirman, sejarah tersebut memiliki nilai luhur yang sangat besar dan dapat menjadi sumber inspirasi perjuangan bagi masyarakat serta generasi penerus.
“Nilai-nilai luhur tersebut bisa kita warisi dan kita jadikan inspirasi perjuangan, sekaligus inspirasi bagi generasi yang akan datang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kendal serta seluruh pihak yang telah menjaga keberadaan kompleks makam Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo. Ia berharap kawasan makam tersebut dapat terus dirawat sebagai bagian dari warisan sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat.
“Kami menitipkan agar makam ini bisa terus menjadi tempat kultur dan tradisi kita, menjadi heritage yang memang harus kita agungkan dan harus kita lestarikan,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Sukirman mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum ziarah sebagai sarana memanjatkan doa sekaligus memohon keberkahan, kesehatan, kekuatan, dan umur yang bermanfaat.
“Sekali lagi, kita memohon keberkahan dan doa dari Allah SWT. Kita memohon pitutur, inspirasi, serta nilai-nilai perjuangan dari leluhur kita, Bapak Mandurorejo, yang merupakan Bupati Pekalongan yang pertama,” pungkasnya.
Senin, 24 Agustus 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Kajen Half Marathon 2026 yang digelar pada Minggu (23/8/2026).
Dalam kegiatan ini terbagi menjadi tiga nomor lari yaitu Fun Run 5K, 10 K, dan 21 K. Ketiga nomor ini memulai start dari depan kantor dinas pendidikan Kabupaten Pekalongan pukul 05.00 WIB untuk 21K, kemudian dilanjutkan 05.45 untuk 10K, dan terakhir 06.00 untuk Fun Run 5K, dengan rute masing-masing nomor berbeda dan kembali finis di tempat yang sama dengan tempat start.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan, kegiatan olahraga seperti Kajen Half Marathon bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat untuk aktif berolahraga.
“Yang tidak kalah penting adalah menumbuhkembangkan para runner yang ada di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya,” ujar Sukirman.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan olahraga. Dengan semakin banyaknya event olahraga yang digelar, diharapkan muncul bibit-bibit atlet yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat regional maupun provinsi.
Sukirman menilai, banyaknya kegiatan olahraga yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan menunjukkan adanya upaya serius untuk membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.
Ia mengakui, dari sisi prestasi, olahraga Kabupaten Pekalongan masih perlu terus didorong agar mampu bersaing di tingkat regional maupun Provinsi Jawa Tengah.
“Memang harus diakui, olahraga di Kabupaten Pekalongan masih tertinggal dalam prestasi di tingkat regional Jawa Tengah. Meskipun sudah tumbuh atlet-atlet yang menjadi bagian dari sistem olahraga di tingkat provinsi, teman-teman harus bangkit,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menemukan dan mengembangkan potensi atlet-atlet muda Kabupaten Pekalongan.
Hal tersebut terlihat dari rangkaian Kajen Half Marathon 2026 yang tidak hanya menghadirkan kategori lari, tetapi juga jalan sehat dengan melibatkan masyarakat dan keluarga.
“Jalan sehat ini melibatkan seluruh keluarga, khususnya ibu-ibu penggerak PKK. Satu pengurus PKK kira-kira mengajak lima anggota keluarga,” jelas Sukirman.
Sukirman sendiri turut ambil bagian dengan mengikuti kategori lari 5 kilometer. Keikutsertaannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan olahraga sekaligus ajakan kepada masyarakat agar tidak ragu untuk mulai bergerak.
Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan olahraga juga dinilai memiliki dampak positif terhadap sektor ekonomi. Kehadiran peserta dan masyarakat dalam jumlah besar dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk ikut tumbuh.
“Biar ekonomi juga tumbuh, terutama UMKM. Jadi, olahraga dan ekonomi bisa berjalan bersama,” katanya.
Melalui Kajen Half Marathon 2026, Pemkab Pekalongan berharap semangat berolahraga semakin tumbuh, geliat UMKM semakin kuat, dan Kajen semakin dikenal sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event olahraga di Jawa Tengah.
Minggu, 23 Agustus 2026
Kajen - Semangat hidup sehat sekaligus kebersamaan keluarga mewarnai rangkaian kegiatan olahraga dalam rangka Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).
