KAJEN - Tidak ada Satu jam, puluhan pengendara sepeda motor dan mobil terjaring rasia Kepatuhan berkendara dalam Giat Operasi Tindakan Pelanggaran Kasat mata oleh Satlantas Polres Pekalongan di Jl.Raya Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Rabu (2/9/2020).
Puluhan pengendara yang melanggar baik tidak mengenakan helem atau masker di kenakan saksi tilang ditempat, sedangkan bagi warga yang tidak mengenakan masker diberikan daksi edukatif dengan menghafalkan Pancasila dan UUD 45, seperti penjelasan Kasatlantas Polres Pekalongan melalui Kanit Patroli Ipda Adhi Agung Prabowo.Amd.
"Giat ini melibatkan 11 personil yang kami jalankan secara rooling di titik- titik rawan pelanggaran di wilayah Kabupaten Pekalongan, Selain Sanksi edukatif bagi warga yang tidak mengenakan masker, pengendara yang tidak memakai helem dan tak membawa kelengkapan surat berkendara juga kami tilang," Pungkas Kanit Pratoli.
Sementara itu Muna Warga Kelurahan Kedungwuni yang terjaring dalam rasia tindakan kasat mata ini juga menanggapi positif upaya Satlantas untuk menertibkan Warga Kabupaten Pekalongan agar taat menggunakan masker dan mematuhi peraturan lalu lintas, terlebih pada masa pandemi covid 19 yang belum berakhir ini (Rep.Teddy Rks)
Rabu, 2 September 2020
KAJEN - Optimalkan Jangkauan layanan Administrasi Kebendudukan bagi Masyarakat di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kependudukan dan catatan sipil (DINDUKCAPIL) setempat realisasikan trobosan Jonjang Adminduk yang sudah berjalan di Dua yaitu Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Paninggaran sejak dua bulan terakhir.
Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil Kabupaten Pekalongan Abdul Baqi.SH.,S.RN saat di temui Selasa (1/9) di Kantornya. “ Program Jonjang Adminduk ini kami gagas untuk lebih mendekatkan layananan Dindukcapil Kepada Masyarakat, selain Program lain yang sudah dijalankan sebelum dan semasa pandemi Covid 19.”
Ditambahkan selama masa pandemi Covid 19 ini layanan reguler yang dilakukan Dinas kependudukan dan catatan sipil baik di 19 kecamatan ataupun di Kantor Dinduk capil berjalan dengan target yalayanan yang ditentukan setiap harinya yaitu sejumlah 210 layanan, dengan rincian kuota di masing masing kecamatan 10 orang pemohon dan di kantor dinas sejumlah 20 pemohon atau perekam KTP.
Sedangkan untuk memfasilitasi layanan terhadap warga penyandang disabilitas Dinduk Capil kabupaten Pekalongan juga mengoptimalkan pelayanan dengan petugas sapu jagat atau yang dikenal dengan program Go Disabilitas. (Rep. RKS)
KAJEN -Dalam rangka ikhtiar mewujudkan tata kelola keuangan organisasi yang akuntable dan transparan, KONI Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Bank Jateng melaunching kartu atlet dan pelatih Kabupaten Pekalongan pada Kamis (27/8) di Kantor Bank Jateng Cabang Kajen. Jumlah total atlet di Kabupaten Pekalongan yang menerima launching kartu ini ada 416 atlet, dengan total anggaran sekitar 300 juta rupiah.
Kartu tersebut nantinya dapat digunakan untuk transaksi nontunai (e-money) untuk biaya latihan dan lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja serta prestasi dari para atlet supaya lebih maju.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat menghadiri acara launching menerangkan bahwa Pemkab belajar dari sejarah tata kelola pengelolaan KONI Kabupaten Pekalongan, tata kelola keuangan daerah spirit utamanya adalah transparansi yang merupakan ruh dari sistem tata kelola pemerintahan atau tata kelola keuangan daerah.
Dalam hal ini, aturan mainnya sudah dipenuhi, aspek transparansinya juga sudah dipenuhi, kemudian akuntabilitas atau pertanggung jawabannya juga harus dipenuhi. “Kalau 3 aspek sudah selesai maka insya Allah pertanggungjawaban keuangan KONI Kabupaten Pekalongan berjalan mulus kemudian ketika diperiksa BPK pun tidak ditemukan hal-hal yang tidak kita inginkan.” Terangnya.
