Admin
Selasa, 8 September 2026
KARANGANYAR – Upacara Pembukaan Pramuka Berkebutuhan Khusus di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Selasa (8/9/2026), berlangsung penuh semangat. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemandirian sekaligus memperkuat persaudaraan dan solidaritas.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka berkebutuhan khusus. Menurutnya, antusiasme para peserta menjadi hal yang luar biasa, terlebih dengan dukungan dan keikhlasan para pembina yang dengan sabar mendampingi mereka.
“Semangat anak-anak kita di se-Pekalongan Raya dengan Pramuka yang memang berkebutuhan khusus luar biasa. Terutama keikhlasan para pembina yang dengan sabar membimbing mereka, sehingga bisa melaksanakan perkemahan sampai nanti pada hari esok, Kamis, dengan berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kegiatan Pramuka berkebutuhan khusus tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, membangun persaudaraan, serta menumbuhkan semangat solidaritas di antara peserta.
“Tentu ukurannya bukan bagaimana untuk perlombaan, tetapi bagaimana memupuk persaudaraan, memupuk nilai-nilai kemanusiaan, dan bersolidaritas bersama,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Salah satunya melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai serta mendorong keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Tugas saya sebagai pemerintah tentu saja terus berpikir, merencanakan, serta menyiapkan fasilitas yang cukup memadai. Di antaranya adalah untuk membuka sekolah-sekolah SLB lebih banyak lagi,” jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, masih terdapat kebutuhan sarana pendidikan SLB yang perlu dipenuhi. Untuk itu, pemerintah daerah akan mendorong pembangunan ruang kelas baru pada tahun 2027.
“Tadi kami mendapatkan laporan masih ada yang kurang. Tentu saja ruang kelas baru pada tahun 2027 akan sekiranya kita dorong,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan pendampingan dan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Ia menekankan bahwa mereka merupakan bagian penting dari masyarakat dan negara yang memiliki hak untuk mendapatkan perhatian serta kesempatan yang sama.
“Yang paling penting adalah kita menemani mereka, bahwa mereka tidak sendiri. Sempurna di mata Tuhan, sempurna di mata negara. Mereka mempunyai perhatian yang khusus yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para guru dan pembina yang selama ini dengan penuh kesabaran mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, mendidik dan membimbing mereka membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta keikhlasan yang luar biasa.
“Para guru khususnya, tentu ini menjadi satu amal ibadah kita semua. Amal ibadah para guru, karena membutuhkan kesabaran, membutuhkan ketelitian, membutuhkan keikhlasan yang sangat luar biasa,” pungkasnya.
Ia menambahkan, pengabdian para pembina Pramuka juga merupakan bentuk ketulusan dalam mendampingi peserta.
“Pramuka ini tidak mendapatkan pahala materi apa pun, kecuali catatan dari Allah SWT,” tandasnya.