Admin
Sabtu, 9 Oktober 2021


KAJEN - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu bersama tim Dekranasda meninjau beberapa tempat UMKM di wilayah Kabupaten Pekalongan. Rombongan tim Dekranasda memulai tinjauannya ke Batik Putra Arjuna Warulor Kecamatan Wiradesa, lalu ke Perajin Batik Sakura Desa Tosaran Kecamatan Kedungwuni, Perajin Hand made / ATBM Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran dan terakhir ke Alvin Hanger Desa Kertijayan Kecamatan Buaran.
Ketua Dekranasda Ashraff mengatakan bahwa di tengah situasi pandemi saat ini, para pelaku usaha mikro di kabupaten Pekalongan masih bisa berjalan meski tak dipungkiri mengalami beberapa kendala.
“Hari ini saya dan tim Dekranasda keliling dari tempat ke tempat untuk pelaku-pelaku UMKM dan kita melihat kegiatan mereka . Ternyata Alhamdulilah mereka masih berjalan. Mungkin ada beberapa kendala karena pandemi dan tujuan kita keliling ini adalah akan mensupport apa yang kita bisa, “ tutur Ashraff usai berkunjung di Alvin Hanger, Kamis (07/10/2021) siang.
Dijelaskan, Dekranasda kabupaten Pekalongan akan mengambil langkah strategi untuk pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM. Salah satu strategi tersebut adalah dengan mengaktifkan kembali gedung UMKM Senter yang berlokasi di Madukaran Kecamatan Kedungwuni yang selama ini terlihat kurang difungsikan dengan baik.
“Di kabupaten Pekalongan kita punya UMKM Senter yang selama ini kelihatannya tidak difungsikan dengan baik dan akhirnya banyak yang terbengkalai. Mungkin salah satu strategi saya, saya mau mengaktifkan UMKM Senter , diantaranya mungkin nama UMKM Senter yang tadinya di dalam sehingga orang tidak tahu itu gedung apa, saya taruh diluar agar orang tahu, “ paparnya
Selanjutnya disampaikan pula pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas dinas terkait untuk memperbaiki / merenovasi gedung UMKM tersebut supaya para pelaku UMKM mendapat tempat / ruang untuk mendisplay dan menjual produk mereka.
Selain itu, para pelaku usaha mikro juga akan dibantu dari segi permodalan. Menurut Asraff, pihaknya telah merencanakan kerjasama dengan salah satu Bank yang telah siap mensupport Dekranasda untuk memberikan pinjaman tanpa agunan bagi para pelaku UMKM.
“ Kita sedang intens supaya para pelaku usaha khususnya mikro, bisa terbantu karena kita semua tahu masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah permodalan,” terangnya.
Sementara untuk kisaran plafon kredit yang diberikan, menurutnya besarannya relatif. Diperkirakan plafon kreditnya mulai Rp.1 – 5 juta, Rp.5 – 10 Juta dan Rp.10 – 50 Juta. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris