Admin
Rabu, 3 Juni 2020
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi istri Ny. Hj. Munafah selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., serta para Kepala OPD, Rabu (03/06/2020) melakukan peninjauan ke beberapa pabrik tekstil yang ada di Kabupaten Perkalongan, seperti pabrik PT. Pajitex di Desa Watusalam Kecamatan Buaran dan pabrik PT. Pisma Putra Textile di Desa Pait Kecamatan Siwalan. Kunjungan Bupati Asip dan rombongan, untuk memastikan kondisi pabrik yang sebenarnya, mengingat sudah dua bulan terakhir banyak karyawan yang dirumahkan, karena adanya Pandemi Covid19 yang melanda sehingga kondisi pabrik yang belum bisa beroperasional dengan normal.
Direktur Operasional PT.Pajitex, Agung, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih merumahkan 300-an karyawan dari 1600 karyawan yang bekerja. Namun demikian karyawan yang dirumahkan tersebut, masih menerima gaji sebesar 50 persen dari gaji pokok. Menurutnya sejak ada pandemi Covid19 tiga bulan lalu, pabrik PT.Pajitex hanya menumpuk produksinya, karena beberapa negara yang menerima barang produksi dari PT.Pajitex seperti Malaysia dan Singapura melakukan lockdown.
“Ribuan lusin sarung kami tak bisa dijual, maka kami pun kesulitan dalam operasional, sehingga ada tiga ratusan karyawan yang dirumahkan,” ungkap Agung. Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur PT.Pisma Putra, Turah, yang merumahkan karyawannya sebanyak 400 orang, karena terdampak akan pandemi Covid-19. “Pembayaran listrik yang tidak bisa dinego, menumpuknya barang yang tidak bisa dijual, karena produk kami tidak bisa lagi di ekspor ke Amerika, mengakibatkan kami harus merumahkan ratusan karyawan,” kata Turah.
Sementara itu, Bupati Asip menegaskan pihaknya akan segera membantu beberapa pabrik yang sedang kesulitan dalam pemasaran, sehingga harus merumahkan karyawannya. Karena jika karyawan terlalu lama di rumah tanpa bekerja, akan berdampak kurang baik terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya hingga saat ini masih banyak pabrik tekstil yang belum bisa beroperasi, tidak bisa menjual barang yang diproduksi, sehingga mengalami over stock atau penumpukan barang produski, karena kesulitan menjual disebabkan pasar tujuan banyak tutup.
“Kami akan segera meyurati Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Perindag, untuk segera membuka beberapa pasar di Jakarta, seperti Pasar Tanah Abang dan Cipulir agar produk sarung dan batik bisa kembali dijual di Jakarta,” tegas Bupati Asip. ( Red )