Pelayanan PPID


Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan

Berita terbaru dari PPID Kabupaten Pekalongan
Kajen – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pementasan wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 yang digelar di depan Pendopo Bupati Pekalongan, Rabu malam (26/8/2026). Tidak hanya masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga tampak duduk lesehan bersama warga untuk menikmati pertunjukan budaya tersebut.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan konsep lesehan dipilih setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Semula lokasi kegiatan direncanakan berada di Jalan Mandurorejo, namun kawasan tersebut digunakan untuk aktivitas pelaku UKM dan UMKM dalam Pekan Raya Kajen (PRK) 2026.
“Antusiasme masyarakat malam ini benar-benar luar biasa. Karena jumlah warga yang hadir sangat banyak, kami memutuskan untuk memindahkan kursi dan meja agar masyarakat bisa menikmati acara dengan lebih nyaman. Akhirnya kita duduk bersama lesehan, membaur tanpa sekat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, suasana tersebut menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Momen peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
Malam budaya tersebut menghadirkan pementasan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan yang dibawakan oleh Ki Dalang Purbo Asmoro dari Solo. Kegiatan ini lebih meriah dengan hadirnya sinden muda fenomenal Niken Salindry, dan pelawak senior Bagyo Gareng dari Semarang. Warga dari berbagai wilayah tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang berlangsung hingga dini hari.
Sukirman menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam mendukung kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan itu, ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik. Berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan, menurutnya akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus bekerja menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” tegasnya.
Selain itu, Sukirman turut mendoakan masyarakat dan para pelaku usaha yang ikut meramaikan Pekan Raya Kajen 2026 agar usahanya semakin berkembang dan membawa keberkahan bagi keluarga.
Melalui suasana lesehan yang sederhana namun penuh makna, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi gambaran kuat bahwa pemerintah dan masyarakat dapat berjalan beriringan, menikmati kebersamaan, serta bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan yang semakin maju dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dr. H. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 27 Agustus 2026
KAJEN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pekalongan terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., melalui Wakil Bidang III TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu Eko Edi Herijanto, dalam kegiatan lomba Cipta Menu B2SA yang berlangsung di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Dalam sambutan yang dibacakannya, Ibu Eko Edi Herijanto menyampaikan bahwa kegiatan lomba Cipta Menu B2SA bukan sekadar ajang untuk menghasilkan menu makanan yang menarik dan lezat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Lomba ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, serta memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, hingga berbagai bahan pangan lokal lainnya. Beragam bahan pangan tersebut, lanjutnya, dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, menarik, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, lomba B2SA juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam memilih, menyusun, dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal.
“Melalui kegiatan ini saya mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada bahan pangan tertentu, tetapi menggali dan mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan keluarga yang sehat, bergizi, ekonomis, aman, dan disukai oleh seluruh anggota keluarga,” katanya.
Ia menegaskan, keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk pola konsumsi pangan. Oleh karena itu, apa yang disajikan di meja makan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anggota keluarga.
Dalam hal ini, kader PKK diharapkan dapat menjadi penggerak, edukator, sekaligus teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan B2SA di tingkat keluarga.
Lebih lanjut disampaikan, kreativitas yang ditampilkan dalam lomba hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja. Menu-menu yang diciptakan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat.
“Sehingga semakin banyak keluarga yang mampu menyajikan makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau,” tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pangan lokal yang diolah menjadi produk makanan kreatif dan bernilai jual dapat menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan lokal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kesehatan, dan produktivitas sumber daya manusia berbasis kemandirian pangan, sekaligus memperkokoh perekonomian pedesaan dalam menghadapi perdagangan global yang semakin kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan juga berharap kegiatan lomba mampu menghasilkan juara terbaik yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Pekalongan pada lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Calon pemenang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober 2026,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta, disampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat, kreativitas, serta kerja keras yang telah ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah adanya semangat untuk belajar, berkreasi, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama mewujudkan keluarga Kabupaten Pekalongan yang sehat, aktif, dan produktif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran TP PKK dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi pangan sehat serta mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan mandiri.