Bupati berpesan kepada para atlet untuk membangun kembali rasa kebersamaan dan rasa saling percaya karena hal itu adalah kunci sukses dari bergeraknya sebuah organisasi. Bupati juga mengajak para atlet untuk berprestasi dengan bersama-sama berlatih dan bertanding kalau event sudah dibuka kembali.
Dalam kesempatan tersebut dikatakan pula Pemkab berencana akan membuat kantor KONI dan gedung olahraga (GOR). Untuk pembangunan GOR center sudah disiapkan, lokasinya akan ada disamping UMKM Center Wonopringgo.
KAJEN –Sebanyak 70 fakir miskin dan wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) mendapat bantuan sosial berupa alat penunjang kerja. Bantuan ini diberikan pada pagi ini di Ruang rapat kantor Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Kamis (27/8/2020). Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat acara penyerahan bantuan menerangkan bantuan sosial ini ditujukan untuk memicu pemulihan kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung utamanya bagi para wanita rawan sosial ekonomi karena mereka menjadi tulang punggung pencari nafkah di keluarganya.
‘’Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka mengantisipasi dan merecovery secara sosial terhadap dampak Covid-19 adalah memberikan bantuan untuk fakir miskin, kemudian wanita rawan sosial ekonomi, “ujar Bupati saat memberikan sambutannya.
Dijelaskan bupati, Wanita rawan sosial ekonomi adalah seorang ibu rumah tangga yang menjadi pilar pencari nafkah di keluarganya karena satu dan lain hal, seperti suaminya meninggal, merantau, atau sakit.
Para penerima bantuan diharapkan bisa memanfaatkan alat penunjang kerja sebagai modal usaha dengan sebaik mungkin. ‘’ Jadi bantuanya sesuai dengan kebutuhan berupa alat-alat penunjang pekerjaan. Ada yang butuh mesin jahit untuk menjahit di rumah, ada yang butuh gerobak, ada yang butuh almari dan macem-macem,’’ jelasnya.
Semua upaya itu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sesuai instruksi dari pemerintah pusat untuk tetap melaksanakan usaha rem dan gas dalam rangka penanggulangan dampak sosial dan ekonomi pandemi Covid-19. ‘Jadi laju ekonomi tetap jalan dan penyebaran virus bisa kita hentikan,’’ ungkapnya. (Lus/Ar-Kominfo)
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi berikan pesan kepada Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlotul Ulama (IPPNU) Desa Gebangkerep Kec. Sragi Kab. Pekalongan untuk terus semangat dalam mencari ilmu agar siap menjadi kader calon memimpin masa depan, “Tugas IPNU/IPPNU tidak lain adalah tholabul ilmi, mumpung masih diberi kesempatan mencari ilmu manfaatkan untuk terus belajar jangan berhenti, karena mencari ilmu tidak ada batasan,” jelas Bupati dalam sambutannya saat membuka acara pelantikan IPPNU Sragi (25/08/2020).
Sebagai kader yang dipersiapkan untuk memimpin Jamiy’yah NU kelak, IPNU/IPPNU harus menguasai ilmu kepemimpinan, baik di tingkat desa, kecamatan, atau persiapkan diri menjadi Bupati kelak. Menurutnya, manusia hanya ada 2 peran di dunia yaitu kalau tidak bisa mengajar maka harus mengaji. “Tidak ada pilihan ke tiga, jangan sampai tidak mau mengajar dan tidak mau mengaji. Kalau ingin selamat harus pilih salah satu!,“ ujarnya.
Bupati menambahkan, generasi muda saat ini berbeda dengan generasi yang dulu, generasi muda saat ini ada di zaman digitalisasi, zaman yang tidak mengenal batas, artinya apa yang terjadi hari ini dengan kecanggihan teknologi detik ini pula bisa di lihat di Amerika atau daerah lain, begitupun sebaliknya apa yang terjadi diluar bisa di lihat dari sini pada detik ini juga. “Oleh karena itu dibutuhkan filter untuk memilah-milah mana yang bagus dan layak serta mana yang tidak bagus dan tidak layak, untuk bisa memfilter dengan baik maka seseorang harus memiliki ilmu, “ jelasnya.
Tak lupa Bupati juga memberikan motivasi sesuai sabda Rasulullah untuk menuntut ilmu walau sampai ke Negeri Cina, kalimat ini memiliki dua makna, yang pertama carilah ilmu walaupun tempatnya jauh yang mengibaratkan jauhnya Arab ke Cina pada saat itu, dan yang kedua memiliki makna carilah ilmu memang ke Negeri Cina. “Mengikuti hadits tersebut, Saya belajar langsung ke Cina, pelajaran yang saya dapat, orang cina itu punya sifat dan sikap disiplin, hemat, dan etos kerjanya yang bagus, hal inilah yang bisa diambil untuk diterapkan di diri masing-masing untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain,” jelasnya.