Setelah pelaksanaan Kajen Half Marathon 2026 yang mempertandingkan nomor 21 kilometer, 10 kilometer, dan 5 kilometer, kegiatan dilanjutkan dengan Family Walk 2026 yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan. Ketentuannya adalah Satu pengurus PKK membawa 5 anggota keluarga untuk turut meramaikan kegiatan ini.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat membiasakan diri berolahraga sekaligus mempererat hubungan antarkeluarga dan masyarakat.
“Pertama tentu kita ingin masyarakat sehat. Kemudian, kegiatan ini untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan seluruh masyarakat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kegiatan olahraga bersama juga memiliki makna lebih luas. Selain menjaga kebugaran, aktivitas tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat persatuan, persaudaraan, dan solidaritas sebagai modal bersama dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
Family Walk yang mengambil start dan finis di depan Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan itu diikuti keluarga dari berbagai kalangan. Kegiatan kemudian ditutup dengan senam Zumba yang membuat suasana semakin meriah.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Galuh Sukirman, menjelaskan konsep Family Walk memang sengaja dibuat dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Menurutnya, PKK tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas ibu-ibu, tetapi merupakan gerakan yang berangkat dari keluarga.
“PKK itu sebenarnya keluarga. Makanya kami merangkul supaya keluarga juga ikut berperan. Ada bapak, ada ibu, ada anak. Jadi, kami mengadakan jalan santai bersama keluarga,” kata Galuh.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang sederhana bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama, berolahraga, sekaligus membangun komunikasi dan kekompakan.
Dengan semangat “sehat bersama, kompak bersama”, Family Walk PKK diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kebiasaan bergerak dan berkegiatan bersama keluarga diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 23 Agustus 2026
KAJEN – Dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan (Pemkab) Pekalongan menyelenggarakan Festival Literasi. Kegiatan digelar mulai 20 hingga 26 Agustus 2026, di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan.
Bunda Literasi Jawa Tengah Hj. Nawal Nur Arofah, M.Si dalam sambutan saat menghadiri Pembukaan Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2028) menyampaikan evaluasi objektif terkait kondisi literasi di Kabupaten Pekalongan berdasarkan data BPS tahun 2025. Data menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Pekalongan masih menduduki peringkat ke-2 terendah di Jawa Tengah dengan skor 4,71. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) berada di posisi terbawah se-Jawa Tengah dengan skor 53,03.
Evaluasi juga mencatat bahwa dari total 285 desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan, baru 183 desa yang memiliki perpustakaan desa, dan baru 11 perpustakaan (sekitar 6%) yang telah terakreditasi. Selain itu, angka partisipasi kasar anak usia 0–6 tahun di tingkat PAUD tercatat masih di bawah 40%.
Menanggapi tantangan tersebut, Hj. Nawal Taj Yasin mendorong Pemkab Pekalongan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengisian instrumen IPLM bagi sekolah dan dinas terkait. Dia juga memberikan solusi konkret berupa integrasi fasilitas membaca dengan layanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM).
“Jika 102 desa belum bisa membangun gedung perpustakaan mandiri, kita bisa menitipkan pojok baca dan layanan literasi digital di Posyandu. Sesuai aturan pusat, Posyandu kini mencakup layanan pendidikan dan PAUD, sehingga ini menjadi jalan pintas yang sangat efektif," ujarnya.
Lebih lanjut, Hj. Nawal menekankan bahwa tantangan era Revolusi Industri 4.0 mensyaratkan masyarakat tidak hanya mahir membaca teks fisik, tetapi juga bijak menghadapi disrupsi teknologi digital.
Dia menggarisbawahi pentingnya mengajarkan anak-anak berpikir kritis (critical thinking) sejak dini agar mampu menyaring informasi yang akuntabel dan kredibel. Melalui berbagai upaya peningkatan literasi masyarakat yang dilakukan Pemkab Pekalongan, Nawal berharap IPLM dan TKM masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa meningkat. “Semoga dapat melesat hingga ke peringkat ke-2 teratas,” ungkapnya.
Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan kali ini mengusung tema utama “Menyalakan Aksara, Menggerakkan Masa Depan”, perhelatan literasi yang akan berlangsung selama sepekan ini dirancang sebagai momentum refleksi sekaligus akselerasi masif dalam menumbuhkan budaya membaca dan kecakapan digital masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut digelar Pelantikan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan , Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd (isteri Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S.) oleh Plt Bupati yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, S.TP.
Dalam pembukaan festival juga digelar pelantikan dan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan, Ny. Galuh Sukirman mengungkapkan, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi berjenjang untuk menggerakkan literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dia menegaskan bahwa amanah gerakan literasi harus berjalan secara terstruktur dan berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga nantinya diteruskan ke tingkat desa. “Kita tidak bisa bekerja hanya dari satu level saja, melainkan harus berkolaborasi secara terstruktur sampai ke pelosok desa untuk meningkatkan literasi masyarakat Pekalongan,” ungkap Galuh dalam kegiatan tersebut.
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program literasi di seluruh tingkatan wilayah. Menurutnya, bimbingan dari para Bunda Literasi sangat dibutuhkan untuk mengarahkan kegemaran digital generasi muda ke arah yang positif.
“Di pundak jajaran Bunda Literasi yang baru dilantik, mari bersama-sama kita gandeng generasi Gen-Z yang kecakapan digitalnya tinggi agar tetap menjadikan buku sebagai jendela pengetahuan dunia,” tutur Ari Lailani.
Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan, Indria Madyawati, S.E., M.M. menyebutkan, rangkaian kegiatan Festival Literasi yang digelar sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 berupa Bazar Buku, Gelar Wicara, Beauty Class, Bedah Buku bersama Pengarang “Coretan Lena” Penulis Indonesia, Bimtek Membaca Nyaring, Lomba Mewarnai dan Pentas Seni.
Gelar Wicara diselenggarakan di Halaman Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2026) setelah acara Pembukaan dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan. Gelar Wicara memberikan literasi keuangan kepada masyarakat, menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Acara dilanjukan dengan Pertunjukan seni tari, dari siang hingga sore hari. Informasi rangkaian acara lebih detil bisa cek reel Instagram resmi Kabupaten Pekalongan @kab_pekalongan
Dalam Pembukaan Festival Literasi juga digelar penyampaian penghargaan kepada para juara lomba yang telah digelar sebelumnya. Indria Madyawati mengatakan, melalui ajang perlombaan literasi tahunan yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Perpusnas, seperti lomba video konten, resensi buku, menulis, dan mendongeng, pihaknya akan memaksimalkan peran para pemenang untuk diterjunkan langsung di tengah masyarakat.
“Anak-anak muda pemenang lomba akan kami maksimalkan perannya untuk menjadi agen-agen literasi di masyarakat guna menginspirasi kawan-kawan sebaya mereka,” ujarnya.
Jumat, 21 Agustus 2026
WONOPRINGGO – Semangat kerukunan dan kreativitas masyarakat Kabupaten Pekalongan kembali terlihat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal tersebut tampak dalam kegiatan Karnaval Kecamatan Wonopringgo yang berlangsung di Jalan Raya Wonopringgo, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kreativitas dan ekspresi masyarakat. Menariknya, berbagai kreasi yang ditampilkan merupakan hasil swadaya masyarakat, menjadi gambaran kuat tentang semangat gotong royong dan kebersamaan warga.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., turut hadir dan berbaur bersama masyarakat. Ia bahkan berjalan kaki menyusuri lokasi untuk menyapa warga yang antusias mengikuti kegiatan.
“Yang sesungguhnya, kerukunan kita sebagai warga Pekalongan, khususnya di Wonopringgo, ditunjukkan melalui tumpahan kreativitas dan ekspresi yang luar biasa. Semuanya dilakukan dengan dana swadaya masyarakat sendiri, dan ini sangat-sangat luar biasa,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat merupakan bentuk nyata kerukunan yang harus terus dipertahankan di Kabupaten Pekalongan.
“Inilah bentuk kerukunan yang sesungguhnya ada di Kabupaten Pekalongan dan harus terus kita pertahankan,” tegasnya.
Sukirman mengaku banyak hal yang berkesan dalam kegiatan tersebut. Selain kreativitas masyarakat yang beragam, sejumlah pesan dan kampanye positif juga turut disampaikan, di antaranya kampanye antikorupsi, pembangunan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Koperasi Merah Putih.
