KAJEN - Baru satu jam, sudah ada 2000 an pencari kerja (Pencaker) yang mendaftar, baik secara online dan offline di Pameran Bursa Kerja Job Fair Kajen 2019 yang bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Kabupaten Pekalongan, Selasa (30/7/2019).
Untuk Job Fair Kajen 2019 sendiri juga sudah menggunakan sistem online, karena bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja. Pendaftaran online sendiri bisa diakses melalui yang nantinya pencaker diharuskan untuk mengisi data diri, dan nantinya akan mendapatkan QR Code (Barcode Digital) sebagai tiket masuk dan apply lowongan pekerjaan.
Bagi yang tidak melalui online juga bisa mendaftar secara offline atau manual dengan datang ke pameran bursa kerja job fair kajen 2019.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM PTSP dan Naker) Kabupaten Pekalongan, Edi Herijanto menerangkan bahwa alasan Job Fair Kajen 2019 kali ini menggunakan online karena untuk mengurangi berkas dalam pencarian kerja dan juga untuk efisiensi waktu agar tidak repot.
"Sekarang sudah serba digital, jadi dalam job fair kajen 2019 ini kita sediakan dalam bentuk online juga. Semoga bisa membantu para pencaker dalam mencari informasi pekerjaan yang lebih mudah dan efisien," ucap Edi
Dikatakan bahwa dalam Job Fair Kajen 2019 ini diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 30-31 Juli 2019, dengan menghadirkan 50 Perusahaan baik lokal dan nasional. Selain itu, Dinas juga siap untuk memfasilitasi tempat untuk seleksi penerimaan kerja jika ada perusahaan yang membutuhkan.
"Kami dari Dinas siap membantu kepada perusahaan yang ingin melakukan seleksi penerimaan kerja dalam perekrutan job fair ini, tempat bisa di gedung dinas atau di BLK," terangnya.
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menjelaskan bahwa angka pengangguran di Kabupaten Pekalongan ini tidak terlalu besar, hanya 4,38% saja. Tetapi itu harus diselesaikan salah satunya dengan cara menggelar Job Fair.
"Mudah-mudahan dengan adanya job fair ini bisa menampung semua pencaker yang mendaftar, karena ada 50 perusahaan yang siap menampung. Mulai dari Rumah Sakit, Magang atau Bekerja ke Jepang, Bengkel atau Otomotif dan masih banyak lagi," ujar Bupati.
Sesuai dengan RPJMD yang sudah dicanangkan bahwa target dari Pemkab Pekalongan yaitu 100 ribu pekerja, dengan memberdayakan UKM dan UMKM yang ada yaitu berjumlah 53 ribu. Terget tersebut dirasa masih sangat mungkin dan harus direalisasikan.
"Hitungannya, jika menambah 2 pekerja saja itu sudah bisa mencapai angkat target 100 ribu lebih pekerja yang sudah bisa terserap. Makanya akan kita dorong terus agar itu bisa terjadi," jelas Bupati Asip.
Secara terus menerus bupati akan mendorong peningkatan Job Fair agar secara kualitas dan kuantitas bisa lebih baik. Selain itu, dengan adanya Job Fair Kajen 2019 ini bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)