KAJEN - Memperingati hari jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-398, Pemerintah kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Apel besar pada Selasa (25/08) pagi. Apel besar hari jadi kabupaten Pekalongan ke-398 dilangsungkan di halaman Rumah Dinas Bupati Pedopo Kajen, dipimpin oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, dan diikuti Wakil bupati Ir. Arini Harimurti, para unsur forkopimda, sekretaris daerah, para asisten sekda, staf ahli dan sekretaris DPRD, para kepala OPD, pimpinan instansi vertical, dan para pimpinan BUMD. Para kepala bagian setda, para camat se Kabupaten Pekalongan, perwakilan kepala desa dan lurah.
“ Hari ini, selasa 25 Agustus kabupaten Pekalongan tepat berusia 398 tahun. Peringatan hari jadi kabupaten Pekalongan merupakan wahana instropeksi diri, dengan bertambahnya usia kabupaten Pekalongan diharapkan dapat lebih mengangkat integritas diri dan lebih meningkatkan kompetensi dalam kinerja, “ucap Bupati Asip mengawali sambutannya.
Melalui momen peringatan hari jadi ini diharapkan masyarakat kabupaten Pekalongan dapat bersatu padu melawan pandemic covid 19 dengan mematuhi protocol kesehatan, serta menjaga kerukunan dan persaudaraan dalam menyikapi perbedaan pilihan dalam Pilkada yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Rabu, 19 Agustus 2020
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan lanjutkan dukungannya untuk seluruh desa di Kabupaten Pekalongan supaya melakukan gotong royong dan berinovasi guna terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera dan maju .Dukungan kali ini diberikan Pemkab Pekalongan kepada Desa Bukur, Kecamatan Bojong yang pada siang ini, Selasa (18/8/2020) menggelar acara Gowes Charity Merdeka 75 sebagai salah satu bentuk rangkaian acara peringatan HUT RI ke-75.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan bahwa di Desa Bukur memiliki empat potensi keunggulan desa yang cukup memadai yaitu berupa sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya sosial dan sumber daya finansial. Oleh karena itu Ia sangat optimis Desa Bukur dapat maju apabila bisa mengembangkan keempat potensi tersebut. ‘’ Inilah kekuatan yang ada pada desa-desa di seluruh Kabupaten Pekalongan yang terus-menerus saya gelorakan dan saya sampaikan agar semua bergerak menuju kemandirian desa kemudian kesejahteraan desa,’’ terangnya.
Adapun keempat potensi strategis yang dapat dilihat di Desa Bukur untuk dilakukan pengembangan, lanjut Bupati Asip, yaitu sumber daya alam berupa daerah persawahan yang luas, hutan, sungai dan Bendungan Gembiro yang sudah dikenal masyarakat luas sebagai aset wisata di Bukur yang sangat strategis.
Selanjutnya adalah potensi sumber daya manusia dan sumber daya sosial di Bukur yang menurutnya sangat kuat. Hal itu dapat terlihat dari solidaritas dan kualitas masyarakat yang bergotong royong untuk memajukan Bukur bersama pemerintah desa untuk mengelola sumber daya yang ada dan tentunya didukung oleh sumber daya finansial dana desa yang diperoleh dari pemerintah pusat. ‘’Kemudian sumber daya finansialnya tentu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada dan dikelola dengan sumber daya manusia yang memadai maka ini tentu akan meningkat disamping dana reguler dari pemerintah pusat berupa dana desa,’’ tuturnya.
KAJEN- Desa Kalipancur Kecamatan Bojong merupakan desa terpadat se kecamatan Bojong tapi secara umum keadaannya baik dan pembangunannya juga berjalan lancar. Hal itu dikemukakan Bupati Pekalongan Asip Khobihi SH.,M.Si saat melakukan Kunjungan Kerja ( Kunker ) ke Desa Kalipancur Kecamatan Bojong bersama rombongan antara lain Kepala Dinas DPU Taru Ir. Bambang Irianto M.,Si, Kepala Dinas Perkim LH Ir. Trinanto Agus Maryono M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto SE, Inspektur Kabupaten Pekalongan, Drs. Ali Riza M.Si, pada Selasa (18/08) pagi di Balai Desa Kalipancur Kecamatan Bojong.