“Tentu semuanya berkesan. Banyak kreativitas, banyak ekspresi, dan banyak terobosan-terobosan baru. Ada juga kampanye antikorupsi, kampanye pembangunan MBG, Koperasi Merah Putih, dan seterusnya,” ungkapnya.
Suasana semakin meriah ketika Sukirman turut terlibat dalam salah satu atraksi di tengah kegiatan. Ia menyebut momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan.
“Yang paling berkesan adalah ketika saya ‘ndredek’ di atas tadi,” ujarnya.
Sukirman menjelaskan, keterlibatannya tersebut bukan kali pertama. Ia menyebut Marching Band Chondro Kirono sudah memiliki kedekatan dengan dirinya dan sebelumnya juga pernah melibatkannya dalam sebuah acara.
“Memang Marching Band Chondro Kirono sudah terbiasa dengan kita. Dulu, pada saat pagelaran hari ulang tahunnya, saya juga sempat dinaikkan di dalam sebuah event tertentu,” jelasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan, gotong royong, kreativitas, dan kerukunan yang ditunjukkan masyarakat Wonopringgo dapat terus dijaga dan menjadi kekuatan dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui suasana perayaan kemerdekaan yang penuh kegembiraan, kebersamaan, serta semangat persatuan.
Kamis, 20 Agustus 2026
KAJEN - Pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Pekalongan menembus 95,4 persen. Angka tersebut bahkan melampaui capaian Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang baru mencapai sekitar 81 persen.
Meski capaian sudah terhitung tinggi, BPS Kabupaten Pekalongan terus dorong petugas selesaikan target. Hingga sepekan menjelang batas akhir pada 31 Agustus 2026, petugas masih dikerahkan untuk menyisir pelaku usaha yang belum tercatat.
Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, mengatakan penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat dari pendataan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam pelaksanaan SE2026. Namun, tingginya persentase pendataan tidak serta-merta membuat pekerjaan petugas selesai.
“Hingga sepekan menjelang akhir sensus, BPS Kabupaten Pekalongan telah mencapai target yakni 95,4 persen, lebih tinggi dari BPS Jawa Tengah 81 persen. Namun petugas masih tetap menyelesaikan kewajibannya dengan melakukan penyisiran di lapangan,” kata Maibu, Senin 24 Agustus 2026.
Ditambahkan, Salah satu kelompok usaha yang masih menjadi perhatian adalah industri pengolahan rumahan. Jenis usaha tersebut dinilai cukup dominan di Kabupaten Pekalongan sehingga keberadaannya perlu dipastikan masuk dalam pendataan.
BPS menargetkan seluruh aktivitas usaha dapat terdata sehingga pemerintah memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai struktur ekonomi Kabupaten Pekalongan. “Harapannya seluruh usaha dapat tercatat di Sensus Ekonomi 2026 ini, sehingga pemerintah memiliki gambaran yang riil terkait struktur usaha yang ada di Pekalongan dan jumlahnya,” ujarnya.
Data tersebut nantinya tidak sekadar menjadi angka statistik. Hasil SE2026 akan menggambarkan jumlah dan sebaran pelaku usaha, skala usaha, sektor formal maupun informal, hingga karakteristik kegiatan ekonomi di masing-masing wilayah. Dari data itu pula, pemerintah dapat membaca kekuatan ekonomi setiap daerah sekaligus menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
BPS menegaskan pendataan SE2026 tidak berkaitan dengan perpajakan. Data yang diberikan responden juga dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di lapangan, proses pencacahan bukan tanpa kendala. Petugas sensus dari Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Yanti, mengatakan tantangan kerap muncul saat mendatangi responden di kawasan perumahan yang mayoritas dihuni pekerja.
“Kalau wilayah perumahan biasanya lebih sulit karena didominasi para pegawai. Jadi kami baru bisa bertemu warga sore sampai malam hari,” ungkapnya.
Namun, tantangan yang dinilai lebih kompleks justru muncul ketika petugas mendata perusahaan besar. Data yang dibutuhkan mencakup keuangan, ketenagakerjaan hingga penjualan, sehingga tidak selalu dapat diberikan dalam sekali pertemuan.
