Admin
Sabtu, 26 April 2025


KEDUNGWUNI - Ribuan Warga Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Mengikuti acara Halal Bihahal dan Pegajian Umum yang menghadirkan tokoh Muhammadiyah Prof. Sirajuddin syamsudin atau Din Syamsudin sebagai pembicara , Sabtu (26/4/2025). Acara ini digelar di kompleks International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftahul Ulum, Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan, Sukirman menyampaikan, acara ini merupakan spirit warga Muhammadiyah untuk Pemkab Pekalongan dalam menjalankan program secara bersama-sama dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
“Melalui acara ini, warga Muhammadiyah memberikan Spirit untuk Pemkab Pekalongan dalam meningkat pelayanan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Ditambahkan Sukirman, dirinya bersama Ibu Bupati akan menjaga kerukunan masyarakat kabupaten Pekalongan dan melaksanakan amanat berdasarkan Undang - undang 1945, serta menjaga keutuhan umat Islam.
“Dalam menjalankan amanat Undang - undang 1945 harus bersama - sama dengan Ormas - ormas di Kabupaten Pekalongan, termasuk bersinergi bersama Muhammadiyah” tambah Wakil Bupati.
Selain itu, Wakil Bupati Pekalongan, Menambahkan bahwa Pemkab Pekalongan akan terus meningkatkan program dalam kesehatan, pendidikan serta ekonomi. Dengan tadi yg disampaikan Prof. Din Syamsudin, Pekajangan merupakan sentral Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan dengan kemandirian ekonominya akan dikembangkan.
“Pekajangan adalah Basic Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Bahkan di Jawa Tengah. Dengan adanya kemandirian ekonomi di Pekajangan dan sekitarnya Pemkab akan membantu dalam pengembangannya ” pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Tokoh Muhammadiyah Din Syamsudin, menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan ini dikenal punya kekuatan ekonomi kewiraswastaan umat islam. Kekuatan ekonomi tersebut tersebar di antaranya di Pekajangan sebagai wilayah basis Muhammadiyah dan Buaran sebagai basis NU. Dua wilayah tersebut berdekatan dan sama-sama memiliki kekuatan ekonomi.
"Ini justru bisa jadi model bagi kebangkitan perekonomian umat di masa yang akan datang. Ini (cita-cita persatuan NU dan Muhammadiyah), yang selama ini menjadi suasana kebatinan saya, obsesi saya, yang pernah hidup sewaktu kecil di keluarga NU dan kemudian dewasa di Muhammadiyah," ungkapnya.