Admin
Rabu, 9 September 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong percepatan perbaikan Jalan Watu Salam sebagai salah satu upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 50 persen.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan sudah berjalan, termasuk proses pengecoran beton rigid di sejumlah titik.
“Seperti kita ketahui bersama, di Watu Salam progresnya sudah 50 persen berjalan. Pengecoran sudah berlangsung, lalu kemudian di beberapa titik juga sudah berlangsung dengan baik,” ujar Sukirman kepada Tim RKS, Senin (7/9/2026).
Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari jalan yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus mendorong agar pekerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Ahmad Al Faruq, menjelaskan bahwa penggunaan beton rigid menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas konstruksi jalan. Untuk titik tertentu seperti perempatan atau gang, digunakan beton dengan karakteristik yang memungkinkan jalan lebih cepat dibuka kembali setelah pengecoran.
“Kita betul dengan beton rigid. Tapi nanti di perempatan atau gang kita pakai beton yang FS, yang tiga hari bisa langsung dibuka, sehingga tidak menyusahkan masyarakat,” jelasnya.
Faruq menambahkan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kualitas material yang digunakan. Pengujian dilakukan terhadap material konstruksi, termasuk besi dan beton, guna memastikan kesesuaian dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.
“Beton ini juga kami nanti tidak main-main spek. Itu kita ujikan semua. Besinya sudah kita ujikan, nanti betonnya baru kita ujikan. Dan ujinya tidak hanya di kabupaten, tapi langsung di BP2, independen,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan mendapat pendampingan dari Kejaksaan. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembangunan agar berjalan sesuai ketentuan dan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., yang turut melakukan peninjauan, mengapresiasi dimulainya pekerjaan perbaikan Jalan Watu Salam. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Abdul Munir berharap keberadaan jalan yang lebih baik nantinya dapat memperlancar akses masyarakat dari wilayah sekitar menuju pusat kota maupun sebaliknya, sehingga turut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Ia juga mendorong agar pengaturan waktu pekerjaan dapat dilakukan sebaik mungkin sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Pengaturan pekerjaan, menurutnya, perlu mempertimbangkan kondisi lalu lintas pada siang dan malam hari.
“Karena belum jadi, kami hanya berharap agar dilaksanakan sesuai dengan spek, kemudian tidak mengganggu lalu lintas. Jangan sampai masyarakat menjadi susah untuk berjalan,” tegasnya.
Abdul Munir menilai secara kasat mata hasil pekerjaan beton yang telah dilakukan terlihat baik. Namun, ia sepakat bahwa kualitas konstruksi tetap perlu dibuktikan melalui pengujian sesuai standar yang berlaku.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaksana pekerjaan, serta pihak-pihak yang melakukan pendampingan dan pengawasan, pembangunan Jalan Watu Salam diharapkan dapat berjalan sesuai spesifikasi, selesai tepat waktu, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.