“Untuk perusahaan besar, data yang diminta mencakup keuangan, ketenagakerjaan hingga penjualan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Banyak juga yang harus berkoordinasi dengan kantor pusat,” jelas Yanti.
Dengan batas akhir pendataan tinggal sepekan, BPS Kabupaten Pekalongan masih berpacu dengan waktu untuk menuntaskan penyisiran. Target akhirnya bukan sekadar mengejar persentase, tetapi memastikan sebanyak mungkin aktivitas ekonomi di Kabupaten Pekalongan tercatat agar kebijakan pembangunan ke depan berdiri di atas data yang lebih lengkap.
Senin, 24 Agustus 2026
KENDAL – Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ziarah serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan ziarah dan doa bersama di Kompleks Makam Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo, Dukuh Protowetan, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin menjelang Hari Jadi ke 404 Kabupaten Pekalongan sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo, yang dikenal sebagai Bupati Pekalongan pertama, serta memanjatkan doa bagi para leluhur.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Hari ini kita bisa sama-sama hadir di kompleks pemakaman Pangeran Mandurorejo tanpa suatu halangan apa pun. Insyaallah, majelis ini akan membawa keberkahan bagi kita semua, keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, dan seluruh ahli waris yang mewarisi nilai-nilai luhur beliau,” ujar Sukirman.
Menurutnya, tradisi ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya mendoakan para leluhur sekaligus mengambil pitutur, inspirasi, dan nilai-nilai perjuangan yang dapat menjadi pedoman bagi generasi saat ini dan mendatang.
“Selain kita mempunyai tradisi ziarah untuk mendoakan leluhur kita, apalagi beliau merupakan pemimpin kita yang pertama kali membuka Kabupaten Pekalongan. Kita juga memohon kepada Allah SWT perlindungan kepada kita semua agar dapat melaksanakan mandat dan amanah kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan agar betul-betul bermanfaat,” katanya.
Sukirman menegaskan, tradisi keagamaan seperti ziarah dan tahlilan telah menjadi bagian dari kultur masyarakat Kabupaten Pekalongan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi-tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi ziarah, tradisi tahlilan dan seterusnya sudah turun-temurun menjadi tradisi yang menjadi denyut nadi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Tradisi tersebut akan terus kita selenggarakan, kita lestarikan dan kita jaga bersama,” ungkapnya.
Selain menjaga tradisi, Sukirman juga mendorong agar sejarah dan nilai-nilai perjuangan para leluhur tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi mulai didokumentasikan dalam bentuk literasi. Ia menilai, pengetahuan sejarah yang dimiliki para tokoh, ulama, dan sesepuh perlu dihimpun dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Mumpung para sesepuh masih sehat dan masih kuat, ilmu dan pengetahuan tersebut harus dituangkan sebagai sebuah literasi. Banyak tokoh dan ulama kita yang memahami bagaimana akar sejarah yang kita miliki, urutan-urutannya, dan seterusnya,” jelasnya.
Menurut Sukirman, sejarah tersebut memiliki nilai luhur yang sangat besar dan dapat menjadi sumber inspirasi perjuangan bagi masyarakat serta generasi penerus.
“Nilai-nilai luhur tersebut bisa kita warisi dan kita jadikan inspirasi perjuangan, sekaligus inspirasi bagi generasi yang akan datang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kendal serta seluruh pihak yang telah menjaga keberadaan kompleks makam Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo. Ia berharap kawasan makam tersebut dapat terus dirawat sebagai bagian dari warisan sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat.
“Kami menitipkan agar makam ini bisa terus menjadi tempat kultur dan tradisi kita, menjadi heritage yang memang harus kita agungkan dan harus kita lestarikan,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Sukirman mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum ziarah sebagai sarana memanjatkan doa sekaligus memohon keberkahan, kesehatan, kekuatan, dan umur yang bermanfaat.
“Sekali lagi, kita memohon keberkahan dan doa dari Allah SWT. Kita memohon pitutur, inspirasi, serta nilai-nilai perjuangan dari leluhur kita, Bapak Mandurorejo, yang merupakan Bupati Pekalongan yang pertama,” pungkasnya.
Senin, 24 Agustus 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Kajen Half Marathon 2026 yang digelar pada Minggu (23/8/2026).
Dalam kegiatan ini terbagi menjadi tiga nomor lari yaitu Fun Run 5K, 10 K, dan 21 K. Ketiga nomor ini memulai start dari depan kantor dinas pendidikan Kabupaten Pekalongan pukul 05.00 WIB untuk 21K, kemudian dilanjutkan 05.45 untuk 10K, dan terakhir 06.00 untuk Fun Run 5K, dengan rute masing-masing nomor berbeda dan kembali finis di tempat yang sama dengan tempat start.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan, kegiatan olahraga seperti Kajen Half Marathon bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat untuk aktif berolahraga.
“Yang tidak kalah penting adalah menumbuhkembangkan para runner yang ada di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya,” ujar Sukirman.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan olahraga. Dengan semakin banyaknya event olahraga yang digelar, diharapkan muncul bibit-bibit atlet yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat regional maupun provinsi.
Sukirman menilai, banyaknya kegiatan olahraga yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan menunjukkan adanya upaya serius untuk membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.
Ia mengakui, dari sisi prestasi, olahraga Kabupaten Pekalongan masih perlu terus didorong agar mampu bersaing di tingkat regional maupun Provinsi Jawa Tengah.
“Memang harus diakui, olahraga di Kabupaten Pekalongan masih tertinggal dalam prestasi di tingkat regional Jawa Tengah. Meskipun sudah tumbuh atlet-atlet yang menjadi bagian dari sistem olahraga di tingkat provinsi, teman-teman harus bangkit,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menemukan dan mengembangkan potensi atlet-atlet muda Kabupaten Pekalongan.
Hal tersebut terlihat dari rangkaian Kajen Half Marathon 2026 yang tidak hanya menghadirkan kategori lari, tetapi juga jalan sehat dengan melibatkan masyarakat dan keluarga.
“Jalan sehat ini melibatkan seluruh keluarga, khususnya ibu-ibu penggerak PKK. Satu pengurus PKK kira-kira mengajak lima anggota keluarga,” jelas Sukirman.
Sukirman sendiri turut ambil bagian dengan mengikuti kategori lari 5 kilometer. Keikutsertaannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan olahraga sekaligus ajakan kepada masyarakat agar tidak ragu untuk mulai bergerak.
Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan olahraga juga dinilai memiliki dampak positif terhadap sektor ekonomi. Kehadiran peserta dan masyarakat dalam jumlah besar dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk ikut tumbuh.
“Biar ekonomi juga tumbuh, terutama UMKM. Jadi, olahraga dan ekonomi bisa berjalan bersama,” katanya.
Melalui Kajen Half Marathon 2026, Pemkab Pekalongan berharap semangat berolahraga semakin tumbuh, geliat UMKM semakin kuat, dan Kajen semakin dikenal sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event olahraga di Jawa Tengah.
Minggu, 23 Agustus 2026
Kajen - Semangat hidup sehat sekaligus kebersamaan keluarga mewarnai rangkaian kegiatan olahraga dalam rangka Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).
Setelah pelaksanaan Kajen Half Marathon 2026 yang mempertandingkan nomor 21 kilometer, 10 kilometer, dan 5 kilometer, kegiatan dilanjutkan dengan Family Walk 2026 yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan. Ketentuannya adalah Satu pengurus PKK membawa 5 anggota keluarga untuk turut meramaikan kegiatan ini.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat membiasakan diri berolahraga sekaligus mempererat hubungan antarkeluarga dan masyarakat.
“Pertama tentu kita ingin masyarakat sehat. Kemudian, kegiatan ini untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan seluruh masyarakat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kegiatan olahraga bersama juga memiliki makna lebih luas. Selain menjaga kebugaran, aktivitas tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat persatuan, persaudaraan, dan solidaritas sebagai modal bersama dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
Family Walk yang mengambil start dan finis di depan Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan itu diikuti keluarga dari berbagai kalangan. Kegiatan kemudian ditutup dengan senam Zumba yang membuat suasana semakin meriah.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Galuh Sukirman, menjelaskan konsep Family Walk memang sengaja dibuat dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Menurutnya, PKK tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas ibu-ibu, tetapi merupakan gerakan yang berangkat dari keluarga.
