Admin
Jumat, 25 September 2026
KEDUNGWUNI – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tidak berhenti pada urusan kaderisasi organisasi, tetapi ikut mengambil peran menghadapi persoalan serius yang membayangi pelajar dan generasi muda.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyebut persoalan seperti pernikahan dini, kenakalan remaja, kekerasan seksual hingga masih adanya anak tidak sekolah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi kepemudaan.
Hal itu disampaikan Sukirman saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV IPNU Kabupaten Pekalongan di Aula Gedung B Lantai I ITSNU Pekalongan, Jumat (25/9/2026) malam.
Menurut Sukirman, kedekatan IPNU dengan pelajar dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang tangguh.
“Ada berbagai program ataupun isu tentang membangun generasi muda yang tangguh, di antaranya penanganan pernikahan dini, kenakalan remaja, kekerasan seksual dan berbagai persoalan lainnya,” kata Sukirman.
Sukirman juga mendorong kader IPNU memperkuat kapasitas pendidikan. Menurutnya, pelajar tidak boleh berhenti pada pendidikan dasar, tetapi harus memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi bahkan jenjang S2 dan S3.
IPNU juga diminta ikut mengawal program “KUDU Sekolah”, yang ditujukan untuk mengatasi masih adanya anak tidak sekolah di Kabupaten Pekalongan.
“Kita sama-sama untuk terus menyusun langkah, menyusun rencana-rencana pembangunan cita-cita kita yang baik, terutama dalam hal menciptakan generasi yang unggul dan merencanakan generasi yang tangguh,” ujarnya.
Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslich Khudori menegaskan, IPNU dan IPPNU merupakan pintu awal kaderisasi Nahdlatul Ulama sekaligus penguatan ketahanan akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
Karena itu, ia berharap Konfercab tidak sekadar menghasilkan kepengurusan baru, tetapi melahirkan program yang memberikan dampak nyata bagi pelajar dan masyarakat.
“Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menorehkan program yang betul-betul bermanfaat untuk kemajuan IPNU itu sendiri dan untuk kemajuan Nahdliyin pada umumnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua PW IPNU Jawa Tengah Lukman Hamid mengingatkan kader agar tidak gagap menghadapi perkembangan digital. Ia menyebut tiga fondasi yang harus diperkuat, yakni akidah Ahlussunnah wal Jamaah, wawasan yang luas, serta kemampuan berorganisasi.
Senada, Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan Abdul Syukur menegaskan tantangan organisasi ke depan bukan hanya menjaga eksistensi internal, tetapi ikut memikirkan persoalan pelajar di luar organisasi.
“IPNU bukan memikirkan dirinya sendiri, tetapi IPNU harus memikirkan pelajar-pelajar di luar kita semuanya,” tegasnya.
Konfercab XXIV IPNU Kabupaten Pekalongan diharapkan menjadi momentum menyusun agenda kaderisasi sekaligus memperluas kontribusi organisasi dalam menangani persoalan nyata generasi muda, mulai dari pendidikan hingga problem sosial yang mengancam pelajar.