Admin
Kamis, 12 Mei 2016
KAJEN - Bertempat di Ruang Rapat Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Kabupaten Pekalongan pagi tadi (11/5), Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Asisten II Sekda Hari Suminto, SH, MH menerima kunjungan kerja Komisi C dan D DPRD Kabupaten Blora-Jawa Tengah di Kabupaten Pekalongan.
Kunjungan Kerja yang dipimpin oleh Ketua Rombongan Ir. Siswanto, serta diikuti oleh 24 orang perwakilan dari bidang Pekerjaan Umum, Pendidikan dan PSDA Pemkab. Blora dan berlangsung selama 1 hari (11 Mei 2016) ini dalam rangka study banding ke daerah-daerah diluar Blora termasuk di Kabupaten Pekalongan dengan harapan agar bisa diperoleh informasi dan masukan yang lebih rinci dan jelas dari SKPD terkait, sehingga bisa mendapatkan tambahan ilmu untuk ditularkan didaerahnya.
Asisten II yang didampingi perwakilan Kepala SKPD Kab. Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang pada rombongan yang telah memilih Kab. Pekalongan sebagai lokasi kunjungan kerja. Hari juga menuturkan sekilas tentang Kab. Pekalongan dan pengelolaan kegiatan di Kabupaten Pekalongan khususnya kegiatan di DPU dan Dinas Pendidikan.
“Untuk kegiatan di DPU dan Dinas Pendidikan, kami minta pendampingan dari Kejaksaan, dari sejak penyusunan program hingga pelaksaan kegiatan. Hal ini untuk menjaga agar tidak ada yang tersangkut masalah hukum karena semuanya telah sesuai ketentaun sejak awal,” jelasnya.
Lebih lanjut Asisten II mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan daerah industri, khususnya kerajinan batik dan jins. Menurutnya, untuk pemasaran kerajinan home industri di daerahnya ini relatif lebih mudah karena Pekalongan terletak di jalur Pantura. “Ini merupakan bentuk kepekaan dari para pengrajin. Dan untuk melindungi mereka agar bisa terus menjalankan home industrinya ini, kami telah membangun sebuah area IBC (Internasional Batik Centre) untuk memudahkan mereka memasarkan produk-produknya,” ungkap Hari.
Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Blora Ir. Siswanto mengatakan maksud kedatangan pihaknya ke Kab. Pekalongan adalah untuk menimba ilmu di Kabupaten Pekalongan terkait kegiatan di PU dan Pendidikan serta PSDA untuk ditularkan di daerahnya. “Kunjungan kerja ke Pemerintah Daerah ini baru pertama kali kami lakukan setelah sebelumnya kami hanya Kunker di DPRD yang dirasakan kurang bisa menyentuh masalah-masalah yang ada berkenaan dengan bidang yang kami tangani,” jelas Siswanto.
Diungkapkan Siswanto, terkait Kartu Indonesia Pintar, pihaknya ingin mengetahui bagaimana pendistribusiiannya di Kabupaten Pekalongan, baik data base maupun penyaluran dananya. Hal ini mengingat di Blora banyak kekurangan dalam pendistribusian dana Kartu Indonesia Pintar tersebut. “Kami baru mulai untuk distribusi KIP ini, tapi pendistribusian dananya membingungkan bagi kami karena ada yang masuk kantor Pos, ada yang langsung ke Sekolah dan sebagainya. Selain itu, data base yang digunakanpun sudah expired sehingga kami mendapat kesulitan dilapangan,” jelasnya.
Ditambahkan Siswanto, 50% wilayah Blora adalah hutan, yang mana keberadaan ini menyulitkan Pemda Blora dalam membangun daerahnya. “Karena wilayah-wilayah ini milik Perhutani, sehingga ini menyulitkan kami untuk membangun infrastruktur didaerah ini, dan ini akhirnya menyulitkan masyarakat disekitar hutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan tukar menukar cinderamata antar kedua pihak, dan selanjutnya dilanjutkan dengan dialog antara rombongan DPRD Kab. Blora dengan Kepala SKPD Kab. Pekalongan yang berkesempatan hadir. (451h & Diyon)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publsiher : arif.kominfo