Kamis, 27 Agustus 2026
KAJEN - Sembilan nasabah Bank Jateng di Kabupaten Pekalongan mendapat kejutan manis di tengah momentum Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404. Mereka membawa pulang hadiah uang tunai dengan total mencapai Rp195 juta dari Undian Tabungan BIMA.
Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis oleh Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, saat mengunjungi Stand Bank Jateng dalam rangkaian pembukaan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026), Selasa (25/8/2026).
Sembilan pemenang tersebut merupakan nasabah dari sejumlah jaringan Bank Jateng di Kabupaten Pekalongan. Satu nasabah meraih hadiah Rp75 juta, sementara delapan nasabah lainnya masing-masing mendapatkan Rp15 juta.
Hadiah Rp75 juta diraih Nur***, nasabah Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kedungwuni asal Kecamatan Wonopringgo. Sementara delapan pemenang hadiah Rp15 juta berasal dari Bank Jateng Cabang Kajen, KCP Kedungwuni, KCP Doro, dan KCP Wiradesa, masing-masing dua nasabah.
Undian Tabungan BIMA tersebut telah dilaksanakan di Semarang pada 2 Agustus 2026. Dalam pengundian dua periode sekaligus itu, Bank Jateng menyediakan hadiah utama berupa dua unit Toyota Innova Zenix Hybrid, 136 hadiah uang tunai masing-masing Rp75 juta, serta 406 hadiah masing-masing Rp15 juta.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Kajen, Teguh Sri Prabowo, mengatakan Undian Tabungan BIMA menjadi bentuk apresiasi kepada nasabah sekaligus strategi untuk mendorong budaya menabung dan meningkatkan loyalitas nasabah.
Menurut Teguh, para pemenang kali ini masih memiliki peluang untuk kembali mendapatkan hadiah pada periode berikutnya. Ia bahkan berharap hadiah utama berupa mobil dapat dibawa pulang nasabah dari Kajen.
“Masih ada kesempatan untuk memenangkan Undian Tabungan BIMA lagi di periode selanjutnya. Utamanya, semoga pada periode berikutnya giliran nasabah dari Kajen yang berhasil membawa pulang Toyota Innova Zenix Hybrid,” kata Teguh.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang. Ia berharap hadiah yang diterima tidak sekadar menjadi keberuntungan sesaat, tetapi memberikan manfaat bagi para nasabah dan semakin mendorong masyarakat untuk gemar menabung.
Sementara itu, Nur mengaku masih tidak percaya dirinya mendapatkan hadiah Rp75 juta. Ia baru sekitar satu tahun menjadi nasabah Bank Jateng KCP Kedungwuni setelah membuka rekening pada Agustus 2025.
“Alhamdulillah, bertepatan satu tahun pada Agustus 2026 saya memenangkan Undian Tabungan BIMA. Saya kaget dan tidak menyangka karena baru satu tahun menjadi nasabah,” ujarnya.
Nur berharap Bank Jateng semakin berkembang dan konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga mengajak nasabah lain untuk tidak melewatkan kesempatan dengan membiasakan diri menabung.
Teguh kembali menegaskan bahwa manfaat menabung tidak hanya berkaitan dengan layanan perbankan, tetapi juga membuka peluang mendapatkan apresiasi melalui program undian.
“Menabung dapat, hadiahnya juga berkesempatan didapat,” katanya.
Kamis, 27 Agustus 2026
Kajen – Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 menghadirkan Gelar Wicara Literasi Digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, kreatif, dan berdaya. Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Gelar wicara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., dengan materi Transformasi Perpustakaan di Era Digital (Dari Membaca Menuju Pemberdayaan Masyarakat) serta Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan, Yoga Rifai Hamzah, M.IKom., yang membawakan materi Literasi Digital di Era Algoritma, AI, dan Banjir Informasi.
Supriyadi menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, Festival Literasi tidak hanya menjadi ruang untuk membaca dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga perlu diarahkan agar masyarakat mendapatkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Perpustakaan di seluruh desa itu perlu kita wujudkan, karena literasi ini tidak hanya sebatas kita membaca, mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan keterampilan, dan sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang kita dapatkan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar gerakan literasi dapat berkembang lebih luas. Tidak hanya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, tetapi juga Dinas Kominfo, dinas yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan desa, hingga pemerintah desa.
