KAJEN - Puncak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Pekalongan ditandai dengan Resepsi yang digelar di Halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen pada Kamis malam lalu (25/8). Acara dimeriahkan pertunjukan kembang api dan pagelaran wayang oleh Dalang Ki Dalang Joko Hadi Wijoyo ( Joko Edan ) dan dari Semarang dengan Lakon “ Wahyu Darmo” serta bintang tamu Narji Cagur.
Hadir pada acara yang diawali kumandang Hymne dan Mars Kab. Pekalongan ini Bupati dan Wakil Bupati Pekalonga , unsur Muspida, Sekda beserta jajarannya dan berbagai elemen masyarakat Kab. Pekalonganan. Dalam laporannya, Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-394 Kab. Pekalongan, Drs. Ali Riza, M.Si mengungkapkan terimakasih kepada semua pihak atas partisipasinya sehingga rangkaian acara dapat berjalan aman, tertib dan lancar.
Ketua DPRD Kab. Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar prestasi dan kemajuan yang sudah diraih oleh pemerintah sebelumnya agar dapat diteruskan oleh Bupati yang baru, karena harapan masyarakat sangat bertumpu pada Bupati yang baru. “Mudah-mudahan kedepan bisa jauh lebih baik dan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik,” tegasnya.
Mengawali sambutannya, Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini telah berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Pekalongan, khususnya kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar – dasar pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut, Asip mengungkapkan esensi dari dilaksanakannya resepsi hari ini antara lain sebagai perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat anugerah dan karunia Nya kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta sebagai wahana intropeksi dan evaluasi diri , tentang apa yang telah dilakukan, apa yang sedang dilakukan, dan apa yang akan dan harus dilakukan dimasa mendatang untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu terkait visi Pembangunan Kabupaten Pekalongan Tahun 2016-2021 “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal” dijelaskan Asip bahwa pihaknya mewujudkannya dalam 7 misi, dengan agenda prioritas yang disebut Duabelas Mandat Rakyat. Sedangkan terkait Tema Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-394 yaitu “Inisiatif Progresif Mewujudkan Mandat Rakyat” menurut Asip merupakan “benang merah “ antara cita-cita awal perpindahan ibu kota kabupaten dengan visi dan misi saat ini yang merupakan amanah dan mandat dari Rakyat Kabupaten Pekalongan, karena bagi “Inisiatif Progresif” merupakan wujud tekad dari hasil sebuah proses refleksi diri, merupakan kebulatan tekad dan cermin kemauan keras untuk melanjutkan pembangunan sambil terus mencari dan menggali program-program, terobosan dan langkah strategis kreatif untuk mewujudkan harapan rakyat, serta Spirit keberanian melangkah / bergerak terus menuju kondisi ideal.
Ditegaskan Asip bahwa dengan semangat dan konsep “Inisiatif Progresif Mewujudkan Mandat Rakyat ” pihaknya akan terus berikhtiar mewujudkan “Dadi Kajen”, sprit tersebut akan terus dipelihara karena menurutnya pada hakekatnya saat kita berada di Kajen maka kita merupakan orang-orang yang terhormat yang mempunyai kepercayaan diri menjalankan amanah rakyat. Sedangkan komunikasi, koordinasi dan sinergi merupakan spirit yang lain untuk melengkapi spirit yang lain dalam upaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang kita cita-citakan.
Pada kesempatan tersebut Bupati juga memberikan berbagai hadiah dan penghargaan bagi para pemenang lomba dalam rangka Hari Jadi ke-394 Kab. Pekalongan, serta melaunching “Kartu Kajen Sehat” yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan kepada perwakilan masyarakat yang belum memiliki “Kartu Indonesia Sehat”. Hal tersebut sejalan dengan tujuan diluncurkannya “Kartu Kajen Sehat” yang dalam berbagai kesempatan telah disampaikan oleh Bupati Pekalongan, yaitu sebagai upaya menjembatani atau memfasilitasi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum memiliki akses untuk menikmati pelayanan kesehatan dari “Kartu Indonesia Sehat”. (dian’s & Tim Dokumentasi Humas)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 26 Agustus 2016
Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2016 telah melaksanakan kegiatan monitoring keterbukaan Informasi Publik Pemerintahan Desa di Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan monitoring yang pelaksanaannya berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Pekalongan Cq. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, mengambil 5 Desa di Kecamatan Kajen sebagai responden yaitu Desa Tanjungsari, Desa Nyamok, Desa Sinangoh Prendeng, Desa Tanjung Kulon dan Desa Sokoyoso, selanjutnya dilakukan kunjungan lapangan ke tiga desa yang terakhir untuk pengambilan data dan pengisian quesioner oleh Tim Monitoring (Sdr. Nur Fuad, S.Ag./Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, bersama Anggota).
