Admin
Selasa, 14 Juli 2026
KESESI – Penanaman budaya antikorupsi sejak dini menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam membentuk generasi yang berintegritas. Melalui Inspektorat Daerah bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Pekalongan menggelar kegiatan Pariwara Antikorupsi bagi peserta didik baru di SMP Negeri 2 Kesesi dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, Selasa (14/7/2026).
Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Pekalongan, Drs. Ali Riza, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk edukasi antikorupsi yang menyasar peserta didik baru agar sejak awal mereka memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.
"Kegiatan ini diselenggarakan oleh Inspektorat Daerah dalam bentuk sosialisasi pendidikan antikorupsi. Salah satu produknya adalah pembuatan pariwara antikorupsi dengan sasaran adik-adik yang baru diterima di SMP melalui kegiatan MPLS. Pelaksanaannya merupakan kolaborasi antara Inspektorat, Diskominfo, dan Dinas Pendidikan," ujarnya.
Menurut Ali Riza, penanaman nilai integritas harus dimulai sejak usia sekolah karena akan menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih di masa mendatang.
"Kami mengupayakan kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di sejumlah sekolah. Memang belum bisa menjangkau seluruh sekolah sekaligus, tetapi tahun ini dilaksanakan di empat SMP. Harapannya, semakin banyak peserta didik yang memperoleh pemahaman tentang pentingnya budaya antikorupsi," jelasnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta didik baru agar menjalani proses pendidikan dengan penuh semangat serta senantiasa memegang teguh nilai-nilai kejujuran.
"Jalani proses pendidikan dengan baik, jadilah generasi yang hebat, belajar dengan penuh semangat, dan selalu mendengarkan nasihat guru maupun orang tua. Dengan integritas yang baik, kalian akan menjadi generasi penerus yang membanggakan," pesannya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Ipung Sunaryo, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan pelaksanaan MPLS Ramah yang menjadi tagline MPLS tahun ajaran 2026/2027.
"Melalui kegiatan ini, peserta didik baru mendapatkan pemahaman tentang nilai-nilai antikorupsi sejak awal masuk sekolah. Penyampaiannya juga dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan edukatif sehingga lebih mudah dipahami oleh anak-anak," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan antikorupsi sebenarnya telah dilaksanakan setiap tahun. Namun, tahun ini konsepnya dibuat lebih variatif dan interaktif sehingga peserta didik lebih antusias mengikuti kegiatan sekaligus lebih mudah memahami pentingnya integritas dan kejujuran.
Plt. Kepala SMP Negeri 2 Kesesi, Untung Agus Rianto, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum MPLS menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan karakter dan integritas kepada peserta didik baru.
"Metode penyampaiannya sangat menarik karena tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai permainan edukatif yang sesuai dengan usia anak SMP. Dengan cara seperti ini, materi antikorupsi lebih mudah dipahami dan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang jujur dan berintegritas," tuturnya.
Ia berharap semakin banyak instansi yang berkolaborasi memberikan edukasi kepada peserta didik sehingga wawasan mereka semakin luas dan mampu menjadi generasi penerus yang siap berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Melalui kegiatan Pariwara Antikorupsi ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk membangun budaya antikorupsi sejak dini melalui dunia pendidikan. Dengan menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab kepada peserta didik, diharapkan akan lahir generasi yang berkarakter kuat serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.