Dalam konteks literasi digital, Supriyadi menyoroti generasi muda sebagai salah satu kelompok yang banyak menggunakan internet. Karena itu, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperoleh pengetahuan dan informasi yang bermanfaat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali agar tidak turut menyebarkan informasi yang tidak tepat.
“Bijak dalam bermedia, tidak asal sharing, tetapi juga harus kita saring juga,” katanya.
Sementara itu, materi yang disampaikan Yoga Rifai Hamzah mengangkat tantangan literasi digital di tengah perkembangan algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan derasnya informasi yang diterima masyarakat sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan minat baca, tetapi berkembang menjadi gerakan literasi yang mampu membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi perubahan di era digital.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN — Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 bukan sekadar panggung promosi produk dan geliat ekonomi daerah. Di tengah riuhnya Alun-alun Kajen, pasangan lansia Edi Sunaryo (55) dan Kunifah (54) justru mengukir cerita berbeda: melangsungkan akad nikah secara resmi di tengah keramaian PRK.
Prosesi ijab kabul berlangsung di Stan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Momen tersebut menjadi perhatian pengunjung karena dilakukan di tengah perhelatan rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Akad nikah pasangan asal Pekalongan itu semakin istimewa setelah Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman bersama istrinya, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan DR. Galuh Kirana, dan jajaran Forkopimda melintas saat meninjau stan PRK 2026.
Sukirman bahkan secara spontan didapuk menjadi salah satu saksi akad yang dilayani Kantor Urusan Agama (KUA) Kajen. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, suasana di Stan Kemenag langsung pecah dalam kegembiraan.
“Sah, sah, sah!” seru Sukirman sembari mengangkat tangannya.
Tak berhenti di situ, Sukirman turut mendoakan agar pernikahan Edi dan Kunifah menjadi rumah tangga yang penuh keberkahan.
“Dua sejoli ini telah melangsungkan akad nikah secara sah dilayani oleh Kementerian Agama KUA Kabupaten Pekalongan. Kita doakan sakinah, mawaddah, warahmah. Allahumma aamiin,” ujarnya.
Dengan nada berseloroh, Sukirman juga mengajak pasangan lain yang hadir untuk mengikuti langkah Edi dan Kunifah.
“Yang lain menyusul! Yang lain menyusul!” katanya.
Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan, Irkham, mengatakan akad nikah tersebut memang sengaja digelar di Stan Kemenag sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi.
Menurutnya, pemilihan pasangan lansia sebagai bagian dari prosesi tersebut juga memiliki pesan tersendiri. Edi yang berusia 55 tahun dan Kunifah 54 tahun menunjukkan bahwa komitmen untuk membangun rumah tangga secara sah tidak mengenal batas usia.
“Secara khusus memang kami menikahkan pasangan lansia berusia 55 tahun dan 54 tahun. Ini merupakan pasangan dan pernikahan yang antik karena di usia yang senja masih berkomitmen melakukan pernikahan secara resmi,” kata Irkham.
Akad nikah di tengah PRK sekaligus mempertegas bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, pameran produk, dan promosi potensi daerah. Stan Kemenag justru menjadi ruang pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk pasar raya, Edi dan Kunifah memilih menjadikan momen tersebut sebagai awal kehidupan baru. Akad nikah mereka pun menjadi salah satu cerita paling unik dalam PRK 2026—bahwa perhelatan rakyat tak selalu berakhir pada jual beli, tetapi juga bisa menjadi tempat sebuah keluarga memulai perjalanan.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan para ulama dan tokoh agama sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., saat acara Kajen Bersholawat dan Peringatan Maulud Nabi di depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman menyampaikan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat ikhtiar menghadapi berbagai tantangan ke depan. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, doa, bimbingan, dan nasihat para kiai serta ustaz selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan para kiai dan ustaz yang terus membersamai pemerintah. Doa dan dukungan beliau-beliau menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan globalisasi dan perkembangan digitalisasi yang begitu cepat, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan kerja keras pemerintah. Persatuan masyarakat, kerja keras, serta doa dan dukungan para ulama juga diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pekalongan. Salah satunya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menurutnya telah menunjukkan perkembangan positif dan berada pada kisaran 15 besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
IPM tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga upaya mengurangi angka pengangguran.
