Admin
Sabtu, 31 Januari 2026


Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan Pengukuhan Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan (IKA ILPEM) Universitas Diponegoro yang digelar di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan tersebut dinilai selaras dengan kondisi daerah yang saat ini masih berada dalam status tanggap darurat bencana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si yang juga alumni UNDIP menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan pengukuhan, seminar, dan bakti sosial sangat relevan dengan situasi yang tengah dihadapi daerah, khususnya terkait upaya adaptasi wilayah pesisir.
“Kabupaten Pekalongan saat ini masih dalam posisi tanggap darurat hingga 9 Februari 2026. Dalam sepekan terakhir, bencana terjadi cukup luar biasa dan berdampak hampir di seluruh wilayah, mulai dari wilayah atas, tengah, hingga pesisir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki wilayah yang beragam, mulai dari kawasan Petungkriyono di wilayah atas yang berbatasan dengan kawasan Dieng, wilayah tengah di Kajen, hingga wilayah pesisir. Saat ini, wilayah pesisir menjadi kawasan yang paling terdampak, dengan masih adanya warga yang harus mengungsi.
“Kegiatan seminar yang membahas adaptasi wilayah pesisir ini sangat relevan dengan kondisi kami saat ini. Bahkan, bakti sosial yang dilaksanakan juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Dalam kegiatan seminar IKA ILPEM FISIP UNDIP kali ini mengambil tema "Menanam Harapan, Memperkokoh Dedikasi, Meneguhkan Marwah Alumni Ilmu Pemerintahan", dengan dipandu moderator Bangkit Aditya Wiryawan, Ph.D yang juga menjabat sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP. Sedangkan yang bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Efendi, S.Pi., MA., dan juga Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP Aniello Iannone (Dosen dari Italia).
Setelah selesai kegiatan pengukuhan diagendakan pula dihari yang sama kegiatan bakti sosial. IKA ILPEM Undip menyalurkan 10.000 bibit mangrove, 50 paket sembako, serta bantuan perbaikan dua unit peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menilai bantuan tersebut sangat membantu upaya pemulihan sosial dan lingkungan di wilayah pesisir.
Sekda Yulian juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pekalongan sebagai tuan rumah kegiatan, serta memohon maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan di tengah kondisi tanggap darurat.
“Kami mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Pekalongan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kami juga mohon maaf apabila dalam penyambutan terdapat keterbatasan, mengingat kami juga masih harus membagi fokus penanganan bencana,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, alumni, akademisi, dan mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam upaya penanganan bencana dan adaptasi wilayah pesisir.
Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan (IKA ILPEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat dalam rangkaian Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) periode 2025–2030.
Ketua IKA ILPEM FISIP Undip, Dhoni Widianto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam kondisi aman dan lancar. Ia menekankan bahwa pengukuhan dan Rakernas tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial, melainkan dirangkai dengan aksi nyata melalui bakti alumni.
“Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita diberikan kesehatan dan keselamatan sehingga dapat bersama-sama mengikuti acara pengukuhan dan Rakernas, yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan kegiatan bakti alumni,” ujar Dhoni.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi daerah yang masih terdampak bencana.
“Atas nama pengurus, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kami juga memohon maaf karena pelaksanaan acara berlangsung di tengah kondisi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Pekalongan, yang masih terdampak bencana banjir dan rob,” jelasnya.
Dhoni menegaskan, pengurus IKA ILPEM Undip secara kolektif sepakat agar kegiatan pengukuhan lebih menitikberatkan pada aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan nilai dan tagline Universitas Diponegoro, yakni bermartabat, bermanfaat, dan berdampak.
“Kami ingin para alumni Ilmu Pemerintahan Undip dapat hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Mungkin kontribusi yang diberikan sifatnya masih parsial, tetapi setidaknya ada kepedulian nyata dari para alumni,” tambahnya.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, IKA ILPEM Undip melaksanakan bakti alumni secara kolaboratif dengan sejumlah pihak, di antaranya BAZNAS, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim).
Dhoni menambahkan, penyaluran bibit mangrove tidak berhenti pada tahap seremonial, melainkan akan disertai pendampingan dan pemantauan oleh instansi terkait.
“Untuk jangka pendek, setelah bibit diserahkan, Dinas DKP akan melakukan pemantauan kepada kelompok masyarakat penerima. Jadi tidak hanya menyerahkan lalu selesai, tetapi benar-benar dibantu hingga masa tanam,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Komunikasi Publik UNDIP Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D, Dekan FISIP UNDIP Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., Pengurus Pusat IKA FISIP UNDIP Yogi Arief Nugraha, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos., M.Si.