Adapun kegiatan monitoring Keterbukaan Informasi Publik Pemerintah Desa dimaksudkan untuk menilai tata kelola informasi publik Pemerintah Desa.
Pemerintahan Desa dipandang dari Undang Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik didefinisikan sebagai Badan Publik eksekutif penyelenggara urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan NKRI, selanjutnya berdasarkan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa desa mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi, dan Kabupaten/Kota, bagian dari hasil pajak daerah. Dalam pasal 82 ayat 4 ditegaskan kewajiban menginformasikan Perencanaan dan Pelaksnaan RPJMDes, RKPDes, dan APBDes kepada masyarakat melalui layanan informasi kepada umum dan melaporkannya dalam Musyaarah Desa paling sedikit satu tahun sekali.
Oleh karena Pemerintah Desa dikategorikan sebagai Badan Publik, maka Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah sebagai lembaga yang menurut Undang Undang KIP berfungsi menjalankan Undang Undang dan Peratuan Pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi non litigasi, memiliki kepentingan untuk memastikan hak-hak publik atas informasi publik yang dijamin Undang-Undang KIP telah dijalankan Pemerintah Desa.Menerapkan prinsip-rinsip keterbukaan informasi publik sebagimana diatur dalam UU KIP dan UU Desa pada dasarnya adalah proteksi dini bagi Pemerintah Desa dan Kepala Desa menghadapi sengketa informasi yang diajukan perorangan, kelompok atau lembaga. Atau juga menghindarkan Pemerintah Desa dari tindakan tidak patut yang dilakukan perorangan, kelompok atau lembaga yang mengatas-namakan keterbukaan informasi sebagaimana telah terjadi di beberapa tempat. Memperhatikan tujuan ideal implementasi Undang-Undang Desa dalam koridor keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam Undang Undang KIP, serta potensi-potensi permasalahan yang terjadi, dan sebagai tindaklanjut Kesepakatan Bersama Komisi Informasi Pusat dengan KEMENDESA tanggal 16 Mei 2016 Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah telah melakukan monitoring sekaligus memberikan Supervisi tata kelola informasi publik di beberapa desa di Kabupaten Pekalongan.Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong dan mewujudkan Desa Transparan. Yaitu praktek penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang bertumpu kepada keterbukaan Informasi sebagai prasyarat partisipasi masyarakat desa dalam pengambilan kebijakan-kebijakan pembangunan seiring dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 13 tahun 2015 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan hari ini (23/8) menyelenggarakan khitanan massal dalam rangka memperingati HUT ke - 71 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke - 394. Khitan Massal diawali dengan kirab becak hias yang ditumpangi oleh peserta khitan dan pendamping serta iringan drumband dari halaman Akademi Komunitas Negeri Kajen (AKN Kajen), Jl. Bahurekso sampai dengan Jl. Mandurorejo untuk kemudian finish di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan. Peserta kemudian akan di khitan di ruangan khusus yang telah disiapkan oleh panitia di area Aula Lantai 1 Setda.
Pembukaan khitan massal dihadiri oleh Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si, Sekretaris Daerah, para Kepala SKPD, Camat dan para orang tua pendamping peserta. Tahun ini khitan massal diikuti oleh 60 anak yang berasal dari 13 Kecamatan se - Kabupaten Pekalongan, yaitu Kec. Kajen (11 peserta), Kec. Wonopringgo (5 peserta), Kec. Siwalan (9 peserta), Kec. Doro (2 peserta), Kec. Wiradesa dan Bojong masing-masing 3 peserta, Kec. Kesesi (5 peserta), Kec. Karangdadap dan Tirto masing-masing 5 peserta, Kec. Kandangserang (3 peserta), Kec. Sragi( 6 peserta), dan Kec. Lebakbarang (2 peserta).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan bahwa hak kewajiban orang tua terhadap anak antara lain adalah mengkhitankan. Menurutnya tujuan dari khitan selain perintah agama, juga menjadi ikhtiar agar anak-anak yang dikhitan menjadi anak yang sholeh. Ditambahkan Asip, anak soleh adalah anak yang diajari ilmu oleh orang tuanya, oleh karena itu orang tua harus mengajari anaknya ilmu, utamanya ilmu agama agar anak mengenal Allah SWT, kemudian perlu pula diajarkan tentang perkara-perkara yang diperbolehkan oleh agama, serta mempelajari ilmu - ilmu umum untuk mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan anak. “Dengan cara menyekolahkan anak dan memberi ilmu kepadanya, InsyaAllah anak-anak Bapak/Ibu akan menjadi anak yang soleh, ” ujar Asip.