“Angka-angka inilah yang terus kita catat dan kita ingin tingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Meski demikian, Sukirman mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya sektor infrastruktur. Persoalan jalan dan infrastruktur disebut menjadi salah satu tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berencana menjadikan tahun 2027 sebagai momentum untuk lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama ruas-ruas jalan yang masih mengalami kerusakan.
“Di tahun 2027 kita akan fokus kepada persoalan infrastruktur. Ruas-ruas jalan kita yang masih rusak dan masih banyak kendala akan kita prioritaskan. Tahun 2027 menjadi tahun infrastruktur bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sukirman menambahkan, sejumlah pembangunan infrastruktur saat ini sudah mulai berjalan. Di antaranya pembangunan jalan di Watusalam yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat, serta sejumlah ruas lainnya seperti di sekitar SMP Negeri 1 Tirto.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sukirman mencontohkan antusiasme masyarakat dalam kegiatan Pekan Raya Kajen yang menunjukkan geliat ekonomi dan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.
Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat dan banyaknya produk pedagang yang telah habis terjual sejak sore hari menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Ini pertumbuhan ekonomi yang akan kita dorong terus di tahun 2027,” ungkapnya.
Lebih lanjut, setelah pelaksanaan Pekan Raya Kajen, Pemkab Pekalongan akan melakukan penataan dan revitalisasi kawasan UKM dan UMKM, termasuk di Kedungwuni, Gemek, dan Kajen.
Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib sekaligus memastikan mekanisme sewa dan pengelolaan berjalan secara resmi dan transparan.
“Kita akan kembali berbenah terkait UKM dan UMKM yang ada di Kedungwuni, Gemek, juga di Kajen. Kita akan revitalisasi dan tata agar lebih tertib. Aturan mainnya jelas, sewanya juga resmi dan masuk ke negara,” jelasnya.
Sukirman menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan aturan dan tim satuan tugas untuk mengawal penataan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi pertumbuhan UMKM.
Menutup keterangannya, Sukirman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami mohon doa restu dan doa dari para kiai, para ustaz, serta seluruh masyarakat agar apa yang kita rencanakan dapat terwujud dan terealisasi dengan baik,” pungkasnya.
Rabu, 26 Agustus 2026
Kajen – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pementasan wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 yang digelar di depan Pendopo Bupati Pekalongan, Rabu malam (26/8/2026). Tidak hanya masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga tampak duduk lesehan bersama warga untuk menikmati pertunjukan budaya tersebut.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan konsep lesehan dipilih setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Semula lokasi kegiatan direncanakan berada di Jalan Mandurorejo, namun kawasan tersebut digunakan untuk aktivitas pelaku UKM dan UMKM dalam Pekan Raya Kajen (PRK) 2026.
“Antusiasme masyarakat malam ini benar-benar luar biasa. Karena jumlah warga yang hadir sangat banyak, kami memutuskan untuk memindahkan kursi dan meja agar masyarakat bisa menikmati acara dengan lebih nyaman. Akhirnya kita duduk bersama lesehan, membaur tanpa sekat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, suasana tersebut menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Momen peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
Malam budaya tersebut menghadirkan pementasan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan yang dibawakan oleh Ki Dalang Purbo Asmoro dari Solo. Kegiatan ini lebih meriah dengan hadirnya sinden muda fenomenal Niken Salindry, dan pelawak senior Bagyo Gareng dari Semarang. Warga dari berbagai wilayah tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang berlangsung hingga dini hari.
Sukirman menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam mendukung kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan itu, ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik. Berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan, menurutnya akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus bekerja menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” tegasnya.
Selain itu, Sukirman turut mendoakan masyarakat dan para pelaku usaha yang ikut meramaikan Pekan Raya Kajen 2026 agar usahanya semakin berkembang dan membawa keberkahan bagi keluarga.
Melalui suasana lesehan yang sederhana namun penuh makna, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi gambaran kuat bahwa pemerintah dan masyarakat dapat berjalan beriringan, menikmati kebersamaan, serta bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan yang semakin maju dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dr. H. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 27 Agustus 2026
KAJEN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pekalongan terus mendorong masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., melalui Wakil Bidang III TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu Eko Edi Herijanto, dalam kegiatan lomba Cipta Menu B2SA yang berlangsung di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Dalam sambutan yang dibacakannya, Ibu Eko Edi Herijanto menyampaikan bahwa kegiatan lomba Cipta Menu B2SA bukan sekadar ajang untuk menghasilkan menu makanan yang menarik dan lezat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Lomba ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, serta memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, hingga berbagai bahan pangan lokal lainnya. Beragam bahan pangan tersebut, lanjutnya, dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, menarik, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, lomba B2SA juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam memilih, menyusun, dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal.
