Admin
Minggu, 12 April 2026


Kajen - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, S.S., M.S., menghadiri diskusi mahasiswa yang digelar oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Fakultas Syariah dengan mengusung tajuk Kelas Nyengkuyung Aspirasi.
Diskusi tersebut mengangkat tema “MBG di Persimpangan Opini Publik: Antara Harapan ataupun Kritikan di Media Sosial dan Realita.” Tema ini dinilai relevan untuk menggali berbagai pandangan masyarakat terkait implementasi program MBG di lapangan.
Dalam keterangannya, Sukirman menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa.
“Sebagai bagian dari pemerintahan, kami wajib mengetahui aspirasi yang berkembang di masyarakat. Kegiatan seperti ini penting untuk memahami secara langsung persoalan dan tren yang ada di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan program MBG berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika.
Lebih lanjut, Sukirman juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, dialog langsung seperti ini perlu menjadi tradisi agar tidak tercipta jarak antara pemimpin daerah dan warganya.
“Saya tidak ingin ada sekat dengan masyarakat, termasuk mahasiswa. Justru kita membutuhkan kritik dan masukan untuk meningkatkan kepercayaan publik,” tambahnya.
Diskusi tersebut juga menghadirkan tokoh nasional, Tyo Satrio, yang dikenal kritis terhadap program MBG. Dalam kesempatan itu, Tyo menyampaikan pandangannya terkait kondisi bangsa saat ini serta pentingnya keberanian dalam menyuarakan aspirasi.
Menurutnya, baik pihak yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan sejatinya memiliki kesadaran yang sama terkait kondisi negara. “Kita semua menyadari bahwa republik ini sedang tidak baik-baik saja. Baik yang berada di dalam sistem, seperti kepala daerah maupun legislatif, sebenarnya sama-sama memahami situasi ini. Hanya saja, ada mekanisme yang kerap menghalangi seseorang untuk berbicara secara terbuka,” ungkapnya.
Ia pun berharap ke depan semakin banyak kepala daerah yang berani membuka ruang dialog dan menerima kritik dari masyarakat. “Kita berharap mulai hari ini akan lebih banyak kepala daerah seperti Pak Sukirman yang berani,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap kebijakan publik yang sedang berjalan.
Turut hadir dalam diskusi tersebut anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Komisi A Ali Jahirin, Kepala Bapperida Kabupaten Pekalongan Trsno Suharsanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid, serta para akademisi dan pengamat sosial.