KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti memberikan satu sapi ke Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami H. Amat Antono, M.S.i. Penyerahan hewan kurban untuk Pondok Pesantren “Faidlul Qodir” milik KH. Abdul Khafidz, Minggu (11/08/2019).
Penyerahan hewan kurban ke daerah rob di anggap paling pantas, karena sangat memerlukan bantuan.
“Meski banyak daerah rob di Kabupaten Pekalongan, saya pilih daerah ini karena daerah Wonokerto, saya anggap paling memerlukan sekali kurban itu. Maka saya salurkan kurban saya kesini” Ungkap Wakil Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan menjelaskan keinginannya untuk bisa datang ke daerah itu lagi, untuk membahas lebih lanjut apa sebenarnya yang harus di evaluasi bersama. Perihal mengenai bagaimana cara menyelesaikan masalah rob yang menjadikan jalan rusak di desa tersebut.
“ Saya ingin datang kesini lagi untuk berdialog lebih lanjut. Dialog mengenai perbaikan jalan sesuai dengan keinginan warga. Harapannya bisa berdialog dan melihat kondisi secara langsung, sehingga bisa mengambil kebijakan untuk penyelesaian masalah tersebut.” Tambah Arini.
Tujuan dari dialog yang ingin Wakil Bupati lakukan adalah untuk mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Sehingga, masyarakat menjadi dekat dengan pemerintah.
Saat Pak Kyai menyampaikan keluhan terkait sarana prasarana rusak akibat rob dari warga sekitar desa Pesanggrahan.
Disampaikan kepada Pak Kyai, kapan mau mengundang Wakil Bupati lagi, berdialog tentang apa dan sebutkan permasalahannya.
Jika sudah ditentukan, nanti Wakil Bupati akan mengajak Kepala Dinas yang bersangkutan untuk hadir juga. Jika ingin berdialog mengenai pembangunan jalan yang rusak, terlebih dahulu dilaporkan dengan jelas, agar dapat segera mengevaluasi permasalahnya, masalah rob bisa kita bicarakan dengan baik.
Minggu, 11 Agustus 2019
KAJEN - Dalam waktu 10 menit, 1.300 kupon daging qurban ludes dibagikan oleh panitia hewan qurban Masjid Agung Al Muhtaram Kajen, kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu, (11/8/2019).
Panitia membagikan kupon usai sholat Ied atau mulai dari pukul 09.00 WIB, sekitar pukul 09.10 WIB kupon sudah habis.
Masyarakat yang akan mendapatkan kupon sudah mengantre dengan tertib di tempat yang sudah disediakan oleh panitia.
Bahkan panitia memisahkan tempat untuk mengantri kupon daging qurban antara laki-laki dan perempuan.
Totok Budi Mulyanto takmir Masjid Agung Al Muhtaram mengatakan ada 17 sapi dan 10 kambing yang di potong. "Puluhan hewan qurban itu merupakan pemberian dari Bupati, ketua DPRD, Kapolres Pekalongan dan kepala dinas yang ada di Pemkab Pekalongan," kata Totok.
Pihaknya menyiapkan 1.300 kupon yang akan dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. "Alhamdulillah, tadi saat membagikan kupon berjalan dengan tertib dan lancar. Petugas baik TNI, Polri, Satpol PP, dan Banser membantu untuk menertibkan pembagian kupon tersebut," ujarnya.
Minggu, 11 Agustus 2019
KAJEN - Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi SH., M.Si., dan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti bersama ribuan umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1440H di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu, (11/8/2019).
Warga sudah berdatangan sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Mereka langsung menuju ke tempat yang disediakan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si bersama istri Ny. Munafah berserta salah satu anaknya datang ke Masjid pukul 5.45Wib. Demikian halnya Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami dan salah satu anaknya. Disusul Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH bersama keluarga.
Dalam sholat Idul Adha 1440H, bertindak sebagai Imam Shalat yaitu Kyai Ahmad Shodiq Alhafiq, sedangkan khotib DR. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, Kepala Kementerian Agama Kajen.
Dalam khotbahnya, Kasiman menyatakan bahwa tema shalat Idul Idul Adha yaitu memaknai bulan Dzulhijjah pada ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah. "Artinya di Idul Adha ini kita harus memahami kisah pensyariatan kurban dan ibadah haji. Ada tiga pesan yang dapat kita jadikan pelajaran,"katanya.
