Admin
Rabu, 24 November 2021


KAJEN - Guna menghadapi musim penghujan, PMI Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Kesiapsiagaan bencana yang dilaksanakan di Gedung PMI pada Rabu, 24 November 2021. Dalam acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen , Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Budi, Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Hj. Arini Harimurti, dan PMI Provinsi Jawa Tengah.
Acara pelatihan diikuti oleh 44 orang diantaranya dari Santri Gayeng, BPBD dan dari organisasi yang menangani kemanusiaan seperti Bapera ,Pramuli, MDMC, KOKAM, Ubaloka, Elang Pendowo, Pemuda Pancasila, Banser , PBNU,dan Tagana . Para peserta pelatihan dibekali teknis penanganan kebencanaan seperti memakai alat pelindung diri (APD) dan lainnya. pada kesempatan tersebut pihaknya mengajak untuk bersama-sama saling melengkapi, agar pada saat ada kejadian melaksanakan dengan SOP yang benar
" Kami mohon petunjuk dan mohon petuah dari Bapak Wakil Gubernur atau dari para Pembina untuk bekal dalam melaksanakan tugas” ujarnya saat memberikan sambutan kegiatan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen Zubair mengatakan bahwa seluruh peserta yang hadir nantinya menjadi Garda terdepan untuk memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat baik bencana alam, kecelakaan di Jalan Raya, maupun di rumah atau di sekitar kita, apalagi di saat ini musim penghujan biasanya banyak bencana..
“Kita berdoa semoga tidak ada bencana, baik syukur alhamdulillah saya sampaikan kepada BPBD Kabupaten Pekalongan,PMI Kabupaten Pekalongan yang keduanya ini biasanya berjalan seiringan dalam memberikan pertolongan terhadap kebencanaan, panjenengan semua punya emosi dan punya dedikasi untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat dan itu termasuk pondasi agama atau hifdzun nafs “ ujar H. Taj Yasin Maimoen Zubair yang merupakan Ketua Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jawa Tengah
Taj Yasin berharap Kabupaten Pekalongan menjadi Kabupaten yang tanggap bencana. Sehingga Nantinya kalau sudah tumbuh tanggap kebencanaan biasanya merambah ke pertolongan angka ibu dan bayi meninggal, kemudian kesehatan yang saat ini menjadi waspada bersama yakni DBD serta menjadi antusiasme adalah angka kematian ibu dan bayi (AKI ). Menurutnya menolong bukan hanya pada kejadian yang sifatnya kebencanaan, tapi juga pertolongan pada sekitar.apalagi sekarang masyarakat punya traumatis terhadap covid 19 yang membuat mereka takut untuk datang ke RS.
“Panjenengan semua harus berani untuk menjadi mentor di daerah masing masing, sehingga kabupaten Pekalongan ketika bencana muncul sudah siap dan tahu apa yang harus dilakukan”pungkasnya. (Yuni zahrana)