“Melalui kegiatan ini saya mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada bahan pangan tertentu, tetapi menggali dan mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan keluarga yang sehat, bergizi, ekonomis, aman, dan disukai oleh seluruh anggota keluarga,” katanya.
Ia menegaskan, keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk pola konsumsi pangan. Oleh karena itu, apa yang disajikan di meja makan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anggota keluarga.
Dalam hal ini, kader PKK diharapkan dapat menjadi penggerak, edukator, sekaligus teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan B2SA di tingkat keluarga.
Lebih lanjut disampaikan, kreativitas yang ditampilkan dalam lomba hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja. Menu-menu yang diciptakan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat.
“Sehingga semakin banyak keluarga yang mampu menyajikan makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau,” tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pangan lokal yang diolah menjadi produk makanan kreatif dan bernilai jual dapat menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan lokal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kesehatan, dan produktivitas sumber daya manusia berbasis kemandirian pangan, sekaligus memperkokoh perekonomian pedesaan dalam menghadapi perdagangan global yang semakin kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan juga berharap kegiatan lomba mampu menghasilkan juara terbaik yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Pekalongan pada lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Calon pemenang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober 2026,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta, disampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat, kreativitas, serta kerja keras yang telah ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah adanya semangat untuk belajar, berkreasi, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama mewujudkan keluarga Kabupaten Pekalongan yang sehat, aktif, dan produktif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran TP PKK dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi pangan sehat serta mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan mandiri.
Kamis, 27 Agustus 2026
KAJEN - Sembilan nasabah Bank Jateng di Kabupaten Pekalongan mendapat kejutan manis di tengah momentum Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404. Mereka membawa pulang hadiah uang tunai dengan total mencapai Rp195 juta dari Undian Tabungan BIMA.
Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis oleh Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, saat mengunjungi Stand Bank Jateng dalam rangkaian pembukaan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026), Selasa (25/8/2026).
Sembilan pemenang tersebut merupakan nasabah dari sejumlah jaringan Bank Jateng di Kabupaten Pekalongan. Satu nasabah meraih hadiah Rp75 juta, sementara delapan nasabah lainnya masing-masing mendapatkan Rp15 juta.
Hadiah Rp75 juta diraih Nur***, nasabah Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kedungwuni asal Kecamatan Wonopringgo. Sementara delapan pemenang hadiah Rp15 juta berasal dari Bank Jateng Cabang Kajen, KCP Kedungwuni, KCP Doro, dan KCP Wiradesa, masing-masing dua nasabah.
Undian Tabungan BIMA tersebut telah dilaksanakan di Semarang pada 2 Agustus 2026. Dalam pengundian dua periode sekaligus itu, Bank Jateng menyediakan hadiah utama berupa dua unit Toyota Innova Zenix Hybrid, 136 hadiah uang tunai masing-masing Rp75 juta, serta 406 hadiah masing-masing Rp15 juta.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Kajen, Teguh Sri Prabowo, mengatakan Undian Tabungan BIMA menjadi bentuk apresiasi kepada nasabah sekaligus strategi untuk mendorong budaya menabung dan meningkatkan loyalitas nasabah.
Menurut Teguh, para pemenang kali ini masih memiliki peluang untuk kembali mendapatkan hadiah pada periode berikutnya. Ia bahkan berharap hadiah utama berupa mobil dapat dibawa pulang nasabah dari Kajen.
“Masih ada kesempatan untuk memenangkan Undian Tabungan BIMA lagi di periode selanjutnya. Utamanya, semoga pada periode berikutnya giliran nasabah dari Kajen yang berhasil membawa pulang Toyota Innova Zenix Hybrid,” kata Teguh.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang. Ia berharap hadiah yang diterima tidak sekadar menjadi keberuntungan sesaat, tetapi memberikan manfaat bagi para nasabah dan semakin mendorong masyarakat untuk gemar menabung.
