Admin
Selasa, 19 November 2019
Dana yang dikumpulkan oleh Baznas Kabupaten Pekalongan insya Allah akan dikelola secara professional berdasarkan tuntutan syariat yg berlaku, karena pengurus Baznas Kabupaten Pekalongan pengurusnya semua kiai. “Jadi tidak perlu kuatir, Insya Allah dana yg dihimpun Baznas akan disalurkan kepada warga yang berhak atau mustahiq, sesuai dengan kriterianya,” ujar Bupati Asip Kholbihi.
Baznas Kabupaten Pekalongan Pada hari ini kita akan memberikan beberapa program baznas diantaranya bantuan pembangunan rumah tidak layah huni (RTLH), beasiswa dan program pengentasan kemiskinan lainnya. “Ini sebagai ikhtiar pemkab dan Baznas mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan,” imbuh bupati.
Dijelaskan, pada tahun 2015 yang lalu, jumlah warga miskin Kabupaten Pekalongan secara populasi ada sekitar 111 ribu. “Kalau diprosentasi adalah 12,98 persen. Karena terus menerus kita ikhtiar dan didukung do’a seluruh warga dan para sesepuh, serta dukungan organisasi kemasyarakatan, pada tahun 2018 ini sekarang turun tinggal 86 ribu atau 10,06 persen,” kata bupati.
Namun, menurut Bupati, hal tersebut belum cukup, oleh karena itu, Pemkab akan berupaya agar pada tahun 2021 warga miskin Kabupaten Pekalongan semakin berkurang. “Target kita mendekati angka 50 ribu. Ini butuh ikhtiar yg sungguh sungguh, lahir batin dan butuh kerjasama semua pihak,” ungkapnya .
Bupati menyampaikan terima kasih kepada para kiai yang selalu memberi nasehat pada pemerintah. “Biasanya kalau kabupaten atau daerah ingin baik, para kiai sudah memberi tahu kepada kita. Pertama harus didukung dengan ilmunya para kiai yang memberi nasehat kepada pemerintah agar pemerintah mulai dari bupati sampai pemerintah desa agar dalam mengelola keuangan harus temenanan (serius), harus bisa dipertanggungjawabkan. Ini kunci sukses suatu daerah,” ucap Asip.
Kedua, lanjutnya, para umaro, dari bupati, camat sampai lurah/kades harus adil. Adilnya umara ini yang menurutnya, yang susah. Tapi setidak tidaknya seluruh jajaran pemerintah, kata dia, harus ihtiar semaksimal mungkin agar menjadi figur umaro yg berusaha keras mewujudkan keadilan bagi masyarakat.
“Definisi adil yang paling sederhana, antara lain jangan mementingkan diri sendiri, meletakkan sesuatu pada tempatnya semisal saat pantas dibantu ya dibantu pada saat tidak perlu ya jangan. Bantunya pun proporsional berdasarkan jumlah banyak sedikitnya,” kata dia.
Jika seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Pekalongan bisa adil, Insya Allah, kata bupati, masyarakat kehidupannya akan beda, warga miskin akan turun, anak-anak yang sekolah atau kuliah jumlahnya akan semakin banyak, angka kriminalitas juga akan turun sehingga daerah dan negara aman.
Yang ke-tiga, harus melibatkan orang kaya. “Orang kaya Kabupaten Pekalongan harus dermawan. Dengan kedemawanan orang kaya Insya Alloh Kabupaten Pekalongan akan semakin baik,” ujar bupati. Yg ke-empat, disebutkan bupati, yakni, dukungan doa warga yg belum mampu.
Lebih lanjut Bupati menerangkan mengenai pembangunan daerah dan upata pengentasan kemiskinan lainnya. “Kita sedang membangun pasar Alhamdulilah selama thn 2016 – 2019 kita sudah membangun tujuh pasar. Kita menfasilitasi berdirinya perguruan tinggi, sudah ada delapan perguruan tinggi,” terang bupati.
Pemkab juga sedang membangun sarana pendidikan dan sarana infrastruktur jalan. “Seluruh jalan di Kabupaten Pekalongan Insya Alloh tahun 2021 nanti kondisinya baik semua. Ini dibutuhkan dana yang besar,” imbuh bupati.
Pemkab Pekalongan juga menyediakan jaminan kesehatan nasional yang angkanya sudah mencapai 85 persen dan ini terbanyak di wilayah Pantura. Angka ini diatas Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang. “Insyaalloh pada tahun 2022 nanti bisa 100%. Seluruh warga masyarakat punya jaminan kesehatan nasional,” ujarnya.
Ditambahkan, Warga Kabupaten Pekalongan yg sudah punya sertifikat tanah pada tahun 2019 ini sudah 85 % dan targetnya 100% pada tahun 2023.
Dulu angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten pekalongan tertinggi di Jawa Tengah. Terdapat lebih dari 100 kasus ibu melahirkan meninggal. Alhamdulilah dengan dibantu seluruh komponen masyarakat termasuk muhammadiyah, NU, sekarang posisinya sudah ranking 22 di jateng.
“Saya juga berpesan agar putra-putri panjenengan minimal wajib belajar 9 tahun, nanti 2020 minimal tamat SMA. Nanti pemkab akan bantu,” ungkap dia.
Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak belum lama ini, bupati bersyukur karena berjalan dengan lancar dan kondusif. “Dari 210 desa secara umum pilkades berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan K.H. Dzukron beserta pengurus, Camat Kajen beserta unsur Forkopimcam. Dan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh KH. Saiful Bakhri dari Wonopringgo.(Red)