Admin
Rabu, 25 September 2019
KAJEN - Dalam rangka membersihkan kali (sungai) yang mengalir di Kabupaten Pekalongan yang di beberapa wilayah tercemar oleh limbah industri batik, konveksi dan printing, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaunching gerakan ‘Ayo Resik-Resik Kali’.
Gerakan “Ayo Resik-Resik Kali” disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melalui momen Upacara Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-36 di Alun-alun Kajen, Rabu (25/9/2019) pagi.
Melalui momen HAORNAS 2019, Bupati Pekalongan mengajak masyarakat untuk berolahraga bersih-bersih sungai. “Mulai sekarang melalui kegiatan olahraga, dimana saja kapan saja, termasuk olahraga resik-resik kali (bersih-bersih sungai. Mulai Jumat pagi kita semua akan olahraga ngresiki kali (membersihkan sungai. Yang sregep (giat) dapat sampah paling banyak, ngangkutnya kuat, dikasih hadiah,” ajak Bupati.
Menurutnya, dahulu, masyarakat di Kota Santri utamanya yang tinggal di Wilayah Buaran, Tirto dan Wiradesa berasumsi kalau ‘kaline kotor rejekine ngglondor’ kalau ‘kaline resik rejekine gak apik’. “Sekarang akan kita balik kalau kaline resik rejekine apik dan kalau kaline kotor rejekine ora ngglondor’,” paparnya.
Dikatakan Bupati, pelaksaanan kedua jargon tersebut baru bisa dilaksanakan karena Pemkab baru mempersiapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang repersentatif yang cukup untuk menampung seluruh limbah cair yang ada, yakni bisa menampung 250 tanki perhari. IPAL Kabupaten Pekalongan tersebut berada di Kelurahan Simbangkulon Kecamatan Buaran.
“Kita nanti juga akan mengelaborasi di tingkat action plan berupa gerakan pembersihan sungai serta penyadaran di tingkat pengusaha batik, konveksi, jeans dan lain-lain,” terangnya.
Gerakan bersih sungai, ditegaskan Bupati, merupakan wujud dari Pemkab Pekalongan untuk membangun lingkungan yang bersih dengan membersihkan sungai tidak hanya limbah namun juga sampah dengan merubah paradigma masyarakat. “Saya punya cita-cita pada tahun 2020 Kabupaten Pekalongan akan menjadi daerah yang bersih. Akan kita gerakkan masyarakat sehingga akan lebih nyata, tidak hanya inisiasi dari pemerintah saja. Seperti di Kelurahan Simbangkulon Kecamatan Buaran yang masyarakatnya senang dan antusias menyambut gerakan ini,” tutur Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)