KAJEN - Miftakhul nirwan widhiyanto dari kec Kajen dan saela malina dari rowokembu wopi terpilih sebagai juara pertma pada perhelatan Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2019. Dilaksanakan di bolevard pendopo Kabupaten Pekalongan kemarin.(9/9)
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.,M.Si, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun M.H, Dandim Pekalongan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto , Ketua PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah, Kepala OPD Kabupaten Pekalongan, serta camat terkait, Jumat malam (10/08/2019).
Adapun tujuan di adakannya kegiatan Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan adalah untuk meningkatkan citra Pariwisata, Untuk meningkatkan promosi Kepariwisataan, dan memperoleh insan generasi muda yang memiliiki kepribadian , etika, penampilan yang menawan berwawasan serta menguasai materi yang handal agar bisa mempromosikan Kabupaten Pekalongan.
“ adapun tahapan pemilihan mas dan mbak duta wisata tahun 2019, di mulai dari seleksi, kemudian karantina, dan sampai malam ini Grand Final. Peserta berjumlah 151 org, 45 putra dan 111 putri yang merupakan putra putri terbaik dr seluruh wilayah Kab. Pekalongan. Selanjutnya, sampai dengan malam ini terpilih 10 peserta putra dan 10 putri yang akan di seleksi pada grand final ini yang merupakan puncaknya.” Terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ir Bambang Iriyanto.
KAJEN – Gerakan membuat biopori akan dimasifkan di tingkat kabupaten supaya cadangan air baku cukup. Selama ini air hujan langsung lari ke sungai. Dengan upaya ini, kita tahan untuk di pemukiman- pemukiman.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada kegiatan Gerakan Pungut Sampah (GPS) dan Pembuatan Lubang Biopori di lingkungan Islamic Centre Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/8/2019) pagi.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono, Ketua TP PKK Ny. Munafah Asip Kholbihi, dan 220 peserta dari unsur pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, dan unsur OPD di lingkungan Pemkab Pekalongan dan DLHK Jateng.
Dijelaskan Bupati, ada gerakan kebersihan. "Seperti biasa di Kabupaten Pekalongan ada gerakan Berjumpa (Bersih Jumat Pagi). Kita akan terus menyapu wilayah Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang nyaman bagi penduduk, bersih dari sampah. Bahkan nanti ke depan kita akan mengelola sampah dengan berbasis android. Ini sedang kita siapkan regulasinya dan infrastrukturnya," terang Bupati.
KAJEN – Guna mendukung gerakan One Agency, One Innovation yang diwajibkan oleh setiap instansi pemerintah untuk menciptakan satu inovasi setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut dengan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Tim Verifikator TOP 20 KIPP Provinsi Jawa Tengah
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun 2019 di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Menurut Bupati KH. Asip, kegiatan TMMD ini sangat membantu masyarakat, khususnya pemerintah dalam program pembangunan baik fisik maupun non fisik.
"Ini bisa sama-sama kita lihat, sangat luar biasa masyarakat dan TNI bisa bersatu serta membaur. Apalagi, dengan adanya TMMD ini banyak memberikan bantuan fisik dan non fisik terhadap masyarakat. Dulu, jalan ini tidak bisa dilalui, kini jalan yang menghubungkan ke Desa Mendolo, lalu tembus ke Desa Kutorembet dan Kecamatan Lebakbarang serta Kalibening sudah bisa dilalui," kata Bupati KH. Asip usai meninjau lokasi TMMD, Kamis, (8/8/2019) pagi.
Groundbreaking Pembangunan Gedung Dinkominfo
KAJEN - Di era digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) diminta berlari untuk bisa memberikan informasi yang akurat, cepat, dan updating. Pesan itu disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melakukan Groundbreaking pekerjaan Pembangunan Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan di Jalan Krakatau, Kompleks Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019) pagi.
Totok menambahkan pengambilan daging qurban akan dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. "Harapannya, pada saat pembagian daging nanti berjalan dengan tertib dan lancar," tambahnya.
Asih (42) warga Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen menceritakan bahwa ia mengantre kupon daging qurban sejak pagi tadi. "Dari pukul 06.00 WIB sudah mengantre mas dan tiap tahun sering dapat kupon daging qurban dari Masjid Agung Al Muhtaram," katanya.
Asih mengatakan rencananya daging yang didapat akan di masak sate bersama keluarganya. "Alhamdulillah, pembagian kuponnya tertib dan lancar," jelasnya.
