Admin
Kamis, 17 September 2020
KAJEN – Dalam acara Pembekalan kepada Para Danramil dan Babinsa Kodim 0710/Pekalongan yang diselenggarakan di Markas Kodim 0710/Pekalongan ( Medono Kecamatan Pekalongan Barat) pada Kamis (17/9), Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si mengajak untuk melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan mewujudkan kebaikan di Kabupaten Pekalongan utamanya adalah menjelang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.
“Kita setidaknya sudah 6 kali pemilu pasca reformasi dan pemilukada pasca reformasi. Salah satu faktor penting dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah menjunjung tinggi aturan main, dan perlu diingat, saudara-saudara yang bekerja di level desa saya mengingatkan kembali bahwa budaya masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah budaya patronase berbeda dengan di Sumatera Utara, rata-rata patronnya adalah para kyai, tokoh agama, guru, kepala desa juga tokoh masyarakat, “ paparnya.
Menurutnya, kalau seluruh jajaran bisa membangun relasi sosial yang baik dengan para patron tadi, maka hal-hal yang menyangkut tentang bagaimana menjaga stabilitas daerah bisa dilakukan dengan baik
Selama ini kondisi geo politik di Kabupaten Pekalongan berjalan dinamis, tetapi Bupati yakin dengan kerjasama yang baik seluruh jajaran, dari Kodim 0710 dan Polres Pekalongan serta Pemkab menyadarkan sepenuhnya profesionalitas kinerja dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pekalongan dan Bawaslu, Bupati yakin seluruh proses pesta demokrasi ditengah-tengah pandemi Covid 19 ini akan berjalan dengan aman, lancar dan sukses.
“Kalau kita mendekati tokoh agama maka hampir 75% persoalan sosial bisa kita selesaikan, karena budaya patheralistik ini masih terpelihara dengan baik walaupun sekarang sudah mulai bergeser karena pengaruh usaha profesional tetapi dalam keadaan tertentu mereka menjadi rujukan mencari tempat bertanya dan tempat penyejuk kepada para tokoh agama, inilah kondisi biopolitik yang ada di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
Bupati bercerita bagaimana relasi sosial yang harus dibangun ternyata dari para tokoh yang dianggap sebagai patronase masyarakat Kabupaten Pekalongan, patron masyarakat ini berada di dalam sebuah usaha yang disebut dengan jaringan pesantren, rata-rata para patron Kabupaten Pekalongan adalah alumni-alumni yang tersebar di seluruh pesantren besar di Indonesia. hal ini juga memudahkan karena ketika ada hal-hal yang kurang berkenan bisa langsung dilakukan komunikasi dengan induk pendidikannya yaitu di Pesantren, hal ini lebih mudah untuk menjalin komunikasi efektif dan infentif dengan seluruh induk pesantren yang membawai para kiyai di Kabupaten Pekalongan, dan itu menjadi kekuatan Pemkab untuk melakukan komunikasi supaya baik, para kyai yang ada di kmpung-kampung dan kota-kota bisa lebih tunduk kepada patron yang diatas keuntungannya seperti itu.
Bupati juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama selama ini yang luar biasa. Bupati merasakan netralitas TNI dan POLRI di Kabupaten Pekalongan. “Saya sebagai calon merasakan, pokoknya kita juga menjaga kehati-hatian dan profesionalitas kemudian tugas pokok dan fungsi masing-masing sudah dijalankan dengan baik, kita tidak pernah ada pembicaraan-pembicaraan menyangkut pilkada sekalipun karena saya menjunjung tinggi profesionalitas dan kinerja dari Kapolres beserta seluruh jajaran.” tegasnya
Kemudian, ditegaskan pula bahwa kebutuhan keamanan dianggap menempati posisi yang sangat strategis karena dengan aman yang dimiliki warga negara, maka warga dapat menjalankan ibadah dan pekerjaan dengan baik serta kehidupan bisa berjalan normal. ( El-Kominfo)