KAJEN – Selasa (23/8/2016) di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Nota Kesepakatan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2016 ditandatangani dan Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah menjadi Perda disetujui bersaama. Penandatanganan dan persetujuan bersama tersebut dilakukan oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH., M.Si dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta para Wakil Ketua DPRD yaitu Nunung Sugiantoro, ST dan H. Achmad Khozin, ST. Disaksikan Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, sebagian besar anggota DPRD, Muspida, Sekda beserta Kepala SKPD serta tamu undangan lain.
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengawali sambutannya menyampaikan bahwa kebijakan dalam penyusunan KUPA dan PPAS diarahkan pada kegiatan yang bersifat instruksional dan atau sebagai pelaksanaan ketentuan perundang-undangan yang diundangkan setelah Penetapan APBD Tahun Anggaran 2016.
Disamping itu, kata Bupati, penyusunan KUPA dan PPAS juga diarahkan pada program/kegiatan yang mempunyai manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan yang mendesak dan atau bersifat lanjutan atau melengkapi kegiatan yang lain.
“KUPA dan PPAS Perubahan Anggaran 2016 ini selanjutnya akan menjadi acuan dan pedoman penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Perangkat Daerah serta penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016 dalam rangka mengatur dan menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi kewenangan kita untuk melindungi, melayani, memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat,” terang Bupati.
Lebih lanjut Bupati memaparkan secara umum PPAS dalam Perubaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2016 yang terdiri dari Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan. Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2016 setelah perubahan direncanakan sebesar Rp 1.916.207.427.575,- atau bertambah Rp 61.769.361.966,- atau 3,33% yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 282.608.189.082,-; Dana Perimbangan sebesar Rp 1.334.787.389.000,-; dan Lain-lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp 298.811.849.493,-.
KAJEN – Kajen Expo 2016 dimeriahkan pentas lumba-lumba. Bahkan pentas lumba-lumba sudah buka sebelum pameran dibuka. Suasana Kajen Expo tahun ini diharapkan bisa lebih semarak dengan pemasangan lampion-lampion di beberapa sudut Alun-alun Kajen.
Untuk menyaksikan pentas lumba-lumba dan satwa lainnya, pengunjung dikenakan tarif masuk Rp. 40.000 per orang. Namun, jika dikoordinir oleh sekolah, tiket masuk area pentas lumba-lumba lebih murah, hanya Rp. 40.000 untuk 2 orang, untuk siswa dan salah satu orang tuanya.
Koordinator J-Bral Jos Organizer sebagai rekanan Kajen Expo 2016, Tri Mirzayanto, menjelaskan, selain pentas lumba-lumba, Kajen Expo 2016 juga akan diramaikan dengan berbagai arena permainan anak. “Pentas lumba-lumba bahkan akan dibuka hingga sebulan,” ujar Tri, usai rapat koordinasi Kajen Expo 2016 di BMPPT belum lama ini.
Stan Kajen Expo 2016 terdiri dari 80 stan SKPD di lingkungan Pemkab Pekalongan dan Kementrian, BUMN, dan BUMD yang dibangun di Jalan Mandurorejo depan boulevard Pendopo Bupati. Stan berukuran 3x3 dan dilengkapi dengan pendingin udara (AC). Selain stan tersebut, pihaknya juga menyediakan 48 stan di Alun-alun serta ratusan kaveling untuk pasar rakyat lokal. Panitia juga menyediakan area bagi para PKL yang biasanya membuka lapak di depan Alun-alun untuk berdagang di dalam Alun-alun.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kajen Expo kali ini juga akan diramaikan aneka hiburan, mulai band, dangdut, hingga musik rebana yang akan tampil di panggung hiburan di stan maupun di panggung hiburan di dalam Alun-alun. Beberapa stan juga mengadakan perlombaan maupun kuis dengan berbagai hadiah menarik.
Pembukaan Kajen Expo dijadwalkan pada Kamis, tanggal 24 Agustus 2016, pukul 15.00. Pembukaan pameran oleh bupati. Acara pembukaan akan dimeriahkan penampilan seni tari yang melibatkan 60 orang penari. Kajen Expo dijadwalkan hingga Minggu (28/8).
