Admin
Rabu, 14 Oktober 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong penguatan ketahanan keluarga melalui peluncuran program SAKPORE (Satu Jam Kumpul Keluarga Tanpa HP). Program yang digagas Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan tersebut bertujuan membangun kembali kebiasaan berkumpul, berkomunikasi, dan melakukan aktivitas positif bersama keluarga di tengah kesibukan serta meningkatnya penggunaan perangkat digital.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat memberikan keterangan di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Sukirman menyampaikan bahwa program SAKPORE berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya waktu berkualitas antara anggota keluarga. Kesibukan sehari-hari dan dominasi penggunaan telepon seluler, khususnya di kalangan anak-anak, dinilai dapat mengurangi intensitas komunikasi antara orang tua dan anak.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terlebih di tengah munculnya berbagai persoalan kenakalan remaja yang bahkan mengarah pada tindakan kriminal.
“ Salah satu ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah memperkuat pembinaan kesejahteraan keluarga. Melalui program ini, kita mengajak masyarakat menyediakan waktu khusus untuk berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.
Melalui SAKPORE, keluarga diajak meluangkan waktu selama satu jam tanpa menggunakan telepon seluler untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk beribadah, belajar bersama, bermain, maupun bercengkerama sehingga hubungan dan komunikasi antaranggota keluarga semakin erat.
Sukirman menegaskan, esensi program ini bukan semata-mata pada durasi atau akronimnya, melainkan pada komitmen keluarga untuk menghadirkan waktu berkualitas tanpa gangguan perangkat digital.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemkab Pekalongan berencana menerbitkan surat edaran dalam beberapa pekan ke depan. Imbauan tersebut akan ditujukan terutama kepada aparatur sipil negara (ASN), sekaligus melibatkan para pemangku kepentingan di lingkungan pemerintahan hingga tingkat bawah agar pelaksanaan program dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Pengawasan dan koordinasi di lingkungan ASN nantinya dilakukan oleh masing-masing kepala perangkat daerah. Para ASN juga akan didorong untuk menyosialisasikan serta menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Selain penguatan ketahanan keluarga, Sukirman juga mendorong kader PKK untuk terlibat aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kader PKK diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung perbaikan data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Terkait upaya mencegah kenakalan remaja, Pemkab Pekalongan juga akan berkoordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, dan pihak terkait mengenai kemungkinan penguatan pengawasan aktivitas pelajar pada malam hari.
Sukirman menjelaskan, pendekatan yang dilakukan akan mengedepankan imbauan dan kegiatan patroli rutin secara bersama-sama. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan aktivitas positif pelajar, seperti mengikuti pengajian, kegiatan keagamaan, dan bimbingan belajar yang terkadang berlangsung hingga malam hari.
Melalui program SAKPORE dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Pekalongan berharap tercipta lingkungan keluarga yang lebih harmonis, komunikasi orang tua dan anak yang semakin baik, serta tumbuhnya kepedulian bersama dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Pemkab Pekalongan mengajak seluruh keluarga untuk mulai membangun kebiasaan sederhana dengan menyediakan satu jam setiap hari untuk berkumpul bersama tanpa telepon seluler. Langkah kecil tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membentuk generasi muda yang lebih positif.