Admin
Kamis, 13 Agustus 2026


KAJEN – Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar berdiri tegak di bawah tiang bendera saat upacara 17 Agustus. Bagi Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, pengalaman itu harus menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk membangun karakter, memperluas jejaring, hingga terlibat dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sukirman saat memberikan arahan dalam jam pimpinan kepada calon anggota Paskibraka Kabupaten Pekalongan di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Kajen, Kamis (13/8/2026).
Sukirman mengapresiasi 28 pelajar yang berhasil lolos dari sekitar 300 peserta seleksi. Dari jumlah tersebut, 27 orang ditetapkan sebagai calon Paskibraka Kabupaten Pekalongan 2026, sementara satu lainnya masuk seleksi calon Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Di antara 300 kompetitor, 28 terpilih. Jadi adik-adik sekalian adalah orang-orang terpilih, orang-orang hebat, insan-insan masa depan yang sangat luar biasa,” tegas Sukirman.
Menurutnya, proses seleksi hingga pelatihan Paskibraka bukan sekadar persiapan teknis pengibaran bendera. Disiplin yang ditempa selama pembinaan, mulai dari pola tidur, bangun pagi, ketepatan waktu makan hingga menjalankan seluruh rangkaian latihan, merupakan pendidikan karakter yang tidak selalu didapatkan di bangku sekolah.
“Pendidikan Paskibraka ini pendidikan yang sangat kompleks. Tidak hanya mengajarkan nasionalisme dan patriotisme, tetapi juga bagaimana ilmu-ilmunya sangat bermanfaat bagi keberlangsungan masa depan adik-adik sekalian,” ujarnya.
Namun, Sukirman mengingatkan jangan sampai nilai-nilai tersebut berhenti ketika upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI selesai. Ia justru meminta para Paskibraka terus aktif berorganisasi agar mental kepemimpinan dan kemampuan berjejaring mereka semakin terasah.
“Masuklah ke organisasi-organisasi itu agar semakin terlatih. Di situlah kita kembali ditempa, mendapatkan pengalaman, mendapatkan ilmu, dan yang tidak kalah penting adalah keterlibatan adik-adik sekalian dalam proses pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan,” pesannya.
Ia mendorong para pelajar aktif dalam OSIS, organisasi pelajar, Karang Taruna maupun organisasi kepemudaan lainnya. Menurutnya, semakin luas organisasi yang diikuti, semakin besar pula kesempatan membangun jejaring dan pengalaman sosial.
Sukirman juga menyoroti derasnya perkembangan media sosial. Ia meminta para calon Paskibraka tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai ruang belajar, membangun jejaring, bahkan membuka peluang usaha.
“Tidak mustahil dari media sosial yang kita ambil positifnya, kita akan mendapatkan keberkahan dari sana, mendapatkan ilmu, mendapatkan jejaring, mendapatkan jaringan yang luas,” katanya.
Bahkan, Sukirman meminta para Paskibraka ikut menjadi bagian dari penyebaran informasi positif tentang pembangunan Kabupaten Pekalongan. Program pemerintah di bidang infrastruktur, pendidikan hingga kesehatan, menurutnya, perlu diketahui masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial generasi muda.
“Ini harus kita kabarkan agar kepercayaan masyarakat tumbuh, lalu kemudian keterlibatan masyarakat semakin baik dalam partisipasi pembangunan,” jelasnya.
Di sisi lain, Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar menekankan agar para Paskibraka tidak cepat puas hanya dengan menyandang status lulusan SMA. Ia mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan tidak menjadikan persoalan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti belajar.
“Jangan puas dengan hanya lulusan SMA. Harus mau belajar. Anggota Paskibraka harus begitu, mau belajar,” tegas Akbar.
Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya tempat mengejar gelar akademik, tetapi juga ruang penting untuk mengasah kepemimpinan melalui organisasi kemahasiswaan. Ia pun mengingatkan tiga modal utama yang harus dijaga generasi muda di tengah perubahan zaman: mau belajar, kerja keras dan disiplin.
“Pertama mau belajar. Kedua harus kerja keras. Dan yang ketiga, tentu saja kita harus disiplin,” tandasnya.