Senin, 2 September 2019
KAJEN - Dalam rangka menyongsong Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah Pemkab Pekalongan menggelar Doa Akhir Tahun 1440 H dan Awal Tahun 1441 H di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen, Sabtu (31/8/2019) sore.
Doa Bersama dihadiri dan diikuti oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, para perwakilan Forkopimda, para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan dan segenap pengurus takmir Masjid Al Muhtaram Kajen serta ratusan warga masyarakat Kajen dan sekitarnya.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat tahun baru Islam 1441Hijriyyah, dengan harapan semoga dengan tahun baru Islam, Kabupaten Pekalongan semakin barokah, semakin mendapat ketenangan dan inayah dari Allah SWT sesuai dengan cita-cita. Apalagi tahun baru Islam ini, kata Bupati, bertepatan dengan momentum suasana Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-397 serta masih dalam suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
KAJEN - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama istri Ny. Munafah menghadiri dan mengikuti Doa Bersama ribuan anak-anak TK dibawah naungan Ikatan Guru Raudhlatul Athfal (IGRA) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Sabtu (31/8/2019) sore.
Doa bersama dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP beserta jajaran, Kepala Kementerian Agama DR. Kasiman Mahmud Dezky, M.Ag, serta para guru dibawah naungan IGRA Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan berdoa mudah-mudahan anak-anak RA, TK Kabupaten Pekalongan yang hadir di DPU kelak akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, berguna bagi bangsa, negara dan agamanya. Bupati juga berdoa semoga kedua orang tuanya diberkahi sehat, rezeki yang halal dan barokah serta diberikan panjang umur.
Sabtu, 31 Agustus 2019
KAJEN – Bersama ribuan Az Zahir mania, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menghadiri dan memberikan tausiyah kebangsaan pada pengajian umum yang bertajuk “Dempel Bersholawat Mempersatukan Umat”.
Pengajian yang diselenggarakan oleh warga Desa Harjosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan tersebut dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan Gema Sholawat Nabi Muhammad SAW bersama Habib Zaenal Abidin Assegaf “Az Zahir” Pekalongan dilangsungkan di lapangan sepakbola Dukuh Dempel Desa Harjosari Kecamatan Doro, Jumat (30/8/2019) malam.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa kita patut bersyukur alhamdulillah Kabupaten Pekalongan ini makin lama makin bagus, jalan-jalan sudah bagus, lampu penerangan jalannya juga sudah terang-benderang dan aman.
Bupati menyampaikan pesan kepada para pengunjung yang sebagian besar anak-anak untuk senantiasa semangat untuk terus-menerus menuntut ilmu. “Saya minta anak-anak Kabupaten Pekalongan kudu sekolah kudu ngaji. Setuju, njeh? Karena hanya dengan bekal ilmulah kita semua akan selamat dunia akhirat. Karena dengan ilmu kita akan menjadi orang yang muhibin (orang yang mencintai keturunan Nabi Agung Muhammad Saw) seperti Habib Zaenal Abidin Assegaf ini, juga cinta kepada para kyai, para ustad, para guru,” terang Bupati.
KAJEN - Tingkat kelulusan SMK di Kabupaten Pekalongan semakin tahun semakin meningkat. Dilihat dari jumlah SMK di Kabupaten Pekalongan sebanyak 32 SMK dan 26 SMA/MA atau sederajat. Hal ini menjadi pemacu Forum Komunikasi BKK (Bursa Kerja Khusus) Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyalurkan lulusan-lulusan yang ada di Kabupaten Pekalongan yang berminat untuk bekerja di perusahaan baik nasional maupun lokal.
Demikian disampaikan Ali Masidi, Ketua Panitia Aswaja Career Expo Kabupaten Pekalongan tahun 2019 di SMK Maarif NU Kajen, Jumat (30/8/2019).
Dijelaskan, BKK Aswaja merupakan wadah untuk para calon tenaga kerja usia lulusan SMK Kabupaten Pekalongan yang ingin bergabung di perusahaan.
“Aswaja Career Expo diselenggarakan oleh seluruh SMK yang bernaung dibawah Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Pekalongan yakni lebih kurang 13 SMK dan diselenggarakan selama 2 hari yakni Jumat hingga Sabtu (30-31 Agustus 2019) di SMK Maarif NU Kajen,” katanya.
KAJEN- Kabupaten Pekalongan adalah salah satu daerah penghasil kopi terbaik. Khususnya di kec. Doro, Petungkriono, Talun, Kandang Serang, Lebak Barang, dan Paninggaran yang menjadi sentral produksi kopi.
Komunitas kopi kabupaten pekalongan mengadakan diskusi dengan tema “grumungan ngopeni kopi pekalongan” yang di hadiri oleh Bupati Pekalongan H. Asip kholbihi, SH. M.Si yang bertempat di kafe platmonkul Karanganyar, Kab. Pekalongan. (28/08/2019)
Bupati Pekalongan berencana akan mengembangkan komunitas kopi kabupaten Pekalongan agar dapat tersebar di berbagai daerah. “Kita punya sentral kopi di daerah kec. Doro, lebakbarang, paninggaran, kandang serang, talun, itu akan kita kembangkan, di dataran tinggi. Apalagi nanti jika komunitas ini akan mengembangkan sayapnya ke berbagai daerah.” ujar Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSI
Problem di Kabupaten Pekalongan masih banyak di antaranya adalah masalah suplai yang masih kurang. Ini diindikasikan karena banyak sekarang orang yang mengkonsumsi kopi sehingga berperanguruh pada permintaan dan stok dipasar.