KAJEN – Memperingati Hari Keluarga Nasional ke XXIII dan Hari Anak Nasional, Kabupaten Pekalongan menggelar Jalan Sehat Keluarga yang dimeriahkan pula dengan Festival Jajanan Rakyat tahun 2016 pada Senin, (22/8).
Dalam sambutan pemberangkatannya, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. Msi mengatakan bahwa momentum Hari Keluarga dan Anak Nasional ini diperingati agar dapat menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana kita membina kerukunan dan membina soliditas khusunya untuk pemerintah dan warga masyarakat dengan tujuan utamanya adalah untuk menyehatkan jiwa dan raga kita melalui kegiatan jalan sehat pagi ini,” ungkap Asip. Selanjutnya dilakukan pengibasan bendera start sebagai tanda dimulainya jalan sehat dengan rute dari Jl Krakatau depan halaman BPMBPKB melewati SPBU Gejlek – Tugu Nol KM – melewati Masjid Al-Mutarom dan kembali lagi ke start awal.
Memeriahkan kegiatan tersebut hadir pula Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Negeri, unsur FKPD, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Setda beserta jajarannya, dan Muspida se Kab Pekalongan. Ketua umum panitia dalam laporan panitia penyelenggara menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu untuk meningkatkan komitmen nasional baik ditingkat kabupaten maupun provinsi, mendukung pelaksanaan pembangunan khususnya di bidang kependidikan untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas; menumbuhkan kepedulian anak kepada keluarga, masyarakat, dan negara serta memberikan informasi yang seluas-luasnya; serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, mendorong dan menumbuhkan rasa cinta terhadap olahan makanan dan jajanan masyarakat sebagai hasil produk lokal khas desa di Kab Pekalongan. Hari keluarga nasional merupakan momentum upaya membangun karakter bangsa mewujudkan Indonesia sejahtera.
KAJEN – Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si Senin pagi tadi (22/8) membuka Pameran Buku dan Arsip serta Jambore Perpustakaan Kabupaten Pekalongan Tahun 2016. Hadir dalam acara yang di gelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen tersebut Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya, Ketua TP PKK Kab. Pekalongan serta Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip se Propinsi Jawa Tengah, Penggiat perpustakaan serta peserta Jambore Pengelola Perpustakaan Kabupaten Pekalongan.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KanperpusArsipda), Tutik Iriyanti, SH. M.Si dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan yang akan digelar dari tanggal 22 sampai dengan 26 Agustus 2016 tersebut mengangkat tema “Budayakan Membaca Menuju Kajen Kabupaten Literasi”. Dijelaskan Tutik, maksud dan tujuan pameran buku dan arsip ini sebagai salah satu bentuk partisipasi aktif Kaperpus dan Arsipda Kab. Pekalongan dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat Kab. Pekalongan dan sekitarnya.
Disamping itu juga untuk membuka cakrawala berpikir masyarakat Kab. Pekalongan agar menjadi masyarakat yang cinta dan peduli pada buku, serta untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan informasi. “Tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan, merangsang, mengembangkan dan memelihara minat baca masyarakat, serta melestarikan karya ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Tutik.
Ditambahkan Tutik, dalam kegiatan tersebut dimeriahkan pula dengan berbagai lomba dari mulai anak-anak PAUD, SD, SMP, SMA juga masyarakat umum. Termasuk juga diadakan Workshop penulisan dan mendongeng, serta Bedah Buku. “Kami juga mengadakan Jambore Pengelola Perpustakaan yang akan dilaksanakan selama 2 hari (22-23 Agustus 2016) di halaman Kantor Perpusda. Jambore ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari Perwakilan Pengelola Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Rumah Ibadah, Perguruan Tinggi, SMP/SMA/SMK, dan Ikatan Pustakawan Sekolah Dasar serta dari Perpustakaan Desa,” tambah Tutik.
KAJEN – Tak kurang dari 130 Grup drumband dan kesenian tradisional berkumpul bersama di Alun – alun kajen dalam gelaran “Kajen Gemuruh III Tahun 2016” yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-394. Secara bersamaan 130 grup yang diberangkatkan dari empat titik, yaitu Lapangan belakang Setda (TK/RA), Depan SD Tanjung Sari (SD/MI), Depan kantor BPBD (SMP/ MTs), dan Halaman Kantor Kanperpus dan Arsipda (Calung dan Simtuduror) tersebut memainkan 3 lagu secara maraton yaitu Maju tak gentar, Padang Bulan, dan Suwe ora jamu di depan Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si beserta Ibu Munafah Asip, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti serta para tamu undangan.
