KAJEN - Pasar Wiradesa akan segera dilakukan revitalisasi mengingat kondisi pasar yang sudah tidak nyaman untuk berjualan dan belanja."Pasar tersebut rencananya akan direvitalisasi dengan dana dari APBN senilai Rp 92 miliar" Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (30 /6) di Pendopo Rumdin Bupati.
Menurut Bupati, Pemkab Pekalongan saat ini sedang menyiapkan beberapa hal terkait persiapan revitalisasi Pasar Wiradesa yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah diantaranya, penyiapan pasar darurat dan dokumen legalitas seperti amdal lalin.
“Saat ini masih dalam tahap lelang, kita juga sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang,” ungkap Bupati
Pembangunan ini menggunakan APBN dengan skema Perpres No 79 tahun 2019 dengan pola multi years. “Hari ini kami menerima kunjungan dari kementerian PUPR. Direncanakan pembangunan akan segera dimulai, paling lambat bulan November tahun ini dan ditarget akan selesai pada akhir 2021,” paparnya.
Asip berharap agar proses berjalan dengan baik dan lancar. Dirinya meminta kepada pedagang untuk bersiap-siap dan tidak usah percaya informasi yang lain, karena Pemkab Pekalongan tetap memprioritaskan pedagang lama yang punya surat ijin tinggal.
“Intinya pemerintah akan membuat pasar dengan sistem murah karena bukan investasi. Semoga pembangunan ini menguntungkan pedagang, meningkatkan penjualan serta meningkatkan perputaran ekonomi khususnya di Pasar Wiradesa,” harapnya.(red)
Selasa, 30 Juni 2020
KAJEN- Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun Anggaran 2020 di Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi, kini Pemkab Pekalongan bersama TNI,POLRI dan Instansi terkait kembali menyelenggarakan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II yang kali ini diselenggarakan di Desa Telogopakis Kecamatan Petungkriyono.
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II ini, dibuka secara seremonial di Aula Kecamatan Petungkriyono pada pagi ini,Selasa (30/6/2020) yang dipimpin oleh Sekda Kabupaten Pekalongan Dra.Mukaromah Syakoer , MM., yang mewakili Bupati Pekalongan dan Perwira Penghubung Kodim 0710 Mayor Inf Laendah, mewakili Dandim 0710 yang berhalangan hadir.
Dalam acara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II ini, Sekda Kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer menyampaikan terimakasih dan harapannya terhadap program TMMD yang akan dijalankan di Desa Telogopakis Kecamatan Petungkriyono, diharapkan bisa membantu meningkatkan kemudahan akses jalan menuju desa Telogopakis dan menjadi triger untuk meningkatkan nilai perekonomian masyarakat sekitar memasuki masa New Normal seperti saat ini.
KAJEN - Dalam rangka memperingati hari keluarga Nasional ( Harganas) ke 27 tahun 2020 dengan tema “ BKKBN baru dengan cara baru dan semangat baru, hadir di dalam keluarga” ,TP PKK Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Dinas PMD P3A PPKB, Dinkes,POLRES, KODIM, Bagian Kesra, IBI , Muslimat, Aisyiyah serta UMRI Kabupaten Pekalongan melakukan kegiatan monitoring pelayanan KB serentak sejuta akseptor KB pada Senin ( 29/06) pagi. Lokasi Monitoring adalah Puskesmas Kajen, Puskesmas Kesesi 1, Puskesmaas Tirto dan RSIA Aisyiyah Pekajangan .
Selain Monitoring langsung, Ketua TP PKK juga melakukan video call dengan Ketua TP PKK Kecamatan, Camat, Kepala Puskesmas di 19 Kecamatan , termasuk kecamatan Petungkriyono
“ Yang tidak bisa kami kunjungi kami melakukan video call untuk menanyakan berapa akseptornya dan bagaimana pelaksanaannya. Kalau saya lihat tadi, masing-masing kecamatan luar biasa, melebihi target. Ada yang sudah 100 lebih “, ujar ketua tim penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Hj. Munafah disela-sela kunjungannya.
“ Alhamdulilah tadi sudah beberapa kecamatan yang lewat video call, ada yang sudah mencapai 150, ada yang baru 50, ada yang sudah 80. Alhamdulilah targetnya melebihi. ,” tambahnya.
