KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengajak dan menganjurkan umat Islam khususnya di Kabupaten Pekalongan untuk memperbanyak sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Hal tersebut disampaikan pada acara peringatan Maulid Nadi Muhammad SAW 1441 Hijriyah di Masjid Al Muhtarom Kajen, Jumat malam (08/11/2019).
Hadir pada acara tersebut ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dan Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM dan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Bupati menerangkan bahwa pada bulan Robbi'ul Awal itu musim semi yang pertama. Pada saat itulah Rosululah SAW dilahirkan di kota Mekkah. “Sehingga Umat Islam di seluruh dunia pada bulan ini memperingati lahirnya Rosululah SAW dengan berbagai cara, " tandasnya.
Di tingkat Kabupaten Pekalongan yang dipusatkan di masjid Al Muhtaram Kajen agak beda dengan biasanya. Karena disediakan acara makan bersama besinan. Dan kita menghadirkan para habaib6 sebagai keturunannya Kanjeng Nabi Muhamad SAW.
Selanjutnya ia mengajak umat islam supaya memperbanyak amal baik, nambah sodakoh , nambah silaturahmi dan yang paling penting adalah terus menerus mencari ilmu untuk kita bisa selamat di dunia dan akherat.
Ia menuturkan syarat jika ingin selamat ada 4 menurut Kanjeng Nabi . Yang pertama menjadi alim, seperti kyai , kedua jadi santri. Ketiga harus menjadi orang yang rajin mendengar petuah petuah agama. Yang keempat, menjadi orang orang yang mencintai orang yang punya ilmu, mencintai orang sholeh/sholekhah, orang orang yang baik,
“Insyaallah dengan mencintai orang orang tersebut kita semua dimasukkan dalam golongan orang orang yang selamat” tuturnya.
Selanjutnya, Bupati Pekalongan melalui momentum peringatan Maulidurrosululloh SAW tersebut dirinya beserta jajaran minta doa restu supaya bisa menjalankan amanah dari masyarakat kabupaten Pekalongan untuk membangun masyarakat supaya tatanannya semakin bertambah baik.
"Yang kemarin sudah baik kita teruskan, sambil terus menerus mencari kebaikan baru untuk menuju kebaikan seterusnya. Kebaikan maknanya banyak. Pertama angka kemiskinan turun. Ekonomi masyarakat tumbuh dengan baik, Aman tidak ada musibah yang menimpa masyarakat kabupaten Pekalongan, itu juga kebaikan. Hasil panen yang baik, Wereng wereng /hama sudah pergi dari tempatnya, itu juga kebaikan, " ucapnya.
“Kebaikan caro mriki urip ingkang toto tentrem kertoraharjo. Rojo koyo muleh marang kandange dewe dewe”, tambahnya.
Sementara itu pada kesempatan Mauidhoh khasanah yang disampaikan oleh Habaib Muhdor Assegaf Alhusae dari Pemalang mengajak hadirin untuk selalu meneladani Nabi Muhammad SAW dan menjelaskan tentang perjalanan perjuangan Nabi Muhammad SAW.(red)