Sementara itu, Nur mengaku masih tidak percaya dirinya mendapatkan hadiah Rp75 juta. Ia baru sekitar satu tahun menjadi nasabah Bank Jateng KCP Kedungwuni setelah membuka rekening pada Agustus 2025.
“Alhamdulillah, bertepatan satu tahun pada Agustus 2026 saya memenangkan Undian Tabungan BIMA. Saya kaget dan tidak menyangka karena baru satu tahun menjadi nasabah,” ujarnya.
Nur berharap Bank Jateng semakin berkembang dan konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga mengajak nasabah lain untuk tidak melewatkan kesempatan dengan membiasakan diri menabung.
Teguh kembali menegaskan bahwa manfaat menabung tidak hanya berkaitan dengan layanan perbankan, tetapi juga membuka peluang mendapatkan apresiasi melalui program undian.
“Menabung dapat, hadiahnya juga berkesempatan didapat,” katanya.
Kamis, 27 Agustus 2026
Kajen – Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 menghadirkan Gelar Wicara Literasi Digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, kreatif, dan berdaya. Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Gelar wicara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., dengan materi Transformasi Perpustakaan di Era Digital (Dari Membaca Menuju Pemberdayaan Masyarakat) serta Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan, Yoga Rifai Hamzah, M.IKom., yang membawakan materi Literasi Digital di Era Algoritma, AI, dan Banjir Informasi.
Supriyadi menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, Festival Literasi tidak hanya menjadi ruang untuk membaca dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga perlu diarahkan agar masyarakat mendapatkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Perpustakaan di seluruh desa itu perlu kita wujudkan, karena literasi ini tidak hanya sebatas kita membaca, mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan keterampilan, dan sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang kita dapatkan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar gerakan literasi dapat berkembang lebih luas. Tidak hanya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, tetapi juga Dinas Kominfo, dinas yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan desa, hingga pemerintah desa.
Dalam konteks literasi digital, Supriyadi menyoroti generasi muda sebagai salah satu kelompok yang banyak menggunakan internet. Karena itu, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperoleh pengetahuan dan informasi yang bermanfaat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali agar tidak turut menyebarkan informasi yang tidak tepat.
“Bijak dalam bermedia, tidak asal sharing, tetapi juga harus kita saring juga,” katanya.
Sementara itu, materi yang disampaikan Yoga Rifai Hamzah mengangkat tantangan literasi digital di tengah perkembangan algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan derasnya informasi yang diterima masyarakat sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan minat baca, tetapi berkembang menjadi gerakan literasi yang mampu membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi perubahan di era digital.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN — Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 bukan sekadar panggung promosi produk dan geliat ekonomi daerah. Di tengah riuhnya Alun-alun Kajen, pasangan lansia Edi Sunaryo (55) dan Kunifah (54) justru mengukir cerita berbeda: melangsungkan akad nikah secara resmi di tengah keramaian PRK.
Prosesi ijab kabul berlangsung di Stan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Momen tersebut menjadi perhatian pengunjung karena dilakukan di tengah perhelatan rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Akad nikah pasangan asal Pekalongan itu semakin istimewa setelah Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman bersama istrinya, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan DR. Galuh Kirana, dan jajaran Forkopimda melintas saat meninjau stan PRK 2026.
Sukirman bahkan secara spontan didapuk menjadi salah satu saksi akad yang dilayani Kantor Urusan Agama (KUA) Kajen. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, suasana di Stan Kemenag langsung pecah dalam kegembiraan.
“Sah, sah, sah!” seru Sukirman sembari mengangkat tangannya.
Tak berhenti di situ, Sukirman turut mendoakan agar pernikahan Edi dan Kunifah menjadi rumah tangga yang penuh keberkahan.
“Dua sejoli ini telah melangsungkan akad nikah secara sah dilayani oleh Kementerian Agama KUA Kabupaten Pekalongan. Kita doakan sakinah, mawaddah, warahmah. Allahumma aamiin,” ujarnya.
Dengan nada berseloroh, Sukirman juga mengajak pasangan lain yang hadir untuk mengikuti langkah Edi dan Kunifah.