Drs. Ali Riza, M.Si dalam laporannya mengungkapkan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya “Kajen Gemuruh” adalah sebagai ruang ekspresi dan menunjukkan eksistensi bagi grup-grup drumband dan kesenian yang ada di Kabupaten Pekalongan sekaligus menyampaikan pesan dan semangat patriotisme pada HUT RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 364.
Hujan gerimis yang sore itu turun terlihat tak mengurangi antusiasme puluhan ribu peserta dan penonton berbaur bersama di alun – alun Kajen, yang sontak menjadi bergemuruh oleh dentuman musik drumband dan tradisional. Sementara itu Bupati Pekalongan, dalam sambutannya menyampaikan mengungkapkan rasa terimaksihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan “Kajen Gemuruh”.
Bupati mengajak seluruh peserta untuk berfestival “Kajen Gemuruh” dengan ceria, berdrumband dengan bangga serta menunjukkan kekompakan dan keserasian dalam nada dan irama serta gerak, karena menurutnya hal tersebut merupakan wujud penghargaan terhadap kerjasama. “Selamat berfestival, ayo kita meriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 394. Semoga negara ini tetap jaya dan Kabupaten Pekalongan semakin maju,” tegas Asip menutup sambutan yang kemudian langsung diteruskan dengan parade lagu oleh seluruh peserta. (dian’s/tim pubdok)
KAJEN – Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke–71 di Kabupaten Pekalongan disempurnakan dengan Resepsi HUT Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen pada tanggal 17 Agustus 2016 malam. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Bupati Pekalongan, Drs. H. Asip Kholbihi, SH. M.Si beserta Ibu Hj. Munafah Asip, Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Kabkalongan beserta suami, jajaran Muspida, Sekda serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Panitia HUT RI ke-71, Drs. Ali Riza, M.Si dalam laporannya menjelaskan bahwa dalam rangka memeriahkan HUT RI tahun ini telah diselenggarakan berbagai lomba dan ceremoni, diantaranya Festival permainan tradisional yang dilaksanakan di Petungkriyono, sebagai dukungan untuk program “Petungkriyono Eco TechnoForestry Park”, serta Doa Bersama di TMP Bojong bersama masyarakat sekitar. “Kami ucapkan terimaksih kepada seluruh pihak atas motivasi dan dorongannya sehingga kegiatan-kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, atas nama masyarakat Kab. Pekalongan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH mengucapkan terimakasih kepada Pemkab. Pekalongan atas apa yang telah dilakukan untuk masyarakat. Hindun berharap momentum yang sangat strategis hari ini bisa memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme di masyarakat untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik. Diterangkan Hindun bahwa DPRD akan terus mendorong Pemkab untuk mewujudkan kerja nyata seperti yang tertuang dalam tema HUT RI ke-71, karena masyarakat Kab. Pekalongan sangat menanti kinerja Pemda, mengingat masih banyak bidang pembangunan yang tertinggal, serta pertumbuhan ekonomi yang relatif masih lambat. Dirinya juga berharap moment hari itu dapat menjadi awal yang baik untuk memulai kerja bagi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang baru. “ Kami berharap mudah-mudahan apa yang masih menjadi keluhan dan harapan masyarakat di hari – hari mendatang bisa terwujud,”
Kamis, 25 Agustus 2016
Lebih lanjut Asip menegaskan bahwa acara Khitan Massal ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab. Pekalongan kepada seluruh warga Kabupaten Pekalongan khususnya bagi warga yang kurang mampu dalam rangka menjadi pelayanan masyarakat yang baik.
Panitia penyelenggara dalam laporannya yang disampaikan oleh Hari Suminto SH. MH, mengatakan bahwa tujuan diselenggrakan acara ini untuk mewujudkan agenda prioritas Bupati dan Wakil Bupati yang tertuang dalam 12 mandat rakyat dalam rangka menyelenggarakan masyarakat sejahtera, religius dan berkelanjutan berbasis potensi lokal; selain itu, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan dan warga masyarakat Kabupaten Pekalongan terutama terhadap masyarakat yang kurang mampu.
Lebih lanjut Hari menjelaskan bahwa, masing-masing peserta khitan akan mendapatkan bingkisan dari Pemkab. Pekalongan yang berisi sarung, baju koko, peci, ikat pinggang, sandal, tas sekolah, dan uang saku, sementara itu Petugas khitan berasal dari tenaga medis Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang berjumlah 15 orang.
