Admin
Senin, 18 November 2019
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan, bersama timnya akan melihat secara administrasi dan mengecek di lapangan dari hasil laporan yang sudah dikirimkan oleh Tim penggerak PKK kabupaten Pekalongan. “Pada kesempatan kali ini kami akan melihat secara langsung di lapangan apakah data itu benar adanya” ucapnya.
Ada 3 lomba yang diselenggarakan, pertama lomba administrasi, lomba UP2K, dan lomba pelaksana IVA tes terbaik. Ada 3 kabupaten yang masuk nominasi, antara lain Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang. Untuk kotanya, kota Semarang dan Tegal. “Kami akan melihat dari 3 kabupaten , mana yang berhak mewakili Jateng ke tingkat nasional,”tuturnya.
Anggota tim penilai lainnya yaitu yaitu Ibu Meri Yuliana ( sekretaris pokja IV PKK provinsi Jateng) dan Eli sugandini ( administrasi ).
PKK Kecamatan Kesesi mewakili Kabupaten Pekalongan dalam Lomba Pelaksana Tes IVA se-Provinsi Jateng dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Penilaian digelar di Aula Kantor Kecamatan Senin pagi.
Kegiatan dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, SH, M.Si, Wakil Forkopimda, Para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan, Ketua TIM Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Hj. Munafah Asip Kholbihi beserta jajaran Tim Penggerak PKK, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Camat Kesesi beserta unsur Muspika Kecamatan Kesesi, Ketua TP PKK Kecamatan Kesesi, Kepala Desa dan TP PKK desa se-Kecamatan Kesesi, Ketua Bhayangkari Kecamatan Kesesi serta dari BPJS Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi SH, M.Si dalam sambutannya mengutarakan, di Kabupaten Pekalongan, IVA masih menjadi persoalan utama kita. “Menurut data di Kabupaten Pekalongan ini pada tahun 2016 -2019 ada sekitar 140.124 wanita usia subur. Dari jumlah tersebut, 50% atau sekitar 66 ribu sudah secara sadar melakukan IVA tes dan pemeriksaan payudara,” tutur Asip.
Kesadaran untuk berperilaku sehat kalangan ibu-ibu, kata bupati, angkanya masih perlu terus didorong. Beberapa faktor yang mempengaruhi, menurut bupati, antara lain karena ketidak tahuan, dan yang ke dua, bisa karena sarananya yang kurang memadai. “Oleh karena itu, perlu adanya inovasi-inovasi,“ imbuh Bupati.
Untuk mendukung agar seluruh wanita usia subur ini sadar untuk melakukan IVA Test, pemkab telah menyiapkan 13 puskesmas yang dapat melakukan IVA tes untuk mendeteksi penyakit kanker leher rahim atau kanker serviks dan kanker payudara.
“Mulai Puskesmas Tirto, Sragi, Kajen, Karangdadap, Kedungwuni, Kesesi, Wiradesa, Doro, Bojong, dan Wonokerto. Ditambah tahun 2019 ini Puskesmas di Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono. Hampir seluruh puskesmas yang ada di kecamatan sudah menyediakan pelayanan IVA tes. Pada Tahun 2019 ini ada 20 Puskesmas yang sudah melayani IVA tes dan sisanya diusulkan dalam tahun 2020.,” terang Bupati.
Disamping itu, pemkab juga berupaya mengirim tenaga kesehatan untuk dilatih di Balai Latihan Kesehatan Provinsi Jateng menggunakan Anggaran APBD.
Upaya-upaya lain yang dilakukan pemkab untuk mensukseskan capaian tes IVA melalui program yang bersifat partisipatoris dari masyarakat, seperti “Goreng Ceker” (Ngopi Bareng Cegah Kanker) dan “Genmasiv” (Gerakan Masyarakat Kesesi Dukung IVA Tes).
“Secara struktur, pemerintah memberikan pelayanan di setiap Puskesmas, SDMnya kita latih, agar ada kesadaran kolektif di tingkat masyarakat bahwa penanganan masalah IVA menjadi tanggung jawab kita bersama. Kalau hanya pemerintah saja, program ini tidak bisa selesai, tapi kalau melibatkan masyarakat, Insya allah program ini akan bisa selesai minimal sampai tahun 2021”, ungkap bupati.
“Setelah dinilai hasilnya seperti apa, mohon dari ormas, PKK Kecamatan/Desa supaya bergerak agar saudara-saudara kita semua agar menjadi ibu yang sehat karena jika ibu sehat akan melahirkan generasi yang sehat pula karena saat ini untuk mencapai SDM unggul tidak bisa dengan kata lain kecuali menjaga kesehatan ibu dan anak. Selama ini kesadaran menanamkan perilaku sehat hanya dimonopoli oleh pemerintah, sekarang harus menjadi kesadaran kolektif”, lanjutnya.