“PKK itu sebenarnya keluarga. Makanya kami merangkul supaya keluarga juga ikut berperan. Ada bapak, ada ibu, ada anak. Jadi, kami mengadakan jalan santai bersama keluarga,” kata Galuh.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang sederhana bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama, berolahraga, sekaligus membangun komunikasi dan kekompakan.
Dengan semangat “sehat bersama, kompak bersama”, Family Walk PKK diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kebiasaan bergerak dan berkegiatan bersama keluarga diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 23 Agustus 2026
KAJEN – Dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan (Pemkab) Pekalongan menyelenggarakan Festival Literasi. Kegiatan digelar mulai 20 hingga 26 Agustus 2026, di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan.
Bunda Literasi Jawa Tengah Hj. Nawal Nur Arofah, M.Si dalam sambutan saat menghadiri Pembukaan Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2028) menyampaikan evaluasi objektif terkait kondisi literasi di Kabupaten Pekalongan berdasarkan data BPS tahun 2025. Data menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Pekalongan masih menduduki peringkat ke-2 terendah di Jawa Tengah dengan skor 4,71. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) berada di posisi terbawah se-Jawa Tengah dengan skor 53,03.
Evaluasi juga mencatat bahwa dari total 285 desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan, baru 183 desa yang memiliki perpustakaan desa, dan baru 11 perpustakaan (sekitar 6%) yang telah terakreditasi. Selain itu, angka partisipasi kasar anak usia 0–6 tahun di tingkat PAUD tercatat masih di bawah 40%.
Menanggapi tantangan tersebut, Hj. Nawal Taj Yasin mendorong Pemkab Pekalongan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengisian instrumen IPLM bagi sekolah dan dinas terkait. Dia juga memberikan solusi konkret berupa integrasi fasilitas membaca dengan layanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM).
“Jika 102 desa belum bisa membangun gedung perpustakaan mandiri, kita bisa menitipkan pojok baca dan layanan literasi digital di Posyandu. Sesuai aturan pusat, Posyandu kini mencakup layanan pendidikan dan PAUD, sehingga ini menjadi jalan pintas yang sangat efektif," ujarnya.
Lebih lanjut, Hj. Nawal menekankan bahwa tantangan era Revolusi Industri 4.0 mensyaratkan masyarakat tidak hanya mahir membaca teks fisik, tetapi juga bijak menghadapi disrupsi teknologi digital.
Dia menggarisbawahi pentingnya mengajarkan anak-anak berpikir kritis (critical thinking) sejak dini agar mampu menyaring informasi yang akuntabel dan kredibel. Melalui berbagai upaya peningkatan literasi masyarakat yang dilakukan Pemkab Pekalongan, Nawal berharap IPLM dan TKM masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa meningkat. “Semoga dapat melesat hingga ke peringkat ke-2 teratas,” ungkapnya.
Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan kali ini mengusung tema utama “Menyalakan Aksara, Menggerakkan Masa Depan”, perhelatan literasi yang akan berlangsung selama sepekan ini dirancang sebagai momentum refleksi sekaligus akselerasi masif dalam menumbuhkan budaya membaca dan kecakapan digital masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut digelar Pelantikan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan , Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd (isteri Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S.) oleh Plt Bupati yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, S.TP.
Dalam pembukaan festival juga digelar pelantikan dan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan, Ny. Galuh Sukirman mengungkapkan, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi berjenjang untuk menggerakkan literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dia menegaskan bahwa amanah gerakan literasi harus berjalan secara terstruktur dan berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga nantinya diteruskan ke tingkat desa. “Kita tidak bisa bekerja hanya dari satu level saja, melainkan harus berkolaborasi secara terstruktur sampai ke pelosok desa untuk meningkatkan literasi masyarakat Pekalongan,” ungkap Galuh dalam kegiatan tersebut.
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program literasi di seluruh tingkatan wilayah. Menurutnya, bimbingan dari para Bunda Literasi sangat dibutuhkan untuk mengarahkan kegemaran digital generasi muda ke arah yang positif.
“Di pundak jajaran Bunda Literasi yang baru dilantik, mari bersama-sama kita gandeng generasi Gen-Z yang kecakapan digitalnya tinggi agar tetap menjadikan buku sebagai jendela pengetahuan dunia,” tutur Ari Lailani.
Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan, Indria Madyawati, S.E., M.M. menyebutkan, rangkaian kegiatan Festival Literasi yang digelar sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 berupa Bazar Buku, Gelar Wicara, Beauty Class, Bedah Buku bersama Pengarang “Coretan Lena” Penulis Indonesia, Bimtek Membaca Nyaring, Lomba Mewarnai dan Pentas Seni.
Gelar Wicara diselenggarakan di Halaman Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2026) setelah acara Pembukaan dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan. Gelar Wicara memberikan literasi keuangan kepada masyarakat, menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Acara dilanjukan dengan Pertunjukan seni tari, dari siang hingga sore hari. Informasi rangkaian acara lebih detil bisa cek reel Instagram resmi Kabupaten Pekalongan @kab_pekalongan
Dalam Pembukaan Festival Literasi juga digelar penyampaian penghargaan kepada para juara lomba yang telah digelar sebelumnya. Indria Madyawati mengatakan, melalui ajang perlombaan literasi tahunan yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Perpusnas, seperti lomba video konten, resensi buku, menulis, dan mendongeng, pihaknya akan memaksimalkan peran para pemenang untuk diterjunkan langsung di tengah masyarakat.
“Anak-anak muda pemenang lomba akan kami maksimalkan perannya untuk menjadi agen-agen literasi di masyarakat guna menginspirasi kawan-kawan sebaya mereka,” ujarnya.
Jumat, 21 Agustus 2026
WONOPRINGGO – Semangat kerukunan dan kreativitas masyarakat Kabupaten Pekalongan kembali terlihat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal tersebut tampak dalam kegiatan Karnaval Kecamatan Wonopringgo yang berlangsung di Jalan Raya Wonopringgo, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kreativitas dan ekspresi masyarakat. Menariknya, berbagai kreasi yang ditampilkan merupakan hasil swadaya masyarakat, menjadi gambaran kuat tentang semangat gotong royong dan kebersamaan warga.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., turut hadir dan berbaur bersama masyarakat. Ia bahkan berjalan kaki menyusuri lokasi untuk menyapa warga yang antusias mengikuti kegiatan.
“Yang sesungguhnya, kerukunan kita sebagai warga Pekalongan, khususnya di Wonopringgo, ditunjukkan melalui tumpahan kreativitas dan ekspresi yang luar biasa. Semuanya dilakukan dengan dana swadaya masyarakat sendiri, dan ini sangat-sangat luar biasa,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat merupakan bentuk nyata kerukunan yang harus terus dipertahankan di Kabupaten Pekalongan.
“Inilah bentuk kerukunan yang sesungguhnya ada di Kabupaten Pekalongan dan harus terus kita pertahankan,” tegasnya.
Sukirman mengaku banyak hal yang berkesan dalam kegiatan tersebut. Selain kreativitas masyarakat yang beragam, sejumlah pesan dan kampanye positif juga turut disampaikan, di antaranya kampanye antikorupsi, pembangunan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Koperasi Merah Putih.
“Tentu semuanya berkesan. Banyak kreativitas, banyak ekspresi, dan banyak terobosan-terobosan baru. Ada juga kampanye antikorupsi, kampanye pembangunan MBG, Koperasi Merah Putih, dan seterusnya,” ungkapnya.
Suasana semakin meriah ketika Sukirman turut terlibat dalam salah satu atraksi di tengah kegiatan. Ia menyebut momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan.
“Yang paling berkesan adalah ketika saya ‘ndredek’ di atas tadi,” ujarnya.
Sukirman menjelaskan, keterlibatannya tersebut bukan kali pertama. Ia menyebut Marching Band Chondro Kirono sudah memiliki kedekatan dengan dirinya dan sebelumnya juga pernah melibatkannya dalam sebuah acara.
“Memang Marching Band Chondro Kirono sudah terbiasa dengan kita. Dulu, pada saat pagelaran hari ulang tahunnya, saya juga sempat dinaikkan di dalam sebuah event tertentu,” jelasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan, gotong royong, kreativitas, dan kerukunan yang ditunjukkan masyarakat Wonopringgo dapat terus dijaga dan menjadi kekuatan dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui suasana perayaan kemerdekaan yang penuh kegembiraan, kebersamaan, serta semangat persatuan.
Kamis, 20 Agustus 2026