Sementara itu, salah satu orang tua peserta khitan massal Triyono (43) dari Tegaldowo, Tirto, menyampaikan tanggapannya mengenai acara Khitan Massal tersebut, menurutnya acara Khitan Massal ini merupakan acara yang sangat bagus. “Terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Bupati, semoga dengan acara seperti ini, banyak anak dari warga yang kurang mampu bisa mengikuti acara khitan missal ditahun-tahun yang akan datang,” ujarnya. (dian’s/ Lulu)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 23 Agustus 2016
Untuk anggaran Belanja Daerah setelah perubahan direncanakan sebesar Rp 2.137.799.389.152,- atau bertambah Rp 254.998.539.066,- atau 13,54%. Sehingga terjadi defisit anggaran sebesar Rp 221.591.961.577,- dan defisit ini akan dipenuhi melalui pembiayaan netto.
Sementara Anggaran Pembiayaan terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan. Dimana untuk Penerimaan Pembiayaan setelah perubahan direncanakan sebesar Rp 228.617.278.100,- atau naik sebesar Rp 193.229.177.100,- atau 546,03% yang berasal dari pos Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran 2015, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah. Sedangkan untuk Pengeluaran Pembiayaan setelah perubahan direncanakan sama dengan penetapan yaitu sebesar 7.025.316.523,-. Dengan demikian maka Pembiayaan Netto setelah perubahan menjadi sebesar Rp 221.591.961.577,-.
“Dari struktur Anggaran Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah sebagaimana tersebut diatas maka secara riil terdapat defisit Rp 0,-,” ujar Bupati.
Dalam rapat paripurna tersebut, Bupati menyampaikan pendapat akhir terkait persetujuan bersama atas Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah menjadi Perda. Antara lain Bupati menyampaikan bahwa sesuai ketentuan Pasal 3 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, maka Raperda yang telah disetujui bersama untuk disampaikan kepada Gubernur selaku wakil Pemerinta Pusat untuk dilakukan evaluasi/ persetujuan dengan menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi.
Selain itu, menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 061/2911/SJ Tahun 2016 tertanggal 4 Agustus 2016, maka Bupati memerintahkan Sekretaris Daerah dan seluruh Kepala SKPD agar dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2017 dan penyusunan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2017, Organisasi Perangkat Daerah telah mengacu pada Perda ini.
“Segera selesaikan proses administrasi pengalihan PNS Daerah yang mengalami pengalihan urusan dengan mempedomani Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dan selesaikan proses penyusunan Peraturan Bupati terkait nomenklatur Perangkat Daerah dengan berpedoman Peraturan Menteri,” tegas Bupati.
Dalam kesempatan itu Bupati juga memerintahkan Sekda beserta Kepala SKPD untuk segera menyusun Peraturan Bupati terkait tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah yang dibentuk berdasarkan Perda ini dan harus sudah selesai pada bulan Desember 2016, sehingga Perda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah ini sudah dapat dilaksanakan secara efektif mulai 1 Januari 2017. (d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 23 Agustus 2016
Kabid Perdagangan pada Dinperindag Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho selaku Ketua Pelaksana Kajen Expo 2016, optimistis Kajen Expo tahun ini sukses seperti tahun-tahun sebelumnya. Melalui Kajen Expo, diharapkan potensi wilayah Kabupaten Pekalongan dari berbagai sektor bisa ditampilkan dan terekspos. Pada Kajen Expo kali ini, akan dilakukan penilaian untuk memilih stan terbaik.
“Penyelenggaraan Kajen Expo tahun ini kami upayakan lebih baik, sehingga harus optimistis bisa menyedot pengunjung lebih banyak dan bisa mempromosikan wilayah Kabupaten Pekalongan,” ungkap Agus Dwi Nugroho. Omzet Kajen Expo tahun ini diharapkan juga meningkat dibandingkan pada Kajen Expo tahun 2015 lalu yang mencapai Rp. 5 Miliar.*)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 22 Agustus 2016
Kemudian dilanjut dengan Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan, dimana Bupati Pekalongan mengukuhkan Dra. Hj Munafah Asip sebagai Ketua Bunda Paud Kab Pekalongan. “Semoga Bunda Paud dapat berperan dalam mengembangkan program Paud di Kab. Pekalongan dan menjadi figur orang tua yang bijaksana guna mewujudkan masa depan anak yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia,” ucap Asip dalam sambutannya. Selanjutnya dilakukan pemakaian slempang Bunda Paud Kabupaten oleh Bupati dan pengukuhan bunda Paud Kecamatan oleh Bunda paud kabupaten ditandai dengan pemakaian slempang secara simbolis diikuti oleh bunda paud lainnya dengan memakai slempang masing-masing.
