Admin
Selasa, 14 Juli 2026
BOJONG – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Inspektorat dan Dinkominfo Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Pariwara atau Kampanye Anti Korupsi bagi peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 3 Bojong, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Pekalongan dalam mendukung program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda sejak usia sekolah.
Penyuluh Anti Korupsi Inspektorat Kabupaten Pekalongan, Purwito, S.T., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun karakter pelajar yang menjunjung tinggi kejujuran dan integritas sebagai bekal di masa depan.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendukung program KPK melalui Pariwara atau Kampanye Anti Korupsi. Hari ini dipusatkan pada kegiatan MPLS di SMP Negeri 3 Bojong dengan harapan dapat mencetak generasi muda yang berintegritas," ujarnya.
Purwito menjelaskan, program Pariwara Anti Korupsi sebenarnya telah dilaksanakan sejak tahun sebelumnya. Namun, pada tahun ini pelaksanaannya semakin diperkuat dengan melibatkan lebih banyak pihak sehingga pesan-pesan antikorupsi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya kalangan pelajar.
Menurutnya, pendidikan antikorupsi perlu dikenalkan sejak dini agar nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama tertanam kuat dalam diri peserta didik.
"Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus berupaya mewujudkan pemerintahan yang berintegritas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Bojong, Sasmito, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi antikorupsi dalam rangka MPLS menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa baru.
"Alhamdulillah tahun ini SMP Negeri 3 Bojong dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Saya melihat anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Awalnya mereka masih malu, namun akhirnya berani bertanya, menjawab, bahkan mempresentasikan pendapatnya. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi mereka," ungkap Sasmito.
Ia menyampaikan, kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik baru SMP Negeri 3 Bojong yang berjumlah 192 siswa dan terbagi dalam enam rombongan belajar.
Sasmito berharap pendidikan mengenai kejujuran, integritas, dan budaya antikorupsi dapat terus diberikan kepada peserta didik sejak dini melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Nilai-nilai kejujuran, integritas, dan antikorupsi memang perlu ditanamkan sejak dini. Harapannya, anak-anak ini kelak menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter dan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," pungkasnya.