Kunjungan kerja Bupati tersebut sekaligus dalam rangka sosialisasi berkaitan kasus covid 19 di wilayah Kabupaten Pekalongan. Dijelaskan bupati bahwa hingga hari ini jumlah total kasus covid 19 Kabupaten Pekalongan adalah 68 kasus. Dengan rincian 40 sembuh, 11 isolasi mandiri , 6 meninggal dan sisanya yang dirawat 11 orang. Karena dianggap masih banyak maka bupati menegaskan kepada warga masyarakat perlunya memperhatikan protocol kesehatan yang disampaikan baik oleh pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten.
“ Oleh karena itu saya lihat dulu Desa Kalipancur kira-kira aman atau tidak, Insyaalloh masuk kategori aman tapi harus tetap waspada. Kecamatan Bojong secara umum zona merah tapi desa-desanya ada yang zona hijau, kuning,” tandasnya.
Untuk itu Bupati meminta warga tetap jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan hidup sehat supaya virus cepat teratasi karena dampaknya bukan hanya masalah kesehatan, namun yang lebih serius adalah dampak ekonomi. Selanjutnya kepada warga dan tokoh masyarakat yang hadir, bupati mempersilahkan untuk menyampaikan saran-saran dan sharing pendapat kaitannya dengan persoalan pengairan, jalan, penerangan jalan umum dan lainnya. (Ar-Kominfo)
Selasa, 1 September 2020
Ditambahkan bupati, Pemkab sudah mengikuti inovasi daerah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi. Untuk bidang olahraga belum, namun di sektor lain seperti lingkungan juara 2, untuk prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan masih rangking 37 . (El-Kominfo)
Kamis, 27 Agustus 2020
Kamis, 27 Agustus 2020
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berbagi pengalaman menuntut ilmu 15 tahun di pondok pesantren namun juga sekolah formal sampai S3 untuk menyeimbangkan keilmuannya, sehingga pantas untuk menjadi Bupati karena sudah diniati dan dipersiapkan ilmunya sejak kecil. “Kita harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan walaupun didesa sendiri. Sekarang orang desa bisa menjadi apapun yang penting niat dan punya ilmunya, Insya Allah dengan cara seperti itu akan menjadi orang-orang yang bermanfaat,” ujar Asip.Sekarang orang desa bisa menjadi apapun yang penting niat dan punya ilmunya, Insya Allah dengan cara seperti itu akan menjadi orang-orang yang bermanfaat. Syarat u,” ujar Asip.
Disampaika Buppati ada 4 pemberian ilmu yang menempatkan pada level yang cukup tinggi, yang pertama dari level terendah adalah pemberian berupa harta financial, yang ke dua adalah yang berkaitan dengan pengetahuan praktis seperti berbagi ilmu masak atau keahlian lainnya, yang ketiga berupa pengetahuan seperti ilmu ibadah, dan yang tertinggi adalah pemberian maaf. (Ela Nurfadhila).
Selasa, 25 Agustus 2020
Terakhir, bupati berharap kepada seluruh jajaran pemerintah daerah kabupaten Pekalongan untuk dapat melakukan prosedur pencegahan penularan covid 19 karena seluruh jajaran pemkab harus selalu sehat serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo)
Selasa, 25 Agustus 2020
Oleh karena itu Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan khusus kepada Desa Bukur untuk melakukan pengembangan potensi desa tersebut dengan menggandeng anggota Bumdes Desa Bukur. ‘’ Oleh karena itu kami akan melakukan pendampingan khusus kepada desa-desa yang punya banyak potensi utamanya adalah dengan pendekatan optimalisasi pemanfaatan dana desa, aagar nanti dana desa itu diswitch ke Bumdes kemudian Bumdes melakukan kerja-kerja yang punya skala ekonomi sehingga manfaatnya nanti untuk membangun desa,’’ tandasnya.
Dalam kesempatan membuka acara Gowes Charity Merdeka 75 ini Bupati Asip juga berpesan kepada seluruh peserta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan berjaga jarak dan menggunakan masker supaya kegiatan bisa berjalan lancar dan masyarakat tetap sehat. ‘’ Yang penting tetap jaga jarak dan pakai masker ya, karena sekarang kita sedang menghadapi situasi wabah virus Covid-19 sehingga semuanya wajib mematuhi aturan,’’ pungkasnya.(Lus.Kominfo)
Selasa, 18 Agustus 2020
Selasa, 18 Agustus 2020