Admin
Rabu, 25 Mei 2016
KAJEN - Para peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Umum Kabupaten Pekalongan diharapkan untuk tidak merasa puas kalau nanti mendapatkan predikat juara, akan tetapi diminta untuk selalu meningkatkan kemampuannya. Salah satu kuncinya adalah hendaknya antar peserta dengan pembimbing dan pelatih maupun pendamping harus menjadi “segitiga siku” yang kompak, saling mengisi dan saling memperkuat menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga prestasi bisa diraih. Hal tersebut dikatakan Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi saat membuka acara MTQ Pelajar ke 31 dan STQ Umum ke 24 Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 di Gedung Islamic Centre Kedungwuni (25/5/2016).
Lebih lanjut Bupati mengharapkan semua pihak yang terlibat untuk tidak terjebak pada MTQ maupun STQ saja, tetapi lebih dari itu, untuk bisa diwujudkan, dilaksanakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat Islami betul-betul nyata yang penuh dengan toleransi, saling menghormati, tetapi kuat di dalam syariat. “Ini betul-betul saya harapkan, jangan sekedar seremonial saja, tetapi dalam perilaku kita dinafasi oleh Al Qur’an. Ini kesempatan kita untuk menunjukkan pada saudara-saudara kita non Islam bahwa kita bisa menjadi panutan dalam sebuah kehidupan,” ujarnya.
Sebagai kota SANTRI (Sehat, Aman, Nyaman, Tertib, Rapi dan Indah), Antono juga menaruh harapan besar agar hendaknya semboyan ‘Santri’ inipun dapat diwujudkan dalam prestasi yang nyata bahwa Kabupaten Pekalongan bisa benar-benar menjadi Santri dengan mendapatkan juara umum dalam MTQ di Tingkat Propinsi nanti. “Mari kita renungkan. Ini kesempatan untuk membawa nama baik Pekalongan. Ini adalah sebuah tantangan dan kesempatan untuk menunjukkan pada daerah lain, bahwa betul Pekalongan itu “Kota Santri” yang notabene ahli dalam tilawah maupun yang lain dan bisa menjadi kiblat bagi santri-santri yang lain,” ujarnya.
Terkait dengan perubahan jaman yang begitu cepat, tak lupa Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk ikut menyikapinya dengan bijak dan jeli. “Karena era digital seperti sekarang ini tidak bisa kita bendung dengan sebuah aturan-aturan formal seperti regulasi ataupun tindakan formal. Tetapi harus kita berikan perlindungan melalui moral,” tegasnya.
Sementara itu Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Kab. Pekalongan Hari Suminto, SH, MH mengungkapkan bahwa MTQ ini dilaksanakan selama 2 hari pada hari Rabu dan Kamis tanggal 25-26 Mei 2016 di Kompleks Islamic Centre Kedungwuni-Pekalongan. “Kegiatan ini diikuti perwakilan dari pelajar SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA Putra/Putri dari Kafilah 19 Kecamatan untuk MTQ Pelajar. Sementara untuk umum diikuti oleh Anak, Remaja, dan Dewasa Putra/Putri perwakilan Kafilah dari 19 Kecamatan pula,” jelas Hari.
Sedang untuk cabang yang dilombakan adalah Tilawatil dan Tartil putra putri serta tahfidz 1 juz hingga 30 juz putra dan putri. “MTQ ini akan memperebutkan juara 1, 2 dan 3 di tiap-tiap cabang. Dan selanjutnya untuk juara 1 dari masing-masing cabang nantinya akan dipersiapkan sebagai kafilah MTQ Pelajar untuk maju ke tingkat Propinsi pada tanggal 10 hingga 13 Oktober 2016 di Kabupaten Magelang, dan STQ Umum di Asrama Haji Donohudan Boyolali pada 21-24 Nopember 2016 nanti,” jelasnya. (451H&Her).
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo