Admin
Jumat, 25 September 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong generasi muda agar memiliki perencanaan yang matang dalam menata pendidikan, kehidupan, keluarga, hingga kondisi keuangan. Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri kegiatan Campus Finance Talk: Transformasi Digital dan Literasi Keuangan "Menyiapkan Generasi Muda Yang Bijak Mengelola Keuangan" di Gedung Student Center UIN Gus Dur Pekalongan, Jumat (25/9/2026).
Pelaksan Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dr. Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si., serta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan program Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam membangun generasi muda yang memiliki perencanaan kehidupan dan masa depan yang baik.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini terus berupaya menciptakan generasi muda yang memiliki perencanaan kehidupan dan masa depan yang baik. Salah satunya melalui program Duta Genre atau Duta Generasi Berencana,” ujarnya.
Sukirman menjelaskan, generasi berencana tidak hanya diarahkan untuk memiliki cita-cita dan perencanaan pendidikan, tetapi juga memahami kesiapan dalam membangun kehidupan berkeluarga.
Ia menekankan pentingnya edukasi kepada generasi muda mengenai kesiapan berkeluarga dan pencegahan perkawinan pada usia anak. Menurutnya, perencanaan yang matang diperlukan agar generasi muda mampu mempersiapkan masa depannya dengan baik.
“Generasi muda harus terus belajar dan didorong untuk dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Yang tidak kalah penting adalah perencanaan dalam membangun rumah tangga,” jelasnya.
Selain pendidikan dan keluarga, Sukirman menilai literasi serta perencanaan keuangan juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mandiri. Karena itu, sosialisasi perencanaan keuangan yang digelar OJK dinilai sejalan dengan upaya Pemkab Pekalongan dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan dialog dan sosialisasi mengenai perencanaan keuangan bagi generasi muda ini sangat nyambung dengan program yang sedang kita lakukan di Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. Terlebih, Pemkab Pekalongan saat ini tengah berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Berbagai pembangunan seperti ruas jalan, irigasi dan jembatan terus menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.
“Di tengah keterbatasan ruang fiskal, kita saat ini sedang berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur. Karena itu, kita perlu menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pembangunan dan pemberdayaan sumber daya manusia,” tuturnya.
Sukirman berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, OJK, DPR RI, perguruan tinggi dan berbagai pihak lainnya dapat terus dikembangkan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“Kami berharap sinergitas yang selama ini sudah terbangun terus berkembang dan semakin kuat ke depan, sehingga bersama-sama kita dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya..