KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si beserta ribuan Jama’ah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan menghadiri Kegiatan pengajian Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyah Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan, bersama Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya di Halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Ahad (13/10/2019).
Kegiatan yang mengambil tema “Melalui Thoriqoh Kita Optimalkan Peran Muslimat Dan Santri Indonesia Menuju Ridho Allah SWT" dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Wakapolres Pekalongan Kompol H. Mashudi, SH dan Para Kiyai dan Ibu Nyai serta jamaah Muslimat Thoriqoh.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi memberikan informasi berkaitan dengan BPJS karena menurutnya banyak warga yang menannyakan. Dijelaskan Bupati, bahwa jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan kurang lebih ada 900 ribu jiwa, yang sudah mempunyai Kartu Indonesia Sehat sebanyak 730 ribu orang, sedangkan yang sudah punya kartu jaminan kesehatan dari Pemkab atau Jamkesda sebanyak 80 ribu orang.
“Sehingga total sisanya sebanyak 63 ribu warga Kabupaten Pekalongan yang belum mempunyai kartu jaminan, tapi semoga baik, yang sudah punya maupun yang belum semuanya selalu dalam keadaan sehat,” katanya.
Selain itu, kata KH. Asip, pembangunan di Kota Santri berjalan dengan aman dan lancar, tidak hanya sektor fisik dan non fisik saja, akan tetapi sektor budaya juga dibangun.
“Beberapa waktu yang lalu Seni Tari Sintren Kabupaten Pekalongan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, itu wujud pemerintah peduli dengan budaya,” ujarnya.
Belum lama ini, tambah Bupati, Kabupaten Pekalongan mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya yakni penghargaan dibidang lingkungan.
“Untuk itu saya minta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian, dan selalu membuat lingkungan adem untuk mengantisipasi pemanasan global dan jangan buang sampah sembrangan, karena slogan kita sekarang kaline resik rejekine apik, dalane padang rejekine gampang,” lanjutnya.
Sementara itu, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dalam mauidhoh khazanah menyampaikan, pentingnya thoriqoh di jaman sekarang, sebagai salah satu obat bagi iman. Menurutnya, jika thoriqoh selalu diamalkan dengan baik, makan nuraninya akan baik.
“Bagaimana tidak? karena thoriqoh itu tersambung dan menembus ke hati setiap manusia yang berthoriqoh, dan thoriqoh bukan hanya sekedar penghias hati,” katanya
Ditambahkan Habib, orang yang membiasakan mengamalkan sunnah Nabi, maka akan menjadi gerak reflek karena dilakukan setiap hari.
“Maka orang tersebut akan terlatih karena setiap hari mengikuti sunah, seperti memakai pakaian dengan mendahulukan yang kanan dan sunnah-sunah lainnya,” ujarnya.
Sementara salah satu pembicara, KH. Abdullah Saad Pengasuh Ponpes AL Inshof Karanganyar Solo saat memberikan tausiyahnya mengatakan, bahwa filosofi hidup adalah mengenal Allah Swt, karena hakekat manusia diciptakan untuk beribadat kepadan-Nya.
Menurutnya, menganal kepada sesama manusia saja penting agar kalau suatu saat kita butuh pertolongan tentu org yg kita kenal yang bisa dimintai pertolongan.
“Apalagi kenal kepada Allah dzat yg maha kuasa segalanya yg bisa kita minta pertolongannya sehingga manusia harus lebih mengenal Allah, dengan salah satu sarananya yakni ibadah, dengan kenal kepada Allah maka akan lebih mudah doa kita dikabulkan,” katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)