Admin
Senin, 9 Februari 2026


Kabupaten Pekalongan — Warga dari empat desa di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menyampaikan tujuh tuntutan penanganan banjir kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Senin (9/2/2026). Tuntutan tersebut disampaikan menyusul banjir yang telah berlangsung selama tiga pekan dan hingga kini belum juga surut.
Empat desa tersebut yakni Desa Tegaldowo, Mulyorejo, Karangjompo, dan Pacar. Perwakilan warga menilai kondisi banjir yang berkepanjangan telah berdampak serius terhadap kehidupan sosial, kesehatan, hingga perekonomian masyarakat.
Koordinator aksi warga, Arif Pribadi menyampaikan bahwa banjir setinggi lutut hingga dada orang dewasa masih menggenangi permukiman, akses jalan, serta tempat usaha dan fasilitas umum. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga lumpuh, banyak warga terserang penyakit, dan penghasilan masyarakat menurun drastis.
"Terus terang kami menyayangkan dan kecewa dengan kondisi lambannya penanganan bencana, hingga 25 hari banjir tidak juga di tetapkan status darurat bencana, hingga aktivitas masyarakat lumpuh total," terangnya.
Selain itu, bantuan kesehatan dan logistik secara berkelanjutan bagi warga terdampak dan solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan bantuan sementara, namun juga melakukan langkah konkret dan berkelanjutan. Pasalnya, banjir yang terus berulang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan permukiman warga di Kecamatan Tirto.
Asisten Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebenarnya telah menetapkan Status Tanggap Bencana dari tanggal 27 Januari hingga 9 Februari 2026 dan akan diperpanjang. Perwakilan Pemerintah hadir untuk memenuhi tuntutan warga yang terdampak banjir hingga Tiga minggu ini.
"Siang hari ini, dipenuhi 7 poin kesepakatan bersama warga, dalam Minggu ini akan direalisasikan penanganan tanggul Sengkarang, menjamin tersedianya solar untuk rumah pompa di 4 Desa, Pembangunan rumah pompa untuk desa Karangjompo, Perbaikan Pintu Air di desa Mulyorejo, Normalisasi drainase Desa Pacar dan Normalisasi Jalan Poros Desa Tegaldowo - Mulyorejo di sebelah Timur Sungai Sengkarang," terangnya.
Melalui audiensi ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi warga dan melakukan koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan banjir di wilayah terdampak.