Memperingati Hari Anak Nasional yang mengangkat tema “Akhiri Kekerasan terhadap Anak”, dalam kegiatan pagi itu dilakukan Ikrar Anak oleh Forum Anak Kab Pekalongan. Dilanjut dengan pembagian piala dan uang pembinaan kepada para juara lomba yang telah dilakukan pada bulan lalu.
Rangkaian terakhir dalam puncak peringatan Harganas dan Anak Nasional serta Festival Jajan, Bupati dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kab Pekalongan untuk bersama-sama menyadari arti penting keluarga yang merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental serta terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Penduduk merupakan modal dasar pembangunan, oleh karena itu sukses tidaknya pembangunan secara signifikan akan bisa diciptakan ketika mampu membina dan mampu menciptakan seberapa besar keluarga yang sejahtera di Kab Pekalongan dan seberapa besar pula porsentase keluarga yang kurang sejahtera yang harus didorong oleh intervensi pembangunan, intervensi anggraan pemerintah daerah untuk membangun seluruh warga di kab Pekalongan.
“Pemerintah menyadari bahwa keluarga adalah pilar utama, oleh karena itu pemerintah menetapkan berbagai kebijakan terkait pembangunan keluarga yang antara lain kita ejawantahkan dalam bentuk peringatan hari keluarga nasional ini. Diharapkan dengan Harganas ini, kita mampu meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat kepada keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera serta lebih peduli kepada anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Marilah kita cintai dan menjaga keluarga kita sebagai upaya mewujudkan keluarga yang harmonis serta tempat untuk melahirkan anak-anak yang berkualitas, sehat, cerdas, soleh solihah, serta anak-anak yang pada akhirnya mampu mendoakan kita semua,” papar Asip.
Tidak hanya itu, Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung Bunda PAUD yang manfaat kegiatannya dapat dirasakan dalam konteks pemberdayaan anak-anak usia dini. “Bangsa ini memerlukan generasi unggul, untuk itu perlu dipersipakan anak lebih awal dalam rangka menciptkan generasi yang lebih baik,” tukasnya.
Terkait Festival Jajanan Rakyat, kegiatan ini merupakan suatu kegiatan dalam rangka mengenalkan keanekaragaman jajanan tradisional yang pada saat ini mulai terpinggirkan oleh jajanan-jajanan modern, instan serta diproduk secara massal. Oleh karena itu, jika jajanan ini dapat mewarnai kehidupan kita tentu akan menumbuhkan ekonomi disektor jajan pasar tradisional. Asip berharap festival ini mampu mengenalkan ke masyarakat tentang jajanan dan makanan tradisional daerahnya; menerbitkan rasa bangga, cinta masyarakat terhadap jajanan tradisional yang juga merupakan salah satu warisan budaya dari nenek moyang.
Jajanan tradisional merupakan penyangga atau pilar terhadap wisata yang akan dikembangkan, untuk itu Asip mengharapkan ketika akan menciptakan jajanan tradisonal supaya sibuat narasi atau cerita tentang jajanan itu dari awal membuatnya.
“Kemudian mengenai hari kemerdekaan RI yang mengangkat tema “kerja nyata”, ini mengisyaratkan kepada kita untuk meningkatkan kinerja nyatanya, dan kerjaan kita dedikasikan untuk kepentingan masyarakat,” Asip memaparkan.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 22 Agustus 2016
Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH, MSi mengawali sambutannya mengajak semua yang hadir untuk terus menerus menggiatkan budaya membaca di negera ini khususnya di Kabupaten Pekalongan mengingat budaya membaca di negara kita belum menggembirakan dibanding negara-negara maju. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang mencintai buku,” ujarnya.
Lebih lanjut Asip menyampaikan harapannya agar acara ini dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menambah koleksi khasanah pustaka yang dimilikinya. Sekaligus untuk mendorong masyarakat agar lebih mencintai buku dan meningkatkan apresiasi terhadap arsip, karena menurutnya salah satu indikator negara yang maju adalah harus memiliki banyak buku.
Pada kesempatan tersebut Asip juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan ini membutuhkan para penulis handal untuk mendiskripsikan kekayaan alam dan budaya kab. Pekalongan. “Kami menunggu tangan tangan terampil dari para penulis muda untuk mengangkat potensi lokal kabupaten Pekalongan. Kami akan adakan lomba menulis narasi tentang Batik dan hadiahnya umroh,” tegasnya.