Tusripah (56) warga Desa Nyamok, Kecamatan Kajen mengatakan ia sangat senang dapat kupon daging qurban dan dagingnya akan dimasak rendang. "Kupon yang didapatkan akan di tukar daging qurban dengan seberat 7 ons dan bisa diambil sekitar pukul 14.00 WIB," imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Minggu, 11 Agustus 2019
Pesan pertama yaitu kepatuhan Ibrahim akan Ismail yang total atas melaksanakan perintah Allah SWT. "Ibrahim mendapat ujian berat untuk menyembelih anaknya sendiri (Ismail) ketika ia merasakan kegembiraan yang luar biasa," ujarnya.
Pelajaran ke 2 yaitu momentum untuk merekatkan ukhuwah islamiah dunia. "Jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia terdiri dari berbagai latar belakang baik suku, budaya, bahasa, warna kulit, perbedaan aliran, dan madzhab maupun perbedaan lainnya persaudaraan para jamaah haji dapat terjaga dengan baik," ungkapnya
Pesan yang terakhir di hari raya korban adalah hakikat pengorbanan dan kepudilan sosial. "Idul Adha merupakan momentum untuk beribadah sekaligus menunjukkan kepedulian sosial kita kepada orang yang tidak mampu," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si mengajak semua umat Islam agar memaknai Idul Adha dengan meneladani keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim alaihissalam.
"Kisah Nabi Ibrahim yang menjadi cikal bakal mulanya ibadah kurban. Selain disebut hari raya haji, Idul Adha juga disebut sebagai Idul Kurban dimana arti berkorban adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ungkapnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Minggu, 11 Agustus 2019
Sementara itu Bupati Pekalongan Asih kholbihi,SH MSi menjelaskan sekaligus membuka acara Grand Final Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2019, bahwa Mas mbak Duta Wisata yang terpilih akan menjadi juru bicara sekaligus menjadi Duta Wisata untuk memasarkan, memperkenalkan, dan membawa nama baik Kabupaten Pekalongan.
"Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan yang terpilih harus belajar mengenai filosofi yang dimiliki oleh batik Pekalongan. Banyaknya akulturasi budaya yang ada di Kabupaten Pekalongan harus kita tuangkan dalam beragam motif batik, sehingga batik Pekalongan dari tahun ke tahun semakin mantap, semakin berperan, dan semakin nyata mewarnai dalam membatik Nusantara." Terang Bupati.
Bupati meminta kepada finalis Mas dan Mbak Duta wisata yang terpilih dapat di training secara langsung, sehingga benar-benar bisa memahami bagaimana memasarkan, mengenalkan, sekaligus meneguhkan kembali kejayaan batik Kabupaten Pekalongan agar bisa menjadi destinasi khusus tentang batik.
"Saat ini dunia membutuhkan tiga hal baru yang semuanya dimiliki oleh Kabupaten Pekalongan. Dantaranya kekuatan local food atau makanan tradisional, sumber daya alam, & sumber air yang bersih. Alhamdullilah itu semua dimiliki Kabupaten Pekalongan." Lanjut Asip.
Bupati juga berharap kepada Mas dan Mbak Duta wisata yang terpilih dapat mengenalkan eksotisme keindahan alam, kuliner, dan keberagaman Kabupaten Pekalongan.
Data juara duta wisata tahun 2019
Juara 1
No. 7 nama : Miftakhul nirwan widhiyanto, umum dri SMA 1 Kajen alamat kec Kajen
No. 2 nama saela malina dri MAN 1 Pekalongan alamat rowokembu wopi
Juara 2
No. 12 nama elen Ardita yolanda dri Undip alamat ambo kembang Kedungwuni
No. 5 nama Slamet Romansyah dri SMA 1 Kajen alamat kuasen Kesesi
Juara 2
No. 14 nama dana Alya dri SMA 1 Kesesi alamat Karangrejo Kesesi
No. 9 nama Muhammad Zidan Arifin dari unes alamat buaran
Juara Berbakat
No. 7 nama Miftakhul nirwan widhiyanto
No. 16 nama agida Khairunnisa
Juara Multimedia
No.15 nama much Ilham Bintara indah
No. 04 nama Nita Aulia Putri
Juara Inteligensia
No. 19 nama Gilang Nanda Permana w
No. 12 nama elen Ardita yolanda
Juara Favorit
No. 1 nama Rizqi septiarso
No. 8 nama Tasya riskiani jazair
Sabtu, 10 Agustus 2019
Sehingga, imbuh Bupati, komitmen masyarakatnya nanti akan semakin tegas bahwa dulu menjadi kabupaten paling kumuh sekarang sudah berlalu.
"Ini di Islamic Centre Kedungwuni. Pusat pendidikan sekaligus pusat bisnis akan kita tata dan dijaga terus kebersihannya. Yang penting itu bersih dulu karena filosofi Jawa kalau bersih itu dianggap keluarganya tenang, aman, dan bahagia. Keluarga yang sakinah mawadah warohmah secara lahiriyah bisa dilihat dari lingkungan rumahnya yang bersih," ujar Bupati.
Ditambahkan, gerakan itu (kebersihan dan biopori) akan dilakukan di semua taman-taman publik, dan daerah-daerah rawan kekeringan seperti Kesesi, Sragi dan Bojong.
"Ini merupakan gerakan massal. Mudah-mudahan kegiatan pembuatan biopori akan semakin banyak menyimpan air, sehingga masyarakat tidak kekeringan. Meskipun Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai daerah yang kaya sumber air baku tapi kita tidak boleh berhenti berikhtiar. Air baku berada di gunung, di daerah tengah kita harus buat biopori untuk mengikat air agar tidak langsung lari ke sungai," imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan 'land subsidence' atau penurunan tanah di wilayah pesisir Pekalongan berdasarkan hasil penelitian ITB rata-rata 10 cm-20 cm per tahun. Penurunan tanah ini melebihi Kota Semarang yang rata-rata 10 cm pertahun.
Dalam rangka mengembalikan kondisi lingkungan khususnya di wilayah Pantura, lanjut dia, melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup DLHK menggelar 'roadshow' Gerakan Pungut Sampah, pembuatan biopori, dan penanaman mangrove.
"Hari ini di Kabupaten Pekalongan ada dua kegiatan. Pertama dengan kekuatan 220 orang ini Gerakan Pungut Sampah dan pembuatan biopori, dan kedua di Pantura sekitar 200 personel melakukan penanaman mangrove," terang dia.
Dikatakan, seperti yang disampaikan Bupati berdasarkan penelitian ITB ada 'land subsidence' dan abrasi mengakibatkan muka air laut naik 1 cm pertahun.
"Ini diimbangi dengan penurunan tanah yang rata-rata 10 cm hingga 20 cm. Ini melebihi Kota Semarang. Jika Kota Semarang sekitar 10 ternyata Pekalongan sampai 20," katanya.
Salah satu untuk menanggulangi abrasi, kata dia, dengan penanaman mangrove. Menurutnya, mangrove akan membentuk barrier alam dan mengurangi ancaman ombak, dan di sisi lain akan menjadi habitat ekosistem untuk kepiting dan ikan-ikan kecil yang tumbuh di sekitar bakau.
"Biopori ini dalam rangka memberikan saluran air hujan yang selama ini hanya melimpas begitu saja di permukaan bisa meresap di dalam bawah permukaan. Ini bukan air tanah dalam tapi air tanah permukaan yang setidaknya itu bisa memberikan pasokan untuk sumur penduduk yang memanfaatkan air tanah," katanya.
Diharapkannya, ke depan di tahun 2025 ada target mengurangi sampai 30 persen dan mengelola sampah 70 persen. "Selama ini yang terjadi belum berimbang. Kita belum bisa mengelola sampah. Masih 30-40 lah. Kita berharap ada pengurangan sampah terutama di hulu. Hulunya siapa?, rumah tangga-rumah tangga yang menghasilkan sampah," katanya.
Diimbuhkan, sampah bukan hanya suatu produk yang tidak bisa didaur ulang. Diharapkan, ke depan sampah bisa didaur ulang dan TPA hanya tempat sampah residu yang tidak bisa didaur ulang. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Jumat, 9 Agustus 2019
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si, Tim Verifikator Lapangan TOP 20 KIPP Jawa Tengah Mustofa, S.T, M.M. Kom dan Rosihan Widi Nugroho, S.Ap, Perwakilan biro kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin. S.H, Ketua dan Forum CSR Kabupaten Pekalongan, LSM TIRAI, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan.
Sekreataris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si menyampaikan, KIPP diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, menciptakan kompetisi yang sehat antar instansi dalam memberikan pelayanan dan demi menjawab harapan masyarakat akan pelayanan prima di seluruh layanan publik yang diselenggarakan pemerintah.
“Saya sangat mendukung inovasi Laboratorium Kemiskinan ini, saya berkeyakinan proses percepatan pembangunan melalui inovasi-inovasi yang dijalankan akan dapat kita raih. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama untuk mewujudkannya. Tidak cukup hanya angan-angan tanpa kemauan, tidak cukup hanya sekedar keinginan tanpa tindakan, tidak cukup hanya dengan program tanpa angggaran, dan tidak cukup hanya dengan anggaran tanpa SDM yang handal,” terang Mukaromah.
