Admin
Senin, 24 Agustus 2026


KENDAL – Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ziarah serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan ziarah dan doa bersama di Kompleks Makam Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo, Dukuh Protowetan, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin menjelang Hari Jadi ke 404 Kabupaten Pekalongan sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo, yang dikenal sebagai Bupati Pekalongan pertama, serta memanjatkan doa bagi para leluhur.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Hari ini kita bisa sama-sama hadir di kompleks pemakaman Pangeran Mandurorejo tanpa suatu halangan apa pun. Insyaallah, majelis ini akan membawa keberkahan bagi kita semua, keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, dan seluruh ahli waris yang mewarisi nilai-nilai luhur beliau,” ujar Sukirman.
Menurutnya, tradisi ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya mendoakan para leluhur sekaligus mengambil pitutur, inspirasi, dan nilai-nilai perjuangan yang dapat menjadi pedoman bagi generasi saat ini dan mendatang.
“Selain kita mempunyai tradisi ziarah untuk mendoakan leluhur kita, apalagi beliau merupakan pemimpin kita yang pertama kali membuka Kabupaten Pekalongan. Kita juga memohon kepada Allah SWT perlindungan kepada kita semua agar dapat melaksanakan mandat dan amanah kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan agar betul-betul bermanfaat,” katanya.
Sukirman menegaskan, tradisi keagamaan seperti ziarah dan tahlilan telah menjadi bagian dari kultur masyarakat Kabupaten Pekalongan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi-tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi ziarah, tradisi tahlilan dan seterusnya sudah turun-temurun menjadi tradisi yang menjadi denyut nadi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Tradisi tersebut akan terus kita selenggarakan, kita lestarikan dan kita jaga bersama,” ungkapnya.
Selain menjaga tradisi, Sukirman juga mendorong agar sejarah dan nilai-nilai perjuangan para leluhur tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi mulai didokumentasikan dalam bentuk literasi. Ia menilai, pengetahuan sejarah yang dimiliki para tokoh, ulama, dan sesepuh perlu dihimpun dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Mumpung para sesepuh masih sehat dan masih kuat, ilmu dan pengetahuan tersebut harus dituangkan sebagai sebuah literasi. Banyak tokoh dan ulama kita yang memahami bagaimana akar sejarah yang kita miliki, urutan-urutannya, dan seterusnya,” jelasnya.
Menurut Sukirman, sejarah tersebut memiliki nilai luhur yang sangat besar dan dapat menjadi sumber inspirasi perjuangan bagi masyarakat serta generasi penerus.
“Nilai-nilai luhur tersebut bisa kita warisi dan kita jadikan inspirasi perjuangan, sekaligus inspirasi bagi generasi yang akan datang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kendal serta seluruh pihak yang telah menjaga keberadaan kompleks makam Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo. Ia berharap kawasan makam tersebut dapat terus dirawat sebagai bagian dari warisan sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat.
“Kami menitipkan agar makam ini bisa terus menjadi tempat kultur dan tradisi kita, menjadi heritage yang memang harus kita agungkan dan harus kita lestarikan,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Sukirman mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum ziarah sebagai sarana memanjatkan doa sekaligus memohon keberkahan, kesehatan, kekuatan, dan umur yang bermanfaat.
“Sekali lagi, kita memohon keberkahan dan doa dari Allah SWT. Kita memohon pitutur, inspirasi, serta nilai-nilai perjuangan dari leluhur kita, Bapak Mandurorejo, yang merupakan Bupati Pekalongan yang pertama,” pungkasnya.