Adapun sasaran /target Kabupaten Pekalongan adalah 5050 Peserta dengan rincian Implant n IUD 275, Suntik 297, Kondom n Pil 4478. Sampai dengan jam 10.00 WIB jumlah akseptor sudah melebihi target 5050 peserta
Dalam kunjungan tersebut Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan beserta rombongan melakukan wawancara langsung dengan para peserta KB dan petugas kesehatan , memberikan motivasi dan ucapan terima kasih atas partisipasi warga ber KB ditengah pandemi Covid ini.
KAJEN – Setelah beberapa pekan ditutup karena adanya pandemic Covid-19, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan hari ini resmi dibuka kembali oleh Bupati Asip Kholbihi. Acara launching dilaksanakan di obyek wisata Linggo Asri dengan dihadiri oleh OPD terkait, masyarakat dan pelaku wisata pada Minggu (28/6/2020).
Bupati Asip Kholbihi menyampaikan bahwa di Kabupaten Pekalongan sekarang terdapat 31 destinasi wisata , yang dikelola Pemerintah dan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) masyarakat . Saat ini siap untuk dikunjungi oleh masyarakat dalam memasuki era New Normal.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai pihak yang menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Pekalongan, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan masyarakat yang bertujuan untuk memajukan potensi pada masing-masing desa termasuk di Desa Lemahabang Kecamatan Doro. Salah satu usaha yang sedang dilakukan adalah dengan menyiapkan perbaikan infrastruktur jalan menuju Desa Lemahabang. Karena Desa Lemahabang merupakan desa wisata yang sangat berpotensi di Kabupaten Pekalongan sehingga perbaikan akses jalan merupakan hal yang dianggap sangat penting. Hal ini dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, dalam kunjungannya ke Desa Lemahabang,Kecamatan Doro pada hari Kamis (25/6/2020).
Prinsip,Lemahabang sebagai sebuah desa budaya,desa wisata sekaligus desa penghasil Durian. Sehingga dari situ kita bisa melihat potensi bagus yang ada di Lemahabang
‘’Ini kita tadi sudah berkoordinasi dengan pak Bambang Kepala Dinas DPU yang InsyaAllah akan melakukan perbaikan jalan di Desa Lemahabang,’’ kata Bupati Asip.
KAJEN - Pemerintah daerah Kabupaten Pekaongan terus lakukan monitoring dan cek ke desa-desa dalam rangka sosialisasi pencegahan penyebaran covid19 di wilayah kabupaten Pekalongan. Kunjungan kerja (Kunker) kali ini Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si berkunjung ke desa Doro Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/6).
Bupati menjelaskan tujuan kunjungannya untuk silaturahmi dan monitoring ke desa-desa sekaligus cek langsung dan sosialisasi terkait covid 19.
Bupati menghimbau kepada masyarakat, walaupun Kabupaten Pekalongan saat ini merupakan daerah aman tapi karena masih pandemi maka harus hati-hati jangan sampai tertular Covid 19.
Bupati juga terus sosialisasikan, kalau mau Keluar hendaklah menggunakan masker, sering cuci tangan dan jaga jarak. Kemudian terkait dibukanya acara hajatan, Pemkab mempersilahkan masyarakat yang mau akad nikah tapi jika akad nikah dilakukan di rumah maka maksimal yang hadir keluarga ini saja yakni 10 orang, kecuali jika di gedung maka boleh 30 orang lebih namun syaratnya dengan menggunakan protokol kesehatan. Selain itu untuk acara pengajianpun sudah dipersilahkan, namun masih dibatasi, kursi pengunjung diberi jarak dan kyai tidak perlu dari jauh.
Selanjutnya bupati berpesan kepada masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan tanah yang subur, agar bisa digunakan untuk menanam cabai atau yang lainnya.( El-kominfo)
KAJEN – Walapun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah dinyatakan aman dan masuk dalam salah satu daerah di Jawa Tengah yang berzona hijau, tetapi Pemerintah Kabupaten Pekalongan tetap semangat menggalakan rapid test masal. Rapid test masal ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Hal ini dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,, saat memimpin acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Covid-19, di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, pada hari ini Kamis (25/6/2020).
