Admin
Sabtu, 29 Agustus 2026


KAJEN – Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel PKK se-Kabupaten Pekalongan menjadi ajang untuk menggali potensi, kreativitas, sekaligus memperkuat kekompakan dan sinergi kader PKK dalam mendukung program pembangunan daerah.
Kegiatan yang digelar di Pekan Raya Kajen, Jumat (28/8/2026), tersebut diikuti oleh perwakilan TP PKK dari 19 kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan PKK Idol menjadi salah satu upaya untuk menjaring minat dan bakat ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan.
"Untuk PKK Idol sendiri, sebenarnya kita mencoba menjaring bakat dari ibu-ibu Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Menurutnya, karena keterbatasan waktu, pada pelaksanaan tahun ini setiap kecamatan mengirimkan satu peserta. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan sehingga melibatkan lebih banyak desa dan kelurahan di Kabupaten Pekalongan.
"Kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan, minat, bakat, serta kekompakan ibu-ibu, baik dalam lomba PKK Idol maupun Lomba Yel-Yel," jelasnya.
Galuh juga menekankan pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas-tugas PKK. Ia berharap kegiatan di tingkat kabupaten tidak hanya diikuti oleh Ketua TP PKK, tetapi juga dapat menjadi ruang partisipasi bagi kader PKK dari desa dan kelurahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho, S.STP., M.A.P., mengapresiasi antusiasme dan kreativitas peserta yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Agus menyampaikan bahwa ke depan partisipasi dalam kegiatan PKK diharapkan dapat diperluas. Jika tahun ini perwakilan dari 19 kecamatan ikut tampil, ia berharap nantinya seluruh 285 desa dan kelurahan dapat terlibat.
"Semoga ke depan targetnya 285 PKK Desa dan Kelurahan. Mungkin bisa dibuat satu bulan khusus untuk lomba PKK," ungkapnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, Agus menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dengan masyarakat melalui gerakan PKK.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah berupaya menangani berbagai persoalan pembangunan, di antaranya stunting, kesehatan, gizi buruk, penataan lingkungan, serta infrastruktur. Untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
"Plt. Bupati Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak bisa bekerja sendirian. Kita membutuhkan sinergi dan kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan segenap unsur yang ada di masyarakat, termasuk PKK," katanya.
Ia menilai keberadaan PKK memiliki peran strategis karena struktur dan jaringannya menjangkau hingga tingkat RT, RW, dusun, desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Dengan jaringan tersebut, PKK diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Agus juga menyoroti pentingnya sinergi PKK dengan Posyandu. Meskipun Posyandu kini menjadi lembaga tersendiri, menurutnya kolaborasi dengan PKK tetap diperlukan, terutama dalam mendukung penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu desa dan kelurahan.
"Hal-hal yang penting dan urgent harus kita lakukan bersama, sehingga berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat segera kita selesaikan," tuturnya.
Melalui Lomba PKK Idol dan Lomba Yel-Yel, diharapkan kreativitas dan kebersamaan kader PKK semakin tumbuh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara PKK dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.