Kepada event organiser, para penerbit, dan pelaku bisnis perbukuan tak lupa Asip berharap untuk tidak menjadikan event tersebut hanya sebagai promosi perbukuan tetapi sekaligus untuk mensosialisasikan dan memasyarakatkan gemar membaca. “Ini harus diedukasi karena masyarakat belum sadar membaca itu penting dan harus dilakukan,” pesannya.
Terkait Jambore Pengelola Perpustakaan, Asip berharap semoga jambore ini dapat menjadi media koordinasi dan komunikasi bagi prose penyebaran informasi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya titip bersama-sama ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat kabupaten pekalongan sehingga bisa ditularkan ke masyarakat luas,” harapnya.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan Pelantikan Pengurus Daerah FTBM sebagai mitra Kanperpusda untuk menggiatkan gemar membaca masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dan juga disampaikan penghargaan untuk 4 kategori pengunjung (peminjam) Koleksi Perpustakaan Umum Teraktif Kabupaten Pekalongan Tahun 2016. Masing-masing dari Kategori Umum adalah Triyono dari Wonorejo Kajen, Kategori Pelajar adalah Talita Rahma dari SDIT Insan Mulia Kajen, Kategori Mahasiswa Defrisnto AP, Pesona Griya Karanganyar, serta kategori PNS diserahkan kepada Ismail Nur Hidayat dari Kecamatan Karangdadap. (451h & An-an)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 22 Agustus 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 19 Agustus 2016
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Drs.H. Asip Kholbihi, SH. M.Si dalam sambutannya mengungkapkan berbagai makna atau arti penting dari perayaan kemerdekaan selain sebagai penghargaan terhadap jasa para pahlawan dan pendahulu kita dalam mencapai kemerdekaan, namun juga sebagai motivasi kita untuk meneruskan pembangunan. Dijelaskan Asip, bahwa dirinya bersama wakilnya, yaitu Arini memegang prinsip “Sustainable” dalam melaksanakan pembangunan, yaitu pembangunan yang berkelanjutan dan terukur dengan meneruskan apa yang dulu sudah dicapai, karena hanya dengan prinsip seperti itulah kualitas kesinambungan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa dijaga.
Ditambahkan Asip bahwa, dirinya tidak menggunakan paradigma perubahan, walaupun perubahan kadang - kadang bisa bermakna positif, tapi kalau kita tidak pandai mengelola maka perubahan akan berujung kepada hal – hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu yang dikembangkan oleh duet Asip-Arini adalah meneruskan program pembangunan yang sudah dirintis sambil terus menerus mencari program baru yang lebih baik. “Mempertahankan nilai – nilai lama yang baik, sambil terus menggali nilai-nilai baru yang lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, Asip juga menegaskan bahwa dirinya menekankan kepada seluruh aparaturnya untuk kerja keras, kerja cerdas, dan semangat menjadi pengabdi masyarakat yang baik, menjadi “Khodimul Ummah” dengan meningkatkan kinerja yang efektif, efisien, dan akuntabel atau dapat dipertanggungjawabkan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan berbagai program yang berkaitan dengan Tema nasional peringatan HUT RI yaitu Kerja Nyata, serta sub tema HUT RI di Kabupaten Pekalongan yaitu “Inisiatif Progresif Mewujudkan Mandat Rakyat” yang menurutnya merupakan kebulatan tekad Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk lebih giat bekerja, mengukir karya nyata, bukan sebatas wacana dan retorika. Berbagai program tersebut antara lain, Program 100 % alitrasi (teralirinya listrik) wilayah Kabupaten Pekalongan, dimana saat ini baru 87% wilayah yang teraliri listrik, akan dilaunchingnya “Kartu Kajen Sehat” pada 25 Agustus mendatang yang diharapkan mampu menjembatani atau mencover kebutuhan warga Kab. Pekalongan yang saat ini belum memiliki Kartu Indonesia Sehat, serta upaya Pemkab untuk memberikan dispensasi keringanan dan pembebasan pajak bagi masyarakat miskin di Kabupaten Pekalongan yang NJOP nya dibawah Rp. 20 juta atau setara Rp. 20 ribu kewajiban pajak/th.
Terakhir, tak lupa Bupati mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan, termasuk kepada para Paskibra Tahun 2016 yang pada kesempatan tersebut juga diberikan tali asih oleh Pemkab. Pekalongan. (dian’s/H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 18 Agustus 2016