KAJEN – Kabupaten Pekalongan, khususnya Wiradesa punya sejarah tersendiri khususnya bagi Muhammadiyah. Pada tahun 1972 di Wiradesa menjadi tempat diselenggarakannya muktamar Muhammadiyah. Ini menunjukkan bahwa eksistensi keberadaan persarikatan Muhammadiyah di kabupaten Pekalongan sangat dipertimbangkan di kancah perkembangan Muhamadiyah national. Demikian dikatakan Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si saat mengisi acara pengajian patlikuran /silaturahim warga Muhammadiyah sekaligus penyerahan hibah dan bansos di masjid Sabilurahman desa Kauman Wiradesa pada Rabu ( 24/06) malam. “ Melalui pengajian ini Pemkab mengucapkan terima kasih atas sumbangsih, pemikiran, dukungan dari segenap persarikatan Muhammadiyah di Pekalongan ini terhadap jalannya kebijakan-kebijakan pemerintah”, ucap bupati mengawali sambutannya.
Berkaitan dengan kebijakan pemkab menyikapi pandemi covid19 , Bupati menuturkan pemkab sudah ikhtiar lahir batin agar musibah ini tidak sampai menjadikan masyarakat ketakutan dan khawatir. “ Dengan situasi yang semi terbuka, kami tidak melakukan kebijakan lockdown dan PSBB , tidak melakukan PKM ( Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) semua berjalan alamiah, sesuai dengan apa yang dikehendaki masyarakat tapi tentu saja ada koridor yang harus ditaati bersama”, ujarnya
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada hari ini ,Senin (22/6/2020) Kegiatan secara daring ini dilaksanakan di gedung DPRD dan Ruang Rapat Bupati Pekalongan di Setda.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan bahwa Rapat Paripurna membahas dua Raperda yaitu, Raperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Pekalongan , serta Raperda tentang detail tata ruang bagian wilayah perencanaan Kecamatan Kedungwuni tahun 2020-2040.
Untuk Raperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2019, dijelaskan oleh bupati Asip bahwa laporan ini mengacu pada struktur laporan keuangan berdasarkan PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
Dimana pendapatan daerah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp2.288.761.562.831,00 dan terealisasi sebesar Rp2.182.770.952.455,51 atau 95,37 %, sehingga terdapat selisih kurang sebesar Rp105.990.610.375,49 atau 4,63 % . Pendapatan Daerah tersebut dikatakan oleh Bupati Asip terdiri dari Pendapatan Asli Dareah,Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah.
‘’ Terimakasih untuk program TMMD ini kami sangat berterimaksih sekali kepada pak dandim serta jajaranya dan masyarakat di Petungkriyono desa Telogopakis ini dengan dibukanya kegiatan TMMD ini semoga bermanfaat dan bisa untuk meningkatkan ekonomi yang ada disini." tandasnya.
Akses jalan ini rencana akan dibangun sepanjang 2.520 m dengan dana 548 juta sekian. Harapan kita nanti dapat mengakses dua desa ini agar semakin baik, meningkat dan efisien.
Sekda Mukaromah Syakoer berpesan kepada masyarakat setelah akses jalan di Desa Tlogopakis jadi, masyarakat dapat secara bersama-sama memelihara akses jalan ini supaya dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
‘’ Saya berharap karena ini kan sudah dibuatkan jalan seperti ini, saya berharap kita bisa bersama-sama memelihara supaya jalan ini baik, bermanfaat untuk masyarakat untuk jangka panjang,’’ pesannya.
Sementara itu Perwira Penghubung Mayor Inf Laendah yang mewakili Dandim 0710 Pekalongan juga menyampaikan bahwa TMMD merupakan program kerja terpadu dan berkelanjutan antara TNI,POLRI,Kementrian dan Lembaga Pemerintah, non kementrian yang mensinergikan program masing-masing dengan tujuan untuk percepatan pembangunan di daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
‘’ TMMD merupakan program kerja terpadu dan berkelanjutan antara TNI,POLRI,Kementrian dan Lembaga Pemerintah, non kementrian yang mensinergikan program masing-masing untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan didaerah, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,’’ ujarnya.
Selain menyasar pada pembangunan fisik berupa pembangunan akses jalan, dijelaskan Mayor Inf Laendah bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II ini juga akan diimbangi dengan pembangunan non fisik berupa kegiatan-kegiatan penyuluhan kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan pengetahuan tentang kesehatan guna menangkal bencana nasional yang sedang dihadapi yaitu pandemi Covid-19.
‘’Pembangunan non fisik ini sangat dibutuhkan dalam rangka memperkokoh jiwa nasionalisme masyarakat terutamanya untuk menagkal pandemi Covid-19 yang menjadi ancaman stabilitas keamanan bangsa dan negara terutama terkait kesehatan nasional,’’ jelasnya.( lus kominfo)
Selasa, 30 Juni 2020
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Ketua TP PKK Kecamatan dan Ketua TP PKK Desa/kelurahan se Kabupaten Pekalongan atas kerjasamanya memotivasi dan memobilisasi kader dan masyarakat untuk mengikuti kegiatan KB serentak yang diselenggarakan secara gratis.
Setelah mengadakan pelayanan KB sejuta akseptor ini diharapankan pelayanan KB di kabupaten Pekalongan meningkat ( Humas Kominfo )
Senin, 29 Juni 2020
Minggu, 28 Juni 2020
Bupati Asip Kholbihi dalam sambutanya menyampaikan saat ini Pemkab sedang fokus dalam melakukan pembangunan dan pengembangan daerah baik desa maupun kota. Menurutnya, Desa Lemahabang masuk dalam salah satu desa yang sedang dikembangkan, karena di desa ini merupakan desa kuno yang memiliki nilai budaya,pariwisata,dan aspek sejarah peradaban wilayah Jawa Tengah maupun Pekalongan sejak awal.
‘’ Bahwa saat ini pemerintah sedang konsen dalam membangun baik di desa-desa maupun di kota. Kemudian Desa Lemahabang ini setelah kita teliti sejak dahulu, desa ini sebenarnya desa kuno, dan meninggalkan jejak peradaban,baik itu peradaban Jawa Tengah maupun Peradaban Pekalongan jaman awal,’’ kata Bupati Asip.
Selain itu,untuk semakin memberikan kesan nilai sejarah peradaban yang ada di Desa Lemahabang, Bupati Asip menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mendirikan museum peradaban di Desa Lemahabang dan saat ini tahapnya sudah pada tahapan survei.
‘’Bahkan nanti sudah ada kesepakatan kita dengan lembaga akan dibuat museum peradaban atau rumah peradaban yang akan kita buat di Lemahabang yang surveinya sudah jalan,’’ Jelas Bupati Asip.(lus Kominfo)
Kamis, 25 Juni 2020
Kamis, 25 Juni 2020
‘’ Intinya, walaupun angkanya segitu, tetapi rapid test akan kita galakan terus. Hari ini sudah hampir 2.800 orang yang sudah kita rapid test dan masih kurang sekitar 2.200 orang lagi yang akan kita rapid test, dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan,’’ kata Bupati Asip.
Dijelaskan bupati Asip, rapid test masal ini diambil sampel 5.000 orang yang tersebar di wilayah Kabupaten Pekalongan, dengan harapan itu bisa menjadi gambaran kondisi real masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan dengan jumlah total hampir 800.000 penduduk.
‘’ Dengan sampling 5.000 orang yang kita rapid test, InsyaAllah sudah cukup ya, karena penduduk kita itu hampir 800.000 . Itupun yang mudik yang sudah urban hampir 60.000 lah total,’’ jelas Bupati Asip.
Selain rapid test, dikatakan oleh Bupati Asip bahwa upaya Pemkab dalam mencegah terjadinya penyebaran virus Corona klaster kedua di Kabupaten Pekalongan, pihaknya juga telah melakukan berbagai koordinasi kepada pihak-pihak terkait untuk mengawal masyarakat supaya tetap melaksanakan protokol kesehatan memasuki era New Normal seperti saat ini.
Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj. Arini Harimurti mengatakan dalam sambutanya kali ini, bahwa Pemkab saat ini mulai mengupayakan pemulihan ekonomi memasuki era New Normal, dengan membuka sentra-sentra perekonomian yang ada di Kabupaten Pekalongan, dengan instruksi protokol kesehatan wajib dijalankan.
‘’Pemerintah mulai mengupayakan pemulihan perekonomian menuju New Normal di Kabupaten Pekalongan dengan membuka sentra-sentra ekonomi, tetapi dengan protokol kesehatan yang harus tetap dilakukan,’’ kata Wakil Bupati Arini Harimurti.
Dan untuk mewujudkan supaya protokol kesehatan tetap dijalankan oleh masyarakat, Ia berpesan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan untuk memprioritaskan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal tersebut.
‘’ Kepada gugus tugas penanganan Covid-19, saya berpesan untuk mengutamakan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan walaupun kegiatan kemasyarakatan sudah kita buka,’’ ujar Wakil Bupati Arini Harimurti. (Lusi Rismawati)
Kamis, 25 Juni 2020
Buapti juga memaparkan Pemkab mengikuti petunjuk dari pemerintah pusat dan pemprov tentunya disesuaikan dengan kondisi masyarakat kabupaten Pekalongan . Secara komulatif, posisi kabupaten Pekalongan tergolong baik. Masih nomor tiga terbawah Jateng. Hari ini, yang positif corona bertambah, dari jumlah 9 bertahan beberapa minggu, kini tambah 3 orang sehingga jumlahnya menjadi 12 orang. Dari 12 positif tersebut, 5 orang sudah sehat.
Seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan walaupun dalam situasi wabah seperti saat ini, tetap sehat lahir batin berkat doa para kyai, ikhtiar lahir, termasuk gugus tugas yang dibentuk Muhammadiyah dan ormas lain , pemuda masjid, semua bergerak membantu sehingga hasilnya secara komulatif kabupaten Pekalongan masih baik, dibanding daerah lain yang melakukan proses PSBB, lockdown maupun PKM. “ Terlihat di kabupaten Pekalongan pasar, toko, warung masih ramai, kita jaga diri masing-masing agar keadaan kita semakin baik. Melalui pengajian ini monggo silahkan mulai malam ini njenengan ngaos. Dalam masa covid ini standar WHO hanya menyelamatkan raga atau badan saja. Melalui momentum ini mari kita bangun jiwa kita, kita sehatkan badan kita sehingga Insyaalloh menjadi insan kamil, bertakwa kepada Alloh SWT, sehat jiwa dan raganya sekaligus memberikan manfaat kepada sesama,” harap Bupati.
Sementara itu H. Nadhim selaku pengurus masjid mengungkapkan sejak berdirinya masjid Sabilurahman sudah banyak kegiatan anak muda. Sebelum adanya pandemi covid19, setiaphati jum’at ada sodaqoh nasi bungkus tidak kurang dari 400 bungkus. Namun sejak adanya covid19 kegiatan tersebut dihentikan, diganti sodakoh penguatan pangan berupa sembako tidak kurang dari 700 kg beras. Sedang pendistribusiannya dibantu para pemuda jamaah masjid.
Pada kesempatan tersebut dibagikan hibah , antara lain PD. Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebesar Rp. 1 Milyar, masjid Al hikmah desa Pangkah Karangdadap sebesar Rp.100.000.000,-, pembangunan panti asuhan yatim putri Aisyiyah Pekajangan Pekalongan sebesar Rp. 143.000.000,-. Sedangkan bansos kepada panti asuhan MPPKM PCM Muhammadiyah Wonopringgo dengan nominal Rp. 7.200.000,-, panti asuhan yatim putra putri Muhammadiyah Kajen senilai Rp. 22.000.000,-, panti asuhan anak yatim la Tahzan Muhammadiyah cabang Pencongan Wiradesa senilai Rp. 16.600.000,- Bansos saat ini masih dalam proses ( Humas Kominfo )
Rabu, 24 Juni 2020
‘’laporan ini mengacu pada struktur laporan keuangan berdasarkan PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah,’’ Pendapatan Daerah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp2.288.761.562.831,00 dan terealisasi sebesar Rp2.182.770.952.455,51 atau 95,37 persen. Dan pendapatan daerah itu bersumber dari PAD,Pendapatan Transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah
Sementara itu, untuk Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perencanaan Kecamatan Kedungwuni tahun 2020-2040, diungkapkan oleh bupati Asip bahwa Kecamatan Kedungwuni telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu wilayah dengan nilai investasi tinggi. Oleh karena itu, menurutnya Pemkab Pekalongan akan berupaya untuk mendorong pertumbuhan investasi daerah dengan menetapkan hukum dan peraturan zonasi sebagai dasar penertiban izin pemanfaatan ruang investasi di Kabupaten Pekalongan.
‘’Kecamatan Kedungwuni merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai wilayah dengan nilai investasi tinggi. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya mendorong supaya pertumbuhan nilai investasi ini bisa lebih baik lagi,’’ ungkap Bupati Asip.
Dan hal ini sejalan dengan dengan Kebijakan Nasional yang tertuang dalam Perpres RI Nomor 91 Tahun 2017 Tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha dimana pemerintah daerah wajib memberikan dukungan dan kemudahan bagi para investor untuk mengembangkan usahanya di daerah. ‘’ Untuk itu, kami akan berupaya untuk mendorong pertumbuhan investasi yang sudah baik ini. Dan kami akan menetapkan aturan hukum terkait rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi sebagai dasar penertiban izin pemanfaatan ruang investasi di Kabupaten Pekalongan,’’ ujar Bupati Asip.
Senin, 22 Juni 2020