Admin
Rabu, 26 Agustus 2026


Kajen – Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 menghadirkan Gelar Wicara Literasi Digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, kreatif, dan berdaya. Kegiatan berlangsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Gelar wicara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., dengan materi Transformasi Perpustakaan di Era Digital (Dari Membaca Menuju Pemberdayaan Masyarakat) serta Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan, Yoga Rifai Hamzah, M.IKom., yang membawakan materi Literasi Digital di Era Algoritma, AI, dan Banjir Informasi.
Supriyadi menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, Festival Literasi tidak hanya menjadi ruang untuk membaca dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga perlu diarahkan agar masyarakat mendapatkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Perpustakaan di seluruh desa itu perlu kita wujudkan, karena literasi ini tidak hanya sebatas kita membaca, mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mendapatkan keterampilan, dan sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang kita dapatkan,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar gerakan literasi dapat berkembang lebih luas. Tidak hanya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, tetapi juga Dinas Kominfo, dinas yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan desa, hingga pemerintah desa.
Dalam konteks literasi digital, Supriyadi menyoroti generasi muda sebagai salah satu kelompok yang banyak menggunakan internet. Karena itu, pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperoleh pengetahuan dan informasi yang bermanfaat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi di ruang digital. Masyarakat perlu memastikan informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali agar tidak turut menyebarkan informasi yang tidak tepat.
“Bijak dalam bermedia, tidak asal sharing, tetapi juga harus kita saring juga,” katanya.
Sementara itu, materi yang disampaikan Yoga Rifai Hamzah mengangkat tantangan literasi digital di tengah perkembangan algoritma, kecerdasan buatan (AI), dan derasnya informasi yang diterima masyarakat sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 diharapkan tidak berhenti pada peningkatan minat baca, tetapi berkembang menjadi gerakan literasi yang mampu membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi perubahan di era digital.