Senin, 2 September 2019
Dijelaskan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan momentum pergantian Tahun Baru Islam ini dengan berbagai kegiatan yang selaras. Seperti di GPU Pemkab Pekalongan bersama ribuan anak-anak TK dan RA serta anak-anak yatim dan di Masjid Al Muhtaram Pemkab Pekalongan bersama masyarakat menggelar doa bersama agar hajat kita masing-masing dapat terkabul.
Oleh karena itu, Bupati menuturkan, kita gunakan momentum ini untuk memohon dan meminta agar cita-cita kita akan dikabulkan oleh Allah SWT. Termasuk cita-cita besar masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir bathin , masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai lokal, masyarakat yang berprinsip, teguh dan religiusitas.
“Sebagai sebuah cita-cita harus kita ikhtiari dengan dua cara yaitu melaksanakan program-program pembangunan yang bermuara menuju cita-cita tersebut. Dan secara spiritual tidak ada kekuatan manapun yang mempunyai ketentuan, kepastian yang maha penentu kecuali Allah SWT. Jadi manusia itu hakekatnya adalah hanyalah menjalankan syariat aja tetapi ketentuan akhir yaitu Allah SWT,” terang Bupati.
“Oleh karena itu mari kita gunakan dan manfaatkan bersama-sama momentum pergantian tahun baru Islam ini sebagai hal yang patut kita syukuri dengan terus-menerus melakukan amalan kebaikan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah kita. Dan mari kita bina terus-menerus kerukunan yang sudah ada di Kabupaten Pekalongan ini,” ajak Bupati kepada seluruh jamaah yang hadir di Masjid Al Muhtaram Kajen. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Senin, 2 September 2019
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah ini, Bupati KH. Asip Kholbihi mengharapkan permohonan doa restu terutama kepada seluruh jajaran guru IGRA Kabupaten Pekalongan, mudah-mudahan jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan diberikan kekuatan lahir batin, selamat dunia akhirat dan Kabupaten Pekalongan tambah maju, tambah barokah, masyarakatnya tambah sejahtera.
Dalam acara Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam tersebut, Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim yang ada di Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Senin, 2 September 2019
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 akan mencanangkan 12 tahun wajib belajar, artinya bahwa anak-anak harus mininal tamat sekolah SMA sederajat. Harapannya nanti seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan bersekolah minimal lulusan SMA/MA/SMK.
“Oleh karena itu kepada para wali murid untuk mempersiapkan putra-putrinya untuk dibekali dengan ilmu. Nanti kalau semua sudah siap dan semua sudah tertata, program wajib belajar 12 tahun akan kita jalankan di Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati.
Sehubungan dengan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 tahun ini, Bupati mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk diberikan kekuatan lahir bathin dalam menjalankan amanah dengan baik, sekaligus menata masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan menjalankan program pembangunan yang dibutuhkan bagi seluruh warga masyarakat Kota Santri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Doro Paizal Imron, S.IP, beserta Muspika, Kepala Desa Harjosari beserta perangkatnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sabtu, 31 Agustus 2019
Adapun sasaran dari Aswaja Career Expo, kata Ali, tidak hanya lingkup lulusan SMK saja, akan tetapi juga berlaku bagi lulusan SMA, D3 maupun S1 (sarjana) yang berminat untuk bergabung di perusahaan baik lokal maupun nasional.
“Pelaksanaan Aswaja Career Expo ini adalah hasil kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja RI dengan Forum Komunikasi BKK Aswaja Kabupaten Pekalongan, dan diikuti oleh lebih kurang 32 perusahaan lokal dan nasional,” terang Ali Masidi.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai membuka acara Aswaja Career Expo menyampaikan bahwa kegiatan itu dalam rangka untuk membuka kesempatan kerja tidak hanya untuk alumni Maarif NU saja tetapi berlaku untuk umum.
“Saya meyakini angkatan kerja di Kabupaten Pekalongan terserap cukup baik. Dengan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Pekalongan yang cukup rendah yakni 4,55. Ini angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah di Jawa Tengah,” tutur Bupati.
Bupati berharap dengan adanya Aswaja Career Expo ini, nantinya anak-anak sesuai kompetensinya akan mendaftar di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. “Tapi prinsip bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka ini sangat serius dan menggandeng semua stakeholder. Seperti pada hari ini kita bersama LP Maarif NU,” tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Jumat, 30 Agustus 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Oleh karera ini Pemkab Pekalongan terus mendorong para petani agar semakin meningkatkan produksi untuk mencukupi kebutuhan kopi di Pekalongan.
Kedua, mengenai fasilitas, Pemkab akan menyediakan fasilitas agar kopi pekalongan semakin dikenal diantaranya dengan menyediakan tempat untuk komunitas kopi dapat menggunakan pusat UMKM untuk pemasaran dan kegiatan sehari hari.
. “Ketiga, akan memudahkan regulasi berkerja sama dengan MOU Perum Perhutani Timur dengan luas dua puluh eman ribu hektar yang bisa di kelola untuk perkebunan kopi. Kemudian di tingkat lapangan akan di buat PKS (persandian kerja sama)”terang BUpati .
Sekarang sudah ada kolaborasi antara 45 orang ini,terdiri dari petani kopi dari berbagai kecamatan,ada perhutani yang punya lahan dan perbankkan yaitu dari Bank Jateng dan BKK,kolaborasi ini untuk memberdayakan hulu petani kopi,"ungkapnya.
Diakhir wawancara Bupati Pekalongan mengajak kepada warga kabupaten Pekalongan dengan kegiatan minum kopi hasil petani local dan mulai meninggalkan kopi pabrikan, dengan “gerakan minum kopi giling bukan kopi gunting”. (red)
Kamis, 29 Agustus 2019