“Yang lain menyusul! Yang lain menyusul!” katanya.
Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan, Irkham, mengatakan akad nikah tersebut memang sengaja digelar di Stan Kemenag sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi.
Menurutnya, pemilihan pasangan lansia sebagai bagian dari prosesi tersebut juga memiliki pesan tersendiri. Edi yang berusia 55 tahun dan Kunifah 54 tahun menunjukkan bahwa komitmen untuk membangun rumah tangga secara sah tidak mengenal batas usia.
“Secara khusus memang kami menikahkan pasangan lansia berusia 55 tahun dan 54 tahun. Ini merupakan pasangan dan pernikahan yang antik karena di usia yang senja masih berkomitmen melakukan pernikahan secara resmi,” kata Irkham.
Akad nikah di tengah PRK sekaligus mempertegas bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, pameran produk, dan promosi potensi daerah. Stan Kemenag justru menjadi ruang pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk pasar raya, Edi dan Kunifah memilih menjadikan momen tersebut sebagai awal kehidupan baru. Akad nikah mereka pun menjadi salah satu cerita paling unik dalam PRK 2026—bahwa perhelatan rakyat tak selalu berakhir pada jual beli, tetapi juga bisa menjadi tempat sebuah keluarga memulai perjalanan.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan para ulama dan tokoh agama sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., saat acara Kajen Bersholawat dan Peringatan Maulud Nabi di depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman menyampaikan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat ikhtiar menghadapi berbagai tantangan ke depan. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, doa, bimbingan, dan nasihat para kiai serta ustaz selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan para kiai dan ustaz yang terus membersamai pemerintah. Doa dan dukungan beliau-beliau menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan globalisasi dan perkembangan digitalisasi yang begitu cepat, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan kerja keras pemerintah. Persatuan masyarakat, kerja keras, serta doa dan dukungan para ulama juga diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pekalongan. Salah satunya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menurutnya telah menunjukkan perkembangan positif dan berada pada kisaran 15 besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
IPM tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga upaya mengurangi angka pengangguran.
“Angka-angka inilah yang terus kita catat dan kita ingin tingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Meski demikian, Sukirman mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya sektor infrastruktur. Persoalan jalan dan infrastruktur disebut menjadi salah satu tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berencana menjadikan tahun 2027 sebagai momentum untuk lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama ruas-ruas jalan yang masih mengalami kerusakan.
“Di tahun 2027 kita akan fokus kepada persoalan infrastruktur. Ruas-ruas jalan kita yang masih rusak dan masih banyak kendala akan kita prioritaskan. Tahun 2027 menjadi tahun infrastruktur bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sukirman menambahkan, sejumlah pembangunan infrastruktur saat ini sudah mulai berjalan. Di antaranya pembangunan jalan di Watusalam yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat, serta sejumlah ruas lainnya seperti di sekitar SMP Negeri 1 Tirto.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sukirman mencontohkan antusiasme masyarakat dalam kegiatan Pekan Raya Kajen yang menunjukkan geliat ekonomi dan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.
Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat dan banyaknya produk pedagang yang telah habis terjual sejak sore hari menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Ini pertumbuhan ekonomi yang akan kita dorong terus di tahun 2027,” ungkapnya.
Lebih lanjut, setelah pelaksanaan Pekan Raya Kajen, Pemkab Pekalongan akan melakukan penataan dan revitalisasi kawasan UKM dan UMKM, termasuk di Kedungwuni, Gemek, dan Kajen.
Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib sekaligus memastikan mekanisme sewa dan pengelolaan berjalan secara resmi dan transparan.
“Kita akan kembali berbenah terkait UKM dan UMKM yang ada di Kedungwuni, Gemek, juga di Kajen. Kita akan revitalisasi dan tata agar lebih tertib. Aturan mainnya jelas, sewanya juga resmi dan masuk ke negara,” jelasnya.
Sukirman menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan aturan dan tim satuan tugas untuk mengawal penataan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi pertumbuhan UMKM.
Menutup keterangannya, Sukirman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami mohon doa restu dan doa dari para kiai, para ustaz, serta seluruh masyarakat agar apa yang kita rencanakan dapat terwujud dan terealisasi dengan baik,” pungkasnya.
Rabu, 26 Agustus 2026