Selanjutnya, Pemkab. Pekalongan berbangga hati karena kerja keras pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi positif dari tim penilai. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan dinilai telah menjalankan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan baik.
Sementara itu, menurut Perwakilan Biro Kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin. S.H, sejauh ini inovasi pelayanan publik oleh Kabupaten Pekalongan (Laboratorium Kemiskinan) termasuk dalam 20 besar, tentunya penilaian ini mempertimbangkan kebaruan, efektivitas, bermanfaat, dan di transfer/ di replikasi dan berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi inovasi kerja yang telah dibuat, dan kemudian di kompetisikan. Apapun hasilnya jangan sampai mengurangi kreativitas dalam berinovasi. Jadikanlah kompetisi ini sebagai ajang motivasi dan evaluasi bersama. Jangan sampai, kompetisi sudah selesai dan inovasinya tidak dikembangkan lagi. Saya berharap bisa terus berlanjut dan berkembang,” ujar Arifin.(Red)
Jumat, 9 Agustus 2019
Bupati KH. Asip mengharapkan masyarakat untuk terus melanjutkan program yang telah dilakukan dan didapatkan ini. Artinya jangan sampai selesai di sini. Masyarakat bisa menindaklanjuti hal-hal baik yang telah dilakukan.
"Jalan yang sudah bagus ini manfaatkan, sehingga ini bisa menjadi hal positif untuk masyarakat Desa Lolong Kecamatan Karanganyar dan juga Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Sementara itu, Perwira Penghubung Kodim 0710 Pekalongan Mayor Infanteri Laendah mengatakan, TMMD ini telah sesuai dengan sasaran yang diinginkan serta program yang sudah direncanakan oleh TNI dalam hal ini Kodim 0710 Pekalongan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan.
TMMD melaksanakan program kegiatan non fisik maupun fisik berupa penyuluhan kesehatan, hukum dan pembangunan fisik jalan sehingga bisa bermanfaat untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Sasaran fisik pengaspalan jalan sepanjang 1.727 meter, lebar 2,5 meter, kemudian sumber dana dari APBD Provinsi sebesar Rp 331 juta," katanya.
Laendah atas nama Dandim 0710 Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang mengikuti TMMD. Sebab, para prajurit selama satu bulan lamanya telah bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyukseskan kegiatan ini.
"Rasa kebersamaan seperti inilah yang merupakan inti kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga dapat meneruskan roh perjuangan bangsa yang wajib untuk dipelihara," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kamis, 8 Agustus 2019
Dikatakan Bupati, pembangunan gedung Kominfo Kabupaten Pekalongan menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 4.479.234.300, "Pembangunan gedung ini dikerjakan dalam waktu 150 hari. Saya berharap, gedung ini diselesaikan sesuai dengan kalender kerja, mutunya bagus, dan bermanfaat dalam memberikan pelayanan terkait komunikasi dan informasi di seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan," harap Bupati.
Apalagi sekarang ini, lanjut Bupati, eranya digital. Oleh karena itu, semuanya harus bergerak serba cepat. "Pemerintah harus akurat dan cepat dalam memberikan informasi yang update terhadap apa saja kejadian-kejadian di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati.
Jika peristiwa itu baik, kata dia, maka akan memberikan efek yang baik. Dikatakan, ada deviasi kebijakan pemerintah yang ternyata diterima kurang baik oleh masyarakat dan itu dikabarkan pula oleh media. "Ini juga bagian penting dari fungsi kontrol dari media. Tentu pemerintah akan membenahinya," katanya.
Ditambahkan Bupati, gedung Kominfo akan dilengkapi dengan pers room. "Teman- teman bisa buat rilis di kantor ini, dan teman-teman bisa tukar-menukar informasi. Intinya, masyarakat Kabupaten Pekalongan membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan perlu pula diselingi hiburan lah. Ini juga penting agar kita bekerja tidak terlalu spaneng. Ini tugas panjenengan semua. Saya berharap kinerja Kominfo yang sudah baik bisa ditingkatkan dan tadi yang saya sampaikan harus sering-sering bekerjasama dengan para wartawan terutama wartawan medsos dan wartawan cetak. Seringlah diajak berdiskusi untuk kebaikan, atau untuk kredibilitas berita di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.
Hadir dalam groundbreaking Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4AD) A. Syaeful Anwar dari Kejari Kajen Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM , para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 7 Agustus 2019