Admin
Kamis, 15 Oktober 2026
KAJEN – Kontingen Kabupaten Pekalongan membidik 36 medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Target tersebut terdiri atas lima medali emas, 14 perak, dan 17 perunggu yang akan diperjuangkan melalui 124 atlet di 27 cabang olahraga.
Target itu disampaikan saat Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, melepas kontingen Porprov XVII Jateng 2026 di Aula Lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/10/2026).
Dengan kekuatan 178 personel, Kabupaten Pekalongan akan menghadapi persaingan olahraga tingkat provinsi yang dipusatkan di wilayah Semarang Raya. Selain atlet, kontingen diperkuat 35 pelatih dan 19 official.
Plt. Bupati Sukirman meminta para atlet tidak gentar menghadapi kekuatan daerah lain. Ia menegaskan, kepercayaan diri dan semangat juang harus menjadi modal utama ketika turun di arena pertandingan.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Porprov merupakan momentum untuk membuktikan hasil latihan panjang yang telah dijalani para atlet.
"Ini saatnya kita tumpahkan semua semangat dan jerih payah kita saat berlaga. Yang penting adalah semangat juangnya. Tidak perlu minder, tidak perlu silau dengan kabupaten-kabupaten lain," tegas Sukirman.
Namun, Sukirman juga mengingatkan bahwa prestasi tidak bisa hanya dibebankan kepada pelatih, official, maupun pemerintah daerah. Hasil pertandingan sangat ditentukan oleh keseriusan dan perjuangan masing-masing atlet.
Ia menyebut pemerintah, KONI, dan pelatih hanya menjadi sistem pendukung. Sementara atlet menjadi penentu utama dalam memburu prestasi.
Sukirman juga menyoroti pentingnya kesinambungan pembinaan olahraga. Menurutnya, latihan rutin harus diimbangi dengan kesempatan mengikuti kompetisi agar atlet memiliki pengalaman bertanding dan terus meningkatkan kemampuannya.
Karena itu, KONI bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) diminta memperbanyak penyelenggaraan kejuaraan sebagai ruang pembinaan sekaligus mengukur kemampuan atlet.
"Ajang kompetisi yang sesungguhnya menjadi latihan sesungguhnya bagi para atlet. Posisi atlet sangat strategis dan membanggakan karena membawa nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, pemerintah, hingga tanah air," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan, Suryono, mengungkapkan persiapan kontingen telah dilakukan sejak April 2026. Meski mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam proses pembinaan, ia mengapresiasi semangat pantang menyerah para atlet dan pelatih.
Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang mengejar medali. Kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk membuka jalan menuju level yang lebih tinggi.
Suryono menyebut atlet terbaik dari Porprov XVII berpeluang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
"Harapannya, dari Kabupaten Pekalongan ada banyak atlet yang bisa melangkah ke PON 2028," ungkapnya.
Ketua Kontingen Kabupaten Pekalongan, Sigit Khurniawan, menjelaskan pertandingan utama Porprov XVII Jateng dijadwalkan berlangsung pada 25–30 Oktober 2026. Pembukaan direncanakan pada 25 Oktober di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, sedangkan penutupan dijadwalkan pada 30–31 Oktober di Kabupaten Kendal.
Pertandingan akan tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal, serta lokasi lain sesuai ketentuan panitia masing-masing cabang olahraga.
Dengan mengikuti 27 cabang olahraga dan 92 nomor pertandingan, kontingen Kabupaten Pekalongan kini menghadapi tantangan untuk mengubah target menjadi prestasi nyata.
Target 36 medali pun menjadi pekerjaan besar bagi seluruh atlet, pelatih, dan official. Bukan hanya membawa pulang medali, tetapi juga membuktikan bahwa pembinaan olahraga Kabupaten Pekalongan mampu bersaing di tingkat Jawa Tengah.